Buat sebuah foto seorang pria sedang berdiri santai di area gardu pandang pegunungan, dengan komposisi foto vertikal dan memperlihatkan tubuh pria hampir seluruhnya dari bagian atas hingga sepatu.
Pria berdiri di bagian tengah-bawah frame dengan posisi tubuh sedikit miring/condong ke arah kanan gambar, menciptakan pose santai dan tidak formal. Salah satu bahunya sedikit lebih rendah daripada bahu lainnya sehingga postur terlihat natural. Salah satu tangan dimasukkan ke dalam saku celana, sementara tangan lainnya berada di bagian depan tubuh dekat paha, dengan siku sedikit menekuk dan jari-jari dalam posisi rileks. Jangan membuat kedua tangan terlalu kaku atau simetris.
Berat tubuh pria bertumpu lebih dominan pada salah satu kaki, sementara kaki lainnya sedikit menyilang/bergeser ke samping. Kedua kaki tetap berada di atas permukaan jalan berbatu. Pose keseluruhan harus terlihat seperti seseorang sedang berhenti sebentar untuk berfoto di tempat wisata, bukan pose model profesional.
Pria mengenakan kaus oversized berwarna hitam dengan grafis besar berwarna putih pada bagian dada. Grafis tersebut memiliki desain bergaya emblem otomotif/motor klasik, terdiri dari ilustrasi sayap, ornamen, tulisan dekoratif, dan elemen melingkar di bagian tengah. Kaus jatuh longgar pada tubuh dan bagian lengan pendek terlihat sedikit lebar.
Pria mengenakan celana panjang hitam longgar dengan potongan santai. Di bagian kaki, gunakan sepatu sneakers hitam-putih dengan bagian upper dominan hitam, detail putih pada sisi dan bagian depan, serta sol berwarna putih. Gunakan aksesori kalung rantai tipis berwarna perak, jam tangan dengan strap gelap pada salah satu pergelangan tangan, dan cincin sederhana pada salah satu jari. Pada salah satu lengan terlihat tato dengan pola hitam yang memanjang dari area lengan bawah menuju bagian atas lengan.
Pria juga menggunakan topi berwarna abu-abu muda dan kacamata hitam, tetapi jangan mendeskripsikan rambut, bentuk kepala, atau detail wajah. Aksesori tersebut harus mengikuti referensi tanpa mengubah identitas pria.
Lokasi berada di gardu pandang atau jalur wisata pegunungan dengan pemandangan alam yang sangat luas. Di belakang pria terlihat lembah yang dipenuhi lapisan kabut atau awan putih tebal. Di kejauhan terdapat beberapa gunung besar berwarna biru keabu-abuan yang muncul dari balik lautan awan. Gunung utama berada di area tengah-atas background, dengan bentuk kerucut yang cukup jelas, sementara beberapa gunung lain terlihat lebih jauh di sisi kanan. Langit sangat luas dan berwarna biru cerah dengan awan putih tipis yang tersebar secara natural.
Bagian kanan dan bawah background dipenuhi vegetasi hijau berupa pepohonan, semak, dan tanaman pegunungan. Di sisi kiri dan kanan pria terdapat pagar pengaman besi berwarna merah tua/cokelat, dengan tiang-tiang vertikal dan batang horizontal yang mengikuti jalur gardu pandang. Beberapa bagian pagar terlihat memiliki tekstur dan sedikit tanda penggunaan/cuaca. Di belakang pagar terdapat lereng yang ditumbuhi tanaman.
Permukaan tempat pria berdiri berupa jalan atau lantai dari batu paving berwarna abu-abu gelap, dengan pola kotak-kotak tidak terlalu sempurna. Beberapa bagian permukaan terlihat sedikit tidak rata dan memiliki tekstur alami. Buat lingkungan terasa seperti tempat wisata pegunungan yang benar-benar digunakan pengunjung.
Komposisi menggunakan format vertikal 9:16, dengan pria ditempatkan di area tengah namun sedikit ke kiri dari pusat frame. Sisakan ruang yang cukup luas di bagian atas untuk memperlihatkan langit biru, awan, gunung, dan lautan kabut. Jangan melakukan crop terlalu dekat pada tubuh; sepatu harus tetap terlihat seluruhnya. Pemandangan gunung dan awan menjadi bagian penting dari komposisi.
