Selasa, 22 September 2026

Prompt A Foto

1. Buatkan gambar sesuai deskripsi yang saya berikan di bawah ini, gunakan pria pada foto referensi di atas sebagai orang yang ditampilkan dalam gambar. Pertahankan identitas pria tersebut semirip mungkin dengan foto referensi tanpa mengubah ciri wajah, proporsi tubuh, bentuk tubuh, maupun karakter aslinya. Jangan mendeskripsikan detail wajah, rambut, atau bagian kepala; gunakan foto referensi sebagai acuan utama untuk mempertahankan identitas pria.

Tampilkan foto vertikal seorang pria yang sedang berdiri santai di area luar sebuah bangunan atau fasilitas kelistrikan. Komposisi gambar menggunakan rasio vertikal 4:5, dengan pria terlihat hampir seluruh badan dari kepala hingga ujung kaki dan ditempatkan sedikit di sebelah kiri-tengah frame. Kamera berada pada posisi setinggi dada hingga pinggang pria dan diarahkan sedikit ke atas, sehingga bangunan serta kotak panel listrik di belakangnya terlihat cukup besar.

Pria berdiri dengan posisi tubuh santai dan sedikit menyandar pada area di belakangnya. Bahu dalam keadaan rileks. Bagian tubuh atas menghadap kamera, sementara posisi pinggul dan kedua kaki sedikit menyerong. Salah satu kaki berada lebih maju dan sedikit terbuka ke samping, sedangkan kaki lainnya menjadi tumpuan utama. Kedua kaki dibuat dalam posisi natural seperti sedang berdiri santai di pinggir jalan, bukan pose formal atau pose model.

Salah satu lengan pria ditekuk di depan tubuh. Tangan berada di sekitar bagian perut hingga pinggang dan memegang sebuah benda kecil berbentuk silinder berwarna putih. Tangan lainnya berada lebih dekat ke sisi tubuh dengan posisi rileks. Pastikan posisi siku, lengan, telapak tangan, dan jari terlihat natural mengikuti pose pada foto referensi. Jangan membuat tangan terlalu kaku atau memiliki bentuk jari yang tidak natural.

Pria mengenakan hoodie atau sweatshirt berwarna hitam dengan potongan longgar. Pada bagian depan dada terdapat tulisan atau grafis besar berwarna putih dengan desain tipografi bergaya streetwear. Hoodie memiliki lengan panjang dan bagian bawah jatuh longgar mengikuti tubuh. Ia mengenakan celana jeans panjang berwarna biru gelap, dengan potongan relatif longgar dan sedikit melebar di bagian bawah. Gunakan pakaian dengan warna, bentuk, dan susunan yang sama seperti pada foto referensi. Terdapat aksesori kalung tipis berwarna metalik yang terlihat di sekitar leher dan bagian atas dada.

Ekspresi pria terlihat santai dan spontan dengan mulut sedikit terbuka, seolah sedang berbicara atau baru saja bereaksi terhadap sesuatu. Tatapan mengarah ke kamera. Jangan membuat ekspresi terlalu serius, terlalu tersenyum, atau seperti sedang melakukan pemotretan profesional. Pertahankan kesan candid dan natural seperti seseorang yang secara spontan difoto ketika sedang berdiri.

Lokasi berada di area luar bangunan perkotaan dengan berbagai instalasi utilitas. Tepat di belakang pria terdapat kotak meter atau panel listrik berwarna abu-abu muda yang dipasang pada dinding/struktur bangunan. Pada panel tersebut terlihat logo dan tulisan PLN serta beberapa tanda peringatan kelistrikan berwarna kuning dan hitam. Di sisi kanan frame terdapat panel listrik besar berwarna abu-abu muda dengan pintu tertutup, handle logam, serta beberapa tanda peringatan. Jangan menghilangkan elemen penting dari panel dan tanda peringatan yang terlihat pada referensi.

Di sisi kiri dan belakang pria terdapat beberapa pipa utilitas vertikal berwarna abu-abu dan cokelat, kabel, tiang, serta struktur bangunan. Area dinding belakang menggunakan kombinasi permukaan beton, logam, dan bagian bangunan berwarna putih atau abu-abu. Lingkungan terlihat seperti area servis atau bagian luar bangunan yang berada di pinggir jalan.

Bagian bawah gambar memperlihatkan permukaan beton atau trotoar yang tidak sepenuhnya rata, dengan beberapa bagian pondasi beton di sekitar instalasi utilitas. Detail permukaan lantai, retakan kecil, noda, dan tekstur beton tetap terlihat natural. Jangan membuat lokasi terlalu bersih atau terlalu sempurna karena foto referensi memiliki karakter lingkungan perkotaan yang apa adanya.

Gunakan sudut kamera wide-angle ringan khas smartphone untuk mempertahankan seluruh tubuh pria sekaligus panel listrik dan lingkungan di sekitarnya. Perspektif wide-angle harus terasa natural, dengan sedikit pelebaran ruang di bagian tepi frame tetapi tanpa distorsi tubuh yang berlebihan. Jangan menggunakan efek fisheye ekstrem. Pertahankan jarak kamera dan framing seperti foto referensi sehingga pria tidak terlihat terlalu kecil maupun terlalu dekat.

Pencahayaan harus terang, netral, dan bersih, seperti foto outdoor pada siang atau sore yang masih terang. Hindari pencahayaan warm, golden hour, jingga, atau dominasi warna kuning. Gunakan white balance netral cenderung putih dengan warna lingkungan yang natural. Area hoodie hitam tetap memiliki detail kain yang terlihat dan tidak berubah menjadi blok hitam tanpa tekstur. Bayangan dibuat lembut dan natural.

Gambar di ambil seperti menggunakan kamera iPhone 14, kualitas resolusi agak rendah tidak terlalu HD, kontras rendah, bayangan lembut, tidak ada efek estetika tambahan, foto terlihat original tidak seperti di edit. Jangan menggunakan beauty filter, HDR berlebihan, cinematic color grading, bokeh buatan, atau efek digital tambahan. Pertahankan tekstur foto smartphone yang natural dan sedikit imperfect. Hasil akhir harus terlihat seperti foto spontan asli dari kamera smartphone, dengan pencahayaan cerah, netral, dan tidak memiliki nuansa kuning atau hangat.

2. Buatkan gambar sesuai deskripsi yang saya berikan di bawah ini, gunakan wanita pada foto referensi di atas sebagai orang yang ditampilkan dalam gambar, pertahankan identitas dan karakter wanita tersebut semirip mungkin dengan foto referensi tanpa mengubah ciri wajahnya. Jangan mengubah bentuk wajah, proporsi tubuh, maupun identitas orang dari foto referensi.

Seorang wanita berdiri sendirian di area rerumputan hijau di sebuah acara outdoor pada sore menjelang malam. Komposisi foto dibuat vertikal dengan rasio 9:16. Wanita berada di area bawah-tengah frame, terlihat dari kepala hingga ujung kaki dengan seluruh tubuh masuk ke dalam frame. Posisi tubuh berdiri tegak tetapi santai, tidak kaku, dengan badan sedikit menyamping sekitar tiga perempat mengarah ke kamera. Salah satu bahu sedikit lebih maju, sementara posisi pinggang dan kaki mengikuti arah tubuh secara natural.

Satu tangan wanita berada di dekat bagian dada, dengan telapak dan jari terlihat santai seolah sedang menyentuh ringan bagian atas pakaian. Tangan lainnya turun di samping tubuh sambil memegang sebuah tas tangan kecil berwarna putih. Tas berada menggantung secara natural di samping paha, dengan pegangan tas digenggam santai. Terdapat sebuah benda kecil berwarna merah muda yang terlihat berada di sekitar genggaman tangan tersebut. Posisi kedua lengan dibuat rileks mengikuti gravitasi, tidak terlalu menempel pada tubuh.

Kedua kaki berdiri di atas rumput dengan posisi natural, salah satu kaki sedikit lebih maju dibanding kaki lainnya sehingga menciptakan pose candid yang santai. Berat badan lebih banyak bertumpu pada salah satu kaki, sementara kaki lainnya sedikit lebih rileks. Jangan membuat pose seperti model profesional atau pose fashion yang berlebihan. Pertahankan kesan seseorang yang sedang menikmati acara dan secara spontan berfoto di lokasi tersebut.

Wanita mengenakan outfit serba putih. Bagian atas berupa blouse putih longgar dengan potongan feminin dan detail kain yang memberikan sedikit volume pada bagian pinggang serta lengan. Bagian bawah berupa rok atau bawahan putih panjang yang jatuh hingga mendekati mata kaki. Gunakan sepatu putih model clog/sandal tertutup dengan sol cukup tebal dan detail lubang kecil pada bagian atas. Wanita juga membawa tas tangan kecil berwarna putih dengan bentuk compact dan struktur lembut. Seluruh warna pakaian tetap putih bersih dengan tekstur kain yang terlihat natural.

Ekspresi wanita terlihat lembut, santai, dan ramah, seperti sedang tersenyum spontan ketika menyadari kamera sedang mengambil foto. Tatapan mengarah ke kamera dengan ekspresi natural dan tidak dibuat-buat. Jangan membuat ekspresi terlalu dramatis atau seperti pemotretan studio. Pertahankan gestur tubuh yang santai, feminin, dan candid seperti pada foto referensi.

Latar belakang merupakan area konser atau festival outdoor. Di belakang wanita terdapat panggung konser berukuran besar dengan struktur rangka truss aluminium yang tinggi, lengkap dengan lampu panggung, layar LED besar berwarna gelap, speaker, kabel, serta perlengkapan teknis panggung. Panggung berada cukup dekat di belakang wanita dan memenuhi sebagian besar area tengah hingga kanan frame. Di sisi kiri belakang terlihat beberapa tenda putih berbentuk kerucut dengan pagar pembatas berwarna hitam. Di sekitar area panggung terdapat pepohonan hijau dan beberapa orang yang sedang duduk di area rumput. Suasana menunjukkan sebuah acara outdoor yang sedang berlangsung.

Langit memenuhi sebagian besar bagian atas frame, terlihat luas dan cerah dengan warna biru pucat keabu-abuan yang bersih. Jangan membuat langit berwarna kuning, oranye, atau terlalu hangat. Cahaya lingkungan harus terang dan lembut, seperti cahaya sore yang masih cukup terang, dengan warna cahaya netral cenderung putih. Hindari nuansa golden hour yang terlalu kuning atau jingga. Rumput di foreground terlihat hijau natural dengan detail tekstur yang cukup jelas.

Gunakan perspektif kamera smartphone dengan lensa wide-angle ringan untuk mempertahankan area panggung, langit, rumput, dan lingkungan sekitar seperti pada foto referensi. Jangan menggunakan efek fisheye ekstrem dan jangan membuat tubuh wanita terdistorsi. Kamera berada kira-kira setinggi dada hingga pinggang wanita, dengan framing yang cukup luas sehingga lingkungan sekitar tetap menjadi bagian penting dari foto. Pertahankan proporsi vertikal dan ruang kosong yang cukup luas pada bagian atas gambar seperti komposisi foto referensi.

Gambar diambil seperti menggunakan kamera iPhone 14, kualitas resolusi agak rendah tidak terlalu HD, kontras rendah, bayangan lembut, tidak ada efek estetika tambahan, foto terlihat original tidak seperti di edit. Pencahayaan harus cerah, netral, dan bersih, tanpa pencahayaan hangat atau dominasi warna kuning. Warna putih pada pakaian harus tetap terlihat putih, bukan krem atau kekuningan. Pertahankan suasana foto spontan dari kamera smartphone, dengan detail lingkungan yang natural dan tidak terlihat seperti hasil pemotretan studio.


3. Buatkan gambar sesuai deskripsi yang saya berikan di bawah ini, gunakan pria dan wanita pada foto referensi di atas untuk gambar yang saya deskripsikan di bawah ini. Pertahankan identitas masing-masing orang semirip mungkin dengan foto referensi, jangan mengubah karakter wajah, bentuk tubuh, maupun proporsi masing-masing orang. Jangan mendeskripsikan atau mengubah detail kepala, rambut, atau wajah; gunakan foto referensi sebagai acuan utama identitas pria dan wanita.

Tampilkan sebuah foto candid vertikal yang memperlihatkan seorang wanita dan seorang pria sedang duduk berdampingan di area semi-outdoor pada malam hari. Komposisi foto menggunakan sudut pengambilan dari posisi kamera sedikit lebih tinggi dari posisi mata, diarahkan ke bawah secara ringan sehingga kedua orang terlihat cukup dekat dengan kamera sekaligus sebagian lantai dan lingkungan di belakang mereka tetap masuk ke dalam frame. Gunakan komposisi vertikal 9:16.

Wanita duduk di sisi kiri gambar, tubuh menghadap ke arah kamera dengan posisi sedikit condong ke arah pria di sebelahnya. Bahunya rileks dan tubuhnya terlihat santai. Salah satu lengannya berada di bagian depan tubuh dan tangan berada di sekitar lutut atau paha, sementara tangan lainnya berada lebih dekat ke sisi tubuh. Posisi duduk wanita terlihat natural, dengan kedua kaki berada di bagian bawah frame. Ia mengenakan hijab berwarna cokelat tua yang menutupi kepala dan leher, atasan lengan panjang berwarna cokelat tua, serta bawahan atau celana panjang berwarna putih. Pakaian terlihat sederhana dan kasual, mengikuti bentuk serta susunan pakaian pada foto referensi.

Pria duduk di sisi kanan gambar dengan posisi tubuh menghadap kamera. Ia duduk santai di atas kursi plastik berwarna gelap, kedua kaki terbuka secara natural karena posisi duduk. Kedua lengannya turun ke depan dan berada di sekitar paha serta lutut. Salah satu tangan pria terlihat berada di bagian tengah bawah frame, sedangkan tangan lainnya berada di sisi kanan dekat lutut. Posisi kedua tangan dan jari dibuat mengikuti pose asli pada foto referensi, santai dan tidak kaku. Pria mengenakan kaus polo atau kaus berkerah berwarna hitam dengan detail dekoratif berwarna emas pada bagian bahu, serta celana jeans panjang berwarna biru dengan efek pudar natural. Gunakan pakaian dan susunan outfit sesuai referensi tanpa menambahkan aksesori yang tidak terlihat.

Wanita dan pria duduk sangat berdekatan sehingga terlihat seperti sedang mengambil foto bersama secara spontan. Jarak tubuh keduanya dekat, dengan posisi wanita sedikit bersandar atau condong ke arah pria. Keduanya menghadap kamera dan memberikan ekspresi santai dengan senyum tipis yang natural, seperti sedang berfoto bersama tanpa pose profesional. Jangan membuat ekspresi berlebihan, jangan membuat senyum terlalu lebar, dan jangan membuat keduanya terlihat kaku. Pertahankan ekspresi dan arah tatapan seperti pada foto referensi.

Di bagian foreground bawah gambar terdapat sebuah tas atau barang bawaan berwarna hitam yang diletakkan di lantai, sebagian besar masuk ke dalam frame dan terlihat dekat dengan kamera. Di sebelah kiri bawah juga terdapat sebuah benda berbentuk persegi panjang berwarna hitam seperti perangkat elektronik atau ponsel yang berada di lantai. Barang-barang tersebut harus tetap berada di foreground untuk mempertahankan perspektif dan kesan foto asli.

Lantai menggunakan ubin keramik berwarna putih atau abu-abu muda dengan pola garis kotak yang jelas. Di belakang kedua orang terdapat area gelap seperti bagian luar bangunan atau teras pada malam hari, dengan beberapa permukaan kayu atau struktur bangunan terlihat samar. Suasana lingkungan malam tetap dipertahankan, tetapi orang-orang harus menjadi bagian yang paling jelas dalam foto. Jangan menambahkan dekorasi, lampu, atau objek yang tidak terdapat pada referensi.

Gunakan pencahayaan dari flash kamera smartphone yang menerangi pria, wanita, pakaian, lantai, dan benda-benda foreground secara jelas. Background boleh tetap lebih gelap, tetapi kedua orang harus terlihat terang dan jelas. Hindari dominasi warna kuning, oranye, atau cokelat akibat white balance. Gunakan white balance netral sehingga warna kulit, pakaian putih, pakaian cokelat, celana jeans, dan lantai terlihat natural. Jangan membuat suasana terlalu hangat. Pertahankan karakter pencahayaan flash langsung seperti foto smartphone spontan.

Gunakan lensa wide-angle smartphone dengan perspektif dekat seperti pada foto referensi, sehingga bagian foreground terlihat sedikit lebih besar dan lingkungan sekitar tetap masuk ke dalam frame. Jangan menggunakan fisheye ekstrem dan jangan membuat distorsi tubuh yang berlebihan. Kamera berada cukup dekat dengan kedua orang, menghasilkan perspektif khas foto selfie atau foto candid menggunakan smartphone dari jarak dekat. Pertahankan framing vertikal, posisi pria di kanan, wanita di kiri, serta foreground yang terlihat besar di bagian bawah.

Gambar di ambil seperti menggunakan kamera iPhone 14, kualitas resolusi agak rendah tidak terlalu HD, kontras rendah, bayangan lembut, tidak ada efek estetika tambahan, foto terlihat original tidak seperti di edit. Pertahankan tekstur foto smartphone yang natural, sedikit imperfect, dan tidak terlalu tajam. Jangan memberikan efek cinematic, beauty filter, HDR berlebihan, bokeh buatan, atau color grading. Pencahayaan keseluruhan harus cukup cerah dan jelas pada kedua orang, dengan white balance netral dan tanpa pencahayaan hangat ataupun dominasi warna kuning.

4. Last prompt brayy, lanjut besok yaa, staytunee🥰🫰🏻

Prompt:
Buatkan gambar sesuai deskripsi yang saya berikan di bawah ini, gunakan wajah pria dan wanita pada foto referensi di atas untuk gambar yang saya deskripsikan di bawah ini. Harus mirip 100% dengan foto wajah pria dan wanita yang saya berikan di atas tanpa merubah sedikitpun identitas, bentuk, proporsi, dan karakteristik wajah keduanya. Pertahankan identitas pria dan wanita dari foto referensi secara konsisten dan jangan mengganti mereka dengan orang lain.

Buat sebuah foto yang menampilkan seorang pria dan seorang wanita sedang duduk berdampingan di sebuah area outdoor pada malam hari. Foto terlihat seperti foto candid atau foto kenangan yang diambil menggunakan kamera smartphone, dengan kedua orang menjadi fokus utama di bagian tengah bawah gambar.

Pria berada di sebelah kiri dan wanita berada di sebelah kanan. Keduanya duduk sangat dekat di atas sebuah bangku kayu panjang dengan rangka atau pegangan berwarna putih. Posisi tubuh pria dan wanita menghadap ke arah kamera, tetapi posturnya santai dan tidak terlalu tegak seperti foto formal.

Pria mengenakan kaus oversized berwarna putih atau putih pucat dengan model sederhana dan sebuah saku kecil di bagian dada. Di balik lengan kaus terlihat lapisan pakaian lengan panjang berwarna hitam atau sangat gelap yang menutupi kedua lengannya sampai ke pergelangan. Pria juga mengenakan celana panjang berwarna abu-abu muda dengan bahan yang terlihat lembut dan sedikit longgar.

Pria duduk dengan kedua kakinya mengarah ke depan. Salah satu kaki terlihat lebih maju ke arah kamera sehingga memberikan perspektif natural. Salah satu tangannya diletakkan santai di atas bagian samping bangku, dengan telapak tangan dan jari-jari berada dalam posisi rileks. Tangan lainnya berada di sekitar sisi tubuh dan sebagian tertutup oleh posisi duduk. Bahu pria rileks dan tubuhnya sedikit bersandar secara natural. Jangan membuat pria duduk terlalu tegak atau melakukan pose formal.

Wanita duduk sangat dekat di sebelah kanan pria. Wanita mengenakan hijab berwarna beige atau krem muda yang menutupi bagian kepala, leher, bahu, dan sebagian dada dengan bentuk jatuh yang lembut dan natural. Wanita mengenakan pakaian bagian atas berwarna hitam dengan tali atau detail putih yang terlihat memanjang dari area leher hingga bagian depan pakaian. Wanita juga mengenakan celana atau bawahan berwarna krem muda yang senada dengan hijab.

Wanita duduk dengan posisi tubuh menghadap kamera. Kedua tangannya berada di bagian depan tubuh, tepat di atas pangkuan. Kedua tangan saling bertemu dan terlihat sedang menggenggam atau bertumpu dengan santai. Jari-jari terlihat natural dan tidak kaku. Pada salah satu pergelangan tangan terdapat aksesori tipis seperti gelang atau jam kecil. Di bagian samping tubuh wanita terdapat tas kecil berwarna putih atau krem dengan tali panjang yang menyilang/berada di sekitar tubuh dan pangkuannya.

