[16/8, 14.40] null: Buatkan gambar sesuai deskripsi berikut menggunakan wanita pada foto referensi sebagai orang yang sama. Pertahankan identitas dan wajah wanita dari foto referensi semirip mungkin tanpa mengubah bentuk, proporsi, atau karakter wajahnya. Jangan menciptakan orang baru.
Seorang wanita berdiri santai di area parkiran gedung indoor, berada di samping sebuah skuter klasik berwarna putih atau silver. Komposisi foto vertikal 9:16 dengan wanita sebagai fokus utama, tetapi skuter tetap terlihat besar dan jelas di bagian kiri serta foreground gambar.
Wanita berdiri dengan posisi tubuh sedikit mengarah ke kamera, namun tidak benar-benar tegak kaku. Kedua kakinya berada di lantai dengan jarak sedikit terbuka dan posisi tubuh terlihat natural. Salah satu tangannya berada di sisi skuter, dengan telapak atau jari menyentuh bagian kendaraan secara santai, sementara tangan lainnya turun di sisi tubuh dan terlihat rileks. Bahu sedikit turun dan tidak dibuat simetris sempurna, menciptakan kesan candid seperti sedang berhenti sebentar di area parkir. Berat badan lebih banyak bertumpu pada salah satu kaki sehingga posisi pinggul dan kedua kaki terlihat natural.
Wanita mengenakan topi warna hijau tua dengan bentuk sederhana dan hijab pashmina berwarna abu-abu muda yang membungkus bagian leher dan jatuh secara natural di sekitar bahu. Kenakan kemeja flanel kotak-kotak hitam-putih dengan pola kotak berukuran sedang, dipakai terbuka sebagai outer layer. Di bagian dalam terdapat atasan hitam polos dengan potongan sederhana. Gunakan celana cargo longgar berwarna olive atau hijau army, dengan siluet oversized, beberapa lipatan kain natural, serta detail kantong cargo di bagian paha. Kenakan sepatu sneakers hitam dengan sol tebal dan tampilan kasual. Terdapat sling bag berwarna hitam yang diselempangkan secara diagonal dari bahu menuju sisi pinggang, dengan strap cukup lebar dan posisi tas berada di bagian samping bawah tubuh.
Ekspresi dan gestur tubuh harus terlihat natural seperti sedang difoto secara spontan, tidak seperti pose studio. Arah tatapan mengikuti foto referensi, dengan posisi kepala dan pandangan tetap mengikuti referensi tanpa mengubah identitas wanita. Jangan membuat pose terlalu sempurna atau simetris. Pertahankan sedikit kemiringan alami pada tubuh, posisi tangan, arah bahu, distribusi berat badan, dan posisi kaki seperti pada foto referensi.
Skuter berada sangat dekat dengan wanita, bagian depan kendaraan mengarah ke kiri depan frame. Skuter berwarna putih atau silver dengan bentuk bodi klasik, lampu depan, spion, roda depan, jok, serta detail mekanis terlihat jelas. Karena kamera menggunakan perspektif wide-angle ringan, bagian roda depan dan bodi skuter di foreground terlihat sedikit lebih besar dibandingkan bagian tubuh yang berada lebih jauh, tetapi proporsi manusia tetap natural dan tidak terdistorsi berlebihan.
Latar belakang berupa area parkir gedung atau basement dengan suasana modern dan agak gelap. Terlihat kendaraan hitam di belakang wanita, tiang-tiang beton, lantai parkir berwarna abu-abu gelap, marka atau pola lantai, serta beberapa lampu plafon berbentuk panel memanjang. Di sisi kiri terdapat papan tanda keselamatan berwarna hijau. Area belakang memiliki banyak bayangan tetapi detail lingkungan masih terlihat. Jangan mengubah latar menjadi studio, jalan luar ruangan, atau tempat lain.
Pencahayaan harus terang dan bersih meskipun lokasi berada di dalam gedung. Gunakan cahaya netral cenderung putih dari lampu plafon, tanpa dominasi warna kuning atau oranye. Hindari color grading hangat. Bayangan pada tubuh, pakaian, kendaraan, dan lantai tetap lembut serta natural. Pertahankan nuansa warna pakaian dan kendaraan seperti foto referensi, dengan warna hitam, putih, abu-abu, dan olive tetap terlihat jelas.
Gunakan komposisi fotografi candid dengan kamera berada kurang lebih setinggi tubuh, framing dari sekitar roda depan skuter hingga bagian atas wanita, dengan ruang vertikal yang cukup di atas objek. Gunakan perspektif lensa wide-angle ringan untuk mempertahankan kesan ruang parkir dan membuat skuter foreground terasa dekat dengan kamera. Jangan menggunakan efek bokeh ekstrem, jangan membuat background terlalu blur, dan pertahankan detail lingkungan yang cukup jelas.
Pertahankan posisi relatif wanita terhadap skuter, ukuran kendaraan dalam frame, arah tubuh, posisi kedua kaki, posisi tangan, sling bag, pakaian, serta suasana keseluruhan sedekat mungkin dengan foto referensi. Jangan menambahkan orang lain, properti tambahan, dekorasi, efek cahaya, filter, flare, atau efek estetika yang tidak terdapat pada foto.
Gambar diambil seperti menggunakan kamera iPhone 14, kualitas resolusi agak rendah tidak terlalu HD, kontras rendah, bayangan lembut, tidak ada efek estetika tambahan, foto terlihat original tidak seperti di edit. Hindari pencahayaan hangat atau kuning; gunakan pencahayaan netral yang cerah dan bersih.
[16/8, 14.43] null: Buatkan gambar sesuai deskripsi berikut menggunakan pria pada foto referensi sebagai orang yang sama. Pertahankan identitas pria dari foto referensi semirip mungkin, terutama bentuk dan karakter wajahnya, tanpa mengubah atau mengganti identitasnya.
Seorang pria sedang mengambil foto selfie dari posisi kamera yang sangat dekat dengan tubuh, menggunakan perspektif low-angle yang cukup kuat. Kamera berada lebih rendah dari posisi wajah dan diarahkan sedikit ke atas, sehingga bagian tubuh bagian atas terlihat dominan dan langit menjadi latar belakang utama. Komposisi foto vertikal, framing sangat dekat seperti foto selfie spontan yang diambil menggunakan kamera ponsel.
Pria mengenakan helm motor full-face berwarna putih atau abu-abu muda dengan visor transparan yang berada di bagian atas area kepala. Terdapat tali pengaman helm berwarna gelap yang terpasang di bawah dagu. Jangan mengubah bentuk atau model helm dari referensi.
Pria mengenakan sweatshirt atau crewneck lengan panjang berwarna abu-abu muda dengan bahan yang terlihat lembut dan sedikit bertekstur. Potongannya cukup longgar sehingga bagian bahu dan lengan terlihat natural. Di leher terdapat kalung rantai berwarna silver dengan model rantai cukup tebal, terlihat jelas di atas sweatshirt. Sebuah strap tas berwarna krem atau beige melintang secara diagonal dari area bahu menuju bagian bawah tubuh, dengan strap cukup lebar dan terlihat jelas di bagian depan sweatshirt.
Pose tubuh sangat santai seperti sedang mengambil selfie secara spontan saat berada di atas atau dekat kendaraan. Tubuh sedikit condong mengikuti sudut kamera, bahu berada pada posisi natural dan tidak dibuat simetris. Salah satu sisi tubuh lebih dekat dengan kamera sehingga terlihat lebih besar akibat perspektif wide-angle. Kedua bahu dan bagian dada menghadap relatif ke kamera, sementara posisi tubuh mengikuti arah tangan yang sedang memegang kamera. Jangan membuat postur terlalu tegak, formal, atau seperti foto studio.
Kamera berada sangat dekat dengan pria sehingga menghasilkan perspektif wide-angle yang jelas. Gunakan efek perspektif lensa wide-angle khas kamera depan ponsel: bagian tubuh yang paling dekat dengan kamera terlihat sedikit lebih besar, sementara area yang lebih jauh mengecil secara natural. Sudut pengambilan gambar low-angle harus dipertahankan, dengan kamera berada kira-kira setinggi dada bagian bawah dan mengarah ke atas. Jangan menggunakan telephoto atau perspektif datar.
Dari gestur keseluruhan, pria terlihat santai, spontan, dan sedikit playful, seperti sedang mengambil selfie tanpa persiapan. Ekspresi keseluruhan mengikuti referensi, dengan kesan rileks dan tidak dibuat-buat. Jangan membuat pose atau ekspresi terlihat kaku, terlalu serius, terlalu dramatis, atau seperti pemotretan profesional. Pertahankan kesan candid dari foto referensi.
Latar belakang berupa area luar ruangan dengan langit biru cerah dan beberapa awan putih tipis. Terlihat kabel-kabel listrik yang melintang di langit serta bagian bangunan sederhana di sisi bawah dan samping frame. Jangan mengganti latar menjadi studio atau tempat modern. Pertahankan nuansa lingkungan luar ruangan seperti pada foto referensi.
Pencahayaan berasal dari cahaya alami siang hari yang terang dan bersih. Warna langit harus biru natural dan tidak dibuat terlalu pekat. Gunakan pencahayaan netral dengan sedikit bayangan lembut pada pakaian dan tubuh. Jangan menggunakan pencahayaan warm, kuning, oranye, golden hour, atau color grading hangat. Foto harus terlihat cerah tetapi tetap memiliki kontras rendah dan detail yang lembut.
Pertahankan detail pakaian, helm, strap tas, kalung, posisi tubuh, sudut kamera, perspektif wide-angle, low-angle, proporsi objek, serta suasana lingkungan sedekat mungkin dengan foto referensi. Jangan menambahkan aksesori, orang, kendaraan, dekorasi, efek cahaya, atau elemen tambahan yang tidak terdapat pada referensi.
Gambar di ambil seperti menggunakan kamera iPhone 14, kualitas resolusi agak rendah tidak terlalu HD, kontras rendah, bayangan lembut, tidak ada efek estetika tambahan, foto terlihat original tidak seperti di edit. Pencahayaan harus cerah, netral, dan bersih tanpa dominasi warna kuning atau hangat, rasio 3:4.
[16/8, 14.47] null: Buatkan gambar sesuai deskripsi berikut menggunakan pria, wanita, dan bayi pada foto referensi sebagai orang yang sama. Pertahankan identitas masing-masing orang berdasarkan foto referensi dan gunakan wajah mereka dari foto referensi tanpa mengubah bentuk, proporsi, karakter, atau identitas wajah. Jangan membuat wajah baru atau mengganti orang dalam foto.
Buat foto keluarga bertiga yang terdiri dari seorang pria, seorang wanita, dan seorang bayi, sedang berdiri bersama di depan sebuah gerbang taman atau area wisata yang dikelilingi pepohonan hijau. Komposisi foto vertikal 9:16, seluruh tubuh ketiga orang terlihat dari bagian atas tubuh hingga kaki, dengan gerbang besar dan tulisan pada bagian atasnya tetap menjadi elemen utama latar belakang.
Pria berdiri di sisi kiri frame dengan posisi tubuh menghadap ke kamera. Tubuhnya berdiri cukup tegak tetapi tetap santai, kedua kaki berada di lantai dengan posisi sedikit terbuka. Pria mengenakan kaus lengan pendek warna pink muda, celana pendek warna putih atau abu-abu sangat muda dengan panjang sekitar lutut, serta sandal jepit hitam. Kedua lengannya digunakan untuk menggendong bayi di bagian depan tubuh. Satu lengan menopang bagian bawah tubuh bayi, sementara lengan lainnya berada di sekitar tubuh bayi untuk menjaga posisi bayi tetap aman. Bahu dan tubuh pria sedikit mengarah ke tengah sehingga secara natural terlihat sedang berdekatan dengan wanita di sebelahnya. Ekspresi pria mengikuti foto referensi, terlihat santai dan ramah ketika menghadap kamera, tanpa pose yang terlalu dibuat-buat.
Bayi berada di tengah antara pria dan wanita, digendong oleh pria dengan posisi tubuh menghadap ke arah kamera. Bayi mengenakan pakaian berwarna pink muda dengan model pakaian anak yang sederhana serta penutup kepala berwarna putih atau pink muda. Kedua kaki bayi terlihat turun secara natural dari posisi digendong, dengan salah satu kaki sedikit lebih maju atau menggantung dibandingkan kaki lainnya. Salah satu tangan bayi berada dekat dada atau tubuh pria, sedangkan tangan lainnya berada di bagian depan tubuh. Posisi bayi harus terlihat seperti benar-benar sedang digendong, dengan berat tubuh dan posisi kaki mengikuti gravitasi secara natural. Jangan membuat bayi berdiri sendiri atau terlihat seperti ditempelkan pada tubuh pria.
Wanita berdiri di sisi kanan frame, sangat dekat dengan pria dan bayi. Tubuh wanita menghadap ke kamera dengan sedikit kemiringan alami ke arah pria dan bayi. Wanita mengenakan hijab warna krem atau beige muda yang membingkai bagian kepala dan jatuh secara natural di sekitar leher dan bahu. Kenakan atasan lengan panjang warna pink muda dengan potongan longgar dan sederhana. Wanita mengenakan celana panjang hitam dengan potongan melebar atau flare dari bagian paha hingga bawah. Gunakan sandal putih dengan strap sederhana. Di bahu wanita terdapat tas berwarna hitam berukuran cukup besar dengan bentuk lembut, dikenakan pada salah satu bahu dan berada di sisi depan-samping tubuh.
Pose wanita terlihat natural: salah satu lengannya ditekuk ke depan tubuh dan tangannya berada dekat tangan pria atau bagian tubuh bayi, seolah ikut menopang atau menyentuh bayi dengan lembut. Lengan lainnya berada dekat tubuh atau memegang bagian strap tas. Bahu tidak dibuat terlalu simetris, tubuh sedikit condong ke arah keluarga sehingga ketiganya tampak dekat dan menyatu. Posisi kaki wanita sedikit terbuka dengan satu kaki sedikit lebih maju, menciptakan pose santai seperti foto keluarga spontan. Ekspresi wanita mengikuti foto referensi dan terlihat tenang serta natural ketika menghadap kamera.
Ketiga orang harus terlihat berdiri sangat dekat satu sama lain sebagai satu keluarga. Jangan membuat jarak antara pria, bayi, dan wanita terlalu jauh. Pertahankan urutan posisi kiri ke kanan: pria — bayi — wanita. Ukuran tubuh dan proporsi masing-masing harus mengikuti perspektif foto referensi, dengan pria dan wanita memiliki tinggi yang berbeda secara natural dan bayi berada di antara dada serta pinggang orang dewasa.
Lokasi berada di area luar ruangan dengan gerbang taman tua berwarna cokelat tua atau besi berkarat sebagai latar utama. Bagian atas gerbang memiliki papan besar berwarna cokelat kemerahan yang tampak tua, sedikit kusam, dan memiliki tulisan besar seperti tanda masuk taman. Di belakang gerbang terdapat jalur pejalan kaki yang masuk ke area taman. Lingkungan dipenuhi pepohonan tropis, semak-semak, daun hijau, batang pohon, serta vegetasi yang lebat. Pada bagian bawah dan belakang keluarga terlihat jalur paving atau jalan setapak berwarna abu-abu. Di sisi kiri dan kanan terdapat rumput hijau serta tanaman.
Tulisan pada papan gerbang harus tetap berada di bagian atas frame dan memiliki tampilan seperti papan tanda lama yang sudah terkena cuaca. Pertahankan struktur gerbang, tiang besi vertikal, pagar, papan nama, serta elemen lingkungan di belakangnya. Jangan mengganti lokasi menjadi taman modern, studio, rumah, atau jalan perkotaan.
Gunakan framing kamera vertikal dengan sudut pandang sedikit wide-angle ringan sehingga seluruh tubuh ketiga orang dan gerbang besar dapat masuk ke dalam satu frame. Kamera berada kira-kira setinggi dada orang dewasa atau sedikit lebih rendah, diarahkan lurus ke arah keluarga. Gunakan perspektif wide-angle ringan khas kamera ponsel, tetapi jangan sampai tubuh atau wajah mengalami distorsi berlebihan. Gerbang terlihat besar di belakang, sedangkan keluarga menjadi fokus utama di bagian tengah bawah frame.
Pertahankan jarak kamera, ukuran keluarga dalam frame, posisi gerbang, tinggi framing, posisi kaki, posisi tangan, arah tubuh, interaksi antara pria dengan bayi, serta interaksi wanita dengan bayi sedekat mungkin dengan foto referensi. Foto harus terlihat seperti dokumentasi keluarga spontan, bukan pemotretan studio. Jangan membuat ketiga orang terlalu kaku, terlalu simetris, atau berdiri seperti model.
Pencahayaan berasal dari cahaya alami siang hari yang terang. Langit dan area taman terlihat cerah dengan warna hijau tanaman yang natural. Gunakan white balance netral dengan cahaya putih bersih. Jangan menggunakan pencahayaan warm, kuning, oranye, golden hour, atau filter vintage. Bayangan harus lembut dan tetap terlihat natural di lantai, pakaian, serta tubuh. Jangan membuat warna kulit, pakaian, atau lingkungan terlalu jenuh.
Jangan menambahkan orang lain, kendaraan, properti tambahan, efek bokeh berlebihan, efek sinematik, flare, glow, filter, atau dekorasi yang tidak terdapat pada foto referensi. Pertahankan nuansa foto keluarga sederhana yang diambil secara spontan di tempat wisata.
Gambar di ambil dari samping seperti menggunakan kamera iPhone 14, kualitas resolusi agak rendah tidak terlalu HD, kontras rendah, bayangan lembut, tidak ada efek estetika tambahan, foto terlihat original tidak seperti di edit, rasio foto 3:4
[16/8, 22.26] null: Buatkan gambar sesuai deskripsi yang saya berikan di bawah ini, gunakan wajah pria dan wanita dari foto referensi yang saya berikan di atas untuk gambar yang saya deskripsikan di bawah ini. Pertahankan kemiripan wajah pria dan wanita 100% dengan foto referensi tanpa mengubah bentuk, proporsi, karakter, atau detail wajah sedikit pun.
Tampilkan seorang pria dan seorang wanita sedang berfoto bersama di depan sebuah cermin besar berbentuk dekoratif dengan tepi bergelombang atau scalloped yang unik. Komposisi foto berbentuk vertikal seperti hasil jepretan kamera ponsel, dengan seluruh tubuh kedua orang terlihat dari bagian atas hingga sepatu.