Gunakan perspektif wide-angle ringan, seperti kamera smartphone yang mengambil foto landscape portrait di tempat wisata. Wide-angle harus cukup untuk menangkap tubuh pria secara utuh sekaligus memperlihatkan bentang alam yang luas di belakangnya, tetapi jangan sampai membuat tubuh, tangan, kaki, atau sepatu mengalami distorsi berlebihan. Kamera berada kira-kira setinggi dada hingga pinggang pria dan diarahkan sedikit ke atas sehingga langit dan pegunungan mendapatkan ruang yang besar dalam frame.
Pencahayaan harus sangat cerah, bersih, dan netral seperti siang hari, dengan cahaya alami yang kuat tetapi tetap lembut. Jangan memberikan warna kuning, warm tone, orange, golden hour, atau sunset. Langit harus biru cerah, awan putih bersih, tanaman hijau terlihat natural, dan warna pakaian hitam tetap jelas tanpa berubah menjadi abu-abu. Bayangan pada tubuh dan lantai dibuat lembut serta tidak terlalu pekat.
Pertahankan detail lingkungan seperti tekstur paving, pagar besi, dedaunan, kabut, lapisan awan, gunung, dan langit. Jangan menambahkan filter, cinematic color grading, glow, HDR berlebihan, efek blur buatan, efek beauty, atau efek estetika tambahan. Jangan membuat pose terlalu sempurna; pertahankan sedikit kemiringan tubuh dan posisi kaki yang natural seperti foto spontan saat liburan.
Gambar diambil dari samping seperti menggunakan kamera iPhone 14, kualitas resolusi agak rendah tidak terlalu HD, kontras rendah, bayangan lembut, tidak ada efek estetika tambahan, foto terlihat original tidak seperti di edit, rasio foto 3:4.
[9/8, 21.38] null: Buatkan gambar sesuai deskripsi yang saya berikan di bawah ini, gunakan wajah wanita di atas untuk gambar yang saya deskripsikan di bawah ini, harus mirip 100% dengan foto wajah wanita yang saya berikan di atas tanpa merubah sedikitpun dari wajah wanita di atas.
Seorang wanita berdiri sendirian dalam pose full-body di dalam sebuah ruang interior bergaya galeri atau ruang pamer modern. Posisi tubuh sedikit mengarah menyerong ke arah kamera, dengan postur terlihat sedikit melengkung. kedua tangan terlihat menekuk memegang pinggang khas gaya gen-z kekinian. Berat badan bertumpu lebih banyak pada satu kaki, sementara kaki lainnya sedikit bergeser menekuk dan menyilang ringan ke arah depan sehingga pose terlihat santai, tidak kaku, dan seperti foto candid. Kedua kaki tetap terlihat jelas sampai sepatu.
Tangan kiri wanita dibiarkan turun secara natural di samping tubuh dengan siku sedikit rileks dan jari-jari tangan tidak mengepal. Tangan kanan juga berada di sisi tubuh, sedikit menjauh dari badan dengan siku yang rileks dan telapak tangan mengarah natural ke bawah. Bahu tidak dibuat terlalu tegak; biarkan posisi bahu sedikit tidak simetris mengikuti pose berdiri santai.
Wanita mengenakan outfit modest casual dengan nuansa warna netral. Bagian atas berupa sweatshirt atau sweater oversized berwarna beige muda/cream, potongannya longgar dengan bagian bawah pakaian berhenti di sekitar area pinggang hingga sedikit di atas pinggul. Pada bagian depan sweatshirt terdapat tulisan hitam besar bergaya tipografi vintage/casual yang tersusun dalam beberapa baris. Lengan sweatshirt panjang dan longgar sampai mendekati pergelangan tangan.
Wanita mengenakan celana panjang hitam dengan potongan sangat longgar dan oversized, memiliki volume kain yang cukup besar pada bagian paha hingga bagian bawah sehingga menghasilkan siluet wide-leg/baggy. Celana jatuh natural dan sedikit menumpuk di sekitar area bawah kaki. Gunakan sneakers putih dengan desain casual, sol cukup tebal, dan detail sepatu terlihat natural seperti sepatu yang benar-benar sedang dipakai sehari-hari.
Gunakan penutup pakaian berwarna hitam yang membungkus area leher dan jatuh secara natural di sekitar bahu serta dada, dengan kain terlihat cukup longgar dan memiliki lipatan alami. Tambahkan topi baseball berwarna beige muda sebagai bagian dari outfit, dipakai secara natural dan menyatu dengan keseluruhan pakaian.