Pria dan wanita terlihat sangat dekat, dengan sisi tubuh dan bahu mereka hampir bersentuhan. Pose keduanya harus terasa seperti pasangan atau dua orang yang sedang menghabiskan waktu bersama secara santai. Jangan membuat pose menjadi terlalu romantis atau berlebihan. Pertahankan kesan sederhana, natural, spontan, dan nyaman seperti foto pribadi yang diambil saat sedang duduk bersama.

Ekspresi pria terlihat tenang dan santai dengan sedikit senyum tipis, sementara wanita juga memberikan ekspresi lembut dan natural dengan senyum kecil. Keduanya melihat langsung ke arah kamera. Jangan membuat ekspresi tertawa lebar, jangan membuat mulut terbuka, dan jangan membuat ekspresi dramatis. Pertahankan ekspresi sederhana seperti pada foto referensi.

Latar belakang adalah area outdoor sebuah tempat makan, kafe, atau ruang bersantai pada malam hari. Di belakang mereka terdapat taman yang dipenuhi rerumputan tinggi dan tanaman dekoratif. Rumput-rumput panjang memenuhi area belakang bangku dan terlihat bergerak atau tumbuh secara natural. Di bagian kiri bawah belakang terdapat beberapa tanaman kecil yang ditanam di dalam pot berwarna gelap dan diletakkan berjajar di atas dinding atau pembatas taman.

Di bagian belakang atas terlihat beberapa meja dan kursi outdoor yang sebagian tertutup oleh rerumputan dan tanaman. Kursi memiliki bentuk modern dengan warna abu-abu atau krem. Di belakang area taman terlihat bagian bangunan atau dinding sebuah tempat dengan beberapa struktur arsitektur dan pencahayaan dari dalam bangunan.

Di sisi kanan gambar terdapat sebuah batang pohon besar yang sangat dominan, berdiri vertikal dari bagian bawah hingga bagian atas frame. Kulit batang memiliki tekstur kasar dengan bercak-bercak alami berwarna abu-abu, cokelat muda, dan putih pucat. Batang pohon sebagian berada di depan area latar belakang sehingga menciptakan kedalaman visual dan sedikit menghalangi sisi kanan pemandangan.

Pencahayaan berasal dari lampu outdoor dan lampu lingkungan sekitar pada malam hari. Buat pencahayaan cerah, netral, dan bersih, sehingga pria, wanita, pakaian, bangku, serta tanaman tetap terlihat jelas. Jangan memberikan warna kuning atau oranye yang berlebihan meskipun suasananya malam. Hindari efek golden hour, warm tone, cahaya kekuningan, atau warna kulit yang terlalu jingga. Gunakan pencahayaan putih/netral dengan bayangan lembut dan tetap mempertahankan suasana malam.

Pertahankan suasana malam dengan langit dan area belakang yang sangat gelap, hampir hitam, sementara area sekitar kedua orang diterangi lampu outdoor. Jangan membuat seluruh latar menjadi terang seperti siang hari. Cahaya pada tanaman di belakang boleh terlihat sebagai pencahayaan dekoratif yang lembut, tetapi warnanya tetap natural dan tidak terlalu kuning.

Gunakan framing kamera smartphone dengan perspektif wide-angle ringan agar pria, wanita, bangku, taman, dan batang pohon besar di sisi kanan dapat masuk dalam satu frame. Jangan menggunakan wide-angle ekstrem yang menyebabkan tubuh, tangan, kaki, atau wajah mengalami distorsi. Kamera berada sedikit lebih tinggi dari posisi duduk dan diarahkan lurus ke arah kedua orang. Komposisi dibuat seperti seseorang berdiri atau duduk di depan mereka lalu mengambil foto secara spontan.

Pertahankan posisi pria di kiri dan wanita di kanan. Pertahankan jarak keduanya yang sangat dekat. Pertahankan posisi duduk di bangku, posisi tangan pria yang santai di sisi bangku, kedua tangan wanita yang bertumpu di pangkuan, tas wanita di sisi tubuh, serta posisi kaki pria yang sedikit maju ke arah kamera. Jangan mengubah gestur menjadi pose lain. Jangan membuat tangan atau jari terlihat aneh atau berjumlah tidak sesuai. Jangan membuat tubuh kaku.

Jangan menambahkan orang lain di dekat mereka. Jangan mengubah pakaian, warna pakaian, hijab, tas, bangku, atau lingkungan utama. Jangan membuat suasana seperti studio. Jangan memberikan efek bokeh berlebihan. Jangan membuat foto terlihat seperti hasil AI atau hasil pemotretan profesional. Pertahankan tekstur alami tanaman, kulit pohon, pakaian, bangku, dan lingkungan malam.

Gambar diambil dari samping seperti menggunakan kamera iPhone 14, kualitas resolusi agak rendah tidak terlalu HD, kontras rendah, bayangan lembut, tidak ada efek estetika tambahan, foto terlihat original tidak seperti di edit, rasio 3:4.


5. Buatkan gambar sesuai deskripsi yang saya berikan di bawah ini, gunakan wajah pria dan wanita pada foto referensi di atas untuk gambar yang saya deskripsikan di bawah ini. Harus mirip 100% dengan foto wajah pria dan wanita yang saya berikan di atas, tanpa mengubah sedikit pun identitas, bentuk, proporsi, dan karakteristik wajah keduanya. Jangan membuat wajah baru atau mengubah identitas orang pada foto referensi.

Buat sebuah foto vertikal yang menampilkan seorang pria dan seorang wanita berdiri berdampingan di area luar rumah, dikelilingi taman yang sangat rimbun. Komposisi dibuat seperti foto kenangan yang kemudian ditampilkan pada tampilan pemutar musik bergaya iPhone.

Pria berada di sisi kiri gambar. Pria mengenakan hoodie berwarna abu-abu gelap dengan tali hoodie berwarna putih yang menggantung di bagian depan. Pada bagian tengah hoodie terdapat desain grafis besar berwarna putih dengan ilustrasi biru. Pria juga mengenakan topi berwarna cokelat atau abu-abu kecokelatan dengan posisi sedikit miring dan bagian depan topi mengarah ke salah satu sisi. Tubuh pria menghadap kamera dengan posisi berdiri santai.

Kedua tangan pria diangkat di sekitar bagian dada hingga bahu. Kedua tangannya membentuk gestur seperti cakar atau tangan monster, dengan jari-jari terbuka dan sedikit ditekuk. Tangan kiri pria berada di sisi kiri tubuhnya, sedangkan tangan lainnya berada di dekat bahu wanita. Gestur kedua tangan terlihat sengaja dibuat playful dan lucu, seperti sedang bercanda ketika berfoto bersama. Bahu pria rileks dan posturnya tidak kaku.

Wanita berdiri di sisi kanan pria, sedikit lebih dekat ke kamera. Wanita mengenakan pakaian yang terdiri dari bagian dalam berwarna putih dan outer/jaket berwarna biru terang dengan lengan panjang. Bagian kepala wanita tertutup hijab berwarna putih yang jatuh rapi menutupi bagian leher dan dada. Hijab harus dipertahankan sesuai referensi dan tidak diganti dengan model penutup kepala lain.

Wanita mengangkat kedua tangannya di sekitar bagian dada hingga sisi kepala. Kedua tangannya membentuk gestur cakar dengan jari-jari terbuka dan sedikit melengkung. Salah satu tangan berada di sisi kiri tubuhnya, dekat dengan tangan pria, sedangkan tangan lainnya berada di dekat sisi kanan kepalanya. Gestur wanita terlihat playful, spontan, dan sedikit jahil. Wanita sedikit memajukan bibir dengan ekspresi bercanda dan tidak formal. Posisi tubuh wanita berdiri santai dengan bahu tidak terlalu tegak.

Pria dan wanita berdiri sangat dekat satu sama lain, hampir berdampingan tanpa jarak besar. Keduanya menghadap langsung ke arah kamera. Jangan membuat pose mereka terlalu formal atau seperti sedang melakukan pemotretan profesional. Pertahankan kesan foto spontan bersama teman dekat, dengan gestur tangan yang lucu dan ekspresi playful seperti pada referensi.

Latar belakang berupa halaman rumah dengan taman yang sangat hijau dan padat. Di belakang kedua orang terdapat banyak tanaman tropis dengan daun berukuran dan bentuk yang beragam. Terlihat tanaman dalam pot maupun tanaman yang tumbuh di area taman. Di bagian belakang terdapat rumah dengan teras beratap. Terlihat tiang rumah, bagian dinding, jendela atau ventilasi dekoratif, serta atap atau struktur bangunan berwarna merah kecokelatan. Sebuah kendaraan berwarna gelap terlihat samar di area belakang taman/teras. Latar belakang harus tetap terlihat natural dan tidak dibuat terlalu blur sehingga suasana halaman rumah tetap terbaca.

Pencahayaan berasal dari cahaya matahari alami dari luar. Buat pencahayaan cerah dan netral, dengan detail pakaian dan tanaman tetap terlihat jelas. Jangan memberikan tone kuning, oranye, golden hour, atau pencahayaan hangat berlebihan. Warna putih pada hijab dan pakaian harus tetap terlihat putih bersih. Warna biru pada jaket wanita dan warna abu-abu hoodie pria harus tetap natural.

Buat foto utama berada dalam sebuah frame persegi dengan jarak margin yang cukup di sekelilingnya, seperti foto yang ditampilkan pada layar pemutar musik. Di bawah foto terdapat tampilan antarmuka pemutar musik bergaya minimalis seperti aplikasi musik pada iPhone dengan latar belakang gelap semi-transparan dan sedikit efek blur.

Di bawah foto, tampilkan informasi lagu dengan tulisan putih besar “bergema sampai selamanya”. Tepat di bawahnya tampilkan nama artis “Nadhif Basalamah” menggunakan ukuran tulisan lebih kecil dan warna putih/abu-abu terang. Di sisi kanan informasi lagu terdapat ikon kecil berbentuk gelombang audio.

Di bawah informasi lagu terdapat progress bar horizontal berwarna putih/abu-abu. Posisi waktu di sisi kiri menunjukkan “2:17”, sedangkan di sisi kanan menunjukkan “-1:02”. Di bawah progress bar terdapat kontrol pemutar musik: ikon bintang/outline di sebelah kiri, tombol previous, tombol pause besar di tengah, dan tombol next di sebelah kanan. Semua ikon berwarna putih atau abu-abu terang dan dibuat sederhana seperti UI pemutar musik smartphone.

Lebih bawah lagi terdapat slider volume horizontal dengan ikon speaker kecil di kedua ujungnya. Pada bagian paling bawah terdapat tombol berbentuk kapsul transparan gelap dengan ikon AirPlay dan tulisan “iPhone” berwarna putih, menyerupai tampilan pemilihan perangkat audio pada iPhone.

Keseluruhan tampilan harus menyerupai screenshot pemutar musik iPhone yang sedang memutar lagu, tetapi foto pria dan wanita tetap menjadi fokus visual utama. Jangan mengubah orang pada foto referensi menjadi ilustrasi atau karakter kartun. Jangan menambahkan orang lain.

Gunakan komposisi vertikal 9:16. Foto utama menggunakan perspektif kamera smartphone dengan framing yang cukup lebar agar kedua orang dan sebagian besar taman terlihat. Jika diperlukan, gunakan karakteristik lensa wide-angle smartphone secara ringan sehingga kedua orang dapat masuk ke dalam frame tanpa terlihat terlalu sempit, tetapi jangan sampai wajah, tangan, atau tubuh mengalami distorsi berlebihan.

Pertahankan pose kedua orang secara natural: pria di kiri dengan kedua tangan membentuk gestur cakar, wanita di kanan dengan kedua tangan juga membentuk gestur cakar, keduanya berdiri dekat dan menghadap kamera. Jangan membuat jari tangan berjumlah salah, jangan membuat tangan menyatu, dan jangan membuat gestur tangan menjadi pose lain. Jangan membuat tubuh kaku, jangan mengubah jenis pakaian, jangan menghilangkan hijab wanita, dan jangan mengubah hubungan posisi pria dan wanita.

Gambar diambil seperti menggunakan kamera iPhone 14, kualitas resolusi agak rendah tidak terlalu HD, kontras rendah, bayangan lembut, tidak ada efek estetika tambahan, foto terlihat original tidak seperti di edit.


7. Buatkan gambar sesuai deskripsi yang saya berikan di bawah ini, gunakan wajah pria dan wanita di atas untuk gambar yang saya deskripsikan di bawah ini, harus mirip 100% dengan foto wajah pria dan wanita yang saya berikan di atas tanpa merubah sedikitpun dari wajah pria dan wanita di atas.
Seorang pria dan seorang wanita sedang berdiri berdampingan di depan cermin besar di dalam sebuah pusat perbelanjaan, mengambil foto mirror selfie bersama. Keduanya berdiri sangat dekat dan terlihat seperti sedang mengabadikan momen santai bersama.
Wanita berdiri di sisi kiri gambar. Ia mengenakan hijab pashmina longgr berwrna biru muda, atasan atau kemeja oversized berlengan panjang dengan pola garis-garis vertikal berwarna biru dan putih. Kemeja memiliki kerah sederhana, bagian depan berkancing, dan potongannya longgar hingga melewati area pinggul. Ia memadukannya dengan celana panjang berwarna putih atau krem muda dengan potongan longgar. Pada bahunya terdapat tas berwarna putih/krem dengan ukuran cukup besar dan tali yang berada di salah satu sisi tubuh. Di salah satu tangannya terlihat memegang botol minuman kecil berwarna cokelat dengan tutup berwarna kuning. Wanita juga mengenakan beberapa aksesori gelang atau perhiasan berwarna keemasan pada pergelangan tangan.
Wanita memegang smartphone berwarna pink/lilac menggunakan kedua tangan di depan bagian wajah untuk mengambil mirror selfie. Smartphone berada cukup tinggi sehingga sebagian besar bagian kepala tertutup oleh perangkat, persis seperti foto referensi. Kedua siku sedikit menekuk dan tangan berada dekat dengan bagian depan tubuh. Pose terlihat santai dan natural, bukan pose formal. Tubuh wanita sedikit menghadap ke cermin dengan bahu rileks.
Pria berdiri sangat dekat di sisi kanan wanita. Ia mengenakan kemeja lengan panjang bermotif kotak-kotak besar dengan kombinasi warna hitam, putih, dan abu-abu. Kemeja memiliki potongan casual dan dikenakan terbuka atau sedikit longgar sehingga memberikan kesan street-casual. Di bagian belakang bahunya terdapat tali ransel berwarna hitam yang terlihat jelas melewati salah satu bahu. Ia mengenakan celana jeans panjang berwarna biru muda dengan potongan relaxed/loose fit.
Pria berdiri tegak namun tetap santai, dengan tubuh sedikit miring mendekati wanita. Salah satu tangannya berada di area bawah tubuh atau sisi celana, sementara lengan lainnya tidak terlalu terlihat karena posisi tubuh dan kedekatannya dengan wanita. Bahunya rileks dan posturnya tidak dibuat kaku. Pria sedikit memiringkan tubuh ke arah wanita dan mengarahkan pandangan ke arah pantulan cermin. Ekspresinya dibuat natural dan santai, dengan bibir sedikit mengerucut seperti pose spontan saat mengambil mirror selfie. Jangan membuat ekspresi terlalu berlebihan atau seperti sedang melakukan pemotretan profesional.
Pertahankan jarak antara pria dan wanita seperti referensi, dengan tubuh keduanya saling berdekatan. Wanita berada sedikit lebih maju di depan pria, sedangkan pria berada sedikit di belakang dan di sisi kanan wanita. Pastikan proporsi tinggi kedua orang, posisi bahu, jarak antar tubuh, posisi tangan, smartphone, dan arah tubuh mengikuti komposisi referensi.
Mereka berada di depan cermin besar dengan bingkai vertikal berwarna silver atau abu-abu muda. Cermin memenuhi sebagian besar frame dan memantulkan area pusat perbelanjaan di belakang mereka. Di bagian belakang terlihat interior mall yang terang dengan berbagai toko, papan nama, etalase, eskalator, railing kaca, dan lantai keramik mengilap. Beberapa tulisan dan logo toko terlihat sebagai pantulan pada cermin, sehingga sebagian tulisan tampak terbalik. Pertahankan karakter pantulan cermin tersebut secara natural dan jangan mengubahnya menjadi tulisan acak yang dominan.
Langit-langit area mall menggunakan panel atau finishing bernuansa kayu cokelat muda dengan lampu-lampu recessed yang memberikan pencahayaan merata. Di sisi kanan dan kiri terdapat area toko dengan pencahayaan putih terang, sementara lantai memiliki pantulan cahaya dari lampu mall. Lingkungan terlihat ramai secara visual tetapi tidak perlu menambahkan karakter yang menjadi fokus utama.
Komposisi dibuat vertikal dengan rasio 4:5, mengikuti framing foto referensi. Kamera smartphone berada di depan cermin pada posisi kurang lebih setinggi dada hingga wajah. Mirror selfie harus mempertahankan perspektif natural smartphone. Gunakan lensa wide-angle smartphone ringan, sehingga area mall di belakang kedua orang terlihat cukup luas dan memberikan sedikit karakter perspektif kamera ponsel, tetapi jangan membuat tubuh pria atau wanita mengalami distorsi berlebihan.
Pertahankan framing: wanita berada di kiri-tengah frame, pria berada di kanan-tengah frame, smartphone berada di depan bagian kepala wanita, tubuh keduanya terlihat dari bagian atas hingga mendekati paha/bagian bawah tubuh, dan bingkai cermin terlihat di sisi kiri serta kanan gambar. Jangan melakukan crop terlalu dekat pada kedua orang.
Gunakan pencahayaan indoor mall yang sangat cerah, putih, netral, dan merata. Hindari pencahayaan warm atau kekuningan meskipun pada referensi terdapat beberapa lampu bernuansa hangat. Hasil akhir harus menggunakan white balance netral dengan warna putih pakaian tetap putih, warna biru garis pakaian wanita tetap biru natural, jeans pria tetap biru muda, kemeja kotak-kotak tetap hitam-putih-abu-abu, serta warna kulit terlihat natural. Jangan gunakan golden tone, orange tone, yellow cast, atau color grading hangat.
Pastikan pantulan pada cermin terlihat masuk akal dan konsisten dengan posisi pria, wanita, smartphone, pakaian, serta lingkungan. Jangan menghasilkan pantulan ganda yang aneh. Smartphone, tangan, jari, tali tas, tali ransel, pakaian, dan aksesori harus terlihat proporsional dan natural. Jangan membuat tangan atau jari menyatu atau berubah bentuk.
Pertahankan suasana seperti foto mirror selfie spontan yang diambil menggunakan smartphone di dalam mall. Jangan membuat pose terlalu sempurna, jangan membuat tubuh terlalu kaku, dan jangan memberikan efek fotografi profesional. Hasil harus terasa seperti foto pribadi sehari-hari yang natural.
Gambar diambil seperti menggunakan kamera iPhone 14, kualitas resolusi agak rendah dan tidak terlalu HD, kontras rendah, bayangan lembut, pencahayaan indoor sangat cerah dan netral, white balance netral, tidak ada efek estetika tambahan, tidak ada color grading hangat, tidak ada dominasi warna kuning atau oranye, foto terlihat original seperti hasil kamera smartphone secara langsung dan tidak seperti di-edit.

8. Buatkan gambar sesuai deskripsi yang saya berikan di bawah ini, gunakan wajah pria di atas untuk gambar yang saya deskripsikan di bawah ini, harus mirip 100% dengan foto wajah pria yang saya berikan di atas tanpa merubah sedikitpun dari wajah pria di atas.

Seorang pria sedang duduk santai di bangku taman outdoor pada malam hari, dengan suasana area perkotaan yang ramai dan dipenuhi kendaraan serta bangunan komersial. Pria mengenakan kaus oversized berwarna putih dengan desain grafis besar bernuansa hitam pada bagian depan, termasuk angka besar bergaya jersey serta beberapa elemen tulisan dan simbol hitam. Kaus memiliki lengan pendek dan potongan longgar. Ia juga mengenakan celana jeans panjang berwarna biru muda dengan potongan longgar dan jatuh natural sampai ke bagian bawah kaki. Pada salah satu bagian leher terlihat kalung rantai tipis berwarna silver.