Pria berdiri di sisi kiri, tubuh tegak tetapi tetap santai dan natural, berdiri sangat dekat dengan wanita. Kedua kakinya berada di lantai dengan posisi sedikit terbuka secara natural. Pria mengenakan sweater lengan panjang berwarna hijau tua dengan potongan longgar, celana jeans biru panjang, dan sepatu sneakers putih. Salah satu tangannya berada di sisi tubuh sambil memegang tas belanja atau tote bag berwarna hitam yang panjang hingga mendekati lutut. Postur bahunya rileks dan tubuh sedikit mengarah ke wanita, menciptakan kesan sedang berdiri bersama pasangan untuk foto spontan.
Wanita berdiri di sisi kanan dan sangat dekat dengan pria. Tubuhnya sedikit mengarah ke kamera sekaligus mendekat ke pria. Ia mengenakan atasan hitam bergambar atau memiliki tulisan grafis putih di bagian dada, dilapisi cardigan atau jaket tipis berwarna putih dengan lengan panjang. Bagian bawah menggunakan rok pendek berwarna hitam. Ia memakai sneakers putih dengan kaus kaki putih pendek. Terdapat tas selempang atau shoulder bag berwarna hitam yang menggantung di sisi tubuhnya. Salah satu tangannya memegang smartphone secara vertikal di depan bagian kepala saat mengambil foto melalui cermin, sedangkan tangan lainnya berada dekat tubuh dengan posisi santai. Posisi smartphone dan tangan harus tetap sesuai dengan pose foto referensi.
Kedua orang berdiri berdampingan dengan jarak sangat dekat, tanpa pose formal atau kaku. Pertahankan proporsi tubuh, jarak antar tubuh, posisi tangan, arah tubuh, posisi kaki, dan skala masing-masing orang seperti pada foto referensi. Ekspresi dan bahasa tubuh harus terasa santai seperti pasangan muda yang sedang mengambil mirror selfie secara spontan, bukan pose studio.
Latar berada di dalam ruangan dengan sebuah cermin besar dekoratif berbingkai putih yang memiliki bentuk tepi bergelombang tidak beraturan. Di sekeliling cermin terdapat pencahayaan LED ungu atau magenta yang membentuk garis cahaya vertikal di sisi kiri dan kanan. Di bagian atas latar belakang terlihat tulisan neon berwarna pink-ungu dengan bentuk huruf kursif. Pantulan cermin memperlihatkan area interior dengan dinding berwarna putih dan beberapa bagian berwarna merah muda lembut, pintu atau ruangan di belakang, beberapa lampu dinding kecil, serta elemen interior toko atau tempat umum.
Lantai menggunakan ubin besar berwarna putih keabu-abuan dengan garis nat yang jelas membentuk pola kotak. Pantulan lantai terlihat cukup luas di bagian bawah cermin. Di sisi kiri pantulan terdapat elemen interior berbentuk meja atau pedestal putih dengan bentuk melengkung, sedangkan di sisi kanan terdapat bagian interior putih dan beberapa objek dekorasi. Jangan menghilangkan detail utama pada ruangan dan jangan membuat latar terlalu kosong.
Gunakan framing vertikal dengan kedua orang menjadi pusat perhatian tetapi tetap menyisakan cukup banyak area cermin dan lingkungan di sekelilingnya. Kamera berada pada posisi kurang lebih setinggi tubuh bagian atas dan diarahkan lurus ke cermin. Pertahankan perspektif dan proporsi seperti foto referensi, dengan sudut pandang ponsel yang cukup lebar sehingga cermin besar, lantai, cahaya LED, dan lingkungan sekitar tetap masuk ke dalam frame. Jangan membuat efek ultra-wide yang berlebihan atau distorsi tubuh.
Pencahayaan harus terang, bersih, dan dominan netral hingga sedikit dingin. Jangan gunakan pencahayaan hangat, kuning, golden hour, atau warna kekuningan pada kulit maupun pakaian. Cahaya putih dari lampu ruangan harus tetap terlihat jelas, sementara LED ungu hanya menjadi aksen dekoratif di sisi cermin. Pertahankan bayangan yang lembut dan natural serta pantulan cahaya yang sesuai dengan kondisi ruangan.
Jaga semua detail pakaian, tas, smartphone, sepatu, posisi tubuh, posisi kaki, bentuk cermin, dekorasi neon, warna dinding, lantai, dan lingkungan tetap konsisten. Jangan menambahkan orang lain, jangan mengubah jenis pakaian, jangan mengubah warna pakaian, jangan mengubah bentuk tubuh, jangan membuat pose baru, jangan membuat hasil seperti foto studio, dan jangan memberikan efek estetika berlebihan. Hasil akhir harus terasa seperti foto mirror selfie spontan yang diambil langsung di lokasi dengan komposisi natural.
Gambar di ambil seperti menggunakan kamera iPhone 14, kualitas resolusi agak rendah tidak terlalu HD, kontras rendah, bayangan lembut, tidak ada efek estetika tambahan, foto terlihat original tidak seperti di edit, rasio foto 3:4.
[16/8, 22.31] null: Last prompt brayy, lanjut besok ya, staytunee🥰🫰🏻
Prompt:
Buatkan gambar sesuai deskripsi yang saya berikan di bawah ini, gunakan wajah pria dan wanita pada foto referensi yang saya berikan di atas untuk gambar yang saya deskripsikan di bawah ini, harus mirip 100% dengan foto wajah pria dan wanita yang saya berikan di atas tanpa merubah sedikitpun karakter, proporsi, bentuk, atau detail wajah keduanya.
Buat sebuah kolase foto vertikal bertema Chibi Maruko-chan dengan nuansa scrapbook Jepang yang lucu dan playful. Kolase memiliki kanvas vertikal dengan latar belakang merah marun atau merah tua solid. Di bagian tengah terdapat tiga foto pasangan yang disusun bertumpuk secara vertikal, masing-masing berada di dalam frame persegi panjang dengan sudut sedikit membulat dan garis pembatas berwarna putih.
Gunakan pria dan wanita yang sama dari foto referensi pada ketiga foto. Pertahankan pakaian yang sama pada seluruh frame: pria mengenakan kaus model raglan dengan bagian badan berwarna putih dan lengan berwarna biru navy, terdapat gambar serta tulisan grafis di bagian depan kaus. Wanita mengenakan hijab pashmina berwarna krem atau putih gading yang membungkus bagian kepala dan leher dengan rapi, dipadukan dengan atasan berwarna biru muda. Jangan mengubah warna, model, atau detail pakaian keduanya.
Foto pertama — bagian paling atas:
Pria berdiri di sisi kanan dan wanita berada sangat dekat di sisi kirinya. Tubuh pria sedikit mengarah ke kamera dengan kedua lengan disilangkan di depan dada. Salah satu lengan berada di atas lengan lainnya sehingga membentuk pose crossed arms yang santai. Posisi bahu rileks dan tubuh sedikit condong ke arah wanita. Wanita berdiri rapat di samping pria dengan tubuh sedikit miring mendekat kepadanya. Pose wanita terlihat santai dan natural, dengan salah satu bagian tubuh berada sedikit di belakang pria sehingga keduanya terlihat seperti sedang berfoto bersama secara spontan. Pria memberikan ekspresi ceria dan playful dengan mulut sedikit terbuka seperti sedang berseru atau bercanda, sementara wanita memberikan ekspresi lembut dan santai. Pertahankan posisi tubuh, jarak keduanya, arah badan, posisi tangan, serta gestur persis seperti referensi.
Latar foto pertama berupa tirai putih atau krem terang dengan lipatan vertikal yang lembut dan merata. Pencahayaan terang dan netral, tanpa warna kuning atau warm tone.
Foto kedua — bagian tengah:
Pria berdiri di sisi kanan dan wanita berdiri sangat dekat di sisi kirinya. Keduanya menghadap lurus ke arah kamera dengan postur santai. Pria berdiri tegak dengan kedua bahu rileks, salah satu lengannya berada di sisi tubuh. Wanita sedikit mendekat ke pria dan tubuhnya sedikit mengarah kepadanya, menciptakan kesan pasangan yang sedang melakukan foto bersama. Kedua orang berdiri dengan jarak sangat dekat tetapi tetap terlihat natural, tidak kaku seperti foto formal.
Pria memberikan ekspresi tenang dengan senyum tipis atau ekspresi santai. Wanita memberikan ekspresi lembut dengan senyum kecil. Pertahankan pose, jarak tubuh, posisi tangan, arah bahu, dan gestur keduanya sesuai referensi.
Latar tetap berupa tirai putih atau krem dengan lipatan vertikal. Gunakan pencahayaan terang, lembut, dan netral.
Foto ketiga — bagian bawah:
Pria berdiri di belakang wanita. Pria sedikit membungkuk atau mencondongkan tubuh ke depan agar posisinya berada tepat di belakang wanita. Kedua tangan pria diangkat ke depan dan diletakkan membentuk lengkungan di atas wanita, seperti membuat bentuk hati atau framing berbentuk hati menggunakan kedua tangan.
Wanita berada di depan pria dengan posisi tubuh menghadap kamera. Kedua tangannya diangkat ke area samping tubuh bagian atas, dengan telapak tangan terbuka membentuk gestur framing di sekitar bagian atas tubuhnya. Pose wanita terlihat playful dan cute. Pria memberikan ekspresi tenang dan santai, sedangkan wanita memberikan ekspresi playful dengan gestur bibir yang sedikit mengerucut. Pertahankan posisi kedua tangan pria yang membentuk lengkungan di atas wanita, posisi tangan wanita, jarak antara keduanya, dan komposisi vertikal secara presisi seperti foto referensi.
Latar foto ketiga tetap menggunakan tirai putih atau krem dengan lipatan vertikal. Cahaya harus terang, bersih, dan netral tanpa pencahayaan kuning.
Susunan kolase:
Ketiga foto harus berada dalam satu kolase vertikal dengan jarak antar-frame yang konsisten. Foto pertama berada paling atas, foto kedua di tengah, dan foto ketiga paling bawah. Jangan menukar urutan ketiga foto. Setiap foto memiliki frame putih tipis dan berada di tengah kanvas merah marun.
Di bagian paling atas kolase, tepat di atas foto pertama, terdapat tulisan Jepang berwarna putih yang berbunyi 「ちびまる子ちゃん」 dengan tipografi sederhana dan playful. Di bagian bawah kolase, tepat di bawah foto ketiga, terdapat tulisan 「CHIBI MARUKO」 berwarna putih dengan gaya tipografi pixel atau retro arcade.
Tambahkan dekorasi scrapbook bertema Chibi Maruko-chan di sekitar frame tanpa menutupi ketiga foto. Di sudut kiri atas terdapat ilustrasi karakter kartun anak perempuan bergaya Chibi Maruko dengan outline putih tebal. Di sudut kanan atas terdapat ilustrasi pita besar berwarna putih-merah dengan dekorasi stroberi. Di area kiri antara foto pertama dan kedua terdapat pita merah tua dengan outline putih. Di sisi kanan antara foto pertama dan kedua terdapat bentuk bintang merah dengan outline putih. Di sisi kiri antara foto kedua dan ketiga terdapat bintang putih dengan outline merah. Di sisi kanan antara foto kedua dan ketiga terdapat pita merah tua dengan outline putih. Di sudut kanan bawah terdapat ilustrasi dua karakter anak bergaya anime/kartun Chibi Maruko. Di sudut kiri bawah terdapat ilustrasi makanan atau roti berbentuk cute dengan dekorasi stroberi.
Semua elemen dekorasi harus terlihat seperti stiker scrapbook yang ditempel pada desain, dengan outline putih tebal dan tampilan playful. Jangan mengubah posisi tiga foto utama, jangan menghilangkan dekorasi utama, jangan menambahkan dekorasi modern yang tidak ada pada referensi, dan jangan membuat desain terlihat seperti poster baru yang berbeda.
Pertahankan rasio vertikal, komposisi, ukuran frame, jarak antar-frame, posisi dekorasi, warna latar merah marun, serta keseimbangan seluruh kolase seperti foto referensi. Ketiga foto harus tetap terlihat seperti foto kamera biasa yang sedikit soft, bukan foto studio dan bukan hasil render digital.
Gunakan perspektif kamera normal untuk ketiga foto. Tidak perlu efek wide-angle karena masing-masing foto menggunakan framing portrait normal dari jarak dekat hingga sedang. Jangan menggunakan distorsi fisheye atau ultra-wide.
Pencahayaan seluruh foto harus cerah, bersih, dan netral. Hindari sepenuhnya pencahayaan warm, kuning, golden, orange, atau efek sunset. Warna kulit, pakaian, tirai, dan lingkungan harus tetap natural dengan white balance netral sedikit dingin. Kontras rendah, bayangan lembut, detail tidak terlalu tajam, dan jangan memberikan efek HDR atau filter estetika tambahan.
Jangan mengubah pakaian, warna pakaian, bentuk tubuh, posisi tangan, pose, gestur, jarak antara pria dan wanita, urutan foto, desain frame, latar tirai, warna kolase, maupun dekorasi utama. Jangan membuat pose menjadi kaku. Semua pose harus terasa spontan, santai, playful, dan sama seperti referensi.
Gambar di ambil seperti menggunakan kamera iPhone 14, kualitas resolusi agak rendah tidak terlalu HD, kontras rendah, bayangan lembut, tidak ada efek estetika tambahan, foto terlihat original tidak seperti di edit.
[17/8, 19.23] null: 𝙉𝙜𝙖𝙥𝙖𝙞𝙣 𝙣𝙮𝙪𝙣𝙩𝙞𝙠 𝙗𝙖𝙣𝙜, 𝙠𝙪𝙧𝙖𝙣𝙜 𝙠𝙚𝙧𝙟𝙖𝙖𝙣 𝙗𝙖𝙣𝙜𝙚𝙩 😭🙏
𝙋𝙧𝙤𝙢𝙥𝙩:
Buatkan gambar sesuai deskripsi yang saya berikan di bawah ini, gunakan wajah pria dan wanita pada foto referensi yang saya berikan di atas untuk gambar yang saya deskripsikan di bawah ini. Pertahankan identitas dan kemiripan wajah pria dan wanita 100% sama seperti foto referensi, tanpa mengubah bentuk, proporsi, karakter, atau detail identitas mereka sedikit pun.
Buat foto vertikal yang menampilkan seorang pria dan seorang wanita sedang berdiri berdampingan di dalam sebuah kedai kopi. Komposisi foto berupa full body hingga bagian kaki, dengan kedua orang berada di tengah frame dan terlihat proporsional seperti foto dokumentasi spontan yang diambil oleh teman.
Pria berdiri di sisi kiri wanita dengan posisi tubuh tegak namun santai. Kedua kakinya berdiri dengan posisi natural dan sedikit terbuka, tidak terlalu formal. Tangan kiri pria dimasukkan ke dalam saku celana, sementara tangan kanannya diletakkan melingkari bagian bahu wanita secara santai dan natural. Bahu serta posisi tubuh pria sedikit mengarah ke wanita sehingga terlihat seperti sedang berfoto bersama, bukan pose formal. Ekspresi pria terlihat santai dengan senyum tipis dan tatapan mengarah langsung ke kamera.
Pria mengenakan kaus oversized berwarna putih dengan desain grafis besar berwarna gelap di bagian depan, celana jeans panjang berwarna biru muda dengan potongan longgar, serta tidak menggunakan aksesori mencolok pada tubuh. Kaus terlihat sedikit longgar dan jatuh natural mengikuti bentuk tubuh. Celana memiliki tampilan kasual dengan lipatan kain alami di area paha dan lutut.
Wanita berdiri rapat di sisi kanan pria, sedikit lebih rendah sehingga posisi bahunya berada di sekitar bagian dada pria. Tubuh wanita menghadap ke kamera dengan posisi berdiri santai. Tangan kanannya berada di sisi tubuh dengan posisi rileks, sedangkan tangan kirinya berada di bagian depan tubuh sambil memegang atau menopang tas kecil berwarna krem yang dikenakan menyilang. Posisi kedua lengannya terlihat natural dan tidak kaku. Wanita memberikan ekspresi ramah dengan senyum tipis dan tatapan langsung ke kamera.
Wanita mengenakan hijab pashmina style gen-z berwarna putih yang membingkai bagian kepala secara sederhana, kemeja atau outer putih lengan panjang dengan beberapa kancing gelap di bagian depan serta detail kantong pada bagian dada, celana panjang putih, dan tas kecil berwarna krem yang dikenakan secara crossbody. Seluruh outfit bernuansa putih dan krem dengan tampilan kasual, bersih, sederhana, dan serasi dengan suasana kedai kopi.
Pertahankan jarak tubuh kedua orang seperti pada foto referensi: pria dan wanita berdiri sangat dekat, dengan lengan pria berada di sekitar bahu wanita. Jangan membuat mereka berjauhan, jangan mengubah posisi tangan, jangan mengubah proporsi tubuh, dan jangan membuat pose terlihat seperti foto studio.
Latar belakang berupa dinding interior kedai kopi dengan kombinasi panel batu atau semen bertekstur abu-abu muda. Di bagian tengah belakang terdapat papan dekorasi besar berbentuk persegi panjang dengan tulisan besar bertema kedai kopi, termasuk tulisan “KOPI TANAH” dan elemen tulisan tahun “2025”. Papan memiliki warna dasar cokelat gelap dengan tulisan berwarna krem atau keemasan serta beberapa bagian dekorasi bernuansa biru. Di bagian bawah dinding terdapat bangku kayu panjang berwarna cokelat muda yang memanjang secara horizontal. Area lantai menggunakan permukaan berwarna abu-abu gelap.
Di bagian atas frame terlihat plafon transparan atau panel kaca dengan rangka geometris berwarna abu-abu, sehingga cahaya dari luar masuk dari atas. Gunakan pencahayaan indoor yang sangat terang dan dominan putih, dengan cahaya lembut menyebar dari area plafon. Hindari pencahayaan kuning, golden hour, orange cast, atau nuansa hangat. Warna putih pada pakaian harus tetap terlihat putih bersih, warna kulit tetap natural, dan keseluruhan gambar memiliki white balance netral hingga sedikit dingin.