Pose harus mempertahankan proporsi tubuh, posisi tangan, kemiringan badan, posisi kaki, jatuhnya pakaian, dan gestur seperti pada foto referensi. Jangan membuat pose terlalu sempurna atau seperti foto katalog. Pertahankan sedikit ketidakseimbangan natural pada posisi tubuh agar terlihat seperti seseorang sedang berdiri santai untuk difoto secara spontan. Ekspresi dan gestur tubuh mengikuti referensi secara natural, tidak dibuat berlebihan, sehingga hasil akhir terasa seperti momen foto sehari-hari.
Latar belakang berupa dinding putih bersih dengan beberapa karya seni dan poster yang dipasang dalam susunan grid. Di bagian kiri atas terdapat karya berbentuk hati abstrak berwarna biru dan ungu dengan bentuk senyum, berada di dalam frame putih. Di sebelahnya terdapat poster putih dengan tulisan biru “BASED ON TRUE LUCKY” dan simbol panah kecil di bagian atas. Di sebelah kanan terdapat sebuah karya berbentuk bukaan atau pintu kecil berwarna gelap dengan frame bertekstur abu-abu. Paling kanan terdapat poster dominan biru dengan angka besar “1” berwarna putih di bagian pojok kanan atas serta beberapa baris teks kecil.
Pada area tengah dan bawah dinding terdapat beberapa frame tambahan, termasuk foto atau karya bernuansa monokrom, poster bertanda angka “2 →”, poster bertanda angka “3 →”, serta sebuah panel biru dengan simbol putih besar. Semua karya seni, poster, frame, jarak antar-frame, dan susunan dekorasi dinding harus tetap terlihat seperti pada referensi.
Di sisi kanan bawah ruangan terdapat sebuah objek furnitur atau meja berbentuk kotak dengan permukaan gelap kecokelatan, ditutupi sebagian oleh kain atau bantalan berwarna abu-abu gelap. Di dekat kaki furnitur terdapat tanaman kecil dalam pot putih dengan daun panjang yang mengarah ke atas. Di sisi paling kanan terlihat sebagian struktur ruangan dan sebuah jendela atau bukaan dengan elemen berwarna biru. Lantai berupa semen atau beton abu-abu gelap dengan tekstur kasar, noda ringan, dan pola permukaan yang natural.
Komposisi kamera menggunakan framing vertikal full-body, seluruh tubuh wanita dari bagian atas hingga sepatu masuk ke dalam frame, dengan ruang kosong yang cukup di atas kepala dan di sekitar tubuh. Kamera berada kira-kira setinggi dada hingga pinggang dan diarahkan lurus ke arah wanita dengan sedikit perspektif wide-angle agar ruangan di sekeliling tetap terlihat luas. Jangan menggunakan efek bokeh berlebihan. Pertahankan detail latar belakang tetap cukup jelas.
Pencahayaan harus terang, bersih, dan netral seperti cahaya ruangan dengan tambahan cahaya alami dari area sekitar. Hindari seluruh tone kuning, orange, golden hour, atau warm lighting. Gunakan white balance netral cenderung sedikit dingin, warna putih pada dinding tetap putih, warna beige pakaian tetap beige natural, warna hitam tetap hitam, dan warna biru pada dekorasi tetap terlihat jelas. Bayangan dibuat lembut dan tidak terlalu pekat. Jangan menambahkan glow, bloom, HDR berlebihan, cinematic lighting, filter warna, atau efek estetika digital.
Pertahankan tekstur kain, lipatan sweatshirt, jatuhnya celana, bentuk sneakers, tekstur lantai, detail frame, poster, dan dekorasi ruangan secara natural. Jangan membuat pakaian terlihat terlalu sempurna atau seperti hasil render. Komposisi, perspektif, skala tubuh, posisi tubuh terhadap dinding, dan elemen latar belakang dibuat sedekat mungkin dengan foto referensi.
Gambar diambil dari samping seperti menggunakan kamera iPhone 14, kualitas resolusi agak rendah tidak terlalu HD, kontras rendah, bayangan lembut, tidak ada efek estetika tambahan, foto terlihat original tidak seperti di edit, rasio foto 3:4.
[9/8, 21.47] null: Last prompt brayy, thnks 60rb followersnya 🥰🫰🏻, tetep staytune yaa🥳🫰🏻, untuk yang belom paham cara pakai prompt² gemini yang gue share..tenang aja...di bio saluran gue ini ada cara pakainya kok check yaa🥳🥳
Prompt:
Buatkan gambar sesuai deskripsi yang saya berikan di bawah ini, gunakan wajah wanita dan pria di atas untuk gambar yang saya deskripsikan di bawah ini, harus mirip 100% dengan foto wajah wanita dan pria yang saya berikan di atas tanpa merubah sedikitpun dari wajah wanita dan pria di atas.