Pria duduk dengan posisi tubuh rileks dan sedikit bersandar pada bangku. Salah satu lengannya ditekuk ke atas dengan telapak tangan berada di belakang bagian leher, seolah sedang bersandar santai sambil mengistirahatkan lengan. Siku tangan tersebut mengarah ke samping. Lengan lainnya turun secara natural ke bagian paha, dengan tangan diletakkan santai di atas paha. Bahu dalam posisi rileks dan tidak tegak kaku.

Posisi kedua kaki berada di bagian depan bangku dengan gaya duduk santai dan sedikit menyilang/berdekatan. Lutut terlihat menekuk secara natural, sementara bagian kaki bawah memanjang ke arah kanan bawah frame. Salah satu sepatu terlihat jelas di bagian kanan bawah gambar, berwarna hitam dengan detail putih pada bagian sol atau bagian tertentu. Jangan membuat posisi kaki terlalu simetris; pertahankan kesan duduk spontan seperti foto referensi.

Pria mengarahkan pandangan sedikit ke arah samping, bukan menatap lurus secara kaku ke kamera. Ekspresinya tenang, santai, dan natural dengan kesan sedikit serius tetapi tetap relaxed. Jangan membuat ekspresi berlebihan atau senyum lebar. Pertahankan gestur dan ekspresi yang terlihat seperti seseorang sedang duduk santai di luar ruangan pada malam hari.

Bangku tempat pria duduk berupa bangku taman panjang dengan bilah-bilah kayu horizontal berwarna cokelat kemerahan dan rangka penyangga berwarna gelap. Di belakang sandaran bangku terdapat pipa atau elemen pembatas berwarna putih yang membentang secara horizontal. Tanaman hijau berada di belakang dan di sekitar bangku, dengan daun lebar serta tanaman dekoratif lainnya yang memberikan suasana area outdoor.

Di belakang pria terlihat jalan perkotaan dengan beberapa mobil yang sedang terparkir atau melintas. Salah satu mobil yang paling terlihat berada di sisi kiri-tengah belakang pria, berwarna merah tua/maroon. Beberapa kendaraan lain terlihat di sepanjang jalan, termasuk kendaraan berwarna hitam dan putih. Permukaan jalan dan kendaraan menangkap pantulan cahaya lampu malam.

Latar belakang berupa bangunan komersial bertingkat dengan fasad modern. Bangunan memiliki kombinasi warna putih, hitam, dan biru tua serta panel dekoratif dengan banyak bentuk lingkaran yang tersusun teratur. Beberapa jendela dan area toko terlihat menyala. Di bagian atas dan sepanjang area jalan terdapat lampu-lampu toko serta pencahayaan perkotaan yang terang. Suasana menunjukkan kawasan komersial atau pusat kota pada malam hari.

Komposisi foto dibuat vertikal dengan rasio 4:5, dengan pria sebagai fokus utama dan berada di area tengah hingga bawah frame. Kamera berada sedikit di depan pria dan kurang lebih sejajar dengan posisi tubuhnya saat duduk. Bangku, tanaman, kendaraan, jalan, dan bangunan tetap terlihat cukup luas di sekelilingnya sehingga foto terasa seperti candid street photography.

Gunakan lensa wide-angle smartphone dengan perspektif yang cukup luas seperti foto kamera ponsel. Pertahankan sedikit distorsi perspektif khas kamera wide-angle, terutama pada bagian bangku dan lingkungan sekitar, tetapi jangan membuat tubuh pria menjadi tidak proporsional. Framing terasa dekat dengan pria namun tetap memperlihatkan lingkungan kota secara luas.

Gunakan pencahayaan malam yang berasal dari lampu kota dan lampu kamera/flash smartphone secara langsung. Pria dan pakaian harus tetap terlihat jelas meskipun suasana malam. Pencahayaan pada pria dibuat cukup terang dengan bayangan yang relatif lembut, sementara latar belakang tetap mempertahankan karakter malam hari. Jangan membuat seluruh gambar terlalu gelap.

Warna gambar harus tetap netral dan cerah, tanpa dominasi warna kuning, oranye, atau warm tone. Lampu-lampu kota boleh terlihat sebagai sumber cahaya malam, tetapi jangan memberikan color grading kuning pada keseluruhan foto. Warna kaus tetap putih, desain grafis tetap hitam, jeans tetap biru muda, bangku tetap cokelat kemerahan, tanaman tetap hijau, dan kendaraan tetap memiliki warna natural.

Pertahankan detail kecil dari suasana foto seperti pantulan cahaya pada kaca kendaraan, tekstur kayu bangku, tanaman di belakang bangku, lampu-lampu gedung, serta aktivitas kendaraan di jalan. Foto harus terasa spontan, santai, sedikit raw, dan seperti benar-benar diambil saat sedang duduk di area outdoor kota pada malam hari. Jangan membuat pose terlalu sempurna atau terlalu formal. Pastikan tangan, jari, kaki, sepatu, pakaian, dan proporsi tubuh terlihat natural.

Gambar diambil dari samping tidak lurus dari tubuh pria, seperti menggunakan kamera iPhone 14, kualitas resolusi agak rendah dan tidak terlalu HD, kontras rendah, bayangan lembut, pencahayaan malam tetap cukup terang, warna netral, tidak ada efek estetika tambahan, tidak ada color grading hangat, tidak ada nuansa kuning atau oranye pada keseluruhan gambar, foto terlihat original seperti hasil kamera smartphone secara langsung dan tidak seperti di-edit.


9. Buatkan gambar sesuai deskripsi yang saya berikan di bawah ini, gunakan wajah wanita di atas untuk gambar yang saya deskripsikan di bawah ini, harus mirip 100% dengan foto wajah wanita yang saya berikan di atas tanpa merubah sedikitpun dari wajah wanita di atas.

Seorang wanita berdiri di area luar sebuah kafe atau tempat makan bernama “YUFORIA”, dengan posisi tubuh sedikit menyamping menghadap ke arah kamera. Pertahankan identitas wanita dari foto referensi secara konsisten, sementara pakaian, pose, lingkungan, komposisi, dan suasana mengikuti deskripsi ini.

Wanita mengenakan atasan lengan panjang berwarna merah muda dusty/pink dengan potongan yang rapi dan terlihat sedikit mengikuti bentuk tubuh, dipadukan dengan rok panjang berwarna putih atau ivory yang sangat flowy dan memiliki banyak lipatan lembut. Rok menjuntai hingga mendekati mata kaki dan bagian bawahnya terlihat bergerak natural. Gunakan hijab berwarna pink muda dengan tampilan sederhana dan rapi, menyatu dengan warna outfit. Wanita membawa tas tangan kecil berwarna putih krem atau beige yang digenggam menggunakan kedua tangannya di bagian depan tubuh. Terlihat sebuah jam tangan berwarna gelap pada salah satu pergelangan tangan. Gunakan alas kaki berwarna putih atau ivory.

Pose harus mengikuti foto referensi dengan sangat presisi dan terlihat natural, bukan seperti sedang melakukan pose formal. Tubuh wanita berdiri tegak tetapi sedikit rileks, bahu tidak kaku, badan sedikit diputar ke arah samping. Kedua tangan berada di depan bagian bawah tubuh sambil memegang tali atau pegangan tas. Salah satu kaki menjadi tumpuan utama dan tetap menapak di lantai, sedangkan kaki lainnya diangkat sedikit ke belakang dengan lutut ditekuk, menciptakan pose playful dan santai. Ujung kaki yang terangkat mengarah ke bawah secara natural. Posisi pinggul, lutut, siku, tangan, dan arah tubuh dibuat proporsional serta mengikuti pose pada foto referensi sehingga tidak terlihat seperti mannequin atau hasil pose AI. Ekspresi wanita terlihat lembut, santai, dan natural dengan senyum tipis, memberikan kesan sedang menikmati suasana setelah berada di sebuah kafe.

Latar belakang berupa bagian depan bangunan kafe dengan dinding bertekstur warna beige atau cokelat muda. Pada bagian atas dinding terdapat papan nama putih berbentuk tidak beraturan dengan tulisan besar “YUFORIA” berwarna merah marun/dark pink. Tulisan harus tetap terbaca jelas dan tidak diubah menjadi teks acak. Di belakang wanita terdapat jendela kaca besar dari kafe dengan bingkai putih, memperlihatkan interior yang agak gelap di dalam ruangan serta pantulan lingkungan luar pada permukaan kaca. Terlihat AC yang terpasang di bagian dalam/atas area jendela serta beberapa elemen interior kafe.

Bagian bawah bangunan menggunakan finishing batu alam dengan pola dan warna cokelat, krem, serta beige. Di sisi kanan gambar terdapat tanaman hias tinggi dengan daun panjang menjuntai dan batang ramping, ditempatkan di dalam pot besar berwarna abu-abu terang. Di area kanan belakang juga terlihat sebagian bangunan rumah dengan atap genteng merah kecokelatan. Di sisi kiri bawah frame terdapat sebagian kursi outdoor berwarna cokelat yang masuk ke dalam komposisi foto.

Gunakan suasana siang hari yang sangat cerah dengan langit biru bersih tanpa nuansa mendung. Pencahayaan berasal dari cahaya matahari alami yang terang dan merata, tetapi tetap lembut sehingga kulit, pakaian, dinding, dan lingkungan tidak memiliki highlight berlebihan. Jangan gunakan pencahayaan warm, golden hour, kekuningan, atau tone oranye. Pertahankan warna putih rok dan alas kaki tetap putih/ivory, warna pink pakaian tetap natural, dan warna langit tetap biru cerah. Bayangan berada pada tingkat lembut dan natural.

Komposisi foto vertikal dengan rasio 9:16, menampilkan wanita hampir seluruh badan dari kepala hingga kaki, sekaligus memperlihatkan sebagian besar fasad YUFORIA sebagai latar. Kamera berada kira-kira setinggi dada hingga pinggang wanita dan diarahkan sedikit ke atas sehingga bangunan, papan nama, dan langit tetap terlihat luas. Gunakan lensa wide-angle ringan seperti kamera smartphone sehingga terdapat sedikit kesan ruang yang luas dan perspektif natural, tetapi tubuh wanita tetap proporsional dan tidak mengalami distorsi berlebihan. Pertahankan framing seperti foto referensi, termasuk posisi wanita yang berada di area tengah-bawah frame, papan nama berada di bagian atas, dan tanaman berada di sisi kanan.

Foto harus terasa seperti foto spontan yang benar-benar diambil di depan kafe, dengan pose yang santai, proporsi tubuh natural, kain rok jatuh secara realistis, tangan dan jari terlihat wajar, serta tidak ada bagian tubuh atau aksesori yang tampak aneh. Jangan membuat pose terlalu sempurna atau terlalu kaku. Jangan menambahkan orang lain sebagai karakter utama. Jangan mengubah desain bangunan, tulisan YUFORIA, warna outfit, tas, tanaman, atau elemen penting lain dari deskripsi.

Gambar diambil seperti menggunakan kamera iPhone 14, kualitas resolusi agak rendah dan tidak terlalu HD, kontras rendah, bayangan lembut, pencahayaan siang hari cerah dan netral, tidak ada efek estetika tambahan, tidak ada color grading hangat, tidak ada nuansa kuning atau oranye, foto terlihat original seperti hasil kamera smartphone secara langsung dan tidak seperti foto yang telah diedit, rasio foto 3:4.


10.  Last prompt brayy, lanjut besok yaa, staytune🥰🫰🏻

Prompt:
Prompt bukan gambar!!
buat gambar menjadi prompt yang sangat detail untuk input gemini, jika di foto referensi terdapat pria dan wanita tolong jelaskan, prompt tersebut sangat detail namun tidak menyebutkan gaya rambut dan wajah, intinya tidak menjelaskan kepala, jika foto tersebut adalah kolase foto tolong jelaskan satu persatu pose pada foto kolase tersebut, buat agar prompt tersebut bisa langsung di gunakan di gemini dengan hanya saya memasukan foto seseorang sebagai referensi dan hasilnya langsung sama persis dengan orang yang saya kirimkan sebagai foto referensi, susunan prompt di rancang seperti ini:

Awalan (jangan tampilkan tulisan Awalan dalam promt:
Buatkan gambar sesuai deskripsi yang saya berikan di bawah ini, gunakan wajah (pria/wanita/pria dan wanita) di atas untuk gambar yang saya deskripsikan di bawah ini, harus mirip 100% dengan foto wajah (pria/wanita/pria dan wanita) yang saya berikan di atas tanpa merubah sedikitpun dari wajah pria di atas.

isi prompt (jangan tampilkan teks isi prompt):
jika karakter adalah pria/wanita tolong sebut saja langsung gendernya jangan gunakan kata subjek.

bagian akhir tambahkan (Jangan tampilkan teks ini juga) :
Gambar di ambil seperti menggunakan kamera iPhone 14, kualitas resolusi agak rendah tidak terlalu HD, kontras rendah, bayangan lembut, tidak ada efek estetika tambahan, foto terlihat original tidak seperti di edit.

jika lensa kamera yang di gunakan adalah lensa wide-angle tolong di perjelas dalam prompt, jelaskan pose dan ekspresi dengan sangat detail dan sama persis seperti referensi prompt, sehingga hasilnya tidak kaku, intinya jangan sampai hasil memiliki pencahayaan hangat ataupun kuning, harus cerah.

lalu buat prompt tersebut berbahasa Indonesia.


11. Buatkan gambar sesuai deskripsi yang saya berikan di bawah ini, gunakan wajah pria dan wanita di atas untuk gambar yang saya deskripsikan di bawah ini, harus mirip 100% dengan foto wajah pria dan wanita yang saya berikan di atas tanpa merubah sedikitpun dari identitas dan karakter wajah keduanya.

Buat sebuah foto selfie vertikal yang memperlihatkan seorang pria dan seorang wanita sedang duduk berdekatan di dalam sebuah mobil pada malam hari. Komposisi dibuat seperti foto spontan yang diambil menggunakan kamera depan ponsel dari jarak sangat dekat, dengan sudut kamera sedikit dari atas dan posisi kamera berada di depan mereka.

Wanita berada di sisi kiri frame dan pria berada di sisi kanan frame. Keduanya duduk berdampingan dengan posisi tubuh sangat dekat dan terlihat nyaman satu sama lain. Wanita sedikit lebih dekat ke kamera, sementara pria berada sedikit di belakang dan merapat ke arah wanita. Bahu dan bagian tubuh atas keduanya masuk ke dalam frame.

Wanita mengenakan pakaian berwarna putih dengan bagian lengan terlihat jelas. Ia memegang atau menopang buket bunga besar di bagian bawah frame. Tubuhnya mengarah ke kamera dengan posisi santai. Tangannya berada di sekitar bagian bawah frame dan sebagian tertutup oleh buket bunga. Ekspresinya berupa senyum lembut dan natural ke arah kamera, memberikan kesan hangat dan bahagia seperti sedang mengabadikan momen bersama.

Pria mengenakan pakaian berwarna putih atau sangat terang dengan potongan formal atau semi-formal. Ia duduk di sebelah kanan wanita dan sedikit memiringkan tubuh ke arah kamera. Salah satu bagian lengannya berada di sekitar sisi wanita, sementara tubuh bagian atasnya terlihat santai. Pria memberikan senyum lebar dan ceria ke arah kamera, dengan ekspresi bahagia dan spontan, sehingga foto terasa seperti momen candid pasangan yang sedang bersenang-senang.

Buket bunga menjadi elemen utama di foreground dan memenuhi sebagian besar area bawah foto. Buat buket terlihat besar, padat, dan terdiri dari banyak bunga berwarna putih, merah muda, pink lembut, serta sedikit warna hijau dari daun. Terlihat beberapa bunga mawar putih dan pink, bunga putih berukuran besar, bunga kecil berkelompok, serta bunga pink dengan bentuk kelopak yang berlapis. Buket dibungkus menggunakan kertas pembungkus berwarna putih atau abu-abu sangat muda yang dilipat secara natural. Beberapa daun hijau keluar dari sela-sela bunga. Buket diletakkan sangat dekat dengan kamera sehingga bagian depan bunga tampak sedikit lebih besar akibat perspektif.

Interior mobil terlihat gelap di bagian belakang. Kursi mobil berwarna gelap terlihat di sisi kiri dan belakang kedua orang. Bagian plafon mobil terlihat pada area atas frame. Terdapat lampu kabin mobil yang menyala di bagian kiri atas sehingga memberikan sumber cahaya langsung ke arah kedua orang dan buket. Area luar mobil di belakang terlihat sangat gelap dengan sedikit bagian kaca jendela yang memperlihatkan suasana malam.

Gunakan framing selfie close-up dengan perspektif wide-angle khas kamera depan smartphone. Lensa wide-angle harus terlihat dari komposisi yang cukup lebar meskipun kamera berada sangat dekat dengan kedua orang, dengan sedikit distorsi perspektif natural pada bagian yang paling dekat dengan kamera. Jangan membuat perspektif terlalu ekstrem atau membuat tubuh maupun buket terlihat tidak proporsional. Kamera berada sedikit lebih tinggi dari posisi mata dan diarahkan sedikit ke bawah sehingga kedua orang dan buket dapat masuk dalam satu frame.

Pertahankan posisi pria di kanan dan wanita di kiri secara konsisten. Jarak keduanya sangat dekat, bahu hampir bersentuhan, menciptakan kesan akrab dan nyaman. Jangan membuat pose formal seperti pemotretan studio. Buat gestur tubuh santai, spontan, dan sedikit tidak sempurna seperti selfie yang benar-benar diambil secara langsung di dalam mobil.

Pencahayaan berasal dari lampu kabin mobil dan cahaya ponsel, tetapi hasil keseluruhan harus tetap terang dan jelas. Jangan gunakan pencahayaan kuning pekat atau warm tone berlebihan. Gunakan white balance netral sehingga pakaian putih tetap terlihat putih, bunga putih tetap terlihat putih, dan warna pink pada bunga tetap lembut. Hindari efek golden hour, cahaya oranye, cinematic lighting, dramatic lighting, glow, bloom, HDR berlebihan, atau color grading estetis.

Pertahankan tekstur alami pakaian, kain pembungkus buket, kelopak bunga, daun, jok mobil, serta kondisi pencahayaan malam. Jangan membuat kulit atau pakaian terlalu halus seperti hasil render digital. Foto harus memiliki sedikit karakter kamera ponsel dan ketidaksempurnaan natural sehingga terlihat seperti foto spontan yang benar-benar diambil di dalam mobil.

Gambar di ambil seperti menggunakan kamera iPhone 14, kualitas resolusi agak rendah tidak terlalu HD, kontras rendah, bayangan lembut, tidak ada efek estetika tambahan, foto terlihat original tidak seperti di edit.


12. Buatkan gambar sesuai deskripsi yang saya berikan di bawah ini, gunakan wajah wanita di atas untuk gambar yang saya deskripsikan di bawah ini, harus mirip 100% dengan foto wajah wanita yang saya berikan di atas tanpa merubah sedikitpun identitas, bentuk, proporsi, dan karakter wajah wanita dari foto referensi.

Buat sebuah foto portrait vertikal yang menampilkan seorang wanita sedang duduk santai sendirian di area outdoor sebuah kafe modern. Komposisi foto dibuat seperti foto candid menggunakan kamera smartphone, dengan wanita sebagai fokus utama dan lingkungan kafe tetap terlihat cukup luas di sekelilingnya.

Wanita duduk di sebuah kursi atau bangku panjang outdoor berwarna hijau tua atau biru kehijauan dengan desain bilah-bilah horizontal dan vertikal yang membentuk pola melengkung. Posisi wanita berada sedikit di bagian tengah bawah frame, sementara bagian atas frame memperlihatkan dinding kaca besar, tirai putih, serta tanaman rambat yang menggantung.

Wanita mengenakan hijab berwarna putih atau krem sangat muda yang tersusun rapi mengelilingi kepala dan leher, dengan bagian kain hijab menjuntai panjang melewati salah satu bahu hingga ke bagian bawah tubuh. Kain hijab terlihat ringan, lembut, dan memiliki lipatan natural. Jangan mengubah warna dan bentuk susunan hijab dari referensi.

Wanita mengenakan kemeja atau blouse lengan panjang berwarna putih dengan model sederhana dan sedikit longgar. Bagian depan pakaian memiliki detail kancing vertikal yang halus. Kemeja terlihat rapi tetapi tidak terlalu formal. Wanita memadukannya dengan celana jeans panjang berwarna biru muda dengan potongan wide-leg atau longgar. Celana jatuh natural dari pinggang hingga bagian bawah frame.