Gunakan framing vertikal dengan perspektif sedikit wide-angle seperti kamera ponsel yang digunakan untuk memotret dua orang dalam jarak dekat. Jika menggunakan karakteristik lensa wide-angle, pertahankan efek perspektif ringan khas kamera smartphone tanpa distorsi ekstrem pada tubuh. Kamera berada kurang lebih setinggi dada hingga sedikit di bawah tinggi mata, diarahkan lurus ke kedua orang. Pastikan kedua orang tetap menjadi fokus utama sementara seluruh lingkungan kedai kopi masih terlihat.
Pertahankan detail pose, posisi tangan, jarak antar tubuh, pakaian, proporsi tubuh, posisi kaki, latar belakang, dan komposisi seperti foto referensi. Jangan menambahkan orang lain, jangan menambahkan properti yang tidak ada, jangan mengubah warna pakaian, jangan mengubah suasana tempat, dan jangan membuat pose menjadi terlalu sempurna atau seperti pemotretan profesional. Hasil harus terasa seperti foto spontan pasangan atau teman yang sedang mengabadikan momen bersama di kedai kopi.
Gambar di ambil seperti menggunakan kamera iPhone 14, kualitas resolusi agak rendah tidak terlalu HD, kontras rendah, bayangan lembut, tidak ada efek estetika tambahan, foto terlihat original tidak seperti di edit. Pastikan pencahayaan tetap cerah, netral, dan bersih tanpa warna kuning atau warm tone.
[17/8, 19.30] null: Prompt:
Buatkan gambar sesuai deskripsi yang saya berikan di bawah ini, gunakan wajah wanita pada foto referensi yang saya berikan di atas untuk gambar yang saya deskripsikan di bawah ini, harus mempertahankan wajah wanita tersebut 100% sama seperti foto referensi tanpa mengubah sedikit pun identitas, bentuk, proporsi, dan karakter wajahnya.
Buat foto vertikal full body seorang wanita sedang berdiri santai di dalam sebuah toko musik atau toko vinyl dengan suasana modern, minimalis, dan sedikit industrial. Wanita berada di tengah frame sebagai fokus utama, terlihat dari bagian atas tubuh hingga seluruh kaki dan sepatu.
Wanita berdiri tegak tetapi santai, dengan kedua kaki berada berdekatan namun tidak benar-benar sejajar kaku. Salah satu kaki sedikit lebih maju dan kedua ujung sepatu mengarah agak berbeda secara natural. Berat tubuh terlihat lebih bertumpu pada salah satu kaki sehingga posisi pinggul dan tubuh sedikit bergeser secara alami. Jangan membuat pose terlalu simetris atau seperti foto paspor.
Kedua tangan wanita dimasukkan ke dalam saku bagian depan jaket, dengan kedua siku sedikit menekuk dan mengarah ke samping. Bahu dalam posisi rileks. Tubuh sedikit diputar ke arah kiri frame, sementara pandangan diarahkan ke sisi kiri, bukan langsung menghadap kamera. Ekspresinya terlihat tenang, santai, dan sedikit tersenyum dengan kesan candid, seolah sedang melihat sesuatu di dalam toko. Pose harus terasa natural dan tidak kaku.
Wanita mengenakan hijab berwarna abu-abu muda dengan lilitan sederhana dan jatuh natural di sekitar bahu. Di atas bagian kepala terdapat kacamata hitam dengan frame tebal yang digunakan sebagai aksesori. Jangan mengubah model hijab maupun posisi kacamata dari referensi.
Wanita mengenakan jaket atau sweater bergaya sporty berwarna putih dengan desain grafis tulisan bergaya graffiti berwarna merah marun pada bagian dada. Jaket memiliki resleting atau detail penutup memanjang di bagian tengah, kerah sederhana, serta garis-garis merah marun memanjang pada kedua lengan. Pada bagian lengan juga terdapat patch atau emblem kecil. Potongan jaket sedikit oversized dan jatuh longgar mengikuti tubuh.
Di bahu kanan terdapat strap tas berwarna hitam yang turun secara vertikal dari bahu menuju sisi tubuh. Pertahankan posisi strap tersebut. Wanita mengenakan celana panjang hitam dengan potongan sangat longgar dan wide-leg, material terlihat jatuh berat dan membentuk lipatan kain natural dari paha hingga bagian bawah. Celana menutupi sebagian area atas sepatu dan memiliki sedikit kerutan pada bagian bawah karena panjang celana.
Gunakan sneakers berwarna putih dengan sol tebal dan desain sederhana. Kedua sepatu terlihat jelas pada bagian bawah frame. Pastikan sepatu tidak berubah warna dan posisi kaki tetap natural.
Latar belakang merupakan interior toko musik dengan dinding semen abu-abu muda bertekstur halus. Pada bagian atas belakang terdapat dua tingkat rak display berwarna hitam yang menempel pada dinding. Rak tersebut dipenuhi beberapa cover album atau vinyl yang dipajang berdiri dengan berbagai desain dan warna. Beberapa cover menampilkan gambar dan tulisan, tetapi jangan membuat tulisan menjadi elemen utama.
Di bagian kiri dan kanan belakang wanita terdapat dua speaker besar bergaya vintage, masing-masing memiliki kabinet berwarna krem atau putih gading dengan panel depan berwarna hitam dan woofer besar berbentuk lingkaran. Di atas masing-masing speaker terdapat elemen merah berbentuk kotak atau wadah display. Di area kiri belakang terdapat turntable atau pemutar vinyl di atas meja/rak.
Di bagian bawah dan belakang wanita terdapat rak besi industrial berwarna silver dengan beberapa tingkat. Rak berisi berbagai cover vinyl, poster, dan album yang disusun secara santai. Salah satu cover album besar di bagian kanan bawah menampilkan desain dominan hitam dengan tulisan merah “DAMN.” dan gambar orang mengenakan pakaian putih. Tambahkan beberapa cover album lain dengan desain berbeda pada rak, tetapi tetap mengikuti susunan dan kepadatan visual foto referensi.
Di sisi kanan frame terdapat lampu berdiri dengan kepala lampu berbentuk reflektor logam berwarna silver, mengarah ke area interior toko. Lampu tersebut memiliki tiang tipis berwarna gelap dan berada di belakang wanita. Jangan membuat lampu terlalu terang atau menghasilkan warna kuning.
Lantai berupa beton atau semen abu-abu muda dengan tekstur halus. Seluruh interior memiliki warna dominan abu-abu, putih, hitam, silver, dan sedikit aksen merah marun. Pertahankan nuansa toko musik yang bersih dan modern.
Gunakan framing vertikal full-body dengan perspektif kamera smartphone dan sedikit karakteristik lensa wide-angle agar seluruh tubuh wanita dan lingkungan toko terlihat luas. Wide-angle harus ringan dan natural, jangan sampai membuat tubuh atau kaki terdistorsi. Kamera berada kurang lebih setinggi dada wanita dan diarahkan lurus dengan sedikit sudut dari depan. Wanita tetap berada di tengah frame dengan ruang kosong secukupnya di atas dan di kedua sisi.
Gunakan pencahayaan indoor yang terang, netral, dan menyebar lembut. Hindari pencahayaan warm, kuning, orange, golden hour, atau lampu tungsten. Dinding abu-abu harus tetap terlihat netral, pakaian putih harus tetap putih bersih, dan warna merah marun tetap terlihat jelas. Bayangan di lantai dan di sekitar tubuh harus lembut dan tidak terlalu gelap.
Pertahankan secara sangat ketat pose wanita, arah tubuh, arah pandangan, posisi kedua tangan di dalam saku, posisi kaki, bentuk pakaian, hijab, kacamata, strap tas, celana, sepatu, rak vinyl, speaker, lampu, serta komposisi interior seperti pada foto referensi. Jangan menambahkan orang lain, jangan mengubah jenis tempat, jangan membuat pose seperti model profesional, dan jangan membuat tubuh terlihat terlalu sempurna atau kaku. Hasil akhir harus terasa seperti foto spontan seseorang yang sedang berada di toko musik.
Gambar di ambil seperti menggunakan kamera iPhone 14, kualitas resolusi agak rendah tidak terlalu HD, kontras rendah, bayangan lembut, tidak ada efek estetika tambahan, foto terlihat original tidak seperti di edit. Pencahayaan harus cerah, netral, dan bersih tanpa dominasi warna kuning atau warm tone.
[17/8, 19.41] null: Teks bisa di ganti ya bray, kalo mau ganti caranya tinggal cari aja teks prompt yang bertuliskan teks tersebut, kalo mau ga pake teks tinggal di hapus aja ya🤙😋
Prompt:
Buatkan gambar sesuai deskripsi yang saya berikan di bawah ini, gunakan wajah pria pada foto referensi yang saya berikan di atas untuk gambar yang saya deskripsikan di bawah ini. Pertahankan kemiripan identitas pria 100% sama seperti foto referensi tanpa mengubah karakter wajah, proporsi, atau detail identitasnya.
Buat foto vertikal bergaya snapshot street photography yang menampilkan seorang pria berdiri santai di pinggir jalan perkotaan pada area komersial. Komposisi menggunakan framing dari sekitar paha hingga bagian atas tubuh, dengan pria berada di sisi kanan frame dan menyisakan area lingkungan yang cukup luas di sisi kiri.
Pria berdiri dalam posisi santai dengan tubuh sedikit miring dan tidak sepenuhnya menghadap kamera. Posisi tubuh mengarah agak ke samping, sementara arah pandangan pria tertuju ke sisi kanan frame, seolah sedang memperhatikan sesuatu di luar kamera. Ekspresinya terlihat tenang, santai, dan sedikit serius tanpa senyum lebar. Postur tubuh tidak kaku, bahu rileks, dan posisi badan terlihat seperti sedang tertangkap kamera secara spontan.
Kedua lengan pria berada di bagian depan tubuh dengan posisi rileks. Salah satu lengan sedikit menekuk dan berada di depan area pinggang, sementara tangan lainnya berada lebih rendah dan sedikit menjulur ke arah sisi kanan frame. Jari-jari tangan terlihat natural dan tidak dibuat terlalu sempurna. Pose keseluruhan harus terasa spontan seperti seseorang yang sedang berdiri santai di trotoar, bukan pose model profesional.
Pria mengenakan kaus putih tanpa lengan dengan potongan oversized dan bagian lengan dibuat terbuka lebar. Pada bagian depan kaus terdapat tulisan grafis besar berwarna merah yang tersusun dalam beberapa baris, dengan teks utama bertuliskan “PARENTS'” dan “EODEGA” atau mengikuti bentuk tulisan pada foto referensi. Bagian bawah kaus jatuh longgar di sekitar pinggang. Pria mengenakan celana panjang berwarna hitam dengan potongan longgar dan material yang terlihat sedikit tebal. Tambahkan aksesori berupa kacamata hitam dengan frame gelap, kalung rantai berwarna silver dengan liontin kecil, serta beberapa aksesori cincin atau gelang pada tangan sesuai posisi pada foto referensi.
Latar belakang berupa jalan raya perkotaan dengan beberapa kendaraan yang sedang berada di jalan maupun terparkir di sisi jalan. Tepat di belakang pria terdapat sebuah mobil sport berwarna merah dengan bagian belakang mobil terlihat jelas, termasuk spoiler, lampu belakang, dan detail bodinya. Di sisi kiri frame terdapat kendaraan lain berwarna merah-oranye yang sebagian masuk ke dalam frame.
Di belakang jalan terdapat deretan bangunan komersial. Salah satu bangunan memiliki fasad berwarna hitam gelap dengan bagian depan toko yang menggunakan kanopi merah. Di area tersebut terdapat papan nama toko berwarna putih atau terang dengan tulisan kecil berwarna merah. Tambahkan beberapa papan toko dan elemen perkotaan lain secara natural.
Pada kejauhan terlihat kawasan perbukitan atau permukiman yang dipenuhi bangunan kecil, menciptakan latar belakang kota yang bertingkat. Tambahkan tiang listrik dan kabel listrik yang terlihat melintang di bagian atas serta beberapa kendaraan kecil di kejauhan. Semua elemen latar belakang harus memiliki perspektif dan skala yang natural.
Langit memenuhi area bagian atas frame dan terlihat sangat terang hampir putih karena kondisi cahaya yang kuat. Jangan membuat langit biru pekat. Gunakan pencahayaan outdoor yang terang dan netral dengan highlight yang cukup kuat, tetapi hindari warna kuning, orange, golden hour, atau warm tone. Warna putih pada kaus harus tetap terlihat putih bersih, warna hitam pada celana tetap gelap, dan warna merah kendaraan serta grafis kaus tetap terlihat jelas.
Gunakan perspektif kamera smartphone dengan sedikit karakteristik lensa wide-angle agar lingkungan di sekitar pria tetap terlihat luas dan memberikan kesan street photography spontan. Jangan gunakan distorsi ekstrem pada tubuh. Kamera berada kurang lebih setinggi dada pria dan diarahkan sedikit dari samping, sehingga pria terlihat berada di foreground sementara jalan, mobil, toko, dan perbukitan terlihat di belakangnya.
Tambahkan sedikit karakter foto ponsel yang natural: detail tidak terlalu tajam, sedikit grain atau noise halus, highlight terang, shadow lembut, dan kontras rendah. Jangan membuat kulit atau pakaian terlihat terlalu mulus seperti hasil AI. Pertahankan ketidaksempurnaan kecil khas foto smartphone.
Jika mempertahankan teks overlay seperti pada foto referensi, letakkan tulisan berwarna kuning di area kiri bawah gambar, terdiri dari beberapa baris dengan susunan seperti kutipan:
“ada orang, dia rela
menunggu padahal dia
tau orang yang dia tunggu
sedang mencintai
orang lain.”
Gunakan tipografi sederhana berwarna kuning dan posisikan sebagai elemen overlay di atas area jalan, tanpa menutupi pria.
Pertahankan komposisi, posisi tubuh, arah pose, posisi tangan, pakaian, aksesori, kendaraan, lingkungan jalan, perspektif, serta suasana foto seperti referensi. Jangan menambahkan orang lain sebagai karakter utama, jangan mengubah outfit, jangan membuat pose terlalu formal, jangan membuat ekspresi berlebihan, dan jangan membuat gambar terlihat seperti pemotretan studio.
Gambar di ambil sedikit lebih jauh dari tempat pria tersebut berdiri, seperti menggunakan kamera iPhone 14, kualitas resolusi agak rendah tidak terlalu HD, kontras rendah, bayangan lembut, tidak ada efek estetika tambahan, foto terlihat original tidak seperti di edit. Pencahayaan harus cerah, netral, dan bersih tanpa dominasi warna kuning atau warm tone.
[17/8, 22.32] null: Buatkan gambar sesuai deskripsi berikut menggunakan pria dan wanita pada foto referensi yang saya berikan sebagai orang yang sama persis. Pertahankan identitas dan seluruh karakteristik visual dari foto referensi tanpa mengubah bentuk wajah, jangan membuat wajah baru, jangan melakukan beautifikasi, dan jangan mengubah proporsi tubuh. Gunakan foto referensi hanya sebagai acuan identitas orang, sedangkan pose, pakaian, lokasi, komposisi, dan suasana mengikuti deskripsi berikut.
Buat foto vertikal dua orang, seorang pria dan seorang wanita, sedang duduk berdampingan di area pedestrian Jalan Malioboro pada malam hari. Komposisi memperlihatkan suasana jalan secara luas dari bagian atas hingga kaki kedua orang, dengan papan nama jalan menjadi elemen utama di bagian tengah atas.
Pria berada di sisi kiri frame dan duduk santai di atas bola beton bulat yang berada di area pedestrian. Posisi tubuh sedikit condong ke depan dengan kedua kaki terbuka secara natural. Kedua telapak kaki tetap berada di lantai. Ia mengenakan kaus lengan pendek berwarna hitam dengan tulisan/grafis kecil berwarna putih di bagian dada, celana panjang jeans biru muda baggy, serta sandal slip-on berwarna hitam. Kedua tangannya berada di antara kedua paha dekat lutut. Salah satu tangan memegang benda kecil berwarna gelap seperti aksesori atau benda pribadi, sementara tangan lainnya berada di dekatnya dengan posisi rileks. Bahu dan tubuh tidak dibuat tegak sempurna; buat posisi duduk terlihat santai seperti foto spontan saat sedang jalan-jalan.
Wanita berada di sisi kanan frame, duduk di atas bola beton bulat yang bersebelahan dengan pria. Tubuhnya menghadap kamera dengan posisi sedikit menyamping. Kedua kaki berada di depan tubuh dengan posisi menyilang secara santai pada bagian bawah, dan kedua telapak kaki tetap terlihat. Ia mengenakan atasan kaus pendek berwarna hitam dengan bagian kerah dan detail garis horizontal berwarna putih/krem pada area lengan serta bahu, dengan tulisan/grafis putih pada bagian dada. Ia mengenakan celana panjang bermotif garis-garis vertikal halus berwarna abu-abu, serta sandal slip-on berwarna pink muda.
Salah satu tangan wanita ditekuk ke atas, dengan telunjuk ditempatkan secara ringan di bawah area dagu sebagai gestur pose foto yang santai dan playful. Siku tangan tersebut bertumpu dekat paha. Tangan lainnya berada di sekitar pangkuan dan memegang atau bertumpu pada benda kecil berwarna gelap. Ekspresinya terlihat ceria dan santai melalui gestur tubuh, tidak dibuat kaku atau seperti pose formal. Jaga posisi kedua tangan, kemiringan tubuh, posisi kaki, dan gestur secara natural seperti pada foto referensi.
Kedua orang duduk berdekatan tetapi tidak saling merangkul. Jarak antara tubuh mereka dekat dan proporsional. Keduanya berada di bagian bawah-tengah frame, sedangkan lingkungan Jalan Malioboro memenuhi sebagian besar area di belakang mereka.
Tepat di belakang kedua orang terdapat tiang papan nama jalan berwarna hijau tua dengan ornamen klasik. Papan tersebut berada hampir tepat di tengah frame dan bertuliskan “JL. MALIOBORO” dengan tulisan yang jelas, serta terdapat tulisan kecil “naming unlimited” di bawahnya. Tiang papan memanjang vertikal ke bawah dan secara visual berada di antara pria dan wanita, sehingga menjadi elemen pemisah alami di antara keduanya.