Seorang wanita dan seorang pria berdiri berdampingan di depan cermin besar dalam sebuah area interior seperti pusat perbelanjaan atau tempat publik. Foto diambil melalui pantulan cermin menggunakan kamera ponsel, dengan komposisi vertikal full-body yang memperlihatkan kedua orang dari bagian atas hingga alas kaki.
Wanita berdiri di sisi kiri frame dan pria berdiri tepat di sebelah kanannya. Keduanya berdiri sangat dekat dengan jarak bahu yang hampir bersentuhan. Wanita sedikit berada lebih dekat ke cermin dibandingkan pria. Posisi tubuh wanita menghadap lurus ke arah cermin. Pria juga menghadap ke arah cermin dengan posisi tubuh tegak dan santai.
Wanita memegang smartphone menggunakan kedua tangan tepat di depan bagian tengah atas tubuh, sehingga smartphone menutupi sebagian area kepala dalam pantulan. Kedua siku wanita ditekuk dan berada dekat dengan sisi tubuh. Kedua tangan menggenggam smartphone secara natural, dengan jari-jari terlihat memegang sisi perangkat. Posisi smartphone vertikal dan kamera ponsel mengarah ke cermin untuk mengambil foto. Jangan mengubah posisi smartphone menjadi di samping tubuh atau hanya menggunakan satu tangan.
Pria berdiri santai di sebelah kanan wanita dengan kedua lengan berada di sisi tubuh. Salah satu tangan turun lurus di samping paha dengan jari-jari rileks, sementara tangan lainnya juga berada di sekitar sisi tubuh. Bahu pria rileks, siku sedikit tidak terkunci, dan postur tidak terlalu formal. Pria sedikit memiringkan tubuh ke arah wanita sehingga keduanya terlihat dekat dan natural seperti sedang mengambil foto bersama.
Gestur keduanya harus terasa seperti foto pasangan atau teman yang spontan di depan cermin, bukan foto studio. Wanita mempertahankan gestur memegang ponsel dengan kedua tangan, sementara pria mempertahankan pose berdiri santai di sampingnya. Jangan membuat pose mereka terlalu simetris atau kaku.
Wanita mengenakan hijab pashmina longgar berwarna hitam, outfit casual modest dengan dominasi warna hitam dan putih/cream. Bagian atas berupa pakaian berwarna hitam dengan potongan fitted hingga sedikit longgar pada bagian badan dan lengan panjang. Di bagian luar terdapat layer atau outer ringan berwarna cream/off-white yang terbuka di bagian depan dan jatuh di sisi tubuh. Gunakan celana panjang warna cream/off-white dengan potongan high-waist dan wide-leg yang longgar. Celana memiliki lipatan kain natural pada bagian paha, lutut, dan sekitar pergelangan kaki.
Wanita membawa tas kecil berwarna putih/cream yang tergantung di sisi tubuh menggunakan strap tipis. Tas berada di sekitar area pinggang hingga pinggul dan terlihat jelas dalam pantulan cermin. Pertahankan posisi tas di sisi kanan tubuh wanita seperti pada referensi.
Wanita mengenakan alas kaki model sandal terbuka berwarna putih/cream dengan sol datar dan strap sederhana. Kedua kaki berdiri hampir sejajar, tetapi salah satu kaki sedikit lebih maju daripada kaki lainnya. Ujung kaki dan sandal harus terlihat jelas di bagian bawah frame.
Pria mengenakan kemeja lengan panjang warna putih/off-white dengan kerah sederhana dan potongan relaxed. Kemeja dimasukkan sebagian atau jatuh natural di atas celana pendek hitam. Bagian lengan kemeja digulung hingga sekitar area bawah siku, memperlihatkan bagian lengan bawah. Kemeja memiliki sedikit kerutan natural pada bagian badan dan lengan, jangan dibuat terlalu licin atau sempurna.
Pria mengenakan celana pendek hitam dengan panjang sekitar atas lutut hingga pertengahan paha. Potongannya casual dan tidak terlalu ketat. Pria menggunakan sandal/slip-on berwarna hitam dengan desain sederhana. Salah satu kaki sedikit berada lebih maju daripada kaki lainnya, menghasilkan postur santai.