Wanita duduk dengan posisi tubuh tegak tetapi sangat santai. Punggung bersandar ringan pada bagian belakang kursi. Kedua bahu rileks dan sedikit miring secara natural. Kedua tangan diletakkan di atas paha dengan posisi saling bertumpuk atau menyilang ringan. Salah satu tangan berada di atas tangan lainnya, sementara jari-jari tangan dalam keadaan rileks dan tidak mengepal.

Pada salah satu pergelangan tangan terlihat jam tangan dengan tali berwarna terang atau metalik. Pertahankan keberadaan jam tangan tersebut sebagai aksesori. Jangan menambahkan aksesori tangan lain yang tidak terdapat pada referensi.

Kedua kaki wanita berada di depan tubuh dengan posisi duduk santai. Salah satu kaki sedikit lebih maju daripada kaki lainnya dan kedua lutut berada dalam posisi natural. Kaki tidak dibuat sejajar secara sempurna. Posisi celana mengikuti bentuk kaki dan jatuh secara natural tanpa terlihat terlalu kaku.

Di sebelah kiri wanita, tepat di atas bagian kursi yang kosong, terdapat sebuah tas tangan kecil berwarna putih atau krem muda. Tas memiliki bentuk compact dengan tali pegangan dan detail perangkat keras berwarna metalik. Tas diletakkan santai di atas kursi, bukan dipakai oleh wanita. Pertahankan posisi tas sebagai elemen foreground.

Wanita mengarahkan tubuh dan pandangannya ke arah kamera. Ekspresinya lembut, ramah, dan tenang dengan senyum tipis yang natural. Buat ekspresi seperti sedang difoto secara spontan ketika sedang duduk santai di kafe, bukan seperti sedang melakukan pemotretan formal. Bahu tetap rileks, tangan tidak kaku, dan seluruh bahasa tubuh menunjukkan kenyamanan.

Jangan membuat pose terlalu sempurna. Pertahankan sedikit kemiringan alami pada tubuh, posisi tangan yang tidak benar-benar simetris, serta posisi kaki yang santai sehingga foto terasa seperti momen candid asli.

Lokasi berada di area outdoor atau semi-outdoor sebuah kafe modern. Di belakang wanita terdapat jendela kaca besar dengan bingkai berwarna hitam yang memperlihatkan interior kafe di dalamnya. Di balik kaca terlihat beberapa meja, kursi, sofa, dan beberapa orang yang sedang duduk menikmati suasana kafe. Orang-orang di background dibuat tidak terlalu detail dan tidak menjadi fokus.

Di bagian atas dan samping bangunan terdapat tirai kain putih tipis yang panjang dan menjuntai dari bagian atas hingga mendekati area tempat duduk. Beberapa tanaman rambat hijau menggantung dari bagian atas, terutama di area kanan dan tengah atas frame. Tanaman memiliki daun-daun kecil dan menjuntai secara natural.

Di sisi kanan dan belakang wanita terdapat beberapa kursi outdoor tambahan berwarna hijau tua atau biru kehijauan dengan desain serupa. Beberapa kursi tersusun berjajar mengikuti area teras kafe. Di bagian kanan bawah frame terlihat meja bundar berwarna abu-abu muda atau biru pucat yang sebagian masuk ke dalam komposisi.

Lantai area kafe menggunakan material beton atau batu berwarna abu-abu muda dengan tekstur natural. Di sekitar kursi terdapat area dekoratif kecil berisi batu-batu kerikil berwarna abu-abu gelap dan beberapa tanaman. Pertahankan detail lantai dan dekorasi tersebut agar suasana tempat terlihat nyata dan tidak kosong.

Gunakan sudut pengambilan gambar dari arah depan sedikit menyamping dan sedikit lebih tinggi dari posisi duduk wanita, sehingga tubuh wanita terlihat jelas dari bagian atas hingga bagian bawah frame. Gunakan lensa wide-angle ringan khas kamera smartphone agar lingkungan kafe, kursi, meja, jendela, tirai, dan tanaman tetap masuk ke dalam frame. Wide-angle harus terasa natural dan tidak menghasilkan efek fisheye atau distorsi tubuh yang berlebihan.

Komposisi dibuat vertikal dengan wanita sebagai titik perhatian utama, tetapi jangan melakukan crop terlalu dekat. Sisakan ruang cukup luas di bagian atas untuk memperlihatkan tirai putih, tanaman rambat, dan struktur kaca kafe. Area kiri dan kanan juga tetap memiliki ruang lingkungan sehingga foto terasa seperti diambil secara spontan dari jarak dekat.

Pencahayaan harus sangat cerah, lembut, dan bersih seperti kondisi siang hari atau sore terang tanpa nuansa sunset. Gunakan white balance netral hingga sedikit dingin. Jangan memberikan pencahayaan warm tone, kuning, oranye, golden hour, atau warna kekuningan pada kulit, pakaian, dinding, dan lingkungan. Warna putih pada kemeja, hijab, dan tas harus tetap terlihat putih atau krem muda secara natural.

Gunakan cahaya lembut yang menyebar dari area outdoor sehingga tidak terdapat bayangan keras pada tubuh. Jangan menggunakan HDR berlebihan, glow, cinematic lighting, efek beauty berlebihan, color grading, atau efek estetika tambahan. Pertahankan tekstur kain, jeans, kursi, kaca, lantai, tanaman, dan tas secara natural.

Pertahankan identitas wanita dari foto referensi secara konsisten dan maksimal. Jangan mengganti wanita dengan orang lain, jangan membuat wajah baru, jangan mengubah bentuk wajah, proporsi wajah, atau karakter identitas wanita. Gunakan foto referensi sebagai satu-satunya acuan identitas wanita. Jangan mengubah warna pakaian, hijab, aksesori, tas, pose, maupun komposisi utama yang telah dijelaskan.

Gambar di ambil seperti menggunakan kamera iPhone 14, kualitas resolusi agak rendah tidak terlalu HD, kontras rendah, bayangan lembut, tidak ada efek estetika tambahan, foto terlihat original tidak seperti di edit. Pastikan hasil akhir cerah, bersih, natural, dengan warna netral dan tidak kekuningan, tanpa pencahayaan hangat ataupun kuning, er 3:4.


13.  Buatkan gambar sesuai deskripsi yang saya berikan di bawah ini, gunakan wajah pria di atas untuk gambar yang saya deskripsikan di bawah ini, harus mirip 100% dengan foto wajah pria yang saya berikan di atas tanpa merubah sedikitpun identitas, bentuk, proporsi, dan karakter wajah pria dari foto referensi.

Buat sebuah foto portrait vertikal yang menampilkan seorang pria sedang berdiri santai di dalam sebuah ruang galeri, museum kecil, ruang pameran, atau area publik bergaya modern. Foto diambil dari arah belakang dan sedikit dari samping sehingga bagian belakang tubuh pria menjadi fokus utama, sementara bagian samping kepala dan sebagian profil wajahnya terlihat ketika pria menoleh ke arah kanan.

Pria berdiri di bagian tengah hingga sedikit ke kiri frame, dengan tubuh menghadap ke dinding di depannya. Posisi badan tidak benar-benar lurus menghadap kamera karena kamera berada di belakang pria. Bahu pria terlihat rileks dan sedikit tidak sejajar secara natural. Tubuh bagian atas sedikit condong ke arah dinding seolah sedang memperhatikan poster atau karya yang dipajang.

Pria mengenakan hoodie berwarna hitam atau navy sangat gelap dengan model longgar. Hoodie memiliki tudung yang berada di bagian belakang leher dan terlihat jelas dari arah kamera. Pada bagian belakang hoodie terdapat tulisan tipografi besar berwarna putih yang tersusun dalam beberapa baris. Pertahankan keberadaan tulisan besar tersebut sebagai elemen utama pada bagian belakang pakaian, dengan susunan huruf dan posisi mengikuti referensi. Di bagian bawah tulisan terdapat ilustrasi atau logo kecil berwarna putih yang tampak seperti gambar kelompok atau ilustrasi abstrak.

Hoodie dibuat sedikit oversized sehingga kain terlihat memiliki lipatan natural di bagian punggung, pinggang, bahu, dan lengan. Jangan membuat hoodie terlalu ketat pada tubuh. Pertahankan tekstur kain dan lipatan pakaian agar terlihat seperti pakaian yang benar-benar sedang dikenakan.

Pria berdiri dengan kedua tangan berada di bagian depan tubuh atau di sisi bawah tubuh sehingga dari sudut kamera belakang hanya sebagian kecil tangan yang terlihat. Kedua siku berada dalam posisi rileks. Jangan membuat lengan menggantung lurus secara kaku. Buat posisi tubuh seperti seseorang yang sedang berdiri santai sambil melihat-lihat karya yang terpajang di dinding.

Pria sedikit menoleh ke arah kanan, sehingga sisi profil wajahnya terlihat. Arah pandangan pria tertuju ke bagian kanan atau ke area karya di dinding, bukan langsung ke kamera. Ekspresi dibuat tenang, santai, dan sedikit serius seperti seseorang yang sedang memperhatikan atau membaca informasi pada poster. Jangan membuat ekspresi berlebihan dan jangan membuat pria terlihat sedang melakukan pose foto formal.

Pertahankan gestur tubuh yang natural: bahu santai, leher tidak terlalu tegak, badan sedikit berputar, dan posisi berdiri tidak simetris. Buat seolah-olah foto diambil secara spontan ketika pria sedang melihat-lihat pameran.

Latar belakang berupa dinding putih dengan tekstur menyerupai bata atau panel dekoratif bertekstur kasar. Pada dinding terdapat beberapa poster atau karya pameran yang dipasang dalam bingkai tipis berwarna gelap. Di sisi kiri terlihat sebuah poster vertikal dengan beberapa foto atau gambar kecil yang tersusun di dalamnya, disertai tulisan besar di bagian bawah. Di bagian tengah belakang pria terdapat poster lain berbentuk vertikal dengan beberapa gambar berukuran kecil dan tulisan di bagian bawah.

Di sisi kanan terdapat poster besar yang menampilkan gambar pemandangan atau fotografi sebuah kota/pegunungan, dengan teks berukuran besar pada bagian bawah. Pertahankan poster-poster tersebut sebagai elemen background dan jangan menghilangkan keberadaannya.

Dinding bagian atas memiliki beberapa lampu dekoratif berbentuk kotak berwarna hitam yang menempel atau menggantung dari bagian atas dinding. Lampu tersebut mengarah ke bawah dan memberikan pencahayaan pada poster. Di bagian langit-langit terlihat pipa atau kabel berwarna biru tua yang membentuk garis menuju lampu kecil. Pertahankan detail instalasi tersebut agar suasana ruangan terlihat seperti galeri atau ruang pameran yang artistik.

Pada bagian bawah kiri frame terdapat bangku panjang atau meja sederhana berwarna cokelat-oranye yang menempel atau berada dekat dengan dinding. Bangku tersebut hanya terlihat sebagian dan menjadi elemen foreground tambahan. Jangan membuatnya terlalu dominan.

Gunakan komposisi portrait vertikal dengan framing dari sekitar bagian atas tubuh hingga bagian bawah tubuh pria, mengikuti perspektif foto referensi. Jangan melakukan crop terlalu dekat sehingga hoodie bagian belakang, tulisan, dinding, poster, lampu, dan sebagian bangku tetap terlihat.

Gunakan perspektif wide-angle ringan khas kamera smartphone. Lensa wide-angle harus cukup lebar untuk menangkap pria sekaligus sebagian besar dinding dan poster di sekitarnya. Jangan menggunakan efek fisheye ekstrem. Pertahankan sedikit distorsi perspektif natural khas kamera smartphone, tetapi proporsi tubuh pria tetap normal dan tidak melebar secara berlebihan.

Kamera berada sedikit di belakang dan agak ke kiri dari pria, dengan ketinggian kurang lebih setara dada hingga bahu pria. Arah kamera sedikit mengarah ke atas sehingga dinding, poster, lampu, dan bagian langit-langit ikut masuk ke dalam frame. Komposisi harus terasa seperti seseorang berdiri beberapa langkah di belakang pria lalu mengambil foto secara spontan.

Pencahayaan ruangan dibuat terang dan jelas. Karena terdapat lampu di dinding, pertahankan cahaya lampu sebagai bagian dari suasana ruangan tetapi jangan membuat seluruh foto menjadi kuning. Gunakan white balance netral dan warna cahaya yang bersih. Warna dinding harus tetap putih atau abu-abu muda, sementara hoodie tetap terlihat hitam atau navy gelap. Jangan memberikan efek warm tone, golden hour, oranye, atau kuning berlebihan.

Buat bayangan tetap lembut dan tidak terlalu pekat. Detail hoodie, tulisan di bagian belakang, tekstur dinding bata, bingkai poster, dan permukaan bangku tetap terlihat jelas tetapi tidak terlalu tajam atau terlalu diproses. Jangan menggunakan HDR berlebihan, sharpening berlebihan, glow, cinematic color grading, atau efek estetika tambahan.

Pertahankan identitas pria dari foto referensi secara konsisten dan maksimal. Jangan mengganti pria dengan orang lain, jangan membuat identitas baru, jangan mengubah bentuk, proporsi, atau karakter wajahnya. Gunakan foto referensi pria sebagai acuan utama identitas. Posisi menoleh hanya digunakan untuk menyesuaikan pose pada foto, bukan untuk mengubah identitas pria.

Jangan menambahkan orang lain sebagai karakter utama. Jika diperlukan, lingkungan boleh memiliki sedikit elemen aktivitas di kejauhan, tetapi pria tetap menjadi satu-satunya fokus utama.

Gambar di ambil seperti menggunakan kamera iPhone 14, kualitas resolusi agak rendah tidak terlalu HD, kontras rendah, bayangan lembut, tidak ada efek estetika tambahan, foto terlihat original tidak seperti di edit. Pastikan hasil akhir cerah, bersih, natural, dengan warna netral, tanpa pencahayaan hangat ataupun kuning, serta tetap mempertahankan suasana ruangan dan komposisi seperti foto referensi, rasio 3:4.

14. Buatkan gambar sesuai deskripsi yang saya berikan di bawah ini, gunakan wajah pria dan wanita di atas untuk gambar yang saya deskripsikan di bawah ini, harus mirip 100% dengan foto wajah pria dan wanita yang saya berikan di atas tanpa merubah sedikitpun identitas, bentuk, proporsi, dan karakter wajah pria maupun wanita dari foto referensi.

Foto dibuat dalam bentuk kolase vertikal yang terdiri dari dua foto berbeda yang tersusun dari atas ke bawah, dengan suasana makan di sebuah restoran atau kafe bergaya modern dan elegan. Kedua foto harus dibuat sebagai dua adegan terpisah dengan komposisi dan pose masing-masing seperti referensi.

Pada foto pertama bagian atas, tampilkan seorang pria yang sedang duduk sendirian di meja restoran. Pria mengenakan atasan bergaris vertikal warna putih dengan garis-garis tipis abu-abu, model kemeja kasual berlengan pendek atau lengan yang dilipat sampai sekitar siku. Di salah satu pergelangan tangannya terdapat jam tangan digital atau smartwatch dengan tali berwarna hitam.

Pria duduk tepat di belakang meja makan dan menghadap ke arah kamera. Tubuhnya berada di tengah frame dengan posisi duduk santai. Salah satu lengannya diangkat ke depan tubuh untuk memegang ponsel berwarna hitam secara horizontal atau sedikit diagonal, dengan ponsel berada di depan bagian wajah dan sebagian menutupi area tengah wajah. Ponsel dipegang menggunakan satu tangan dengan jari-jari menggenggam bagian sampingnya secara natural.

Tangan pria yang lain ditekuk dan ditempatkan di dekat pipi atau dagu, dengan buku jari atau tangan menopang sisi wajah secara santai. Siku tangan tersebut berada di atas atau dekat permukaan meja. Posisi bahu rileks dan kedua lengan membentuk pose santai seperti seseorang yang sedang duduk menikmati waktu makan sambil melihat ponsel.

Pria sedikit mengarahkan pandangan ke arah ponsel yang sedang dipegangnya. Ekspresinya tenang, santai, dan natural, seperti sedang memperhatikan layar ponsel sambil menunggu makanan. Jangan membuat pose terlihat seperti pemotretan formal.

Di depan pria terdapat meja makan dengan alas atau permukaan meja berwarna gelap. Di tengah meja terdapat piring putih besar berisi makanan pasta berwarna merah dengan saus tomat. Piring diletakkan tepat di depan pria. Di sisi kiri depan terdapat gelas minuman tinggi berisi minuman berwarna cokelat atau amber dengan es batu. Di bagian depan kiri-tengah terdapat botol atau vas keramik berwarna putih susu dengan bentuk bulat dan leher sempit.

Di sisi kanan meja terdapat cangkir atau wadah berwarna biru muda yang berisi tisu putih yang dilipat atau diletakkan berdiri. Di dekatnya terdapat peralatan makan dan benda-benda meja lainnya. Pada bagian bawah meja terdapat kain atau alas dekoratif berwarna cokelat keemasan dengan tekstur sedikit mengilap.

Latar belakang foto pertama menampilkan dinding bata ekspos berwarna cokelat kemerahan yang menjadi elemen visual utama tepat di belakang pria. Susunan bata horizontal terlihat jelas dengan garis semen di antaranya. Di sisi kiri dan kanan terlihat interior restoran dengan jendela kaca besar, meja dan kursi, serta lampu-lampu kecil di dalam ruangan. Suasana restoran berada pada malam hari atau kondisi indoor dengan pencahayaan buatan.

Pada foto kedua bagian bawah, tampilkan seorang wanita yang sedang duduk sendirian di meja restoran yang sama atau restoran dengan interior yang sangat mirip. Wanita mengenakan hijab berwarna putih atau krem sangat muda yang tersusun rapi mengelilingi kepala dan leher. Wanita mengenakan blouse atau atasan lengan panjang berwarna putih atau krem muda dengan motif titik-titik kecil berwarna hitam yang tersebar pada seluruh kain. Bagian leher memiliki detail kerutan atau susunan kain yang memberikan tekstur pada area kerah. Lengan blouse dibuat longgar dan natural.

Wanita duduk menghadap kamera di belakang meja makan dengan posisi tubuh tegak tetapi santai. Salah satu tangan mengangkat ponsel berwarna krem atau beige dengan beberapa kamera pada bagian belakang, ditempatkan tepat di depan wajah sehingga sebagian besar area wajah tertutup oleh ponsel. Ponsel dipegang dengan satu tangan pada posisi setinggi mata. Jari-jari tangan terlihat menggenggam sisi ponsel secara natural.

Tangan wanita yang lain berada di samping tubuh atau di dekat meja, dengan posisi lengan rileks. Pada pergelangan tangan terlihat aksesori gelang atau jam tangan kecil. Bahu tetap rileks dan posisi tubuh tidak terlalu tegak kaku.

Wanita mengarahkan pandangan ke arah kamera ponsel atau ke layar ponsel yang sedang dipegang. Ekspresinya terlihat lembut dan santai. Buat gestur seperti sedang mengambil foto dirinya sendiri di restoran secara spontan, bukan seperti sedang melakukan sesi pemotretan profesional.

Di depan wanita terdapat meja makan berwarna gelap dengan piring putih besar berisi pasta berwarna krem atau putih kekuningan. Pasta berada di tengah piring dan terlihat jelas. Di sisi kiri bawah meja terdapat cangkir putih berisi minuman atau makanan dengan sendok di dalamnya. Terdapat pula sendok dan garpu yang diletakkan di atas piring kecil atau area meja.

Di sisi kanan foto kedua terdapat vas besar berwarna putih dengan leher panjang yang berisi rangkaian bunga kering berwarna putih krem. Bunga kering tersebut cukup besar dan memenuhi bagian kanan bawah frame, menjadi foreground yang sedikit menutupi sebagian meja tetapi tidak menutupi wanita.

Latar belakang foto kedua menampilkan interior restoran dengan dinding bata ekspos berwarna cokelat, jendela kaca tinggi berbingkai hitam, pintu atau lengkungan bergaya industrial, meja dan kursi restoran, serta beberapa tanaman dan dekorasi interior. Lantai memiliki pola ubin geometris berbentuk heksagonal dengan kombinasi warna putih dan abu-abu yang terlihat jelas di bagian bawah belakang wanita.

Kedua foto harus tetap dipisahkan secara horizontal seperti kolase asli. Foto pertama berada di bagian atas dengan pria sebagai fokus utama, sedangkan foto kedua berada tepat di bawahnya dengan wanita sebagai fokus utama. Jangan menggabungkan pria dan wanita ke dalam satu adegan. Jangan menghilangkan format kolase dua foto.