Latar belakang memperlihatkan Jalan Malioboro pada malam hari dengan suasana kota yang masih ramai. Di sisi kiri terdapat deretan bangunan dengan fasad modern, dinding berwarna terang, balkon, pagar, serta lampu dinding yang menyala. Sepanjang pedestrian terdapat beberapa bangku taman berwarna gelap yang tersusun berjajar. Area lantai pedestrian menggunakan ubin besar berwarna abu-abu gelap dengan pola garis dan sambungan yang terlihat jelas.
Di belakang dan sekitar papan jalan terdapat pepohonan rindang dengan banyak daun hijau. Beberapa bagian pepohonan terkena cahaya lampu jalan sehingga terlihat terang, sementara bagian lainnya tetap lebih gelap. Di sisi kanan belakang terlihat jalan raya dengan beberapa sepeda motor, kendaraan, bangunan toko, papan informasi, lampu jalan, serta aktivitas orang-orang yang sedang berada di kawasan Malioboro. Buat kendaraan dan orang di kejauhan sedikit tidak dominan agar fokus utama tetap pada pria dan wanita.
Di bagian bawah dan sekitar kedua orang terdapat beberapa bola beton bulat besar sebagai pembatas pedestrian, dengan permukaan kasar dan warna abu-abu kecokelatan. Salah satu bola berada di bawah pria, satu berada di bawah wanita, dan beberapa bola lainnya terlihat di sisi kanan dan belakang. Bayangan kedua orang, bola beton, dan tiang terlihat jatuh ke permukaan pedestrian akibat sumber cahaya malam di sekitar lokasi.
Gunakan suasana malam yang terang dengan pencahayaan netral dan bersih. Lampu kota boleh terlihat terang di latar belakang, tetapi jangan memberikan dominasi warna kuning atau oranye pada keseluruhan foto. Pertahankan warna pakaian, kulit, lantai, pepohonan, papan jalan, dan lingkungan agar tetap natural dan seimbang. Hindari color grading hangat, golden hour, efek cinematic, glow, bloom berlebihan, HDR, filter kecantikan, atau efek estetika tambahan.
Gunakan framing kamera smartphone vertikal dengan perspektif natural. Jangan menggunakan distorsi wide-angle yang ekstrem karena bentuk tubuh, bola beton, dan tiang harus tetap proporsional. Kamera berada pada ketinggian sekitar dada hingga pinggang orang yang duduk, dengan jarak cukup jauh sehingga seluruh tubuh kedua orang dari bagian atas hingga sandal dapat terlihat sekaligus memberikan ruang yang cukup untuk lingkungan Jalan Malioboro. Papan nama jalan tetap masuk penuh di bagian atas-tengah frame. Komposisi harus terasa seperti seseorang memotret pasangan secara spontan saat sedang berada di Malioboro, bukan foto studio.
Pertahankan pose yang santai dan tidak kaku: posisi bahu sedikit berbeda, tangan tidak dibuat simetris, kaki memiliki sudut natural, pakaian memiliki lipatan kain yang wajar, dan tubuh tidak dibuat terlalu sempurna atau terlalu tegak. Jangan mengubah identitas orang dari foto referensi, jangan mengganti orang, jangan membuat wajah berbeda, dan jangan menambahkan aksesori yang tidak disebutkan.
Gambar di ambil seperti menggunakan kamera iPhone 14, kualitas resolusi agak rendah tidak terlalu HD, kontras rendah, bayangan lembut, tidak ada efek estetika tambahan, foto terlihat original tidak seperti di edit. Pencahayaan harus cerah dan netral, tanpa dominasi warna kuning atau warm tone.
[17/8, 22.50] null: Last prompt brayy, lanjut besok yaa, staytunee🥰🫰🏻
Prompt:
Buatkan gambar berdasarkan foto referensi yang saya berikan. Gunakan pria dan wanita pada foto referensi sebagai orang yang sama persis untuk hasil akhir, pertahankan identitas, proporsi tubuh, bentuk tubuh, dan seluruh ciri visual orang dari foto referensi tanpa mengubahnya. Jangan membuat orang baru atau mengganti karakter dari referensi.
Buat komposisi foto vertikal bergaya kolase scrapbook romantis seperti referensi. Latar belakang berupa kertas berwarna hijau pastel kekuningan dengan pola tulisan hitam besar berulang yang berbunyi “love again and again” dan “fall in love again”, tersusun memenuhi area latar secara acak namun tetap terbaca sebagian. Di sisi kiri terdapat lembar kertas bergaris seperti halaman notebook berwarna krem pucat, dengan beberapa gambar hati kecil berwarna merah yang digambar tangan menggunakan tekstur tinta/crayon. Tepi kertas terlihat seperti sobekan tidak beraturan sehingga memberikan efek scrapbook manual.
Tambahkan berbagai elemen dekoratif yang tampak seperti potongan scrapbook yang ditempel secara manual: beberapa ilustrasi hati merah dan pink dengan tekstur kain atau coretan tangan, potongan kertas bertuliskan “you’re mine” dengan tulisan serif hitam, ilustrasi hati pink yang menempel pada tulisan tersebut, amplop kecil berwarna putih/krem dengan gambar hati merah di bagian tengah, plester luka berwarna beige yang ditempel menyilang di atas amplop, serta elemen dekoratif kecil berbentuk hati di beberapa area. Di sisi kanan bagian tengah terdapat sebagian objek berbentuk lingkaran putih dengan tulisan tangan merah dan beberapa simbol hati, seolah merupakan potongan stiker atau elemen scrapbook yang masuk dari luar frame.
Bagian bawah menjadi fokus utama dengan dua potongan foto orang yang ditempel seperti sticker cutout, masing-masing memiliki garis outline putih tebal dan tidak beraturan.
Pria berada di sisi kiri bawah. Tubuhnya terlihat dalam posisi miring/bersandar ke arah kamera dengan framing close-up hingga sekitar dada. Ia mengenakan pakaian berwarna hitam polos. Salah satu lengannya berada di bagian bawah frame dan tangannya diletakkan dekat area dagu, dengan satu jari diarahkan menyamping sehingga membentuk gestur menunjuk ke arah kanan. Posisi bahunya sedikit miring, tubuh tidak tegak lurus, dan keseluruhan pose terlihat santai, spontan, serta seperti foto candid yang dibuat untuk kolase pasangan. Jangan membuat pose pria kaku atau simetris.
Wanita berada di sisi kanan bawah, sedikit lebih rendah dan berdampingan dengan pria. Ia mengenakan hijab berwarna hitam serta pakaian berlengan panjang berwarna gelap. Tubuhnya sedikit condong ke arah kamera. Salah satu tangannya ditekuk dan telapak tangan menopang bagian bawah dagu, dengan siku berada di bawah frame. Pose tangan terlihat santai dan natural, sementara tubuh sedikit menyamping mengikuti bentuk cutout. Pertahankan posisi tangan, arah tubuh, jarak dengan pria, dan proporsi kedua orang seperti pada referensi. Jangan membuat kedua orang berdiri tegak atau berpose formal.
Kedua orang harus terlihat seperti benar-benar berasal dari foto referensi yang sama, dengan posisi cutout yang natural. Pertahankan bentuk outline putih di sekeliling masing-masing foto, termasuk lekukan outline yang mengikuti bentuk tubuh. Jangan mengubah susunan kolase, jangan menghilangkan elemen scrapbook, dan jangan menambahkan objek baru yang tidak ada pada referensi.
Gunakan pencahayaan terang dan netral dengan white balance dingin/natural. Hindari seluruh pencahayaan bernuansa kuning, keemasan, oranye, atau warm tone. Warna keseluruhan tetap cerah tetapi tidak terlalu jenuh. Bayangan lembut dan tipis, tanpa efek glow, cinematic lighting, HDR berlebihan, atau filter kecantikan. Tekstur kertas, coretan tangan, potongan gambar, outline putih, dan elemen scrapbook harus tetap terlihat seperti benda fisik yang ditempel secara manual.
Komposisi menggunakan perspektif kamera yang dekat dengan framing vertikal. Elemen di bagian bawah dibuat lebih dominan dibanding dekorasi latar. Jika diperlukan efek perspektif dari kamera dekat, gunakan sedikit karakteristik lensa wide-angle tetapi jangan sampai bentuk tubuh mengalami distorsi berlebihan. Pastikan hasil akhirnya terasa seperti foto pribadi yang kemudian dibuat menjadi kolase scrapbook, bukan gambar digital yang terlalu sempurna atau hasil render AI.
Gambar diambil seperti menggunakan kamera iPhone 14, kualitas resolusi agak rendah tidak terlalu HD, kontras rendah, bayangan lembut, tidak ada efek estetika tambahan, foto terlihat original tidak seperti di edit. Jangan gunakan pencahayaan hangat atau kuning; hasil akhir harus cerah, netral, dan natural.
[18/8, 19.03] null: Buatkan gambar menggunakan foto referensi yang saya berikan sebagai acuan identitas orang. Pertahankan kemiripan wajah pria dan wanita pada foto referensi semaksimal mungkin tanpa mengubah karakteristik wajah mereka.
Adegan berupa foto selfie kasual vertikal yang menampilkan seorang pria dan seorang wanita di dalam ruangan yang terang. Kamera berada sangat dekat dengan kedua orang, menggunakan perspektif lensa wide-angle sehingga bagian yang berada dekat kamera terlihat sedikit lebih besar dan perspektif ruangan terasa melebar.
Pria berada di sisi kiri frame, tubuhnya hanya terlihat sebagian dan posisinya sedikit lebih rendah daripada wanita. Ia menghadap langsung ke kamera dengan posisi tubuh condong mendekat ke arah kamera. Kedua bahunya tidak sepenuhnya terlihat karena framing sangat dekat. Ia mengenakan pakaian berwarna hitam atau sangat gelap dengan bagian kerah dan bahu terlihat samar. Ekspresinya santai dan ramah, dengan senyum kecil yang natural. Tatapannya diarahkan langsung ke kamera. Pose dibuat rileks, seperti seseorang yang spontan ikut masuk ke dalam frame saat mengambil selfie.
Wanita berada di sisi kanan frame dan menjadi elemen yang paling dekat dengan kamera. Tubuhnya juga hanya terlihat sebagian karena framing close-up. Ia mengenakan hijab berwarna beige atau nude dengan bahan yang tampak lembut dan sedikit bertekstur, menutupi bagian kepala dan membingkai area wajah secara natural. Ia mengenakan pakaian bernuansa gelap di bagian bawah frame. Posisi tubuhnya sangat condong ke arah kamera dari sisi kanan, sehingga bagian tubuhnya terlihat lebih besar akibat perspektif wide-angle. Ia mengarahkan pandangan langsung ke kamera dengan ekspresi playful dan santai, bibir sedikit dimajukan seperti ekspresi pout ringan, memberikan kesan candid dan spontan, bukan pose formal. Jarak wanita dengan kamera sangat dekat sehingga framing tubuhnya terpotong di sisi kanan dan bagian bawah gambar.
Komposisi dibuat seperti selfie spontan yang diambil dari jarak dekat, dengan pria di kiri dan wanita di kanan, keduanya masuk ke dalam satu frame secara natural. Kamera sedikit miring sehingga garis ruangan dan jendela di belakang ikut membentuk perspektif diagonal. Jangan membuat pose mereka kaku atau terlalu sempurna; pertahankan kesan spontan seperti foto yang diambil tanpa persiapan.
Latar belakang berupa interior ruangan modern dengan dinding dan plafon berwarna putih atau abu-abu muda. Di bagian belakang terdapat jendela besar dengan cahaya siang masuk dari luar. Melalui jendela terlihat pepohonan hijau yang cukup terang. Di plafon terlihat beberapa lampu recessed dan elemen pencahayaan interior. Pada bagian bawah-tengah frame terdapat sebuah tablet berukuran besar dengan casing tebal berwarna krem atau putih, sedang dipegang atau berada sangat dekat dengan kamera. Layar tablet menampilkan tampilan permainan digital dengan elemen antarmuka berwarna-warni. Tablet menjadi elemen foreground tambahan yang sebagian menutupi tubuh bagian bawah kedua orang.
Pencahayaan berasal terutama dari cahaya siang melalui jendela, menghasilkan suasana terang, bersih, dan natural. Hindari pencahayaan warm atau kekuningan. Gunakan white balance netral hingga sedikit cool, sehingga warna putih pada dinding tetap putih dan warna kulit tidak berubah menjadi kuning. Bayangan lembut dan tidak terlalu pekat. Jangan memberikan efek glow, cinematic lighting, filter warna, atau efek estetika tambahan.
Pertahankan framing vertikal 3:4, close-up wide-angle, perspektif kamera smartphone dari jarak sangat dekat, sedikit distorsi perspektif khas lensa wide-angle smartphone, komposisi spontan, detail lingkungan tetap terlihat, dan jangan membuat hasil terlihat seperti foto studio atau hasil edit AI.
Gambar diambil seperti menggunakan kamera iPhone 14, kualitas resolusi agak rendah tidak terlalu HD, kontras rendah, bayangan lembut, tidak ada efek estetika tambahan, foto terlihat original tidak seperti di edit. Hasil akhir harus berupa foto candid yang cerah dengan warna netral dan tidak memiliki pencahayaan hangat ataupun kuning.
[18/8, 19.14] null: Buatkan gambar sesuai deskripsi berikut menggunakan foto referensi yang saya berikan sebagai acuan identitas pria dan wanita. Pertahankan identitas dan kemiripan pria dan wanita pada foto referensi semaksimal mungkin, tanpa mengubah karakteristik wajah, proporsi, atau identitas mereka. Jangan membuat orang baru atau mengubah orang pada foto referensi.
Buat sebuah kolase foto vertikal dengan nuansa scrapbook editorial berwarna putih dan biru, terinspirasi dari dekorasi Snoopy, dengan satu foto utama di bagian tengah sebagai fokus utama.
Foto utama berbentuk persegi panjang vertikal dengan sudut sedikit membulat dan ditempatkan di tengah kolase. Di dalam foto tersebut terdapat seorang pria dan seorang wanita yang berfoto menggunakan perspektif kamera smartphone wide-angle dari posisi rendah dan jarak dekat.
Pria berada di sisi kiri foto utama. Posisi kamera berada lebih rendah dari tubuhnya sehingga kamera diarahkan sedikit ke atas. Tubuh pria menghadap ke kamera dan berada sangat dekat dengan wanita. Bahunya terlihat dari bagian bawah frame, dengan tubuh sedikit condong ke depan mengikuti posisi kamera. Pria mengenakan kaus berwarna putih atau abu-abu muda dengan gambar atau tulisan grafis berwarna lembut pada bagian dada. Pose dibuat santai dan spontan, dengan kedua bahu rileks, tidak tegak kaku, seolah sedang mengambil foto bersama secara spontan. Ekspresinya berupa pout ringan dengan bibir sedikit dimajukan, memberikan kesan playful dan santai. Tatapan diarahkan ke kamera.
Wanita berada di sisi kanan foto utama dan sedikit lebih dekat ke kamera. Tubuhnya condong ke arah pria dan kamera, dengan posisi bahu masuk dari sisi kanan frame. Ia mengenakan pakaian berwarna putih atau abu-abu muda dan penutup kepala berwarna putih yang terlihat jelas sebagai bagian dari outfit. Tubuh wanita dibuat sedikit miring mengikuti sudut kamera sehingga komposisi kedua orang terasa rapat dan natural. Ia membuat ekspresi pout/playful dengan bibir sedikit dimajukan ke arah kamera. Tatapan diarahkan ke kamera. Jangan membuat ekspresi terlalu dramatis; ekspresi harus terasa seperti pose spontan ketika mengambil foto bersama teman atau pasangan.
Gunakan perspektif wide-angle smartphone yang jelas: kamera berada dekat dengan kedua orang dan sedikit lebih rendah dari posisi tubuh mereka, sehingga bagian tubuh yang paling dekat dengan kamera terlihat sedikit lebih besar dan perspektif terasa melebar. Jangan menggunakan perspektif telephoto atau portrait dengan latar belakang terlalu blur. Foto harus memiliki karakter selfie wide-angle yang natural.
Latar belakang foto utama berupa area berwarna biru terang dengan elemen struktur geometris atau rangka tipis berwarna abu-abu di bagian atas dan belakang kedua orang. Warna biru pada background cukup dominan tetapi tetap lembut dan tidak terlalu jenuh. Foto utama harus terasa seperti foto spontan yang diambil dengan kamera smartphone.
Seluruh foto utama kemudian ditempatkan ke dalam desain kolase scrapbook berwarna putih. Jangan mengubah susunan kolase. Di bagian paling atas terdapat ilustrasi Snoopy berwarna putih dengan garis hitam tebal, sedang berbaring horizontal dan bertumpu pada bagian depan tubuhnya. Di belakangnya terdapat ilustrasi dekoratif bernuansa biru seperti payung kecil dan gambar artistik bergaya vintage.
Di sisi kiri bagian tengah terdapat elemen tipografi biru besar dengan bentuk abstrak bergelombang dan potongan teks dekoratif berwarna hitam yang sebagian tertutup oleh elemen lainnya. Di sisi kanan foto utama terdapat ilustrasi Snoopy kecil berwarna putih dengan outline hitam, berdiri atau duduk sambil mengangkat kedua tangan, ditempatkan di atas elemen ilustrasi biru bergaya vintage.
Di bagian kiri bawah foto utama terdapat ilustrasi karakter Snoopy berukuran besar dengan pose santai dan bagian tubuhnya masuk melewati batas beberapa elemen kolase. Ilustrasi ini memiliki outline hitam tebal dan area putih yang dominan.
Di bagian kanan bawah terdapat ilustrasi Snoopy dalam pose duduk atau membungkuk dengan satu kaki terangkat dan tubuh menghadap ke samping. Di bawahnya terdapat pola lingkaran konsentris berwarna biru tua, biru muda, putih, dan abu-abu yang tersusun seperti motif grafis retro.
Pada bagian paling bawah kiri terdapat ilustrasi Snoopy sedang memegang kamera kecil berwarna hitam dan mengarahkannya ke depan, seolah-olah sedang memotret. Di belakang ilustrasi tersebut terdapat lingkaran biru besar dan potongan teks kecil bergaya halaman majalah atau koran.
Gunakan beberapa elemen tambahan berupa potongan ilustrasi biru, gambar artistik vintage, bentuk geometris, potongan tulisan majalah, dan ruang putih sebagai background. Semua elemen harus terlihat seperti ditempel secara manual dalam scrapbook collage, tetapi tetap rapi dan seimbang.