Lokasi merupakan area indoor dengan sebuah cermin tinggi berbentuk persegi panjang yang dipasang pada dinding. Frame cermin berwarna abu-abu muda/beige dan cukup tebal. Bagian cermin memenuhi sebagian besar area tengah frame foto. Di luar pantulan cermin terlihat bagian dinding berwarna beige muda dengan panel vertikal dan detail arsitektur sederhana.
Di belakang pantulan kedua orang terdapat layar digital besar berbentuk persegi panjang dengan frame abu-abu. Layar menampilkan tampilan grafis dominan biru dengan berbagai tulisan dan elemen visual seperti iklan atau informasi. Di bagian atas frame layar terdapat tulisan terbalik akibat pantulan cermin. Di bawah layar terdapat bagian meja atau struktur furnitur berwarna gelap.
Area lantai menggunakan karpet bermotif geometris dominan hijau tua dengan pola garis dan bentuk berulang berwarna beige/cokelat. Pola lantai terlihat jelas di bawah kaki kedua orang dan memanjang ke bagian belakang ruangan. Di sisi kiri dan kanan frame terlihat sedikit area interior toko atau fasilitas publik lainnya, tetapi tetap berada di luar fokus utama.
Komposisi kamera berupa foto mirror selfie vertikal dengan rasio tinggi. Kamera smartphone berada di depan wanita dan mengarah langsung ke cermin. Gunakan perspektif wide-angle ringan khas kamera smartphone sehingga kedua orang dapat masuk penuh dari atas hingga kaki sekaligus memperlihatkan cukup banyak lingkungan di sekitar mereka. Jangan menggunakan distorsi wide-angle ekstrem; tubuh dan kaki tetap memiliki proporsi natural.
Pertahankan framing seperti referensi: kedua orang berada di bagian tengah frame, wanita sedikit lebih dominan di sisi kiri, pria di sisi kanan, seluruh tubuh dan alas kaki terlihat. Cermin memiliki ruang kosong di bagian atas dan sisi-sisi tubuh, tetapi jangan terlalu banyak sehingga kedua orang terlihat terlalu kecil.
Pencahayaan harus cerah, bersih, dan netral. Hindari seluruh pencahayaan warm, kuning, orange, atau golden. Gunakan white balance netral hingga sedikit dingin. Warna pakaian putih/cream harus tetap terlihat putih atau cream natural, bukan kuning. Warna hitam pada pakaian tetap pekat dan warna lantai hijau tetap terlihat jelas. Cahaya ruangan menyebar lembut dengan bayangan ringan dan tidak terlalu kontras.
Pertahankan pantulan cermin secara akurat, termasuk posisi tubuh, smartphone, pakaian, tas, sandal, layar digital, lantai, dan seluruh perspektif ruangan. Jangan membuat pantulan terlihat seperti gambar terpisah. Semua elemen harus memiliki sedikit ketidaksempurnaan natural khas foto ponsel.
Jangan menambahkan filter cinematic, glow, bloom, HDR berlebihan, skin smoothing berlebihan, efek studio, efek bokeh, atau efek estetika tambahan. Jangan membuat pakaian terlalu sempurna. Pertahankan tekstur kain, kerutan pakaian, lipatan celana, detail sandal, tas, smartphone, cermin, frame, layar digital, dan karpet secara natural.
Gambar di ambil seperti menggunakan kamera iPhone 14, kualitas resolusi agak rendah tidak terlalu HD, kontras rendah, bayangan lembut, tidak ada efek estetika tambahan, foto terlihat original tidak seperti di edit.
[10/8, 17.04] null: Buatkan gambar berdasarkan foto referensi yang saya berikan, pertahankan identitas dan kemiripan orang pada foto referensi semaksimal mungkin tanpa mengubah karakteristik wajah asli. Gunakan orang pada foto referensi sebagai pria dan wanita yang sama untuk adegan di bawah ini.
Seorang pria dan wanita sedang berpose sangat dekat di dalam ruangan dengan latar belakang dinding polos berwarna beige muda atau peach sangat pucat. Komposisi foto vertikal 9:16, framing dari sekitar pinggang hingga sedikit di atas kepala, dengan kedua orang memenuhi sebagian besar area foto.
Pose wanita: wanita berdiri di belakang pria dan sedikit menyamping ke arah kiri frame. Tubuhnya condong ke depan sehingga sangat dekat dengan pria. Salah satu lengannya melingkari bagian depan tubuh pria dan naik melewati area bahu hingga tangannya berada di atas bagian atas kepala pria, dengan telapak tangan terbuka dan jari-jari terlihat santai. Lengan lain