Pertahankan pose, posisi tangan, posisi ponsel, arah tubuh, posisi duduk, jarak kamera, komposisi meja, makanan, dekorasi, dan elemen background pada masing-masing foto sedekat mungkin dengan referensi. Jangan membuat pose menjadi terlalu sempurna atau kaku. Setiap adegan harus terasa seperti foto spontan yang diambil menggunakan kamera ponsel di restoran.

Gunakan framing vertikal dengan perspektif wide-angle ringan khas kamera smartphone. Karena meja, tubuh, dan sebagian besar interior restoran harus masuk ke dalam frame, gunakan lensa wide-angle smartphone yang natural, tetapi jangan sampai menghasilkan distorsi fisheye. Pertahankan proporsi tubuh dan objek tetap natural.

Untuk pencahayaan, buat kedua foto tetap terang dan jelas meskipun suasananya merupakan restoran indoor pada malam hari. Gunakan white balance netral dan pencahayaan putih yang bersih. Jangan membuat pencahayaan terlalu kuning atau oranye meskipun terdapat lampu restoran dan dinding bata. Hindari efek golden hour, warm tone, amber berlebihan, atau color grading hangat. Warna putih pada pakaian, piring, vas, dan tisu harus tetap terlihat putih atau krem muda secara natural.

Pertahankan identitas pria dan wanita dari foto referensi secara konsisten dan maksimal. Jangan mengganti identitas mereka dengan orang lain. Jangan mengubah bentuk wajah, proporsi wajah, atau karakter wajah mereka. Jangan membuat wajah baru atau mengubah ciri identitas dari foto referensi. Foto referensi pria digunakan khusus untuk identitas pria pada foto pertama dan foto referensi wanita digunakan khusus untuk identitas wanita pada foto kedua.

Gambar di ambil seperti menggunakan kamera iPhone 14, kualitas resolusi agak rendah tidak terlalu HD, kontras rendah, bayangan lembut, tidak ada efek estetika tambahan, foto terlihat original tidak seperti di edit. Pastikan hasil akhir cerah, bersih, natural, dengan warna netral dan tidak kekuningan, tanpa pencahayaan hangat ataupun kuning.


15. Last prompt brayy, lanjut besok yaa🥳🥳, staytunee🥰🫰🏻

Prompt:
Buatkan gambar sesuai deskripsi yang saya berikan di bawah ini, gunakan wajah pria di atas untuk gambar yang saya deskripsikan di bawah ini, pertahankan identitas pria tersebut semirip mungkin dengan foto referensi yang diberikan dan jangan mengubah karakter wajahnya.

Tampilkan seorang pria sedang duduk santai di tepi sebuah dermaga beton di pinggir perairan yang luas, dengan posisi tubuh menghadap ke arah kiri dan membelakangi sebagian kamera. Pria duduk di bagian kanan bawah frame, sementara area perairan dan langit mendominasi sebagian besar komposisi foto.

Pria mengenakan kaus oversized berwarna putih dengan berbagai detail grafis dan tulisan berwarna hitam serta merah pada bagian belakang dan beberapa bagian lainnya. Kaus memiliki potongan longgar dan jatuh natural mengikuti posisi tubuh. Ia mengenakan celana pendek berwarna hitam dengan panjang hingga sekitar lutut. Pada tubuhnya terdapat tas selempang atau sling bag berwarna hitam yang dikenakan menyilang dari salah satu bahu menuju sisi pinggang, dengan bentuk tas terlihat jelas di bagian samping belakang tubuh. Terdapat tali tas berwarna hitam yang menjuntai secara natural. Ia juga mengenakan aksesori sederhana pada pergelangan tangan.

Pose pria harus mengikuti referensi dengan sangat presisi dan terlihat santai, spontan, serta tidak kaku. Pria duduk di ujung permukaan beton dengan kedua kaki berada di sisi luar tepi dermaga. Salah satu kaki sedikit lebih maju dan lebih rendah daripada kaki lainnya, sementara kedua lutut dalam posisi menekuk secara natural. Kedua tangan diletakkan di atas atau dekat paha dan lutut, dengan siku sedikit menekuk. Salah satu tangan berada lebih dekat ke lutut, sedangkan tangan lainnya berada sedikit di belakangnya. Kedua telapak tangan terlihat rileks, tidak mengepal.

Tubuh pria sedikit membungkuk ke depan mengikuti posisi duduk santai. Bahu berada dalam posisi rileks. Bagian punggung dan pinggang sedikit mengarah ke kamera, sementara badan dan kedua kaki menghadap ke arah perairan. Pria kemudian menoleh ke arah kamera melalui sisi bahunya, sehingga terlihat seperti secara spontan melihat kamera ketika sedang menikmati pemandangan. Arah pandang mengarah ke kamera dan ekspresinya tenang, santai, serta natural, dengan ekspresi ringan seperti sedang menikmati suasana sore. Jangan membuat pose seperti pemotretan profesional atau terlalu dibuat-buat.

Jangan mendeskripsikan gaya rambut, warna rambut, bentuk kepala, maupun detail wajah. Pertahankan identitas pria berdasarkan foto referensi yang diberikan di bagian atas.

Pastikan tulisan dan grafis pada kaus tetap berada pada posisi yang sesuai dengan referensi. Bagian belakang kaus memiliki elemen grafis hitam yang cukup besar, tulisan bergaya logo, serta aksen merah di bagian bawah. Jangan membuat desain kaus menjadi polos atau mengganti warna utamanya. Tas selempang tetap berwarna hitam dan berada di sisi belakang/samping tubuh sesuai posisi pria saat duduk.

Lokasi berada di sebuah dermaga atau tepian beton yang menjorok ke perairan luas. Permukaan tempat pria duduk berwarna abu-abu dengan tekstur kasar, noda alami, serta bekas penggunaan yang terlihat. Tepi beton berada tepat di bawah tubuh pria dan mengarah diagonal dari bagian bawah frame menuju area kanan belakang. Jangan membuat permukaan dermaga terlalu bersih atau sempurna.

Perairan memenuhi area kiri dan tengah gambar. Air terlihat memiliki riak-riak kecil yang bergerak secara natural dan memantulkan cahaya langit. Warna air berupa biru kehijauan atau abu-abu kebiruan dengan pantulan cahaya yang lembut. Di kejauhan terdapat garis daratan rendah dengan pepohonan hijau yang membentang horizontal di sepanjang horizon.

Pada bagian kanan belakang terlihat struktur dermaga lain yang memanjang ke arah perairan, lengkap dengan tiang-tiang beton, pagar atau struktur pembatas, serta beberapa elemen konstruksi. Struktur tersebut berada cukup jauh dari pria sehingga terlihat sebagai bagian dari lingkungan, bukan objek utama.

Langit menjadi elemen dominan dalam foto, memenuhi sebagian besar bagian atas frame. Langit berwarna biru muda dengan awan tipis dan awan putih keabu-abuan yang menyebar secara alami. Matahari berada di sisi kiri gambar dan cukup rendah di dekat horizon, menghasilkan pantulan cahaya panjang pada permukaan air. Pertahankan suasana terang dan terbuka, tetapi jangan membuat efek matahari terlalu dramatis.

Gunakan pencahayaan outdoor yang cerah dengan white balance netral. Walaupun posisi matahari berada rendah, jangan memberikan warna kuning atau oranye yang berlebihan. Cahaya pada pria, pakaian, beton, dan air harus tetap terlihat natural dengan warna yang netral hingga sedikit dingin. Hindari golden hour yang terlalu hangat, color grading kuning, tone oranye, atau efek sunset yang berlebihan. Bayangan dibuat lembut dan natural.

Gunakan perspektif wide-angle ringan seperti kamera smartphone untuk memperlihatkan area perairan yang luas, langit yang besar, serta tubuh pria dan lingkungan dermaga dalam satu frame. Jangan menggunakan wide-angle ekstrem yang membuat tubuh atau kaki terdistorsi. Kamera berada sedikit di belakang dan samping pria, kira-kira setinggi tubuh bagian atas saat pria duduk, dengan arah kamera sedikit menghadap ke bawah sehingga pose duduk dan permukaan dermaga terlihat jelas.

Pertahankan komposisi vertikal dengan rasio sekitar 3:4. Pria berada di sisi kanan bawah gambar, sedangkan perairan dan langit menjadi ruang visual utama di sisi kiri dan bagian atas. Jangan melakukan crop pada kaki, tubuh, atau tas. Buat proporsi pria tetap natural dan sesuai dengan posisi duduk pada foto referensi.

Jangan menambahkan orang lain, kendaraan, objek dekorasi, bangunan besar, efek kabut, bokeh berlebihan, blur sinematik, lens flare, glow, filter warna, atau efek estetika tambahan. Pertahankan tekstur air, beton, pakaian, tas, dan lingkungan agar foto terlihat seperti foto spontan yang benar-benar diambil di lokasi tersebut.

Gambar diambil seperti menggunakan kamera iPhone 14, kualitas resolusi agak rendah tidak terlalu HD, kontras rendah, bayangan lembut, tidak ada efek estetika tambahan, foto terlihat original tidak seperti di edit, er 3:4.

16.  Buatkan gambar sesuai deskripsi yang saya berikan di bawah ini, gunakan wajah pria dan wanita di atas untuk gambar yang saya deskripsikan di bawah ini, harus mirip 100% dengan foto wajah pria dan wanita yang saya berikan di atas tanpa merubah sedikitpun dari wajah pria dan wanita pada foto referensi. Pertahankan identitas keduanya secara konsisten dan jangan melakukan perubahan pada karakter wajah dari foto referensi.

Buat sebuah foto vertikal malam hari yang menampilkan seorang pria dan seorang wanita sedang duduk berdua di area rooftop atau balkon terbuka dengan pemandangan lampu-lampu kota yang sangat luas di kejauhan. Suasana harus terasa seperti momen santai pasangan yang sedang menikmati pemandangan malam, dengan pose natural dan spontan, bukan seperti pemotretan formal.

Pria berada di sisi kiri frame, duduk di atas kursi bar tinggi berwarna cokelat dengan posisi tubuh sedikit mengarah ke wanita di sebelahnya. Kedua kakinya berada di bawah tubuh dengan posisi duduk santai. Salah satu tangan pria turun ke samping tubuh dan bertumpu santai di dekat sisi kursi atau paha, sementara tangan lainnya berada di dekat wajah wanita. Pria terlihat sedikit menundukkan dan memiringkan tubuh ke arah wanita, seolah sedang memperhatikan wanita dengan nyaman. Bahu pria rileks dan posisi tubuh tidak terlalu tegak agar terlihat seperti percakapan spontan.

Pria mengenakan kaus pendek berwarna hitam atau charcoal gelap dengan desain grafis besar di bagian depan. Desain tersebut berupa ilustrasi bergaya vintage/artistik dengan kombinasi gambar karakter dan tulisan dekoratif berwarna krem, putih, kuning pucat, serta sedikit warna merah muda. Kaus memiliki tampilan kasual dan sedikit oversized. Pria juga mengenakan celana panjang berwarna hitam atau abu-abu gelap dengan potongan santai.

Wanita berada di sisi kanan frame, duduk di kursi bar tinggi yang serupa dengan kursi pria. Posisi tubuh wanita sedikit menghadap ke kiri menuju pria. Kedua tangannya berada di bagian depan tubuh, dengan satu tangan diletakkan di atas tangan lainnya secara santai di sekitar paha. Kedua siku sedikit menekuk dan bahu rileks. Salah satu kaki wanita terlihat menyilang secara natural di depan kaki lainnya sehingga menghasilkan pose duduk yang anggun tetapi tetap santai.

Wanita mengenakan pakaian serba putih atau putih gading yang terdiri dari atasan lengan panjang dengan potongan longgar dan celana panjang berwarna putih. Bagian atasan memiliki detail kancing vertikal di bagian depan serta lipatan kain yang terlihat natural. Kain terlihat ringan dan sedikit berkerut akibat posisi duduk. Wanita juga mengenakan kain penutup berwarna krem muda atau putih gading yang membingkai bagian kepala dan jatuh secara natural melewati bahu serta sisi tubuh. Jangan mengubah desain dan karakter pakaian dari referensi.

Pose interaksi menjadi fokus utama. Wanita mengangkat salah satu tangannya dari posisi tubuh dan dengan lembut menyentuh bagian samping wajah pria menggunakan telapak atau ujung jarinya. Gerakan tangan harus terlihat sangat natural, seolah wanita sedang menggoda atau memberikan perhatian kecil kepada pria. Siku wanita sedikit terangkat, pergelangan tangan rileks, dan jari-jari mengikuti bentuk tangan secara alami. Pria merespons dengan sedikit memiringkan tubuh ke arah sentuhan tersebut dan mengarahkan pandangannya kepada wanita. Interaksi mereka harus terasa akrab, hangat, spontan, dan tidak dibuat-buat.

Wanita mengarahkan pandangannya kepada pria dengan ekspresi lembut dan penuh perhatian. Pria juga mengarahkan pandangannya kepada wanita dengan ekspresi santai dan sedikit tersenyum. Jangan membuat keduanya menatap lurus ke kamera. Buat interaksi mata dan gesture tubuh terasa seperti pasangan yang sedang bercanda atau berbicara secara pribadi.

Latar belakang berupa pemandangan kota dari tempat yang cukup tinggi pada malam hari. Hampir seluruh bagian atas frame dipenuhi langit malam yang sangat gelap, sementara pada bagian tengah dan bawah belakang terlihat hamparan lampu kota kecil yang tersebar luas mengikuti kontur perbukitan atau area perkotaan. Lampu-lampu tersebut tampak sebagai titik-titik cahaya kecil dengan tingkat kecerahan yang bervariasi. Jangan membuat kota terlihat terlalu tajam atau terlalu dekat.

Di belakang kedua orang terdapat pagar atau railing rooftop berwarna gelap. Pada railing terdapat rangkaian lampu kecil yang mengikuti garis horizontal dan membentuk garis cahaya memanjang. Di bagian bawah railing terlihat beberapa tanaman hijau dan area dekorasi sederhana. Tambahkan beberapa meja atau elemen rooftop di sisi kiri belakang, tetapi jangan sampai mengganggu fokus utama kedua orang.

Pertahankan suasana malam yang luas dengan langit hitam pekat dan pemandangan kota sebagai background. Namun pencahayaan pada kedua orang harus tetap cukup terang dan jelas. Gunakan pencahayaan netral atau sedikit dingin dari lampu rooftop, bukan cahaya kuning. Lampu dekorasi boleh tetap terlihat sebagai titik cahaya, tetapi jangan memberikan dominasi warna kuning atau oranye pada keseluruhan foto.

Gunakan white balance netral hingga sedikit dingin. Warna pakaian putih wanita harus tetap putih atau ivory yang bersih, bukan kuning. Warna kulit tetap natural. Warna hitam pada pakaian pria tetap gelap dan tidak berubah menjadi cokelat. Hindari color grading warm, golden tone, orange tone, atau efek sunset. Foto harus tetap terasa cerah pada area kedua orang meskipun latarnya adalah malam hari.

Gunakan komposisi vertikal full-body hingga sekitar tiga perempat tubuh dengan kedua orang terlihat jelas bersama kursi yang mereka duduki. Pria ditempatkan di kiri dan wanita di kanan. Sisakan ruang cukup luas di atas kepala mereka untuk menampilkan langit malam serta sebagian besar pemandangan kota di belakang. Kamera berada sedikit lebih jauh dari kedua orang dan kira-kira setinggi dada mereka.

Gunakan perspektif lensa wide-angle smartphone sekitar 24–26mm equivalent agar kedua orang, kursi, railing, dan pemandangan kota dapat masuk dalam satu frame. Distorsi wide-angle harus ringan dan natural, jangan membuat tubuh, tangan, kaki, atau wajah terlihat melebar secara berlebihan. Komposisi harus terasa seperti foto spontan yang diambil menggunakan kamera ponsel dari jarak dekat-menengah.

Jaga anatomi tubuh pria dan wanita tetap natural. Pastikan tangan yang menyentuh pria memiliki jumlah jari yang benar, jari tidak menyatu, tidak bengkok secara aneh, dan posisi pergelangan tangan terlihat masuk akal. Posisi kaki, lutut, siku, bahu, dan tangan harus mengikuti pose duduk yang benar-benar nyaman.

Jangan membuat pose terlihat kaku, jangan membuat keduanya berdiri tegak seperti foto formal, jangan membuat tangan menggantung secara tidak natural, dan jangan membuat interaksi terlihat seperti hasil AI. Pertahankan sedikit ketidaksempurnaan khas foto spontan, termasuk lipatan pakaian, posisi kain yang tidak terlalu sempurna, serta variasi kecil pada pencahayaan.

Detail kursi, railing, tanaman, pakaian, kain, lampu dekorasi, dan pemandangan kota harus memiliki tekstur alami. Jangan menambahkan efek cinematic, HDR berlebihan, glow berlebihan, bloom, beauty filter, skin smoothing, sharpening ekstrem, atau efek estetika tambahan.

Gambar di ambil seperti menggunakan kamera iPhone 14, kualitas resolusi agak rendah tidak terlalu HD, kontras rendah, bayangan lembut, tidak ada efek estetika tambahan, foto terlihat original tidak seperti di edit, rasio 3:4.

17. Buatkan gambar sesuai deskripsi yang saya berikan di bawah ini, gunakan wajah wanita di atas untuk gambar yang saya deskripsikan di bawah ini, harus mirip 100% dengan foto wajah wanita yang saya berikan di atas tanpa merubah sedikitpun dari wajah wanita di atas.

Seorang wanita berdiri santai di area dalam sebuah bangunan dengan gaya foto candid kasual. Komposisi gambar vertikal 9:16, mengambil tubuh wanita dari bagian kepala hingga hampir seluruh kaki, dengan posisi kamera sedikit lebih tinggi dari garis pinggang dan diarahkan agak ke bawah. Gunakan perspektif wide-angle yang memberikan kesan ruang cukup luas serta sedikit distorsi perspektif alami pada bagian tubuh dan lingkungan, seperti hasil kamera smartphone.

Wanita berdiri sedikit menyerong terhadap kamera dengan posisi tubuh rileks dan tidak terlalu tegak. Kedua bahu berada dalam posisi natural, tubuh sedikit condong dan mengikuti pose santai. Salah satu tangan berada di sisi tubuh dengan telapak dan jari dalam posisi rileks, sementara tangan lainnya berada di bagian depan/samping tubuh sambil memegang tali atau bagian dari tas yang dikenakan. Posisi kedua lengan terlihat natural dan sedikit berbeda ketinggiannya. Kaki berdiri dengan posisi santai, tidak dibuat simetris atau seperti pose formal. Pertahankan gestur tubuh yang spontan sehingga hasil foto tidak terlihat kaku.

Wanita mengenakan hijab berwarna hitam yang jatuh secara natural di sekitar bagian atas tubuh. Ia memakai sweatshirt atau sweater oversized berwarna putih krem dengan potongan longgar. Pada bagian dada terdapat tulisan besar “NEW YORK” berwarna gelap, angka “85” di bagian kanan atas tulisan, serta emblem kecil bertuliskan “NYC” di bagian kiri atas. Sweater memiliki detail panel atau aksen denim berwarna biru keabu-abuan pada area bahu dan bagian atas dada, dengan resleting di bagian depan. Bagian lengan panjang dan oversized, dengan ujung manset yang terlihat sedikit menggulung atau menumpuk secara natural.

Wanita mengenakan celana jeans longgar berwarna biru muda keabu-abuan dengan potongan wide-leg, jatuh lurus dan longgar dari pinggang hingga ke bawah. Di sisi tubuh terdapat tas selempang berwarna krem dengan tali panjang yang melewati bahu dan turun ke bagian samping depan tubuh. Tambahkan gantungan atau aksesori kecil berbulu pada bagian bawah tas seperti yang terlihat pada referensi.

Ekspresi wanita terlihat santai, sedikit playful dan candid, dengan bibir sedikit dimajukan membentuk ekspresi pout ringan. Tatapan diarahkan ke kamera sehingga memberikan kesan sedang berpose spontan untuk sebuah foto teman, bukan pemotretan profesional. Pertahankan proporsi tubuh, posisi tangan, kemiringan badan, arah tatapan, serta ekspresi secara konsisten dengan foto referensi.

Latar berada di dalam sebuah area modern dengan dinding berwarna abu-abu gelap/hitam. Di belakang wanita terdapat ilustrasi mural bergaya hitam-putih berupa figur pria mengenakan jas yang sedang melakukan gestur dengan tangannya. Mural harus tetap menjadi elemen dekorasi latar dan tidak berubah menjadi karakter hidup. Di sisi kanan terdapat struktur pintu atau panel berwarna hitam dengan permukaan kaca atau reflektif. Pada bagian paling kanan terlihat sebagian tulisan dekoratif besar pada dinding atau kaca. Lantai menggunakan ubin berwarna abu-abu dengan garis nat yang jelas, dan terdapat garis pembatas berwarna kuning di sepanjang area lantai dekat pintu. Pertahankan susunan ruangan, posisi mural, pintu, lantai, garis kuning, serta perspektif lingkungan seperti pada referensi.