Pertahankan komposisi utama: foto dua orang tetap berada tepat di tengah sebagai focal point, sementara ilustrasi Snoopy dan elemen grafis mengelilinginya dari bagian atas, kiri, kanan, dan bawah. Jangan memindahkan posisi foto utama, jangan mengubah ukuran foto utama, jangan menghilangkan elemen dekorasi, dan jangan membuat desain kolase menjadi layout baru.
Gunakan palet warna dominan putih, biru tua, biru muda, abu-abu, dan sedikit hitam. Hindari warna kuning, oranye, merah, atau tone hangat. Pencahayaan pada foto utama harus cerah dengan white balance netral atau sedikit cool. Jangan memberikan efek golden hour, warm lighting, atau warna kekuningan. Bayangan lembut, kontras rendah, dan warna kulit tetap natural.
Hasil akhir harus terlihat seperti foto kolase scrapbook yang benar-benar dibuat dari foto smartphone dan elemen dekoratif, bukan seperti desain 3D atau ilustrasi digital yang terlalu bersih. Pertahankan detail kecil, tekstur kertas, garis ilustrasi, potongan tipografi, dan layering elemen kolase.
Gambar diambil seperti menggunakan kamera iPhone 14, kualitas resolusi agak rendah tidak terlalu HD, kontras rendah, bayangan lembut, tidak ada efek estetika tambahan, foto terlihat original tidak seperti di edit.
[18/8, 19.19] null: Prompt:
Buatkan gambar sesuai deskripsi yang saya berikan di bawah ini, gunakan wajah wanita pada foto referensi yang saya berikan untuk gambar yang saya deskripsikan di bawah ini, pertahankan kemiripan 100% dengan wajah wanita pada foto referensi tanpa mengubah identitas, proporsi, atau karakteristik wajahnya sedikit pun.
Buat sebuah foto vertikal seorang wanita yang sedang berdiri santai di tengah taman yang dipenuhi bunga hydrangea. Komposisi foto menampilkan wanita dari sekitar paha hingga bagian atas tubuh dengan lingkungan taman tetap terlihat luas di sekelilingnya.
Wanita berdiri di sisi kanan-tengah frame, tubuh menghadap ke arah kamera tetapi sedikit diputar dan dibuat rileks. Posturnya tegak namun natural, dengan salah satu bahu sedikit lebih rendah sehingga pose tidak terlihat kaku. Berat tubuh bertumpu secara santai pada salah satu kaki. Bagian tubuh sedikit condong ke arah kiri frame untuk menciptakan pose yang seimbang dengan bunga di sampingnya.
Tangan kiri wanita diangkat ke arah salah satu rumpun bunga hydrangea di sisi kiri tubuhnya. Siku sedikit ditekuk dan telapak tangan terbuka menghadap ke atas, berada tepat di bawah kumpulan bunga seolah-olah sedang menopang atau memperlihatkan bunga tersebut kepada kamera. Jari-jari dibuat rileks dan sedikit terbuka secara natural, tidak lurus kaku. Tangan lainnya berada di sisi tubuh dengan posisi rileks dan sedikit menjulur ke bawah.
Wanita mengenakan hijab berwarna beige muda atau krem pucat dengan bahan yang terlihat lembut dan jatuh natural. Hijab memiliki lilitan sederhana dan bagian kain memanjang melewati bahu hingga ke area dada, membentuk drape yang lembut. Jangan mengubah warna hijab menjadi putih terang atau cokelat tua.
Untuk pakaian, wanita mengenakan blazer atau outer formal berwarna hitam atau charcoal gelap dengan potongan rapi. Blazer memiliki lengan panjang, bagian depan sedikit terbuka, serta beberapa kancing dekoratif berwarna keemasan atau bronze pada bagian depan. Di bawah blazer terdapat pakaian berwarna gelap. Gunakan celana jeans biru muda dengan potongan casual yang terlihat mulai dari bagian pinggang hingga paha.
Wanita membawa tas selempang berwarna cream atau ivory. Strap tas melewati bagian depan tubuh secara diagonal dari bahu menuju sisi berlawanan di area pinggang. Tas berbentuk persegi panjang dengan sudut sedikit membulat, ukuran sedang, bahan terlihat rapi dan kokoh, serta berada di bagian depan-samping tubuh dekat pinggul. Tambahkan detail strap, pengait logam, dan bentuk tas sesuai referensi.
Tambahkan gelang tipis berwarna keemasan pada salah satu pergelangan tangan. Jangan menambahkan aksesori lain yang tidak terdapat pada referensi.
Latar belakang berupa taman hydrangea yang sangat lebat. Hampir seluruh area belakang wanita dipenuhi daun hijau besar dan rumpun bunga hydrangea berwarna putih, cream, hijau muda, serta sedikit nuansa biru pucat. Bunga-bunga memiliki bentuk bulat besar dengan banyak kelopak kecil yang berkumpul menjadi satu kepala bunga. Beberapa bunga berada sangat dekat dengan wanita, sementara bunga lainnya memenuhi area belakang hingga jauh ke belakang.
Di sisi kiri wanita terdapat satu rumpun hydrangea besar yang menjadi elemen utama komposisi. Tangan wanita berada tepat di bawah bunga tersebut sehingga terlihat seperti sedang memperkenalkan bunga kepada kamera. Tambahkan beberapa bunga besar lainnya di bagian kiri bawah, kiri tengah, belakang wanita, dan sisi kanan frame.
Daun hydrangea terlihat sangat rimbun, lebar, bertekstur, dan memiliki berbagai tingkat warna hijau. Beberapa daun berada di foreground dan sebagian lainnya berada di belakang wanita. Di kejauhan terdapat deretan pepohonan tinggi berwarna hijau tua yang membentuk background paling belakang, menciptakan kedalaman alami pada taman.
Gunakan framing vertikal dengan perspektif kamera smartphone dari jarak sedang. Jangan menggunakan efek wide-angle ekstrem karena proporsi tubuh wanita harus tetap natural. Gunakan sudut kamera setinggi sekitar dada hingga pinggang wanita, dengan framing sedikit lebih lebar agar lingkungan bunga tetap menjadi bagian penting dari foto. Wanita harus terlihat menyatu dengan lingkungan, bukan seperti ditempel ke background.
Pose harus terlihat spontan seperti sedang berwisata dan meminta seseorang mengambil foto di taman bunga. Jangan membuat tangan, jari, bahu, atau posisi kaki terlalu sempurna. Berikan sedikit ketidaksempurnaan natural pada postur sehingga foto terasa seperti hasil jepretan spontan. Ekspresi wanita terlihat lembut, tenang, dan ramah dengan senyum tipis yang natural, tatapan diarahkan ke kamera, tanpa ekspresi berlebihan.
Pencahayaan berasal dari cahaya siang outdoor yang terang dan menyebar. Gunakan white balance netral atau sedikit cool. Jangan gunakan pencahayaan warm, golden hour, orange, atau kekuningan. Warna hijau daun harus terlihat segar, bunga tetap putih dan hijau muda, pakaian tetap charcoal gelap, hijab tetap beige pucat, dan warna kulit tidak dibuat terlalu hangat. Bayangan dibuat lembut dan tidak terlalu pekat.
Pertahankan detail tekstur kain hijab, blazer, denim, tas, daun, dan kelopak hydrangea. Background memiliki kedalaman alami dengan sedikit blur lembut pada bagian yang jauh, tetapi jangan membuat seluruh background terlalu blur. Foto harus mempertahankan kesan candid, natural, sederhana, dan seperti hasil jepretan kamera smartphone tanpa filter berlebihan.
Jangan menambahkan tulisan, watermark, frame, ornamen, efek cinematic, efek glow, color grading dramatis, atau elemen yang tidak ada pada referensi.
Gambar di ambil seperti menggunakan kamera iPhone 14, kualitas resolusi agak rendah tidak terlalu HD, kontras rendah, bayangan lembut, tidak ada efek estetika tambahan, foto terlihat original tidak seperti di edit. Hasil akhir harus cerah dengan white balance netral, tanpa pencahayaan hangat ataupun kuning.
[18/8, 22.13] null: Buatkan gambar sesuai deskripsi yang saya berikan di bawah ini, gunakan pria pada foto referensi yang saya berikan untuk gambar yang saya deskripsikan, pertahankan wajah pria semirip mungkin hingga 100% dengan foto referensi tanpa mengubah sedikit pun karakteristik, proporsi, dan identitas wajah pria tersebut.
Buat foto vertikal seorang pria sedang duduk santai di area camping terbuka dengan pemandangan gunung besar di kejauhan. Komposisi dibuat seperti foto liburan/camping spontan yang diambil menggunakan smartphone, dengan pria menjadi objek utama tetapi lingkungan alam tetap terlihat luas dan dominan.
Pria duduk di atas kursi camping lipat berwarna gelap dengan rangka logam tipis. Posisi tubuhnya menghadap sedikit menyamping ke arah kanan frame, punggung bersandar santai pada sandaran kursi, bahu rileks, kedua tangan berada di area saku atau bagian depan celana dengan posisi natural. Kedua kaki ditekuk santai ke depan, salah satu kaki sedikit lebih maju daripada kaki lainnya. Lutut terlihat menekuk dengan posisi tidak simetris agar pose terasa spontan, bukan pose formal. Kedua telapak kaki menggunakan sepatu outdoor berwarna beige atau krem dengan model chunky, disertai kaus kaki pendek berwarna putih.
Pria mengenakan jaket truckswit parasut berwarna cream atau off-white dengan tekstur bulu yang terlihat jelas. Jaket memiliki kerah tinggi bergaya outdoor berwarna sedikit lebih gelap, resleting di bagian depan, serta beberapa detail jahitan dan panel. Pada bagian dada terdapat kantong atau patch berwarna hitam berbentuk persegi panjang dengan tulisan kecil berwarna putih. Di bawah jaket terlihat celana pendek berwarna hitam dengan potongan longgar dan nyaman untuk aktivitas camping.
Pose harus terlihat sangat santai seperti sedang menikmati suasana pagi atau sore di lokasi camping. Tubuh sedikit bersandar ke belakang pada kursi, dada terbuka secara natural, kedua bahu tidak tegang, tangan rileks, dan kaki berada dalam posisi santai. Ekspresi pria terlihat tenang, nyaman, dan menikmati pemandangan di sekitarnya, bukan tersenyum lebar atau berpose secara berlebihan. Arah perhatian pria mengarah ke sisi kanan frame sehingga memberikan kesan sedang menikmati pemandangan gunung. Jangan membuat pose kaku, simetris, atau seperti foto katalog pakaian.
Di belakang pria terdapat tenda camping berwarna merah-oranye terang berukuran besar. Tenda berada tepat di belakang kursi dan menjadi elemen visual utama kedua. Bentuk tenda berupa dome/tunnel camping tent dengan beberapa panel kain yang terbentang, garis jahitan terlihat jelas, bagian pintu dan ventilasi memiliki detail warna abu-abu gelap atau biru keabu-abuan. Tambahkan tali pengikat dan struktur tenda secara natural. Pada bagian bawah tenda terlihat sebagian tulisan atau logo berwarna putih seperti perlengkapan outdoor. Tenda harus terlihat benar-benar berdiri di atas tanah rumput, bukan seperti ditempelkan pada background.
Area camping berupa padang rumput hijau dengan beberapa bagian tanah gelap yang terlihat basah atau sedikit berlumpur. Rumput di foreground terlihat cukup detail tetapi tidak terlalu tajam. Tambahkan sedikit ketidakteraturan alami pada tanah, seperti rumput pendek, area tanah terbuka, dan jejak kecil di sekitar kursi agar suasana camping terasa autentik.
Di belakang area camping terdapat deretan pepohonan hijau yang sangat lebat membentuk garis hutan di kaki gunung. Gunung besar terlihat jelas di bagian kiri dan tengah background, dengan lereng berbentuk dramatis dan tekstur vegetasi yang terlihat dari kejauhan. Bagian puncak gunung memiliki sedikit kabut atau awan tipis yang menyentuh area puncaknya. Gunung berada cukup jauh sehingga tetap terlihat megah dan memberikan kedalaman pada foto, tambahkan detail kecil seperti orang orang yang sedang berjalan dengan pakaian pendaki ala gen -z.
Langit memenuhi bagian atas frame dengan warna biru muda yang cerah dan bersih. Terdapat awan tipis berwarna putih dengan sedikit gradasi alami di beberapa bagian. Cahaya berasal dari cahaya siang alami yang terang dan menyebar. Hindari warna kuning, orange cast, golden hour berlebihan, atau pencahayaan warm. Semua warna harus terlihat netral dan cerah, terutama warna putih jaket, biru langit, hijau pepohonan, dan merah-oranye tenda.
Gunakan komposisi vertikal 9:16 dengan framing cukup lebar agar pria, kursi camping, tenda, pepohonan, gunung, dan sebagian besar langit dapat terlihat sekaligus. Gunakan perspektif wide-angle ringan seperti kamera smartphone agar lanskap terasa luas, tetapi jangan membuat distorsi tubuh atau wajah berlebihan. Kamera berada sedikit lebih rendah dari posisi kepala pria dan diarahkan sedikit ke atas sehingga gunung dan langit mendapatkan ruang yang besar di bagian belakang. Pria ditempatkan di area bawah-tengah frame, sementara gunung dan langit mengisi sebagian besar background.
Pertahankan skala pria terhadap kursi, tenda, gunung, dan lingkungan seperti pada foto referensi. Jangan mengubah bentuk tubuh menjadi terlalu kurus atau terlalu besar. Jangan membuat kaki atau tangan terlalu panjang, jangan mengubah proporsi tubuh, dan jangan membuat pose terlihat seperti hasil studio. Detail pakaian, tekstur fleece, kursi, rumput, tenda, pepohonan, serta permukaan gunung harus menyatu secara natural.
Hasil akhir harus terasa seperti foto camping pribadi yang spontan dan natural, bukan foto fashion, bukan poster wisata, bukan gambar sinematik, dan bukan hasil manipulasi digital. Hindari HDR berlebihan, oversharpening, efek glow, filter warna, efek bokeh buatan, skin smoothing, dan color grading yang terlalu kuat. Pertahankan sedikit noise/grain khas kamera smartphone dan detail foto yang tidak terlalu sempurna.
Gambar diambil seperti menggunakan kamera iPhone 14, kualitas resolusi agak rendah tidak terlalu HD, kontras rendah, bayangan lembut, tidak ada efek estetika tambahan, foto terlihat original tidak seperti di edit, rasio 3:4.
[18/8, 22.58] null: last prompt brayy, lanjut besok ya, staytunee🥰🫰🏻
Prompt:
Buatkan gambar sesuai deskripsi yang saya berikan di bawah ini, gunakan wajah pria dan wanita pada foto referensi yang saya berikan untuk gambar yang dideskripsikan, pertahankan wajah pria dan wanita semirip mungkin hingga 100% dengan foto referensi tanpa mengubah karakteristik wajah, bentuk wajah, proporsi, maupun identitas keduanya.
Buat sebuah komposisi foto scrapbook/collage bertema couple dengan nuansa kasual, romantis, dan Gen-Z, mempertahankan susunan visual seperti referensi. Komposisi utama menampilkan seorang pria dan seorang wanita duduk berdampingan sangat dekat di atas permukaan yang dilapisi halaman koran. Pria berada di sisi kiri, mengenakan kaus oversized berwarna putih dengan graphic print besar bernuansa hitam, abu-abu, dan sedikit warna biru-merah pada bagian dada. Tubuh pria sedikit condong mendekati wanita, kedua bahu berdekatan dan posisi tubuh terlihat santai. Wanita berada di sisi kanan pria, mengenakan hijab berwarna putih atau broken white dan kaus oversized putih polos. Tubuh wanita sedikit miring ke arah pria dengan posisi duduk santai, salah satu lengannya berada di samping tubuh dan tangan terlihat rileks. Keduanya terlihat seperti sedang melakukan foto candid bersama, dengan ekspresi natural dan tidak dibuat-buat, memberikan kesan pasangan yang nyaman satu sama lain. Jangan membuat pose terlalu formal atau kaku.
Latar utama menggunakan halaman koran berwarna putih gading dengan tulisan hitam yang memenuhi permukaan. Di bagian atas terdapat tipografi koran besar bertuliskan “DAYLIGHT”, dengan detail garis, kolom artikel, tanggal, dan elemen tipografi koran tetap terlihat sebagai bagian dari background. Warna halaman koran sedikit krem tetapi tetap terang dan tidak kekuningan berlebihan.
Di sebelah kanan komposisi utama terdapat sebuah strip film vertikal berwarna cokelat kemerahan dengan banyak perforasi kotak berwarna krem di sepanjang kedua sisinya. Di dalam strip tersebut terdapat tiga foto kecil hitam-putih yang menampilkan pria dan wanita yang sama dalam pose berbeda. Setiap frame harus dibuat seperti foto terpisah namun tetap menyatu dalam satu strip film.
Foto kecil pertama: pria dan wanita berdiri atau duduk sangat dekat satu sama lain di dalam ruangan dengan latar seperti interior lift berwarna abu-abu. Pria berada di sisi kiri dan wanita di sisi kanan, keduanya menghadap kamera dengan tubuh berdekatan. Pose santai dan natural.
Foto kecil kedua: pria berada tepat di belakang wanita, tubuhnya sedikit membungkuk atau mendekat dari belakang. Kedua lengan pria berada mengelilingi bagian depan tubuh wanita secara santai, sementara tangan bertemu di bagian depan. Wanita berada di depan dengan posisi tubuh tegak dan ekspresi playful, menciptakan pose couple yang akrab dan spontan. Background tetap berupa interior lift abu-abu dengan garis-garis metalik.
Foto kecil ketiga: pria dan wanita berdiri berdampingan dengan jarak sangat dekat. Pria berada di satu sisi dan wanita di sampingnya, keduanya menghadap kamera dengan pose santai. Wanita sedikit mendekat ke arah pria sehingga terlihat seperti foto couple spontan. Semua foto kecil pada strip dibuat monochrome/black-and-white dengan kontras sedang dan sedikit tekstur film analog.
Di sisi kanan bawah terdapat sebuah kartu musik berwarna ungu muda atau dusty lavender berbentuk persegi panjang dengan sudut sedikit membulat. Di dalam kartu tersebut terdapat foto couple lain yang terlihat seperti selfie di dalam lift. Pria berada di bagian depan foto dengan posisi kamera dipegang menggunakan tangan yang direntangkan ke depan, sehingga menghasilkan perspektif selfie yang natural. Wanita berada sedikit di belakang dan di samping pria, tubuhnya condong mendekat ke arahnya. Keduanya terlihat sangat dekat dan santai. Foto selfie menggunakan framing agak dekat dan perspektif kamera depan smartphone.
Pada kartu musik tersebut terdapat tampilan pemutar musik minimalis dengan tulisan “Daylight” dan “Taylor Swift”, garis progress bar, ikon kontrol musik, ikon hati kecil, serta beberapa doodle berbentuk hati dan garis dekoratif. Tambahkan pita kotak-kotak merah-putih di bagian bawah kartu musik sebagai dekorasi scrapbook. Jangan mengubah elemen tersebut menjadi objek 3D atau dekorasi digital yang terlalu sempurna.
Seluruh collage diletakkan di atas permukaan meja dengan halaman koran, kain rajut atau tekstur kain lembut, cangkir kopi dengan latte art, serta beberapa dekorasi kecil bergaya scrapbook. Tambahkan pita kotak-kotak merah-putih dan elemen kertas kecil di sekitar komposisi untuk memberikan kesan scrapbook yang benar-benar ditempel secara manual.
Pertahankan hubungan ukuran setiap elemen seperti referensi: foto utama menjadi elemen terbesar, strip film berada vertikal di samping foto utama, dan kartu musik berada di sisi kanan bawah. Jangan menghilangkan strip film, kartu musik, pita, halaman koran, tekstur kain, maupun cangkir kopi. Semua elemen harus terlihat menyatu secara natural seperti satu foto yang memotret sebuah scrapbook fisik dari atas.
Gunakan pencahayaan terang dan netral seperti cahaya siang dari ruangan dengan white balance dingin-netral. Hindari pencahayaan warm, golden, orange, atau yellow cast. Warna putih pada pakaian dan hijab harus tetap terlihat putih, bukan krem atau kuning. Bayangan lembut dan tipis, dengan kontras rendah hingga sedang. Tekstur kertas, kain, film, dan permukaan meja tetap terlihat natural.
Komposisi kamera menggunakan sudut pengambilan dari atas dengan framing cukup lebar agar keseluruhan scrapbook dan elemen di sekitarnya terlihat. Jangan menggunakan efek fisheye atau distorsi wide-angle yang berlebihan. Proporsi tubuh, posisi tangan, jarak antar tubuh, ukuran objek, serta perspektif setiap foto harus mengikuti referensi secara presisi. Pastikan pose manusia terlihat rileks, spontan, dan tidak kaku.
Jangan menambahkan efek beauty filter, glow, cinematic color grading, excessive HDR, oversharpening, blur buatan, atau efek estetika digital. Jangan membuat hasil terlihat seperti poster digital atau hasil AI editing. Pertahankan tekstur foto, sedikit grain, ketidaksempurnaan cetakan, dan karakter foto fisik yang ditempel di atas meja sehingga seluruh gambar terasa seperti dokumentasi scrapbook pribadi.
Gambar diambil seperti menggunakan kamera iPhone 14, kualitas resolusi agak rendah tidak terlalu HD, kontras rendah, bayangan lembut, tidak ada efek estetika tambahan, foto terlihat original tidak seperti di edit.
[19/8, 15.34] null: Thnks brayy 200 rb followersnya😭🥳🥳🫰🏻
Prompt:
Buatkan gambar sesuai deskripsi yang saya berikan di bawah ini, gunakan wajah pria dan wanita di atas untuk gambar yang saya deskripsikan di bawah ini, harus mirip 100% dengan foto wajah pria dan wanita yang saya berikan di atas tanpa merubah sedikitpun dari wajah pria maupun wanita di atas.
Seorang pria dan seorang wanita sedang duduk berdua di atas hamparan rumput hijau yang luas dan terawat, dengan komposisi foto vertikal. Kamera berada agak tinggi dan diarahkan sedikit ke bawah sehingga area rumput terlihat sangat dominan di seluruh frame, sementara pria dan wanita menjadi pusat perhatian di bagian tengah foto.
Wanita duduk di sisi kiri dengan posisi duduk bersila santai di atas rumput. Kedua kakinya terlipat menyilang di depan tubuh, dengan bagian sepatu berwarna putih terlihat di bawah celana. Tubuhnya sedikit mengarah ke pria di sebelahnya. Kedua lengannya dilipat menyilang di depan dada dengan posisi santai. Ia mengenakan atasan lengan panjang berwarna hitam dengan desain tulisan/grafis berwarna putih di bagian dada, celana panjang abu-abu dengan potongan santai, serta kain panjang berwarna beige yang jatuh dari bagian leher hingga ke area paha dan lutut. Posisi tubuh dibuat rileks dan natural, tidak tegak kaku.
Pria duduk rapat di sisi kanan wanita dengan tubuh sedikit menyandar dan mendekat ke arah wanita. Salah satu kakinya ditekuk dan diangkat ke depan dengan lutut mengarah ke atas, sementara kaki lainnya memanjang ke arah bagian bawah kanan frame. Ia mengenakan kaus lengan pendek berwarna hitam dengan grafis kecil di bagian dada, celana jeans panjang berwarna hitam atau abu-abu gelap dengan tekstur denim yang terlihat, serta sepatu sneakers hitam-putih. Salah satu tangannya diangkat di depan dada dan membentuk gestur peace sign dengan dua jari, sedangkan tangan lainnya berada lebih rendah dan dekat dengan tubuh. Bahunya sedikit condong ke arah wanita sehingga keduanya terlihat dekat dan nyaman saat berfoto.
Jarak antara pria dan wanita sangat dekat, dengan posisi bahu dan sisi tubuh mereka hampir bersentuhan. Keduanya duduk santai tanpa pose formal, seperti sedang mengambil foto spontan bersama teman dekat. Pertahankan proporsi tubuh, ukuran masing-masing orang, posisi tangan, posisi kaki, arah tubuh, jarak antarorang, dan gestur secara akurat agar pose tidak terlihat kaku atau dibuat-buat.
Gunakan sudut pengambilan gambar dari atas dengan perspektif lensa wide-angle ringan, sehingga area rumput di sekitar mereka terlihat sangat luas dan memberikan ruang kosong yang besar di bagian atas serta bawah frame. Jangan melakukan close-up. Pertahankan framing vertikal 9:16 dengan kedua orang berada di area tengah, tubuh terlihat hampir seluruhnya dari bagian atas sampai sepatu. Perspektif wide-angle harus tetap natural dan tidak membuat tubuh atau kaki terdistorsi secara berlebihan.
Latar belakang hanya berupa hamparan rumput hijau dengan tekstur rumput yang jelas dan alami. Tidak ada bangunan, kendaraan, orang lain, atau objek dekorasi yang mencolok. Di bagian paling atas frame terdapat sedikit area rumput yang lebih jauh dan tidak terlalu detail. Pertahankan warna hijau rumput sebagai elemen utama foto.
Gunakan pencahayaan outdoor pada siang hari yang cerah dan netral. Cahaya cukup terang tetapi tidak terlalu keras, dengan bayangan lembut dan warna kulit serta pakaian tetap natural. Hindari seluruh nuansa kuning, oranye, warm tone, golden tone, atau pencahayaan hangat. Gunakan white balance netral hingga sedikit dingin sehingga rumput tetap hijau alami dan warna pakaian tetap sesuai referensi. Jangan menambahkan glow, HDR berlebihan, cinematic lighting, filter, efek beauty, efek estetika, atau color grading yang mencolok.
Pertahankan detail kain pada pakaian, tekstur denim, tekstur rumput, bentuk sepatu, lipatan pakaian, posisi tangan dan jari, serta kontak tubuh dengan permukaan rumput. Foto harus terlihat seperti satu jepretan spontan yang natural, bukan hasil susunan digital atau gambar yang terlalu sempurna. Jangan mengubah komposisi pose menjadi pose lain dan jangan membuat kedua orang berdiri atau mengubah posisi duduk mereka.
Gambar diambil seperti menggunakan kamera iPhone 14, kualitas resolusi agak rendah tidak terlalu HD, kontras rendah, bayangan lembut, tidak ada efek estetika tambahan, foto terlihat original tidak seperti di edit.
[19/8, 15.38] null: Buatkan gambar sesuai deskripsi yang saya berikan di bawah ini, gunakan wajah pria dan wanita di atas untuk gambar yang saya deskripsikan di bawah ini, harus mirip 100% dengan foto wajah pria dan wanita yang saya berikan di atas tanpa merubah sedikitpun dari wajah pria maupun wanita di atas.
Buat sebuah kolase foto vertikal dengan nuansa scrapbook digital warna ungu, pink, putih, dan lavender. Pertahankan komposisi kolase seperti referensi, dengan latar utama berupa pola kotak-kotak gingham/checkered berwarna putih dan lavender muda. Kolase terdiri dari beberapa elemen dekoratif dan dua foto utama yang menampilkan pria dan wanita yang sama.
FOTO PERTAMA — bagian kanan atas:
Tampilkan seorang pria dan seorang wanita berdiri berdampingan di dalam area foto vertikal. Wanita berada di sisi kiri pria dengan tubuh sedikit condong dan membungkuk ke arah depan serta ke arah pria, menciptakan pose santai dan playful. Salah satu tangannya berada di sekitar bagian depan tubuh sambil memegang benda kecil berbentuk persegi panjang, sementara tangan lainnya berada dekat sisi tubuh. Wanita mengenakan pakaian bernuansa putih dan pink muda, terdiri dari atasan putih dengan tekstur berlapis dan detail kain yang jatuh longgar, pakaian bagian dalam berwarna pink muda, bawahan putih longgar, serta hijab pashmina berwarna pink muda yang menjuntai ke bagian depan tubuh.
Pria berdiri tegak di sisi kanan wanita dengan kedua kaki terbuka dalam posisi berdiri santai. Ia mengenakan jersey olahraga berwarna biru tua, putih, dan sedikit hitam dengan desain garis vertikal, tulisan dan logo olahraga pada bagian depan, celana pendek olahraga berwarna biru tua, serta membawa tas ransel hitam dengan dua tali terlihat di bahu. Kedua tangannya diangkat di depan dada dengan jari-jari membentuk gestur tangan yang playful dan ekspresif, seperti pose foto spontan. Pertahankan posisi siku, telapak tangan, jari-jari, arah bahu, kemiringan tubuh, serta jarak antara pria dan wanita secara akurat.
Wanita menunjukkan ekspresi playful dan malu-malu melalui bahasa tubuh, dengan posisi tubuh sedikit menunduk dan gestur yang terlihat seperti sedang menahan senyum. Pria memberikan ekspresi santai dan sedikit playful melalui postur tubuh serta gestur kedua tangannya. Jangan membuat pose menjadi formal atau kaku.
FOTO KEDUA — bagian kiri bawah:
Tampilkan pria dan wanita yang sama kembali berdiri berdampingan. Wanita berada di sisi kiri dan pria di sisi kanan. Wanita berdiri dengan tubuh tegak tetapi santai, salah satu lengannya diangkat ke samping dan tangan membentuk gestur playful dengan jari-jari terbuka, sementara tangan lainnya berada di sisi tubuh. Pria berdiri tegak di samping wanita dengan kedua tangan turun secara natural di sisi tubuh. Keduanya berdiri sangat dekat dengan jarak bahu yang relatif rapat.
Wanita tetap mengenakan pakaian putih dan pink muda yang sama, termasuk hijab dan atasan putih bertekstur, pakaian pink muda di bagian dalam, bawahan putih longgar, serta kain pink muda yang menjuntai di bagian depan. Pria tetap menggunakan jersey olahraga biru tua-putih dengan garis vertikal, celana pendek olahraga biru tua, dan tas ransel hitam. Pertahankan seluruh detail pakaian, proporsi tubuh, posisi tangan, posisi kaki, dan jarak antara keduanya.
Pose pada foto kedua harus terasa seperti foto spontan bersama teman dekat, bukan foto studio. Wanita sedikit lebih aktif dalam gestur, sedangkan pria berdiri lebih sederhana dan santai.
SUSUNAN KOLASE:
Letakkan foto pertama di area kanan atas dengan format vertikal. Letakkan foto kedua di area kiri bawah dengan format vertikal. Jangan mengubah urutan kedua foto. Di antara kedua foto terdapat ruang dekoratif dan elemen scrapbook.
Bagian kiri atas kolase berisi panel besar berwarna pink-magenta dengan tulisan "Hari Runtunan" dan angka besar "300". Di tengah panel terdapat ilustrasi karakter api/nyala berwarna ungu-magenta dengan ekspresi santai, serta elemen progress bar berwarna pink-putih bertuliskan "351/500" di bagian bawah. Tambahkan teks kecil "ndya imut" dan tulisan kecil lainnya seperti pada referensi.
Gunakan dekorasi scrapbook berupa pita ungu di bagian atas, bentuk hati ungu transparan di sudut kiri atas, ilustrasi beruang kecil ungu di bagian kiri bawah panel, elemen pita/bow kecil berwarna ungu di sekitar panel, ikon kecil berbentuk lingkaran, serta elemen panah/kursor dekoratif.
Bagian tengah bawah kolase memiliki ilustrasi bintang besar berwarna ungu dengan tekstur glitter. Di dekatnya terdapat ilustrasi karakter api ungu yang memegang dua objek bulat kecil. Tambahkan tulisan kecil berbentuk speech bubble "I LOVE YOU" di bagian atas area foto kedua.
Bagian kanan bawah berisi panel dekoratif berwarna lavender muda dengan ilustrasi karakter api ungu di bagian atas, teks "Hari obrolan yang sedang berlangsung", angka besar "300" berwarna ungu-pink dengan outline tebal, serta teks "Pesan terkirim 355 RB". Tambahkan ilustrasi bunga lavender di bagian bawah panel dan beberapa coretan dekoratif kecil berwarna ungu, pink, dan kuning.
Seluruh kolase harus mempertahankan tampilan scrapbook digital yang playful, cute, dan khas Gen-Z, dengan banyak elemen dekoratif kecil tetapi tetap memiliki struktur yang rapi. Gunakan kombinasi warna lavender, ungu, pink muda, magenta, dan putih. Jangan menambahkan warna kuning atau oranye sebagai tone pencahayaan; warna kuning hanya boleh muncul sebagai elemen dekorasi kecil jika memang diperlukan.
Untuk kedua foto manusia, gunakan pencahayaan terang dan netral seperti foto outdoor dengan white balance natural hingga sedikit dingin. Hindari pencahayaan warm, golden, kuning, atau orange. Bayangan lembut, kontras rendah, warna pakaian tetap jelas, dan tekstur kain tetap terlihat. Foto manusia harus terlihat seperti foto spontan asli yang ditempel ke dalam scrapbook, bukan gambar yang terlalu halus atau terlalu sempurna.
Gunakan framing vertikal dengan perspektif kamera natural. Pada foto pertama dan kedua, kamera berada pada ketinggian sekitar dada hingga sedikit lebih rendah dari posisi kepala, tanpa efek fisheye atau distorsi berlebihan. Jangan menggunakan close-up; tubuh kedua orang harus terlihat dari bagian atas hingga kaki atau mendekati seluruh tubuh. Pastikan pose, gestur tangan, posisi kaki, arah tubuh, jarak antarorang, dan proporsi tubuh tetap natural serta tidak kaku.
Jangan menjelaskan atau mengubah detail kepala, wajah, atau gaya rambut. Gunakan foto referensi yang diberikan sebagai acuan identitas visual pria dan wanita, sehingga keduanya tetap merupakan orang yang sama pada seluruh foto dan tidak berubah menjadi orang lain.
Gambar diambil seperti menggunakan kamera iPhone 14, kualitas resolusi agak rendah tidak terlalu HD, kontras rendah, bayangan lembut, tidak ada efek estetika tambahan, foto terlihat original tidak seperti di edit.
[19/8, 15.43] null: Buatkan gambar sesuai deskripsi yang saya berikan di bawah ini, gunakan wajah wanita di atas untuk gambar yang saya deskripsikan di bawah ini, harus mirip 100% dengan foto wajah wanita yang saya berikan di atas tanpa merubah sedikitpun dari wajah wanita di atas.
Buat sebuah gambar kolase vertikal bergaya scrapbook digital yang sangat detail, dengan seorang wanita sebagai elemen utama di bagian tengah dan berbagai tampilan kartu musik Spotify yang tersusun mengelilinginya. Pertahankan konsep keseluruhan seperti moodboard musik yang artistik, sedikit berantakan tetapi tetap terkomposisi dengan sengaja, dengan banyak kartu pemutar musik yang memiliki perspektif berbeda, ukuran berbeda, dan kemiringan berbeda.
WANITA DI BAGIAN TENGAH:
Seorang wanita berdiri di tengah komposisi sebagai elemen utama, tubuh terlihat dari bagian atas hingga sekitar paha atau mendekati lutut. Posisi tubuh menghadap kamera secara natural dan sedikit santai. Kedua lengannya diangkat ke depan tubuh dengan siku menekuk.
Tangan kiri berada di salah satu sisi wajah dan jari telunjuk diarahkan ke bagian pipi, sementara tangan kanan melakukan gestur yang sama di sisi lainnya, dengan kedua jari telunjuk mengarah ke pipi secara simetris. Kedua tangan terlihat santai dengan jari-jari lainnya sedikit terlipat. Gestur ini harus terlihat playful, cute, dan spontan seperti sedang berpose untuk foto pribadi, bukan pose formal.
Pertahankan posisi kedua siku, jarak kedua tangan dari tubuh, arah telunjuk, posisi pergelangan tangan, dan kemiringan kedua lengan secara sangat akurat. Jangan membuat tangan turun, jangan mengubahnya menjadi pose lain, dan jangan membuat jari-jari terlihat kaku.
Wanita mengenakan pakaian kasual bernuansa pink dan putih khas style gen-z. Bagian luar berupa cardigan atau jaket tipis berwarna pink muda dengan lengan panjang yang agak longgar. Di bagian dalam terdapat atasan berwarna putih dengan grafis atau tulisan besar bernuansa merah/pink serta ilustrasi buah strawberry yang sangat terlihat di bagian tengah dada, mengenakan hijab segi empat longgar berwarna pink muda. Bawahan berupa celana panjang slim fit atau rok berwarna putih dengan potongan santai. Terdapat aksesori kecil berwarna putih pada salah satu pergelangan tangan.