Pencahayaan harus terang, netral dan bersih, dengan dominasi cahaya putih/natural. Jangan gunakan pencahayaan hangat, kekuningan, orange, golden hour, atau nuansa lampu kuning. Bayangan dibuat lembut dan tetap natural. Pertahankan detail pakaian dan lingkungan tanpa efek dramatis, tanpa bokeh berlebihan, tanpa blur buatan, dan tanpa efek sinematik yang mengubah tampilan asli foto. Hasil akhir harus terasa seperti foto candid smartphone yang spontan, natural, sedikit imperfect, tidak kaku, dan tidak terlihat seperti hasil edit AI.

Gambar diambil seperti menggunakan kamera iPhone 14, kualitas resolusi agak rendah tidak terlalu HD, kontras rendah, bayangan lembut, tidak ada efek estetika tambahan, foto terlihat original tidak seperti di edit.

18. Buatkan gambar sesuai deskripsi yang saya berikan di bawah ini, gunakan wajah pria dan wanita di atas untuk gambar yang saya deskripsikan di bawah ini, pertahankan identitas pria dan wanita semirip mungkin dengan foto referensi yang diberikan dan jangan mengubah karakter wajah keduanya.

Buat sebuah foto selfie spontan yang memperlihatkan seorang pria dan seorang wanita sedang berada di atas atau di sekitar kendaraan roda dua yang sedang berhenti di sebuah jalan pedesaan. Foto diambil dari jarak sangat dekat menggunakan kamera depan smartphone dengan perspektif wide-angle/fisheye yang cukup kuat, sehingga bagian tubuh yang paling dekat dengan kamera terlihat lebih besar dan area lingkungan di belakang mereka ikut melebar secara natural.

Pria berada di sisi kanan dan menjadi karakter yang paling dekat dengan kamera. Tubuh bagian atas pria memenuhi sebagian besar sisi kanan frame. Ia mengenakan kaus lengan pendek berwarna putih dengan potongan santai. Pada bagian lengan terlihat grafis atau tulisan dekoratif berwarna merah yang tersusun vertikal. Kaus sedikit memiliki lipatan natural akibat posisi tubuh dan aktivitas di luar ruangan.

Pria mengenakan helm motor berwarna putih yang masih terpasang di kepala, dengan bagian dalam helm berwarna gelap dan tali pengaman terlihat di bawah dagu. Pertahankan helm sebagai elemen penting dalam foto. Jangan menjelaskan gaya rambut, bentuk kepala, maupun detail wajah; gunakan identitas dari foto referensi yang diberikan.

Wanita berada di belakang dan sedikit di sebelah kiri pria, posisinya sangat dekat dengan pria sehingga sebagian tubuhnya berada di belakang bahu pria. Wanita mengenakan helm motor berwarna hitam atau abu-abu gelap dengan bagian dalam gelap. Ia mengenakan pakaian berlengan panjang berwarna hitam dengan bahan yang terlihat sedikit bertekstur. Lengan wanita terlihat memanjang ke arah bagian bawah/depan frame, seolah salah satu tangannya sedang memegang kamera atau smartphone untuk mengambil selfie. Jangan mendeskripsikan gaya rambut maupun detail wajah wanita; pertahankan identitasnya berdasarkan foto referensi.

Kedua orang melakukan ekspresi playful dan spontan. Pria sedikit memiringkan kepala ke arah kamera dan menjulurkan lidah dengan gaya bercanda, sementara wanita di belakang juga menghadap kamera dan melakukan ekspresi playful serupa dengan menjulurkan lidah. Ekspresi harus terlihat spontan seperti foto selfie bersama teman/pasangan, bukan ekspresi formal atau pose studio. Jangan membuat ekspresi berlebihan hingga terlihat tidak natural.

Posisi kamera sangat dekat dengan kedua orang. Kamera dipegang menggunakan tangan yang berada di bagian depan frame, sehingga sebagian lengan/tangan yang memegang kamera dapat terlihat sangat besar akibat perspektif wide-angle. Pria berada paling dekat dengan kamera, sedangkan wanita sedikit lebih jauh di belakang. Keduanya mengarahkan perhatian langsung ke kamera.

Latar belakang berupa jalan aspal sempit yang membentang dari bagian bawah kiri menuju area tengah belakang. Jalan berada di lingkungan pedesaan atau pinggiran kota dengan vegetasi hijau yang sangat lebat di kedua sisi. Terlihat berbagai pohon tropis, semak, rerumputan, serta tanaman liar di sepanjang tepi jalan. Di bagian kanan belakang terlihat sebagian kendaraan atau objek berwarna terang yang tertutup sebagian oleh tubuh pria.

Di bagian atas frame terdapat langit biru cerah dengan awan putih besar yang tersebar secara natural. Pepohonan tinggi dan daun-daun tropis membingkai bagian atas kanan gambar. Terdapat juga beberapa kabel listrik tipis yang melintas di sisi kiri atas dan menuju kejauhan. Suasana keseluruhan seperti sedang melakukan perjalanan santai menggunakan motor di siang hari.

Gunakan pencahayaan outdoor siang hari yang sangat terang dan bersih. Cahaya harus netral hingga sedikit dingin, dengan warna kulit, pakaian putih, helm putih, dan lingkungan hijau tetap natural. Jangan menggunakan pencahayaan hangat, kuning, golden hour, sunset, atau warna oranye. Langit harus tetap biru cerah dan tanaman terlihat hijau segar. Hindari color grading kuning atau filter vintage.

Gunakan lensa wide-angle/fisheye kamera depan smartphone dengan perspektif dekat yang jelas. Buat distorsi wide-angle seperti pada selfie smartphone: bagian tubuh dan lengan yang berada paling dekat dengan kamera sedikit tampak lebih besar, sementara lingkungan di belakang terlihat melebar. Namun wajah dan tubuh kedua orang tetap harus proporsional dan tidak dibuat berlebihan. Kamera sedikit berada di bawah atau sejajar dengan area dada pria dan diarahkan ke atas sedikit, sehingga langit mengambil porsi besar di bagian atas frame.

Gunakan komposisi vertikal rasio sekitar 3:4. Pria memenuhi sisi kanan frame dari bagian atas hingga bagian bawah, wanita berada di belakang sisi kiri pria, sementara jalan, pepohonan, dan langit menjadi latar yang mengisi ruang kosong di sekeliling mereka. Jangan membuat foto terlalu rapi atau simetris. Pertahankan kesan selfie spontan yang diambil secara cepat saat sedang berada di perjalanan.

Jangan menambahkan orang lain, studio, pencahayaan buatan, efek bokeh berlebihan, blur sinematik, glow, lens flare, filter estetika, atau efek fotografi tambahan. Pertahankan detail lingkungan, tekstur pakaian, helm, jalan, pepohonan, dan langit agar terlihat seperti foto spontan yang benar-benar diambil menggunakan smartphone.

Gambar diambil seperti menggunakan kamera iPhone 14, kualitas resolusi agak rendah tidak terlalu HD, kontras rendah, bayangan lembut, tidak ada efek estetika tambahan, foto terlihat original tidak seperti di edit.


19. Buatkan gambar sesuai deskripsi yang saya berikan di bawah ini, gunakan wajah pria di atas untuk gambar yang saya deskripsikan di bawah ini, harus mirip 100% dengan foto wajah pria yang saya berikan di atas tanpa merubah sedikitpun identitas, bentuk, dan karakter wajah pria tersebut.

Tampilkan seorang pria berdiri santai di area luar sebuah bangunan modern dengan fasad kaca besar berwarna biru kehijauan. Pria berada di bagian tengah gambar, sedikit ke kiri, berdiri bersandar santai pada sebuah tiang atau panel vertikal berwarna abu-abu gelap yang berada di antara dirinya dan karakter ilustrasi di sebelah kanan.

Pria mengenakan jaket kulit atau bahan mengilap berwarna merah marun dengan kerah terbuka dan potongan rapi, dipadukan dengan kemeja putih serta dasi merah. Terlihat aksesori berupa kalung tipis dengan liontin salib yang menjuntai di bagian dada. Ia mengenakan celana panjang warna krem atau ivory dengan potongan longgar, serta sepatu hitam bergaya formal dengan permukaan sedikit mengilap.

Pose pria dibuat natural dan tidak kaku: tubuh sedikit bersandar ke arah belakang pada panel vertikal, kedua kaki berada di bagian bawah tubuh dengan posisi menyilang, sehingga salah satu kaki sedikit berada di depan kaki lainnya. Kedua tangan berada di area depan tubuh sekitar pinggang; satu tangan menggenggam atau memegang bagian pergelangan tangan lainnya dengan santai. Bahu rileks, postur tidak terlalu tegak, memberikan kesan sedang berpose secara spontan untuk foto jalanan.

Arah tubuh pria sedikit menghadap ke kanan, sementara kepalanya mengarah ke sisi kanan gambar seolah sedang melihat karakter ilustrasi di sebelahnya. Ekspresinya tenang, santai, dan natural, tanpa ekspresi berlebihan. Jangan mengubah atau mendeskripsikan detail kepala selain mempertahankan identitas dari foto referensi yang diberikan.

Di sebelah kanan pria terdapat sebuah karakter ilustrasi bergaya kartun yang berdiri berdampingan dengannya. Karakter tersebut menggunakan jaket merah yang secara visual menyerupai jaket pria, kemeja putih, dasi merah, celana panjang krem, dan sepatu hitam. Karakter kartun memakai aksesori kalung dengan liontin salib serta sebuah aksesori bundar kecil yang menggantung di sekitar sisi pinggang celana. Pose karakter dibuat santai dengan tubuh tegak tetapi rileks, kedua tangan berada di depan tubuh, salah satunya berada di sekitar area perut/pinggang. Kedua kaki dibuat menyilang dengan salah satu kaki sedikit maju ke depan. Karakter menghadap ke arah kamera dengan gaya ilustrasi yang tetap konsisten dan menyatu secara visual dengan lingkungan foto.

Pertahankan komposisi dua karakter tersebut sebagai elemen utama. Pria harus tetap terlihat sebagai manusia fotografis, sedangkan karakter di sebelah kanan tetap berupa ilustrasi kartun 2D, sehingga keduanya terlihat seperti sengaja berada bersama dalam satu foto.

Di belakang pria terdapat sebuah papan display besar berbentuk vertikal dengan sudut membulat dan bingkai abu-abu. Pada bagian atas papan terdapat gambar sebuah perahu panjang berwarna merah/oranye yang berada di atas permukaan air, dengan elemen bunga berwarna merah di dalamnya. Bagian bawah papan menampilkan tampilan seperti pemutar musik digital berwarna abu-abu gelap, lengkap dengan teks lagu, garis progres pemutaran, ikon kontrol musik, serta tulisan AirPlay. Jangan mengubah susunan elemen utama pada papan tersebut. Di sisi bawah dan samping papan terdapat tanaman dengan daun hijau muda.

Latar belakang berupa bangunan modern dengan panel kaca besar berwarna biru kehijauan, bingkai dan struktur bangunan berwarna putih serta abu-abu. Di sisi kanan belakang terlihat sebagian pepohonan dan sedikit bagian bangunan lain. Area lantai menggunakan ubin batu berwarna abu-abu terang dengan pola kotak-kotak dan garis sambungan yang jelas. Di sekitar bangunan terdapat beberapa planter beton besar berisi tanaman hijau.

Komposisi foto menggunakan framing vertikal dengan rasio sekitar 3:4, menampilkan pria dari kepala hingga kaki secara utuh, karakter ilustrasi juga terlihat hampir seluruh tubuh. Kamera berada pada ketinggian sekitar dada hingga pinggang dan diarahkan lurus ke area depan, dengan perspektif natural. Gunakan lensa wide-angle ringan agar lingkungan sekitar terlihat cukup luas dan memberikan sedikit distorsi perspektif yang natural, terutama pada area lantai dan bangunan, tetapi jangan sampai bentuk tubuh menjadi berlebihan atau tidak proporsional.

Pencahayaan harus terang seperti kondisi siang hari di luar ruangan. Gunakan cahaya natural yang cerah dan netral dengan bayangan lembut. Jangan menggunakan pencahayaan hangat, kekuningan, golden hour, atau nuansa oranye. Warna putih pada kemeja dan celana harus tetap terlihat netral, warna merah pada jaket tetap jelas, dan warna lingkungan tetap natural. Jangan menambahkan bokeh, blur sinematik, glow, flare, filter warna, efek dramatis, atau efek estetika tambahan. Pertahankan detail lingkungan dan tekstur lantai tetap terlihat jelas.

Gambar diambil seperti menggunakan kamera iPhone 14, kualitas resolusi agak rendah tidak terlalu HD, kontras rendah, bayangan lembut, tidak ada efek estetika tambahan, foto terlihat original tidak seperti diedit.

20. last prompt bray, lanjut besok yaa🥰, staytunee🫰🏻🥳

Prompt:
Buatkan gambar sesuai deskripsi yang saya berikan di bawah ini, gunakan wajah pria dan wanita di atas untuk gambar yang saya deskripsikan di bawah ini, harus mirip 100% dengan foto wajah pria dan wanita yang saya berikan di atas tanpa merubah sedikitpun identitas dan karakter wajah keduanya. Jangan mengubah bentuk, proporsi, atau karakter wajah dari foto referensi.

Buat sebuah foto pernikahan bergaya selfie close-up vertikal yang menampilkan seorang wanita dan seorang pria duduk berdampingan di sofa mewah dalam suasana pelaminan yang elegan. Pertahankan identitas pria dan wanita dari foto referensi secara sangat akurat.

Wanita berada di bagian kiri dan menjadi orang yang memegang kamera. Tubuhnya berada sangat dekat dengan kamera sehingga bagian atas tubuh terlihat lebih dominan dalam frame. Posisi tubuh sedikit mengarah ke kamera, dengan bahu dan badan dalam posisi santai. Salah satu lengannya berada di bagian bawah frame sambil memegang buket bunga pengantin berukuran cukup besar. Buket berada di bagian depan bawah gambar, berisi beberapa bunga mawar berwarna putih krem, bunga-bunga kecil putih sebagai pengisi, dedaunan hijau, serta susunan bunga yang terlihat penuh dan natural.

Wanita mengenakan busana pengantin berwarna putih keabu-abuan atau silver muda dengan detail bordir dan hiasan payet yang sangat banyak. Bagian pakaian terlihat dipenuhi ornamen kristal, manik-manik, payet transparan, serta pola dekoratif yang berkilau lembut. Busana memiliki kesan mewah, elegan, dan formal. Wanita juga mengenakan hijab pengantin berwarna putih gading yang menyatu dengan busana, dihiasi ornamen kristal dan detail dekoratif berkilau di bagian sekelilingnya. Tambahkan mahkota pengantin berwarna silver yang penuh dengan ornamen kristal bening dan bentuk dekorasi floral yang mewah. Terdapat kain veil tipis transparan berwarna putih yang jatuh mengelilingi sisi tubuh wanita.

Pria duduk rapat di sebelah kanan wanita, sedikit berada lebih belakang sehingga ukuran tubuhnya tampak sedikit lebih kecil dibandingkan wanita akibat perspektif kamera selfie. Posisi tubuh pria sedikit condong ke arah wanita dan kamera. Salah satu lengannya berada di bagian bawah tubuh dengan posisi santai, sementara bahunya rileks. Pria mengenakan setelan pengantin berwarna putih atau ivory yang terdiri dari jas formal, kemeja putih, dan dasi atau aksesori leher berwarna putih keabu-abuan. Pada bagian dada jas terdapat boutonniere berupa rangkaian bunga putih kecil dengan daun hijau. Jas memiliki detail formal yang rapi dengan lapisan kain putih/ivory yang terlihat elegan.

Keduanya duduk di sebuah sofa atau kursi pelaminan bergaya klasik berwarna putih gading. Sofa memiliki sandaran tinggi dengan bentuk dekoratif klasik, ukiran ornamental berwarna champagne atau ivory, detail bingkai melengkung, serta bantalan bertekstur dengan pola kancing tufted. Bagian sofa terlihat mewah tetapi tetap lembut dan elegan.

Latar belakang dipenuhi dekorasi bunga pernikahan yang sangat padat. Gunakan rangkaian bunga berwarna putih, ivory, krem muda, dan sedikit pink pastel. Susunan bunga terdiri dari mawar, bunga kecil sebagai filler, bunga bertumpuk, serta berbagai daun hijau. Bunga-bunga memenuhi sebagian besar area belakang dan tersusun seperti floral wall atau dekorasi pelaminan. Tambahkan tirai kain putih tipis di sisi belakang yang jatuh vertikal dengan lipatan lembut. Pada bagian kanan atas terlihat lampu gantung atau ornamen lampu dekoratif dengan cahaya lembut.

Pose keduanya harus terasa seperti selfie spontan setelah atau saat acara pernikahan, bukan pose studio yang kaku. Wanita berada sangat dekat dengan kamera dan tubuhnya sedikit condong ke depan. Pria duduk rapat di sebelahnya dan sedikit memiringkan tubuh ke arah kamera. Keduanya berada dalam satu frame dengan jarak yang sangat dekat. Pertahankan gesture tubuh yang natural, bahu rileks, posisi tangan proporsional, dan jangan membuat tangan atau jari terlihat aneh.

Komposisi menggunakan framing vertikal close-up dengan sudut kamera sedikit dari atas karena kamera dipegang menggunakan tangan. Gunakan perspektif kamera smartphone wide-angle ringan sekitar 24–26mm equivalent agar wanita yang berada lebih dekat kamera tampak sedikit lebih besar dibandingkan pria yang berada di belakangnya, tetapi tetap menjaga proporsi tubuh agar natural. Jangan menggunakan distorsi ekstrem. Frame mencakup bagian atas tubuh kedua orang, sebagian besar busana wanita, buket bunga di bagian bawah, sofa, serta dekorasi bunga di belakang.

Detail kain, payet, kristal, bunga, daun, sofa, dan dekorasi harus terlihat alami. Kristal pada busana wanita memberikan pantulan cahaya kecil yang lembut, bukan efek berlebihan. Buket bunga terlihat segar dan natural. Jangan membuat dekorasi terlalu sempurna seperti hasil render 3D.

Gunakan pencahayaan terang, bersih, dan netral seperti pencahayaan ruangan acara pernikahan yang menggunakan lampu putih. Jangan gunakan pencahayaan warm, yellow, golden, orange, atau efek golden hour. White balance harus netral atau sedikit dingin sehingga kain putih tetap terlihat putih/ivory secara natural. Wajah dan pakaian tetap mendapatkan pencahayaan yang cukup tanpa area terlalu gelap. Bayangan lembut, kontras rendah, highlight tidak berlebihan.

Jangan menambahkan efek cinematic, dramatic lighting, glow, bloom, HDR berlebihan, beauty filter, color grading, efek glossy, atau efek fotografi estetis tambahan. Pertahankan tekstur alami kulit, kain, bunga, kristal, sofa, dan dekorasi. Hasil akhir harus terasa seperti foto selfie pernikahan yang spontan dan benar-benar diambil menggunakan smartphone, bukan gambar hasil AI atau render digital.

Gambar diambil seperti menggunakan kamera iPhone 14, kualitas resolusi agak rendah tidak terlalu HD, kontras rendah, bayangan lembut, tidak ada efek estetika tambahan, foto terlihat original tidak seperti di edit.


21. Buatkan gambar sesuai deskripsi yang saya berikan di bawah ini, gunakan wajah pria dan wanita di atas untuk gambar yang saya deskripsikan di bawah ini, harus mirip 100% dengan foto wajah pria dan wanita yang saya berikan di atas tanpa merubah sedikitpun dari wajah pria dan wanita pada foto referensi. Pertahankan identitas keduanya secara konsisten dan jangan melakukan perubahan pada karakter wajah dari foto referensi.

Buat sebuah foto vertikal malam hari yang menampilkan seorang pria dan seorang wanita sedang duduk berdua di area rooftop atau balkon terbuka dengan pemandangan lampu-lampu kota yang sangat luas di kejauhan. Suasana harus terasa seperti momen santai pasangan yang sedang menikmati pemandangan malam, dengan pose natural dan spontan, bukan seperti pemotretan formal.