Pertahankan warna pakaian, grafis strawberry, tulisan pada atasan, tekstur kain, lipatan pakaian, bentuk lengan, dan proporsi pakaian sesuai referensi. Jangan membuat pakaian terlalu rapi atau seperti fashion studio; pertahankan kesan kasual dan spontan.
Jangan mendeskripsikan atau mengubah detail wajah, bentuk kepala, gaya rambut, atau ciri-ciri kepala. Gunakan foto referensi yang diberikan sebagai acuan identitas wanita sehingga wanita yang dihasilkan tetap orang yang sama seperti foto referensi.
LATAR DAN KONSEP KOLASE:
Seluruh komposisi memiliki dasar berupa permukaan meja atau scrapbook dengan tekstur kasar berwarna beige, krem, cokelat muda, dan sedikit abu-abu. Di beberapa bagian terlihat potongan gambar, tekstur kertas, ilustrasi, dan elemen visual seperti halaman album musik.
Di sekeliling wanita terdapat banyak kartu Spotify yang menyerupai tampilan aplikasi pemutar musik pada smartphone. Kartu-kartu tersebut memiliki sudut membulat, progress bar, tombol previous/play/next, ikon Spotify, judul lagu, nama artis, serta gambar album. Setiap kartu dibuat seperti potongan layar pemutar musik yang dicetak lalu ditempel di atas background.
Kartu Spotify harus memiliki perspektif dan kemiringan yang berbeda-beda, menciptakan efek kolase yang hidup. Sebagian kartu berada di belakang wanita dan sebagian lainnya berada di depan tubuh wanita, sehingga beberapa kartu terlihat menutupi sedikit bagian tubuh atau pakaian. Jangan membuat semua kartu sejajar.
KARTU BAGIAN KIRI ATAS:
Di kiri atas terdapat kartu Spotify berwarna abu-abu gelap dengan gambar siluet burung putih yang sedang terbang. Kartu diputar sedikit miring dan terlihat seperti layar pemutar musik. Terdapat judul lagu "everything u are" dan nama artis "Hindia". Di bagian bawah terdapat progress bar putih serta kontrol musik.
Di dekat bagian atas-tengah terdapat kartu kotak berwarna biru muda dengan tulisan besar berupa lirik lagu, nama "Cincin" dan artis "Hindia". Kartu tersebut memiliki sudut membulat dan sedikit miring. Terdapat logo Spotify di bagian bawah kartu.
KARTU BAGIAN KANAN ATAS:
Di kanan atas terdapat kartu Spotify berwarna cokelat gelap dengan foto tiga orang yang sedang duduk di sebuah meja di ruangan bernuansa gelap. Kartu sedikit miring dan memiliki tampilan seperti layar musik. Di bawah gambar terdapat judul lagu "Ini Abadi" dan nama artis "Perunggu", serta elemen progress bar dan kontrol musik.
KARTU KIRI TENGAH:
Di kiri tengah terdapat kartu Spotify berwarna hitam/dark gray dengan gambar album bernuansa gelap dan tulisan putih yang cukup besar. Kartu sedikit diputar berlawanan arah dengan kartu lainnya. Terdapat judul "Secukupnya" dan nama artis "Hindia", kemudian beberapa baris teks lirik berwarna putih. Di bagian bawah terdapat ikon Spotify.
Di belakang kartu ini terdapat satu kartu Spotify lain yang lebih besar dengan gambar bernuansa biru gelap, menampilkan artwork seperti ilustrasi atau karakter fantasi. Kartu ini juga memiliki progress bar dan kontrol pemutar musik.
KARTU TENGAH ATAS:
Di atas dan sedikit di belakang wanita terdapat kartu berwarna abu-abu muda dengan tulisan besar berupa beberapa baris lirik. Kartu sedikit miring ke arah kanan. Di bagian bawah terdapat logo Spotify. Pertahankan kartu ini sebagai salah satu elemen foreground/background yang bertumpuk dengan kartu lain.
KARTU KANAN TENGAH:
Di sisi kanan atas wanita terdapat kartu Spotify berwarna abu-abu muda dengan tulisan hitam besar beberapa baris. Judul utama berupa potongan lirik dan terdapat logo Spotify di bagian bawah. Kartu diposisikan miring dan sebagian berada di depan elemen background.
KARTU KANAN BAWAH:
Di sisi kanan bawah wanita terdapat kartu Spotify gelap dengan artwork berupa gambar ruangan atau suasana malam yang buram. Kartu memiliki progress bar, tombol pemutar musik, dan informasi lagu. Letakkan dengan sedikit rotasi agar terlihat seperti kartu fisik yang ditempel secara acak.
Di atas kartu tersebut terdapat kartu kecil berwarna abu-abu muda dengan tulisan hitam yang tersusun beberapa baris dan logo Spotify di bagian bawah. Kartu ini menutupi sebagian kartu musik di belakangnya.
KARTU KIRI BAWAH:
Di kiri bawah terdapat kartu Spotify berukuran besar berwarna cokelat gelap dengan artwork tiga orang yang sedang duduk di sebuah meja, mirip dengan artwork pada kartu kanan atas. Kartu memiliki judul lagu dan nama artis di bagian bawah gambar, progress bar putih, serta tombol previous, pause/play, dan next.
Kartu ini diputar sedikit miring dan sebagian masuk ke area belakang tubuh wanita.
KARTU BAWAH TENGAH:
Di bagian bawah tengah, di belakang atau sedikit tertutup oleh tubuh wanita, terdapat potongan gambar kecil bernuansa hitam-putih/cokelat seperti foto atau artwork album lama. Jangan membuat elemen ini terlalu dominan.
KARTU KANAN PALING BAWAH:
Di sudut kanan bawah terdapat kartu Spotify berwarna abu-abu gelap dengan artwork berupa seseorang atau objek yang sedang berada dalam posisi rebah/berbaring. Kartu sedikit miring dan memiliki progress bar, tombol pemutar musik, serta informasi durasi lagu.
KOMPOSISI:
Wanita harus menjadi titik fokus utama dan berada di tengah. Semua kartu Spotify mengelilinginya seperti orbit visual. Beberapa kartu berada di belakang tubuh wanita, beberapa berada di samping, dan beberapa kartu berada di depan area bawah tubuh sehingga menciptakan layering yang kuat.
Jangan membuat kolase terlalu simetris. Setiap kartu harus mempunyai ukuran, posisi, dan rotasi berbeda tetapi tetap membentuk komposisi yang seimbang. Gunakan sedikit perspektif 3D pada kartu seolah-olah masing-masing kartu benar-benar diletakkan di atas permukaan meja.
Pertahankan efek tumpang tindih antarkartu, sudut kartu, bayangan tipis di bawah kartu, serta kedalaman visual. Jangan membuat semua kartu terlihat datar dalam satu bidang.
WARNA DAN PENCAHAYAAN:
Gunakan pencahayaan terang tetapi netral. Warna utama kolase adalah hitam, abu-abu, cokelat, beige, putih, pink, biru muda, dan sedikit warna hijau dari ikon Spotify. Jangan memberikan keseluruhan gambar tone kuning atau orange.
Hindari warm tone, golden tone, yellow cast, orange cast, dan pencahayaan terlalu hangat. Gunakan white balance netral hingga sedikit dingin. Wanita harus terlihat cukup terang dibandingkan background agar menjadi fokus utama, tetapi tetap menyatu secara natural dengan kolase.
Berikan bayangan lembut di bawah kartu-kartu Spotify untuk memberikan kesan bahwa kartu benar-benar ditempel di atas permukaan. Jangan menggunakan glow berlebihan, HDR, efek cinematic, efek neon, atau filter estetika tambahan.
DETAIL VISUAL:
Pertahankan tekstur permukaan background, tekstur kertas, sedikit noise fotografi, bayangan dari setiap kartu, sudut kartu yang tidak seragam, progress bar Spotify, ikon kontrol musik, tulisan, artwork album, dan detail kecil pada setiap kartu.
Jangan membuat hasil terlihat seperti desain grafis yang terlalu bersih. Buat seolah-olah kolase tersebut merupakan kumpulan screenshot musik dan foto yang disusun secara manual menjadi satu moodboard, dengan sedikit ketidaksempurnaan posisi dan rotasi yang membuatnya terasa natural.
Gunakan perspektif wide-angle ringan untuk keseluruhan komposisi agar banyak kartu Spotify di sekeliling wanita tetap masuk ke dalam frame. Wide-angle harus tetap natural dan tidak membuat tubuh wanita terdistorsi secara berlebihan.
Pastikan seluruh elemen utama pada referensi tetap berada dalam komposisi: wanita di tengah, kartu Spotify di kiri dan kanan, kartu lirik di berbagai posisi, artwork album, kontrol pemutar musik, tekstur background, serta efek tumpang tindih antarelemen.
Gambar diambil seperti menggunakan kamera iPhone 14, kualitas resolusi agak rendah tidak terlalu HD, kontras rendah, bayangan lembut, tidak ada efek estetika tambahan, foto terlihat original tidak seperti di edit.
[19/8, 22.38] null: Buatkan gambar sesuai deskripsi di bawah ini. Gunakan wajah pria pada foto referensi yang saya berikan sebagai identitas utama pria dalam gambar, pertahankan kemiripan wajah 100% dengan foto referensi tanpa mengubah bentuk, proporsi, karakter, atau detail wajah pria tersebut.
Seorang pria berdiri sendirian di atas dermaga kayu yang berada tepat di tepi danau yang luas. Komposisi foto vertikal dengan framing full-body, tubuh pria terlihat dari kepala hingga ujung sepatu dan ditempatkan sedikit di sebelah kanan-tengah frame. Pria berdiri dengan posisi tubuh sedikit menyerong terhadap kamera, bahu tidak benar-benar sejajar dengan kamera sehingga pose terlihat natural dan santai. Salah satu tangan berada di dalam saku celana pendek, sementara tangan lainnya berada di bagian depan dekat area pinggang/paha sambil memegang benda kecil berwarna putih, dengan siku sedikit menekuk. Kedua kaki berada dalam posisi santai dengan salah satu kaki sedikit maju dan menyilang ringan di depan kaki lainnya, membuat berat tubuh lebih bertumpu pada satu kaki. Lutut terlihat rileks dan tidak dibuat terlalu tegak agar pose terasa spontan seperti foto candid.
Pria mengenakan kemeja lengan pendek berwarna putih polos dengan potongan longgar dan sedikit oversized, bahan terlihat ringan, bagian bawah kemeja tidak dimasukkan ke celana dan jatuh natural melewati area pinggang. Beberapa bagian kain kemeja memiliki lipatan kecil dan kerutan alami akibat posisi tubuh. Ia memakai celana pendek berwarna hitam dengan panjang sedikit di atas lutut, potongannya sederhana dan longgar. Pada kaki terdapat kaus kaki pendek berwarna putih serta sepatu sneakers berwarna putih dengan bentuk kasual, terdapat sedikit detail abu-abu pada bagian tertentu dan tampilan sepatu tidak terlalu baru sehingga tetap terlihat seperti penggunaan sehari-hari.
Dermaga terbuat dari papan-papan kayu horizontal berwarna cokelat natural dengan tekstur serat kayu yang jelas. Di sepanjang sisi dermaga terdapat pagar sederhana dari tiang kayu vertikal berwarna gelap dan beberapa kabel/tali horizontal hitam yang membentang di antara tiang. Pria berada sangat dekat dengan pagar tersebut, sehingga elemen pagar ikut membentuk garis perspektif menuju bagian belakang gambar.
Di belakang pria terdapat danau yang sangat luas dengan permukaan air tenang. Permukaan danau dipenuhi tanaman air dan daun teratai yang tersebar secara alami, dengan beberapa bunga teratai berwarna merah muda yang terlihat jelas di sekitar area kanan dan tengah frame. Air memantulkan warna langit biru dan lingkungan sekitar dengan pantulan yang tidak terlalu sempurna. Di kejauhan terdapat garis pepohonan hijau yang membentuk horizon rendah, beberapa batang pohon terlihat berdiri di area air yang lebih jauh. Lingkungan terasa terbuka, tenang, dan alami.
Bagian atas gambar didominasi langit biru cerah yang sangat luas, bersih dan hampir tanpa awan. Sisakan ruang kosong langit yang besar di atas kepala pria, mengikuti komposisi foto referensi. Garis horizon berada cukup rendah sehingga langit menjadi elemen visual terbesar dalam frame. Cahaya matahari berasal dari arah samping depan sehingga tubuh pria dan permukaan dermaga mendapatkan pencahayaan terang dengan bayangan alami yang lembut. Hindari pencahayaan kuning, oranye, atau warm tone; gunakan daylight yang jernih dengan warna putih tetap netral dan langit biru tetap terlihat segar.
Gunakan perspektif wide-angle ringan untuk mempertahankan kesan ruang yang luas, langit yang dominan, ukuran danau yang besar, serta garis perspektif dermaga seperti pada foto referensi. Jangan membuat distorsi ekstrem pada tubuh atau kaki. Pertahankan proporsi tubuh manusia yang natural.
Ekspresi tubuh harus terlihat santai dan tidak dibuat-buat, dengan postur yang tenang seperti seseorang sedang difoto secara spontan saat berada di tempat wisata. Jangan membuat pose terlalu simetris, terlalu tegak, atau seperti foto katalog. Pertahankan sedikit kemiringan tubuh, posisi tangan, posisi kaki, dan arah badan agar hasil akhir terasa seperti momen nyata yang tertangkap kamera secara spontan.
Pertahankan seluruh susunan lingkungan: pria di atas dermaga, pagar tali, papan kayu, danau luas, tanaman air, bunga teratai, pepohonan di kejauhan, horizon rendah, serta area langit biru yang sangat luas. Jangan menambahkan orang lain, kendaraan, bangunan, dekorasi, atau objek yang tidak terdapat pada referensi.
Gambar di ambil seperti menggunakan kamera iPhone 14, kualitas resolusi agak rendah tidak terlalu HD, kontras rendah, bayangan lembut, tidak ada efek estetika tambahan, foto terlihat original tidak seperti di edit.
[19/8, 22.47] null: Last prompt bray, lanjut besok yaa, staytunee🥰😻🫰🏻🫰🏻
Prompt:
Buatkan gambar sesuai deskripsi yang saya berikan di bawah ini, gunakan wajah pria dan wanita di atas untuk gambar yang saya deskripsikan di bawah ini, harus mirip 100% dengan foto wajah pria dan wanita yang saya berikan di atas tanpa merubah sedikitpun dari wajah pria dan wanita di atas.
Buat foto selfie vertikal yang menampilkan seorang wanita dan seorang pria dalam jarak sangat dekat dengan kamera. Komposisi mengikuti foto referensi secara sangat presisi. Gunakan perspektif kamera depan dengan lensa wide-angle yang cukup terasa, sehingga bagian tubuh yang lebih dekat dengan kamera tampak sedikit lebih besar dan sudut pengambilan terasa seperti selfie spontan dari jarak dekat.
Wanita berada di sisi kiri dan sedikit lebih tinggi dalam komposisi, tubuhnya berada di belakang pria. Posisi tubuhnya condong dan miring ke arah pria, dengan bagian atas tubuh masuk dari sisi kiri frame. Salah satu bahunya berada lebih rendah karena tubuh mengikuti kemiringan kamera. Wanita mengenakan pakaian dengan pola garis vertikal berwarna biru muda dan putih, dengan motif karakter kartun kecil berwarna kuning/cokelat yang tersebar pada bagian kain. Pakaian terlihat kasual dan sedikit longgar.
Pria berada di bagian kanan bawah frame dan menjadi elemen paling dominan dalam foto. Tubuhnya menghadap ke kamera dengan posisi sangat dekat, sementara bagian leher dan bahu terlihat jelas. Ia mengenakan kemeja kasual bergaris vertikal biru muda dan putih dengan motif karakter kartun kecil berwarna kuning/cokelat. Kemeja terbuka pada bagian atas sehingga bagian leher dan area dada atas terlihat natural. Pose tubuh santai, tidak tegak kaku, dengan bahu sedikit tidak sejajar mengikuti posisi selfie.
Kedua orang sangat dekat satu sama lain hingga posisi tubuh mereka saling bertumpuk dalam frame. Wanita berada sedikit di belakang dan menyandarkan tubuhnya ke arah pria, sedangkan pria berada paling dekat dengan kamera. Pertahankan jarak, skala tubuh, arah kemiringan, dan posisi masing-masing orang seperti foto referensi.
Keduanya menunjukkan ekspresi santai dan playful dengan gaya selfie spontan. Jangan membuat pose terlalu formal atau seperti pemotretan profesional. Pertahankan gestur tubuh yang natural, sedikit absurd dan lucu seperti foto bersama teman/pasangan yang diambil secara spontan menggunakan kamera depan ponsel.
Tambahkan efek filter kamera berupa elemen bertema Dalmatian pada kedua orang: telinga anjing berbintik hitam-putih berada di bagian atas area kepala, hidung anjing hitam-putih pada area tengah wajah, serta pola bintik putih kecil seperti efek filter digital yang tersebar pada area kulit. Efek filter harus terlihat seperti filter kamera ponsel sederhana yang langsung aktif ketika foto diambil, bukan makeup atau efek fotografi profesional. Filter pada kedua orang harus memiliki bentuk dan posisi yang konsisten dengan foto referensi.
Latar berada di dalam ruangan dengan dinding berwarna krem terang. Di bagian kanan belakang terlihat sebuah elemen furnitur atau bingkai kayu berwarna cokelat muda dengan bagian dalam berwarna ungu muda dan gelap. Jangan mengubah susunan latar secara berlebihan. Pertahankan suasana ruangan sederhana seperti kamar atau ruang pribadi.
Gunakan framing vertikal 9:16, crop sangat dekat, dengan sebagian tubuh wanita terpotong oleh sisi kiri dan bawah frame serta tubuh pria memenuhi sebagian besar area bawah dan kanan gambar. Jangan memberikan ruang kosong berlebihan di sekitar kedua orang. Kamera berada sedikit di bawah atau sejajar dengan posisi mereka dan diarahkan sangat dekat ke arah tubuh mereka, menghasilkan perspektif wide-angle khas kamera depan smartphone.
Pencahayaan harus terang, bersih, dan netral dengan dominasi cahaya putih/natural. Jangan gunakan pencahayaan hangat, kuning, oranye, golden hour, atau tone kekuningan. Warna kulit, pakaian, dinding, dan seluruh lingkungan harus tetap terlihat cerah dengan white balance netral. Bayangan dibuat lembut dan tidak terlalu pekat.