Pria berada di sisi kiri frame, duduk di atas kursi bar tinggi berwarna cokelat dengan posisi tubuh sedikit mengarah ke wanita di sebelahnya. Kedua kakinya berada di bawah tubuh dengan posisi duduk santai. Salah satu tangan pria turun ke samping tubuh dan bertumpu santai di dekat sisi kursi atau paha, sementara tangan lainnya berada di dekat wajah wanita. Pria terlihat sedikit menundukkan dan memiringkan tubuh ke arah wanita, seolah sedang memperhatikan wanita dengan nyaman. Bahu pria rileks dan posisi tubuh tidak terlalu tegak agar terlihat seperti percakapan spontan.

Pria mengenakan kaus pendek berwarna hitam atau charcoal gelap dengan desain grafis besar di bagian depan. Desain tersebut berupa ilustrasi bergaya vintage/artistik dengan kombinasi gambar karakter dan tulisan dekoratif berwarna krem, putih, kuning pucat, serta sedikit warna merah muda. Kaus memiliki tampilan kasual dan sedikit oversized. Pria juga mengenakan celana panjang berwarna hitam atau abu-abu gelap dengan potongan santai.

Wanita berada di sisi kanan frame, duduk di kursi bar tinggi yang serupa dengan kursi pria. Posisi tubuh wanita sedikit menghadap ke kiri menuju pria. Kedua tangannya berada di bagian depan tubuh, dengan satu tangan diletakkan di atas tangan lainnya secara santai di sekitar paha. Kedua siku sedikit menekuk dan bahu rileks. Salah satu kaki wanita terlihat menyilang secara natural di depan kaki lainnya sehingga menghasilkan pose duduk yang anggun tetapi tetap santai.

Wanita mengenakan pakaian serba putih atau putih gading yang terdiri dari atasan lengan panjang dengan potongan longgar dan celana panjang berwarna putih. Bagian atasan memiliki detail kancing vertikal di bagian depan serta lipatan kain yang terlihat natural. Kain terlihat ringan dan sedikit berkerut akibat posisi duduk. Wanita juga mengenakan kain penutup berwarna krem muda atau putih gading yang membingkai bagian kepala dan jatuh secara natural melewati bahu serta sisi tubuh. Jangan mengubah desain dan karakter pakaian dari referensi.

Pose interaksi menjadi fokus utama. Wanita mengangkat salah satu tangannya dari posisi tubuh dan dengan lembut menyentuh bagian samping wajah pria menggunakan telapak atau ujung jarinya. Gerakan tangan harus terlihat sangat natural, seolah wanita sedang menggoda atau memberikan perhatian kecil kepada pria. Siku wanita sedikit terangkat, pergelangan tangan rileks, dan jari-jari mengikuti bentuk tangan secara alami. Pria merespons dengan sedikit memiringkan tubuh ke arah sentuhan tersebut dan mengarahkan pandangannya kepada wanita. Interaksi mereka harus terasa akrab, hangat, spontan, dan tidak dibuat-buat.

Wanita mengarahkan pandangannya kepada pria dengan ekspresi lembut dan penuh perhatian. Pria juga mengarahkan pandangannya kepada wanita dengan ekspresi santai dan sedikit tersenyum. Jangan membuat keduanya menatap lurus ke kamera. Buat interaksi mata dan gesture tubuh terasa seperti pasangan yang sedang bercanda atau berbicara secara pribadi.

Latar belakang berupa pemandangan kota dari tempat yang cukup tinggi pada malam hari. Hampir seluruh bagian atas frame dipenuhi langit malam yang sangat gelap, sementara pada bagian tengah dan bawah belakang terlihat hamparan lampu kota kecil yang tersebar luas mengikuti kontur perbukitan atau area perkotaan. Lampu-lampu tersebut tampak sebagai titik-titik cahaya kecil dengan tingkat kecerahan yang bervariasi. Jangan membuat kota terlihat terlalu tajam atau terlalu dekat.

Di belakang kedua orang terdapat pagar atau railing rooftop berwarna gelap. Pada railing terdapat rangkaian lampu kecil yang mengikuti garis horizontal dan membentuk garis cahaya memanjang. Di bagian bawah railing terlihat beberapa tanaman hijau dan area dekorasi sederhana. Tambahkan beberapa meja atau elemen rooftop di sisi kiri belakang, tetapi jangan sampai mengganggu fokus utama kedua orang.

Pertahankan suasana malam yang luas dengan langit hitam pekat dan pemandangan kota sebagai background. Namun pencahayaan pada kedua orang harus tetap cukup terang dan jelas. Gunakan pencahayaan netral atau sedikit dingin dari lampu rooftop, bukan cahaya kuning. Lampu dekorasi boleh tetap terlihat sebagai titik cahaya, tetapi jangan memberikan dominasi warna kuning atau oranye pada keseluruhan foto.

Gunakan white balance netral hingga sedikit dingin. Warna pakaian putih wanita harus tetap putih atau ivory yang bersih, bukan kuning. Warna kulit tetap natural. Warna hitam pada pakaian pria tetap gelap dan tidak berubah menjadi cokelat. Hindari color grading warm, golden tone, orange tone, atau efek sunset. Foto harus tetap terasa cerah pada area kedua orang meskipun latarnya adalah malam hari.

Gunakan komposisi vertikal full-body hingga sekitar tiga perempat tubuh dengan kedua orang terlihat jelas bersama kursi yang mereka duduki. Pria ditempatkan di kiri dan wanita di kanan. Sisakan ruang cukup luas di atas kepala mereka untuk menampilkan langit malam serta sebagian besar pemandangan kota di belakang. Kamera berada sedikit lebih jauh dari kedua orang dan kira-kira setinggi dada mereka.

Gunakan perspektif lensa wide-angle smartphone sekitar 24–26mm equivalent agar kedua orang, kursi, railing, dan pemandangan kota dapat masuk dalam satu frame. Distorsi wide-angle harus ringan dan natural, jangan membuat tubuh, tangan, kaki, atau wajah terlihat melebar secara berlebihan. Komposisi harus terasa seperti foto spontan yang diambil menggunakan kamera ponsel dari jarak dekat-menengah.

Jaga anatomi tubuh pria dan wanita tetap natural. Pastikan tangan yang menyentuh pria memiliki jumlah jari yang benar, jari tidak menyatu, tidak bengkok secara aneh, dan posisi pergelangan tangan terlihat masuk akal. Posisi kaki, lutut, siku, bahu, dan tangan harus mengikuti pose duduk yang benar-benar nyaman.

Jangan membuat pose terlihat kaku, jangan membuat keduanya berdiri tegak seperti foto formal, jangan membuat tangan menggantung secara tidak natural, dan jangan membuat interaksi terlihat seperti hasil AI. Pertahankan sedikit ketidaksempurnaan khas foto spontan, termasuk lipatan pakaian, posisi kain yang tidak terlalu sempurna, serta variasi kecil pada pencahayaan.

Detail kursi, railing, tanaman, pakaian, kain, lampu dekorasi, dan pemandangan kota harus memiliki tekstur alami. Jangan menambahkan efek cinematic, HDR berlebihan, glow berlebihan, bloom, beauty filter, skin smoothing, sharpening ekstrem, atau efek estetika tambahan.

Gambar di ambil seperti menggunakan kamera iPhone 14, kualitas resolusi agak rendah tidak terlalu HD, kontras rendah, bayangan lembut, tidak ada efek estetika tambahan, foto terlihat original tidak seperti di edit.

22. Buatkan gambar sesuai deskripsi yang saya berikan di bawah ini, gunakan wajah pria di atas untuk gambar yang saya deskripsikan di bawah ini, harus mirip 100% dengan foto wajah pria yang saya berikan di atas tanpa merubah sedikitpun karakteristik wajah pria tersebut.

Seorang pria sedang berdiri di depan wastafel kamar mandi modern sambil bercermin. Komposisi gambar menampilkan pria dari bagian belakang tubuh sekaligus pantulan dirinya pada cermin di depannya. Pria berada di area foreground dan sedikit condong ke arah wastafel, dengan posisi tubuh menghadap cermin sehingga bagian belakang tubuh dan sisi belakang bahunya terlihat jelas dari kamera.

Pria mengenakan jaket hitam oversized dengan potongan longgar. Pada bagian belakang jaket terdapat grafis besar bergaya garis abstrak berwarna putih kebiruan yang membentuk motif memanjang dan tidak beraturan. Di bagian lengan juga terdapat detail tulisan/grafis kecil berwarna putih. Jaket tampak sedikit tebal dan memiliki lipatan kain alami akibat posisi tubuh yang sedang bertumpu di wastafel. Ia juga membawa atau mengenakan tas hitam yang terlihat di area pinggang hingga sisi belakang tubuh, dengan bentuk kompak dan tali/strap berwarna hitam.

Bagian bawah tubuh mengenakan celana panjang berwarna cokelat muda atau taupe dengan potongan longgar. Celana memiliki lipatan alami pada bagian pinggang dan paha akibat posisi berdiri. Jangan membuat pakaian terlalu rapi atau seperti hasil pemotretan fashion; pertahankan kesan pakaian sehari-hari yang natural.

Pose pria harus terlihat santai dan natural. Kedua lengannya diarahkan ke depan menuju wastafel. Salah satu tangan berada dekat permukaan wastafel, sementara tangan lainnya juga berada di area depan tubuh dan sebagian tertutup oleh posisi badan. Tubuh sedikit membungkuk ke depan, dengan kedua bahu berada dalam posisi alami mengikuti arah pandangan ke cermin. Jangan membuat pose terlalu tegak, kaku, atau seperti sedang berpose formal.

Pada pantulan cermin, tampilkan pria yang sama sedang melihat dirinya sendiri namun dengan pakaian dan pose yang berbeda seolah seperti cermin tersebut menampilkan dirinya saat sudah sukses atau kaya. Pantulan memperlihatkan bagian tubuh dari sekitar dada hingga atas kepala, dengan posisi tubuh sedikit menghadap ke arah kiri kamera namun dengan badan tegak dan profesional. Ia menengenakan pakaian elegan dan rapi seperti dalaman kemeja formal berwarna putih di lengkapi dengan dasi berwarna hitam khas pekerja kantoran, di luar kemejanya ia mengenakan jas berwarna hitam yang elegan, memakai celana slimfit berwarna hitam, di tangan kananya ia mengenakan jam tangan rolex berwarna silver. Kedua tanganya terangkat dekat leher memegang dasi seolah merapikan dasi tersebut. Ekspresinya tenang dan tersenyum elegan seperti sedang memperhatikan pantulan dirinya sendiri di masa lalu. Tatapan diarahkan ke area cermin di depannya, bukan langsung ke kamera. Jangan membuat ekspresi tersenyum berlebihan atau ekspresi dramatis.

Jangan mendeskripsikan, mengubah, atau menambahkan detail apa pun mengenai rambut, bentuk kepala, atau karakteristik wajah selain menggunakan wajah pria dari foto referensi secara identik.

Lokasi berupa kamar mandi modern dengan nuansa minimalis dan dominasi warna abu-abu gelap. Dinding bagian atas berwarna abu-abu gelap dengan permukaan matte. Bagian bawah dinding menggunakan ubin kecil berbentuk persegi panjang dengan warna abu-abu muda keabu-abuan yang tersusun rapi secara horizontal. Di sisi kiri belakang terdapat panel dekoratif berupa grid/kisi-kisi hitam dengan pola kotak-kotak kecil. Area belakang juga memiliki beberapa bidang dinding gelap dan sebuah pintu atau panel vertikal berwarna hitam.

Cermin besar horizontal memenuhi sebagian besar dinding di atas wastafel. Cermin memiliki pantulan yang jelas tetapi tetap terlihat natural. Di dalam pantulan terlihat pria yang sama namun dengan pose yang berbeda seperti yang sudah saya jelaskan, wastafel, dinding, serta bagian interior kamar mandi.

Di bagian bawah cermin terdapat wastafel putih besar dengan bentuk modern dan permukaan yang bersih. Wastafel memanjang secara horizontal dan memiliki countertop putih. Terdapat keran berwarna silver/chrome dengan bentuk modern yang berada di area kanan-tengah wastafel. Di dekat keran terdapat dispenser sabun putih sederhana. Permukaan wastafel cukup luas dan sebagian besar tetap terlihat bersih serta minimalis.

Kamera berada di belakang pria dengan jarak dekat hingga menengah, menggunakan framing vertikal seperti foto smartphone. Sudut kamera sedikit berada di belakang dan agak ke kiri pria sehingga tubuh bagian belakang mendominasi foreground, sementara pantulan pada cermin menjadi elemen utama kedua dalam komposisi. Gunakan perspektif wide-angle ringan khas kamera smartphone, tetapi jangan sampai distorsi ekstrem. Jika diperlukan, gunakan lensa wide-angle sekitar 24–28 mm equivalent agar seluruh tubuh bagian atas, wastafel, dan cermin dapat masuk secara natural ke dalam frame.

Komposisi harus mempertahankan hubungan ukuran antara pria, wastafel, cermin, dan ruangan seperti foto referensi. Pria berada cukup dekat dengan kamera sehingga tubuhnya terlihat besar di foreground, sementara pantulan pria terlihat lebih kecil di dalam cermin. Jangan mengubah perspektif menjadi foto studio atau portrait close-up.

Pencahayaan berasal dari lampu kamar mandi yang terang dan tersebar secara merata. Gunakan pencahayaan netral hingga sedikit dingin, dominan putih, tanpa rona kuning atau warm lighting. Area wajah pada pantulan tetap terang dan terlihat jelas, sementara bayangan pada jaket dan bagian tubuh belakang tetap lembut. Hindari highlight berlebihan, flare, glow, atau efek sinematik. Dinding dan interior harus tetap terlihat jelas meskipun suasana ruangan memiliki warna gelap.

Pertahankan tekstur nyata pada pakaian, ubin, kaca cermin, countertop, dan permukaan wastafel. Tambahkan lipatan kain yang natural, sedikit ketidaksempurnaan pencahayaan, serta detail fotografi smartphone agar gambar tidak terlihat seperti render 3D atau hasil AI. Tidak perlu membuat gambar terlalu tajam; detail tetap realistis tetapi memiliki sedikit softness khas kamera ponsel.

Buat hasil akhir dalam rasio vertikal 4:5 atau mendekati komposisi foto referensi. Jangan menambahkan orang lain, dekorasi berlebihan, tanaman, neon, tulisan tambahan, filter, atau elemen yang tidak terdapat dalam deskripsi. Jangan mengubah warna pakaian, bentuk wastafel, susunan ruangan, maupun posisi pria secara signifikan.

Gambar diambil seperti menggunakan kamera iPhone 14, kualitas resolusi agak rendah tidak terlalu HD, kontras rendah, bayangan lembut, tidak ada efek estetika tambahan, foto terlihat original tidak seperti di edit. Hasil harus terlihat seperti foto spontan yang benar-benar diambil menggunakan kamera smartphone, dengan pencahayaan cerah dan netral, tanpa pencahayaan hangat ataupun kuning.

23. Buatkan gambar sesuai deskripsi yang saya berikan di bawah ini, gunakan wajah pria dan wanita di atas untuk gambar yang saya deskripsikan di bawah ini, harus mirip 100% dengan foto wajah pria dan wanita yang saya berikan di atas tanpa merubah sedikitpun karakteristik wajah pria dan wanita tersebut.

Buat sebuah foto realistis yang menampilkan seorang pria dan seorang wanita sedang berada di area wisata alam berkabut dengan pepohonan besar dan sebuah bangku kayu panjang. Komposisi foto vertikal memperlihatkan lingkungan alam secara luas, sementara pria dan wanita menjadi objek utama yang berada di bagian bawah-tengah frame.

PRIA:
Pria duduk di sisi kiri bangku kayu panjang dengan posisi tubuh tegak tetapi santai. Kedua kaki mengarah ke depan dan sedikit terbuka secara natural. Kedua telapak kaki berada di tanah. Kedua tangan berada di sekitar area paha dan pinggang, dengan satu tangan memegang atau menyentuh bagian depan celana dan tangan lainnya berada dekat sisi paha.

Tubuh pria sedikit diputar ke arah wanita di sebelah kanannya. Bahu dan dada tidak sepenuhnya menghadap kamera, melainkan sedikit mengarah kepada wanita. Arah pandangan pria juga tertuju kepada wanita sehingga terlihat seperti sedang memperhatikan percakapan atau interaksi di antara mereka.

Pria mengenakan hoodie berwarna abu-abu muda dengan model kasual dan agak longgar. Pada bagian depan hoodie terdapat tulisan besar berwarna gelap yang membentuk beberapa huruf kapital, terlihat jelas di area dada. Hoodie memiliki tali pada bagian leher dan lipatan kain natural di sekitar dada, perut, serta siku.

Pria mengenakan celana jeans berwarna biru dengan potongan longgar. Celana memiliki lipatan natural pada bagian paha dan lutut karena posisi duduk. Ia memakai sepatu kasual berwarna gelap dengan bagian sol yang terlihat ketika kedua kaki menyentuh tanah.

Jangan mendeskripsikan, mengubah, atau menambahkan detail mengenai rambut, kepala, atau karakteristik wajah pria. Gunakan wajah pria dari foto referensi secara sangat konsisten.

WANITA:
Wanita berdiri di sisi kanan pria, tepat di samping bangku. Tubuh wanita sedikit menghadap ke arah pria. Salah satu kakinya berada sedikit di depan kaki lainnya sehingga menghasilkan pose berdiri yang santai dan natural.

Salah satu tangan wanita berada di dekat sisi wajahnya, dengan jari-jari menyentuh lembut area samping wajah atau pipi. Lengan tersebut ditekuk dengan siku mengarah ke bawah. Tangan lainnya berada di area depan tubuh atau dekat tas kecil yang dikenakan di sisi tubuh.

Wanita terlihat sedang memperhatikan pria. Arah tubuh, bahu, dan pandangannya sedikit mengarah kepada pria, menciptakan interaksi yang natural tanpa terlihat seperti pose formal.

Wanita mengenakan outer atau cardigan berwarna putih dengan potongan kasual. Di bagian dalam terdapat pakaian berwarna hijau tua atau hijau gelap dengan detail putih pada bagian depan. Pakaian memiliki beberapa lapisan sehingga terlihat seperti outfit outdoor yang nyaman.

Wanita mengenakan hijab pashmina longgar berwarna cream tua, celana kain panjang berwarna putih dengan gaya potongan cut-bray. Celana memiliki lipatan natural di area lutut dan bagian bawah karena posisi berdiri. Ia memakai sepatu berwarna putih yang terlihat sebagian di bagian bawah celana.

Wanita membawa tas kecil berwarna krem/beige yang dikenakan menyilang pada tubuh. Tas berada di sisi kanan bawah tubuh dekat area pinggang hingga paha, dengan strap tipis yang melintang dari bahu menuju sisi tubuh.

Jangan mendeskripsikan, mengubah, atau menambahkan detail mengenai rambut, kepala, atau karakteristik wajah wanita. Gunakan wajah wanita dari foto referensi secara sangat konsisten.

INTERAKSI DAN POSE:
Pertahankan hubungan posisi pria dan wanita seperti pada referensi. Pria berada dalam posisi duduk di sebelah kiri, sementara wanita berdiri sangat dekat di sebelah kanan bangku.

Wanita sedikit mencondongkan tubuh ke arah pria. Salah satu tangannya terangkat ke area samping wajah, sedangkan pria duduk sambil memutar tubuh dan pandangannya ke arah wanita.

Pose harus terasa spontan dan tidak kaku, seperti dua orang yang sedang beristirahat di tempat wisata alam. Jangan membuat keduanya menghadap kamera secara simetris. Jangan membuat tangan atau kaki berada dalam posisi seperti pose studio.

Pastikan anatomi tangan dan kaki realistis. Jangan menghasilkan jari tambahan, tangan ganda, kaki tambahan, atau anggota tubuh yang menyatu. Lipatan pakaian harus mengikuti posisi tubuh masing-masing.

LATAR DAN LINGKUNGAN:
Lokasi berada di area wisata alam berupa kawasan hutan pegunungan atau taman alam yang memiliki banyak pohon besar dengan batang berwarna gelap dan bentuk batang yang tidak beraturan.

Pepohonan memiliki banyak cabang besar yang melengkung dan menyebar ke berbagai arah. Kanopi daun memenuhi sebagian besar area bagian atas foto. Daunnya berwarna hijau alami dengan tingkat kepadatan yang bervariasi. Beberapa cabang terlihat jelas sebagai siluet gelap di antara dedaunan.

Di belakang pria dan wanita terdapat pagar kayu rustic berwarna cokelat tua yang memanjang secara horizontal mengikuti jalur atau tepian area wisata. Pagar terdiri dari tiang-tiang kayu vertikal dengan balok horizontal yang menghubungkannya.

Terdapat bangku kayu panjang berwarna cokelat tua di belakang dan di bawah posisi wanita. Bangku dibuat dari papan kayu tebal dengan struktur penyangga sederhana. Pria duduk di salah satu bagian bangku tersebut.

Tanah di sekitar bangku berupa permukaan alami yang tidak sepenuhnya rata, terdiri dari tanah, batu kecil, daun kering, dan serpihan dedaunan. Area foreground memiliki tekstur alami yang terlihat jelas.

Di kejauhan, di antara pepohonan, terdapat pemandangan pegunungan atau lembah yang tertutup kabut putih keabu-abuan. Kabut membuat objek di kejauhan terlihat samar dan memberikan kedalaman pada foto. Jangan membuat kabut terlalu tebal sampai menutupi pria dan wanita.

LANGIT DAN SUASANA:
Bagian atas frame dipenuhi pepohonan sehingga langit hanya terlihat sebagai area putih keabu-abuan yang samar di sela-sela cabang dan daun. Kondisi cuaca terlihat mendung atau berkabut, tetapi lingkungan tetap cukup terang.

Jangan membuat suasana menjadi gelap atau menyeramkan. Pertahankan nuansa outdoor yang tenang, sejuk, cerah lembut, dan natural.

KOMPOSISI KAMERA:
Gunakan framing vertikal dengan komposisi yang cukup luas. Pria dan wanita ditempatkan di bagian bawah-tengah frame, sementara sebagian besar area atas digunakan untuk menampilkan batang pohon, cabang, dan kanopi.

Kamera berada pada posisi sedikit jauh dari kedua karakter sehingga lingkungan alam menjadi bagian penting dari foto. Jangan menggunakan close-up.

Gunakan lensa wide-angle ringan sekitar 24–28 mm equivalent seperti kamera smartphone agar pepohonan besar, bangku, pagar, kedua orang, dan pemandangan kabut dapat masuk dalam satu frame.

Perspektif wide-angle harus terasa natural, memberikan kesan ruang yang luas tanpa membuat tubuh pria atau wanita terdistorsi. Jangan menggunakan efek fisheye.

Pertahankan proporsi ukuran pria dan wanita terhadap bangku, pagar, dan pohon agar terlihat realistis. Jangan memperbesar kedua karakter secara berlebihan.

PENCAHAYAAN:
Gunakan pencahayaan outdoor yang terang tetapi lembut karena kondisi mendung dan berkabut. Cahaya tersebar merata melalui awan sehingga tidak menghasilkan bayangan keras.

Warna cahaya harus netral atau sedikit dingin. Jangan menggunakan pencahayaan warm, kuning, oranye, golden hour, sunset, atau efek cahaya keemasan.

Wajah pada kedua orang tetap harus terlihat jelas dan terang. Pakaian abu-abu, putih, hijau, dan biru harus mempertahankan warna naturalnya.

Bayangan di bawah bangku, kaki, dan pepohonan harus lembut serta sesuai dengan kondisi cahaya mendung. Jangan menggunakan cinematic lighting, dramatic lighting, glow, bloom, lens flare, HDR berlebihan, atau color grading.

REALISME FOTO:
Buat tekstur pepohonan, kulit kayu, daun, tanah, batu kecil, pagar, dan bangku terlihat realistis. Tambahkan sedikit ketidaksempurnaan alami seperti daun yang tidak seragam, tekstur tanah, serta variasi warna hijau.

Pakaian harus memiliki tekstur kain nyata dan lipatan yang mengikuti posisi tubuh. Jangan membuat pakaian terlihat seperti hasil render 3D.

Pertahankan identitas pria dan wanita dari foto referensi dengan sangat konsisten, tetapi jangan mengubah karakteristik wajah mereka. Jangan menambahkan orang lain, kendaraan, bangunan modern, atau dekorasi yang tidak ada dalam deskripsi.

Gambar diambil seperti menggunakan kamera iPhone 14, kualitas resolusi agak rendah tidak terlalu HD, kontras rendah, bayangan lembut, tidak ada efek estetika tambahan, foto terlihat original tidak seperti di edit. Gunakan pencahayaan yang cerah, bersih, netral hingga sedikit dingin, tanpa pencahayaan hangat ataupun kuning. Hasil akhir harus terlihat seperti foto smartphone asli yang spontan diambil di tempat wisata alam berkabut, bukan foto studio, bukan render 3D, dan bukan gambar dengan filter estetika.

24. Buatkan gambar sesuai deskripsi yang saya berikan di bawah ini, gunakan wajah wanita di atas untuk gambar yang saya deskripsikan di bawah ini, harus mirip 100% dengan foto wajah wanita yang saya berikan di atas tanpa merubah sedikitpun karakteristik dan identitas wajah wanita tersebut. Pertahankan identitas visual wanita dari foto referensi secara konsisten, jangan mengganti orangnya atau membuat wajah generik.

Buat sebuah foto realistis seorang wanita sedang duduk santai di sebuah restoran atau kafe indoor yang modern dan nyaman. Komposisi foto berorientasi vertikal dan menampilkan wanita dari bagian kepala hingga sebagian besar tubuh dan kaki, dengan posisi duduk natural di sebuah kursi berwarna hitam.

WANITA:
Wanita duduk di sisi kanan frame dengan tubuh sedikit menyamping, menghadap ke arah kiri frame. Posisi tubuh rileks dan tidak tegak secara kaku.

Wanita mengenakan pakaian bernuansa krem muda dan putih. Ia memakai atasan lengan panjang berwarna kuning pucat atau krem sangat muda dengan tekstur kain yang terlihat lembut, sedikit berkerut, dan memiliki lipatan natural pada bagian lengan, bahu, dada, serta pinggang.

Di bagian bawah terlihat celana panjang berwarna putih atau krem muda dengan potongan longgar dan nyaman. Celana mengikuti posisi duduk secara natural dan memiliki beberapa lipatan kain di area paha dan lutut.

Wanita mengenakan hijab pashmina berwarna beige atau krem muda yang membungkus area kepala dan leher secara rapi. Jangan mendeskripsikan rambut, gaya rambut, bentuk kepala, atau karakteristik kepala lainnya.

Terdapat sebuah tas kecil dengan tali rantai berwarna emas yang dikenakan menyilang dari area bahu menuju sisi tubuh. Tali tas terlihat melewati bagian depan pakaian secara diagonal dan memiliki detail metalik yang halus.

POSE:
Wanita duduk dengan punggung bersandar secara ringan pada kursi. Kedua bahu rileks.

Kedua tangan berada di bagian depan tubuh dan memegang sebuah buket bunga yang cukup besar. Kedua tangan saling bertumpuk secara natural di bagian bawah buket. Jari-jari terlihat rileks dan tidak dibuat terlalu sempurna seperti pose model.

Buket bunga diletakkan di depan dada hingga area perut wanita dan menjadi salah satu elemen utama dalam foto. Posisi buket sedikit miring ke arah kiri frame.

Wanita sedikit memiringkan bagian atas tubuh ke arah buket dan kamera, tetapi tetap mempertahankan posisi duduk yang santai.

Kaki berada di bawah meja dan sebagian area celana terlihat di bagian bawah frame. Jangan membuat kaki atau tubuh berada dalam posisi yang tidak masuk akal.

EKSPRESI:
Wanita mengarahkan pandangan ke arah kiri frame, bukan langsung ke kamera.

Ekspresinya playful dan lembut, dengan bibir sedikit mengerucut seperti sedang melakukan ekspresi pout ringan. Ekspresi harus terlihat spontan dan natural, bukan ekspresi berlebihan.

Jangan membuat ekspresi terlalu dramatis. Pertahankan kesan seperti seseorang yang sedang bercanda ringan ketika difoto oleh orang lain.

Jangan menjelaskan bentuk, ukuran, struktur, atau detail wajah. Gunakan wajah wanita dari foto referensi secara konsisten.

BUKET BUNGA:
Wanita memegang buket bunga besar yang dibungkus dengan kertas kraft/cokelat muda bertekstur kasar.

Buket berisi banyak bunga dengan warna yang beragam dan cerah, terutama pink, merah muda, kuning, putih, oranye, serta sedikit warna hijau dari daun dan batang.

Terlihat beberapa bunga berbentuk seperti lily atau bunga tropis berwarna pink, bunga kuning kecil, bunga putih kecil, bunga merah muda, serta beberapa bunga berwarna putih kebiruan.

Buket dibuat padat dan terlihat segar, dengan daun hijau dan ranting kecil yang mengisi ruang di antara bunga.

Bagian bawah buket dibungkus rapat menggunakan kertas kraft berwarna cokelat muda. Terdapat label hitam kecil yang terpasang pada bagian depan pembungkus buket dengan tulisan dekoratif berwarna putih. Jangan memaksakan teks kecil agar terbaca sempurna; yang penting bentuk label dan keberadaannya terlihat natural.

LATAR RESTORAN:
Wanita berada di sebuah restoran atau kafe indoor dengan desain modern.

Di belakang wanita terdapat jendela besar dengan frame hitam yang tersusun dalam beberapa panel persegi panjang. Kaca jendela memperlihatkan bagian luar atau bangunan di seberang dengan nuansa kebiruan.

Bagian dinding di sebelah kanan memiliki kombinasi panel kayu berwarna cokelat tua dan garis-garis horizontal gelap. Di bagian atas terdapat bidang dinding berwarna putih atau krem terang dengan frame hitam.

Di sisi kiri bawah frame terlihat bagian meja berwarna putih atau krem muda. Permukaan meja bersih dan sederhana, dengan sebuah benda kecil tipis yang tergeletak di dekat tepi meja.

Kursi tempat wanita duduk berwarna hitam atau sangat gelap dengan sandaran tinggi yang terlihat di belakang tubuhnya.

Suasana restoran harus terlihat nyaman, bersih, modern, dan sederhana. Jangan menambahkan terlalu banyak dekorasi.

KOMPOSISI:
Gunakan framing vertikal dengan komposisi seperti foto smartphone yang diambil dari jarak dekat.

Wanita menjadi fokus utama dan ditempatkan di sisi kanan hingga tengah frame. Buket bunga memenuhi bagian tengah-kiri frame.

Kamera berada sedikit di depan dan agak ke kiri wanita, sehingga terlihat sisi tubuh wanita sekaligus bagian depan buket.

Gunakan perspektif smartphone yang natural dengan focal length sekitar 26–28 mm equivalent. Jangan menggunakan fisheye dan jangan membuat distorsi wide-angle berlebihan.

Jika menggunakan efek wide-angle, buat hanya ringan sehingga lingkungan restoran dan buket terlihat cukup luas, sementara proporsi tubuh wanita tetap natural.

Kamera berada kira-kira setinggi dada wanita saat duduk dan sedikit diarahkan ke bawah agar posisi tangan, buket, dan pakaian dapat terlihat jelas.

Jangan melakukan crop pada bagian penting tubuh, buket, atau pakaian.

PENCAHAYAAN:
Gunakan pencahayaan indoor yang terang, bersih, dan natural.

Cahaya utama berasal dari area jendela besar di belakang/samping sehingga ruangan terlihat terang dan wajah serta pakaian wanita tetap mendapatkan pencahayaan yang cukup.

Warna cahaya harus netral dan sedikit dingin. Jangan menggunakan cahaya kuning atau warm tone yang dominan.

Hindari efek golden hour, lampu tungsten kuning, pencahayaan oranye, cinematic lighting, dramatic lighting, glow, bloom, lens flare, HDR berlebihan, beauty filter, atau color grading.

Buat warna putih pada pakaian tetap terlihat putih/krem alami dan tidak berubah menjadi kuning.

REALISME:
Pertahankan tekstur kain pakaian, tekstur hijab, kertas kraft buket, kelopak bunga, daun, meja, kaca jendela, panel kayu, dan kursi.

Buat lipatan pakaian mengikuti posisi duduk dan gerakan tubuh secara realistis.

Pastikan kedua tangan memiliki anatomi yang benar dengan jumlah jari yang normal. Jangan menghasilkan jari tambahan, tangan ganda, lengan tambahan, tubuh menyatu, atau bentuk anggota tubuh yang tidak wajar.

Buket harus benar-benar berada di dalam genggaman wanita dan memiliki hubungan perspektif yang benar dengan tubuhnya.

Jangan membuat buket terlihat seperti objek 3D atau terlalu sempurna. Pertahankan sedikit ketidakteraturan alami pada susunan bunga.

Jangan menambahkan orang lain sebagai karakter utama. Jika ada pantulan samar atau orang jauh di luar jendela, buat sangat tidak dominan dan tidak menjadi fokus.

HASIL FOTOGRAFI:
Foto harus terlihat seperti dokumentasi pribadi yang spontan di restoran, bukan foto studio atau pemotretan profesional.

Pertahankan sedikit kelembutan detail khas kamera smartphone. Jangan membuat gambar terlalu tajam, terlalu bersih, atau terlalu sempurna.

Gambar diambil seperti menggunakan kamera iPhone 14, kualitas resolusi agak rendah tidak terlalu HD, kontras rendah, bayangan lembut, tidak ada efek estetika tambahan, foto terlihat original tidak seperti di edit. Pencahayaan harus cerah, bersih, netral hingga sedikit dingin, tanpa pencahayaan hangat ataupun kuning yang mendominasi. Hasil akhir harus terlihat seperti foto asli dari kamera smartphone, natural, spontan, realistis, dan tidak seperti hasil edit atau render digital.

25. Last prompt brayy, lanjut besok yaa, staytune🥰🫰🏻

Prompt:
Buatkan gambar sesuai deskripsi yang saya berikan di bawah ini, gunakan wajah pria dan wanita pada foto referensi di atas untuk gambar yang saya deskripsikan di bawah ini, harus mirip 100% dengan foto wajah pria dan wanita yang saya berikan di atas tanpa mengubah sedikitpun identitas dan karakter wajah keduanya.

Buat sebuah kolase foto vertikal 9:16 bertema movie date di bioskop, dengan tampilan seperti kumpulan foto spontan dari satu perjalanan menonton film. Kolase terdiri dari empat panel/foto utama yang tersusun dalam layout 2×2, dengan dekorasi bertema film dan superhero di antara serta di sekitar panel. Jangan menggabungkan keempat panel menjadi satu adegan; masing-masing panel harus mempertahankan sudut kamera, pose, dan aktivitasnya sendiri seperti pada referensi.

Panel kiri atas:
Seorang wanita dan seorang pria sedang berdiri berdampingan di depan cermin besar di area bioskop. Wanita berada di sisi kiri dan pria di sisi kanan. Keduanya berdiri cukup dekat. Wanita memegang smartphone dengan salah satu tangan di depan tubuh, mengarahkannya ke cermin untuk mengambil mirror selfie. Tangan lainnya turun ke samping sambil memegang sebuah tas kecil berwarna krem/cokelat muda dengan pegangan pendek. Wanita mengenakan hihjab pashmina berwarna cream, atasan lengan panjang warna merah marun, celana jeans biru muda dengan potongan longgar, serta alas kaki kasual berwarna terang. Pria berdiri di sebelahnya dengan tubuh tegak dan santai, mengenakan atasan polo atau kemeja kasual warna cokelat tua dan celana panjang hitam, dengan alas kaki putih. Salah satu tangan pria memegang gelas minuman plastik kecil di depan bagian perut, sedangkan tangan lainnya berada dekat sisi tubuh. Keduanya berpose natural seperti pasangan atau teman yang sedang bersiap masuk menonton film. Pertahankan jarak antar tubuh, posisi tangan, arah tubuh, proporsi pakaian, dan komposisi mirror selfie secara akurat.

Panel kanan atas:
Seorang wanita berdiri sendirian di area bioskop, terlihat dari arah belakang dan sedikit menyamping. Tubuhnya menghadap ke arah dinding/poster film, bukan ke kamera. Ia mengenakan hijab pashmina berwarna cream, atasan lengan panjang warna merah marun dan celana jeans biru. Penutup tubuh berwarna abu-abu muda terlihat menjuntai hingga bagian punggung. Kedua lengannya berada rileks di sisi tubuh. Posisi tubuh dibuat santai, seolah sedang berdiri melihat poster film yang terpajang di dinding. Kamera berada beberapa langkah di belakangnya dengan framing dari bagian atas tubuh hingga sekitar paha. Jangan membuatnya menoleh ke kamera.

Panel kiri bawah:
Seorang pria berdiri sendirian di depan poster film yang terpasang pada dinding bioskop. Pria membelakangi kamera dan sedikit menghadap ke arah poster di depannya. Ia mengenakan atasan kasual warna cokelat tua dan celana panjang hitam. Salah satu lengannya berada rileks di sisi tubuh, sementara tangan lainnya juga turun secara natural. Pose harus terlihat seperti seseorang yang sedang memperhatikan poster film sebelum masuk studio. Kamera mengambil gambar dari belakang dengan framing tubuh dari bagian kepala hingga sekitar lutut/bagian bawah tubuh. Poster film berada jelas di depan pria dan menjadi bagian penting dari komposisi.

Panel kanan bawah:
Buat foto POV dari sudut pandang seseorang yang sedang berdiri atau duduk melihat ke bawah, sehingga kamera mengarah ke lantai bioskop. Terlihat dua kaki menggunakan celana panjang biru/abu-abu dan sepatu kasual berwarna terang berada di bagian bawah frame. Di bagian tengah foto terdapat beberapa tiket bioskop kertas yang sedang dipegang dengan satu tangan. Tiket terlihat bertumpuk/berdekatan dan memiliki tulisan serta informasi pemesanan bioskop. Posisi tangan dan tiket harus terlihat natural, seperti baru saja mengambil foto tiket sebelum masuk studio. Lantai menggunakan karpet bioskop bermotif geometris dengan pola garis dan bentuk abstrak berwarna gelap. Di sisi kanan atas panel terlihat sebagian kaki orang lain dengan celana hitam dan sepatu putih, seolah ada orang yang berdiri berdekatan. Gunakan perspektif wide-angle smartphone sehingga objek yang lebih dekat dengan kamera memiliki distorsi perspektif alami.

Lingkungan keseluruhan:
Semua panel berada di dalam area bioskop dengan dinding berwarna abu-abu/beige, bingkai poster film berwarna cokelat tua, serta lantai karpet bermotif geometris. Poster film superhero terlihat berulang pada beberapa bagian dinding. Tambahkan nuansa dekorasi scrapbook bertema bioskop: ilustrasi jaring laba-laba merah di pojok kiri atas, karakter superhero laba-laba yang digantung di bagian atas tengah, tulisan besar “MOVIE” dengan huruf warna-warni di bagian tengah kolase, ikon wajah superhero laba-laba, ilustrasi clapperboard film di kiri bawah area tengah, gulungan film, serta ilustrasi popcorn bergaris merah-putih di sisi kanan. Dekorasi tersebut terlihat seperti stiker scrapbook yang ditempel di atas kolase, bukan benda nyata di lokasi.

Pertahankan layout kolase 2×2, ukuran masing-masing panel, pembagian vertikal dan horizontal, serta posisi dekorasi seperti referensi. Jangan mengubahnya menjadi satu foto tunggal. Setiap panel harus terlihat seperti foto berbeda yang diambil pada momen berbeda dalam kunjungan bioskop yang sama.

Warna keseluruhan harus cerah, netral, dan bersih, dengan white balance netral. Jangan menggunakan pencahayaan warm, yellow, orange, golden-hour, atau tone kekuningan. Gunakan pencahayaan indoor bioskop yang terang dan lembut, dengan bayangan yang tidak terlalu keras. Hindari efek cinematic berlebihan, HDR berlebihan, glow, bloom, beauty filter, skin smoothing, atau efek AI. Pertahankan sedikit ketidaksempurnaan khas foto smartphone agar kolase terasa spontan dan natural.

Jangan menambahkan orang yang tidak diperlukan, jangan mengubah gender karakter, jangan mengubah pakaian, jangan mengubah posisi tubuh dan tangan, jangan membuat pose kaku, jangan menghilangkan tiket, tas, minuman, poster, atau dekorasi scrapbook. Prioritaskan kemiripan identitas pria dan wanita berdasarkan foto referensi, sekaligus mempertahankan struktur kolase dan setiap pose sesuai deskripsi.

Gambar di ambil seperti menggunakan kamera iPhone 14, kualitas resolusi agak rendah tidak terlalu HD, kontras rendah, bayangan lembut, tidak ada efek estetika tambahan, foto terlihat original tidak seperti di edit.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Kritik dan saran yang membangun 😂