Pertahankan detail pakaian, motif kain, posisi tangan dan tubuh, jarak antarorang, kemiringan tubuh, ukuran masing-masing orang dalam frame, sudut kamera, perspektif wide-angle, filter Dalmatian, serta komposisi keseluruhan sedekat mungkin dengan foto referensi. Jangan membuat pose baru, jangan mengubah posisi orang, jangan membuat tubuh terlihat kaku, dan jangan menambahkan objek dekorasi yang tidak ada pada referensi.
Gambar di ambil seperti menggunakan kamera iPhone 14, kualitas resolusi agak rendah tidak terlalu HD, kontras rendah, bayangan lembut, tidak ada efek estetika tambahan, foto terlihat original tidak seperti di edit.
[20/8, 15.21] null: Buatkan gambar sesuai deskripsi yang saya berikan di bawah ini, gunakan wajah wanita dan pria dari foto referensi yang saya berikan sebagai acuan identitas untuk gambar yang dideskripsikan. Pertahankan wajah wanita dan pria semirip mungkin dengan foto referensi masing-masing, tanpa mengubah bentuk, proporsi, karakter, atau identitas wajah sedikit pun.
Buat gambar dalam bentuk kolase vertikal yang terdiri dari 3 foto berbeda yang tersusun dari atas ke bawah, dengan setiap bagian mempertahankan suasana, pose, komposisi, dan aktivitas seperti pada referensi.
Foto pertama — wanita bersama flamingo:
Seorang wanita berdiri di area habitat flamingo di sebuah kebun binatang atau taman satwa. Tubuh wanita berada di bagian kiri-tengah frame dan menghadap ke arah kamera dengan posisi tubuh sedikit menyamping. Salah satu lengannya berada di bagian bawah tubuh sambil memegang sebuah ponsel berwarna pink dengan posisi horizontal atau sedikit miring, sedangkan tangan lainnya diangkat ke samping tubuh dengan telapak tangan terbuka menghadap ke atas, seolah-olah sedang memperagakan bahwa seekor flamingo berada tepat di atas telapak tangannya. Lengan yang terangkat membentuk sudut nyaman dengan siku sedikit menekuk. Pose harus terlihat playful, santai, spontan, dan tidak kaku.
Wanita mengenakan atasan berwarna krem atau putih gading dengan model lengan pendek dan detail lipatan atau tekstur kain pada bagian depan. Terdapat tali tas berwarna hitam yang terlihat melewati salah satu sisi tubuh. Ponsel berwarna pink menjadi detail penting di area tangan bawah. Pertahankan bentuk tubuh, posisi kedua lengan, kemiringan bahu, posisi tangan, serta proporsi pakaian sesuai referensi.
Di belakang wanita terdapat beberapa flamingo berwarna putih dan merah muda dengan kaki panjang berwarna pink. Beberapa flamingo berdiri di area terbuka, sementara beberapa lainnya berada lebih jauh di belakang. Salah satu flamingo berada tepat di area yang secara visual sejajar dengan telapak tangan wanita sehingga menciptakan efek seolah-olah wanita sedang menopang flamingo tersebut. Habitat berupa permukaan tanah dan area berair atau lembap dengan pepohonan hijau lebat di belakangnya. Terdapat batang pohon besar di sisi kiri dan vegetasi hijau di seluruh area belakang. Komposisi harus mempertahankan hubungan perspektif antara wanita, telapak tangan, flamingo, dan lingkungan.
Foto kedua — rusa di depan bangunan tradisional:
Seekor rusa jantan berdiri di bagian bawah-tengah frame, menghadap ke arah kanan dengan tubuh terlihat dari samping. Rusa memiliki tanduk bercabang yang terlihat jelas dan tubuh dengan pola bintik putih. Di belakang rusa terdapat bangunan atau kandang bergaya tradisional dengan dinding berwarna cokelat tanah dan berbagai pola geometris hitam atau gelap pada permukaannya. Atap bangunan terlihat gelap dan memiliki bentuk sederhana dengan tekstur kasar.
Komposisi dibuat seperti foto dokumentasi perjalanan di kebun binatang, dengan rusa sebagai fokus utama dan bangunan habitat sebagai latar. Di sisi kanan belakang terlihat area hijau serta seekor burung yang berdiri cukup jauh. Pertahankan suasana lingkungan satwa yang alami, tekstur dinding, pola dekorasi bangunan, rumput, dan posisi rusa seperti pada referensi.
Foto ketiga — pria bersama hewan:
Seorang pria berdiri di area kandang atau habitat satwa dengan tubuh berada di sisi kanan frame. Tubuhnya menghadap sedikit ke arah kiri sehingga bagian samping tubuh lebih dominan terlihat. Salah satu lengannya direntangkan ke arah kiri dan tangannya berada rendah di depan tubuh, dengan telapak tangan terbuka seolah sedang memberikan makanan atau mengajak seekor hewan mendekat. Lengan lainnya berada santai mengikuti posisi tubuh. Bahu sedikit condong mengikuti arah tangan sehingga pose terlihat natural dan spontan.
Pria mengenakan kaus polos berwarna putih dengan potongan sederhana dan celana panjang berwarna gelap. Pertahankan bentuk pakaian, jatuhnya kain pada bahu dan lengan, posisi tubuh, sudut siku, posisi tangan, serta arah tubuh seperti referensi. Jangan membuat pria berdiri terlalu tegak atau seperti sedang melakukan pemotretan formal.
Di bagian kiri bawah frame terdapat seekor hewan berukuran besar berwarna cokelat yang berada sangat dekat dengan tangan pria. Hewan tersebut sedang berada dalam posisi tenang dan mengarah ke depan, sementara bagian tubuhnya memanjang ke belakang dan sebagian tertutup oleh tubuh hewan lain yang berada di belakangnya. Di latar belakang terlihat pagar pembatas berwarna kuning kecokelatan, area tanah, rumput, serta struktur kandang dengan dinding menyerupai batu bata. Lingkungan harus terlihat seperti area interaksi satwa di kebun binatang.
Ketiga foto harus memiliki kesinambungan visual sebagai dokumentasi perjalanan di satu kawasan kebun binatang atau taman satwa, tetapi tetap terlihat sebagai tiga momen foto yang berbeda, bukan satu foto yang dipotong menjadi tiga bagian. Jangan menggabungkan ketiga pose menjadi satu adegan.
Pertahankan struktur kolase vertikal seperti referensi: foto pertama memenuhi bagian atas, foto kedua berada di bagian tengah, dan foto ketiga berada di bagian bawah. Setiap bagian memiliki framing tersendiri dengan transisi horizontal yang sederhana tanpa dekorasi tambahan. Jangan menambahkan tulisan, watermark, frame dekoratif, filter, stiker, atau elemen grafis.
Semua pose harus terlihat spontan dan natural, dengan gerakan tubuh yang rileks dan proporsi anatomi yang wajar. Jangan membuat tangan, jari, siku, kaki, atau tubuh terlihat kaku. Pertahankan detail lingkungan, jarak antara karakter dan hewan, perspektif, ukuran objek, serta komposisi seperti referensi.
Gunakan pencahayaan siang hari yang cerah dan netral. Jangan gunakan pencahayaan warm, kuning, oranye, golden hour, atau efek dramatis. Warna putih pada pakaian dan flamingo harus tetap netral, warna hijau vegetasi terlihat segar, dan warna cokelat lingkungan tetap natural. Kontras dibuat rendah dengan bayangan lembut dan pencahayaan merata.
Gunakan perspektif kamera smartphone dengan lensa wide-angle terutama pada foto pertama dan ketiga, sehingga lingkungan di sekitar karakter terlihat luas dan memiliki sedikit distorsi perspektif natural. Jangan menggunakan efek telephoto atau background yang terlalu terkompresi. Foto kedua dapat menggunakan perspektif sedikit lebih normal tetapi tetap mempertahankan karakter kamera smartphone.
Gambar di ambil seperti menggunakan kamera iPhone 14, kualitas resolusi agak rendah tidak terlalu HD, kontras rendah, bayangan lembut, tidak ada efek estetika tambahan, foto terlihat original tidak seperti di edit.
[20/8, 15.26] null: Buatkan gambar sesuai deskripsi yang saya berikan di bawah ini, gunakan wajah wanita dari foto referensi yang saya berikan di atas untuk gambar yang saya deskripsikan di bawah ini, harus mirip 100% dengan foto wajah wanita yang saya berikan di atas tanpa merubah sedikitpun identitas, bentuk, proporsi, dan karakter wajah wanita tersebut.
Seorang wanita sedang duduk santai seorang diri di kursi lipat outdoor berwarna hitam dengan bantalan duduk bermotif kotak-kotak kuning muda dan putih, berada di area outdoor sebuah café yang menyatu dengan lingkungan tanaman hijau. Posisi wanita berada di bagian kanan-tengah frame dan seluruh tubuh terlihat hampir lengkap dari bagian atas tubuh hingga ujung sepatu.
Wanita mengenakan atasan longgar berwarna putih atau krem muda dengan motif floral berwarna hijau yang tersebar di seluruh permukaan kain. Atasan memiliki potongan longgar dengan lengan sekitar tiga perempat dan jatuh secara natural mengikuti tubuh. Ia mengenakan celana jeans biru muda longgar bergaya cut bray, serta sepatu flat berwarna putih atau krem dengan desain sederhana dan ujung agak membulat.
Wanita mengenakan hijab berwarna putih atau abu-abu sangat muda yang menutupi bagian kepala dan leher serta jatuh lembut melewati bahu. Jangan mengubah model, warna, bentuk, dan susunan hijab dari referensi. Jangan mendeskripsikan atau mengubah detail rambut, wajah, atau bagian kepala selain mempertahankan hijab sesuai referensi.
Pose harus dibuat sama seperti foto referensi. Wanita duduk dengan tubuh sedikit mengarah ke sisi kiri frame, punggung berada dalam posisi santai mengikuti sandaran kursi. Kedua kaki berada di depan tubuh dengan posisi menyilang secara natural pada bagian bawah, salah satu kaki sedikit berada di depan kaki lainnya. Kedua telapak kaki tetap berada dekat lantai, tidak menggantung. Posisi lutut sedikit menekuk dan celana jatuh mengikuti bentuk kaki secara natural.
Salah satu tangan wanita berada di atas meja kecil di sebelahnya, dengan siku sedikit menekuk dan telapak tangan mengarah ke bawah atau menyentuh permukaan meja secara santai. Tangan lainnya berada di atas paha, telapak tangan menghadap ke bawah dengan jari-jari dalam posisi rileks. Posisi kedua lengan tidak dibuat simetris. Bahu dibuat rileks, siku tidak terlalu menempel pada tubuh, dan seluruh gestur menunjukkan seseorang yang sedang duduk santai menikmati suasana café.
Ekspresi dan gestur keseluruhan harus terlihat lembut, tenang, santai, dan natural seperti sedang menikmati suasana tempat tersebut. Jangan membuat pose terlihat formal, kaku, atau seperti sedang melakukan sesi foto profesional. Pertahankan arah pandangan dan kesan ekspresi dari foto referensi tanpa mengubah identitas wajah.
Di sebelah kiri wanita terdapat meja café kecil berbentuk persegi panjang dengan permukaan kayu berwarna cokelat dan rangka logam hitam. Di atas meja terdapat sebuah tas wanita berwarna krem muda dengan pegangan hitam dan bentuk terstruktur. Tas diletakkan secara natural di atas permukaan meja, tepat di belakang area tangan wanita.
Di depan meja terdapat kursi lipat tambahan dengan bantalan kotak-kotak berwarna kuning muda dan putih. Di bawah meja dan kursi terlihat lantai kayu berwarna cokelat dengan pola papan memanjang. Tekstur kayu terlihat jelas tetapi tetap natural dan tidak terlalu tajam.
Latar belakang utama berupa dinding batu alam berwarna abu-abu gelap yang tersusun dari batu-batu dengan bentuk tidak beraturan. Tekstur batu harus terlihat kasar, natural, dan memiliki variasi ukuran serta warna abu-abu yang berbeda. Di bagian kanan dan atas frame terdapat tanaman hijau tropis yang tumbuh mengelilingi dinding, termasuk daun besar berbentuk lebar dan beberapa akar atau sulur tanaman yang menggantung dari atas.
Pada bagian atas-tengah belakang wanita terdapat papan nama café berwarna hijau abu-abu muda dengan tulisan “HUTAN LOKAL” pada bagian utama dan “CAFÉ & PLANTS” di bawahnya. Papan memiliki desain sederhana dengan elemen ilustrasi daun kecil di bagian atas. Pertahankan posisi, ukuran, warna, dan bentuk papan seperti pada referensi.
Di sisi kiri frame terdapat pintu atau jendela kaca besar yang memperlihatkan bagian interior café. Terlihat meja dan kursi kayu di dalam ruangan serta suasana interior yang sederhana. Kaca memiliki sedikit pantulan lingkungan tetapi tetap transparan. Jangan membuat interior terlalu terang atau dominan karena fokus utama tetap pada wanita.
Komposisi menggunakan format vertikal dengan framing smartphone. Kamera berada sedikit lebih jauh dan cukup rendah sehingga seluruh tubuh wanita, kursi, meja, lantai, serta sebagian besar dinding batu dapat terlihat. Gunakan lensa wide-angle ringan agar area café dan lingkungan tanaman terlihat luas, tetapi jangan memberikan distorsi ekstrem pada tubuh wanita. Pertahankan perspektif natural seperti foto smartphone yang diambil secara spontan.
Wanita harus menjadi fokus utama, tetapi lingkungan café tetap terlihat jelas dan memiliki detail yang cukup. Jangan melakukan crop pada kaki atau sepatu. Sisakan ruang di bagian atas agar papan café, dinding batu, tanaman, dan sulur yang menggantung tetap terlihat.
Gunakan pencahayaan siang hari yang cerah dan netral, seperti cahaya alami outdoor yang masuk ke area café. Jangan gunakan pencahayaan warm, kuning, oranye, golden hour, atau nuansa kecokelatan berlebihan. Warna pakaian putih harus tetap putih atau sedikit krem natural, batu tetap abu-abu, tanaman tetap hijau segar, dan lantai kayu tetap cokelat natural. Bayangan dibuat lembut dan tidak terlalu pekat.
Pertahankan tekstur kain, motif floral, hijab, celana, sepatu, tas, kursi, meja, lantai kayu, dinding batu, kaca, papan nama, serta tanaman secara natural. Jangan menambahkan aksesori, orang, benda, dekorasi, filter, efek bokeh berlebihan, efek sinematik, HDR, atau efek estetika tambahan yang tidak terdapat pada referensi. Jangan membuat tubuh, tangan, jari, kaki, atau pakaian terlihat kaku maupun terlalu sempurna. Hasil akhir harus terasa seperti foto perjalanan pribadi yang spontan dan natural.
Gambar di ambil seperti menggunakan kamera iPhone 14, kualitas resolusi agak rendah tidak terlalu HD, kontras rendah, bayangan lembut, tidak ada efek estetika tambahan, foto terlihat original tidak seperti di edit
[20/8, 15.57] null: Buatkan gambar sesuai deskripsi yang saya berikan di bawah ini, gunakan wajah pria dari foto referensi yang saya berikan sebagai acuan identitas untuk gambar ini. Pertahankan wajah pria tersebut semirip mungkin dengan foto referensi, tanpa mengubah bentuk, proporsi, karakter, atau identitas wajahnya.
Seorang pria sedang duduk santai seorang diri di sebuah kursi outdoor berwarna merah tua dengan rangka hitam, berada di area tempat makan atau tempat duduk terbuka di kawasan pegunungan. Komposisi foto menampilkan pria sebagai objek utama di bagian tengah bawah frame, sementara pemandangan pegunungan, perkebunan, dan langit luas menjadi latar belakang yang dominan.
Pria mengenakan hoodie hitam oversized dengan desain grafis atau tulisan berwarna putih pada bagian dada, celana jeans biru muda yang longgar dan jatuh secara natural mengikuti posisi duduk, serta sepatu sneakers putih dengan detail garis atau aksen gelap. Terdapat tas selempang berwarna hitam yang melintang dari salah satu bahu melewati dada menuju sisi tubuh. Ia juga mengenakan aksesori pada bagian kepala sesuai dengan foto referensi, tetapi jangan mengubah identitas visual dari foto referensi.
Pose harus sama seperti referensi: pria duduk menyandar santai di kursi dengan tubuh sedikit mengarah ke depan, kedua kaki berada di depan tubuh, salah satu kaki disilangkan di atas kaki lainnya, sehingga bagian sepatu terlihat jelas di area bawah frame. Salah satu tangan berada santai di sekitar area paha atau lutut, sementara tangan lainnya berada di sekitar bagian depan tubuh dan dekat dengan tali tas selempang. Posisi bahu, siku, tangan, lutut, kaki, serta kemiringan tubuh dibuat natural dan mengikuti pose referensi secara presisi. Jangan membuat tubuh terlalu tegak atau pose terlalu simetris karena harus terlihat seperti seseorang yang sedang duduk santai secara spontan.
Ekspresi dan gestur tubuh terlihat santai, tenang, dan nyaman seperti sedang menikmati suasana tempat wisata. Jangan membuat pose terlihat kaku, formal, atau seperti sedang melakukan pemotretan profesional. Pertahankan bahasa tubuh yang natural dan spontan seperti foto perjalanan pribadi.
Di sekitar pria terdapat meja-meja outdoor dengan permukaan kayu berwarna merah tua dan rangka hitam. Di atas meja sebelah kanan terlihat beberapa perlengkapan makan dan minuman, termasuk piring makanan, mangkuk atau wadah makanan, alat makan, serta gelas. Meja dan kursi menjadi elemen foreground yang membantu memberikan kesan bahwa lokasi merupakan area makan terbuka di tempat wisata.
Lantai menggunakan susunan paving atau batu berbentuk heksagonal berwarna abu-abu kecokelatan, dengan tekstur permukaan yang terlihat jelas dan sedikit tidak rata. Di sepanjang area tempat duduk terdapat tanaman hijau yang lebat, termasuk tanaman berdaun panjang dan beberapa tanaman hias yang tumbuh di sekitar pembatas area.
Latar belakang memperlihatkan pemandangan pegunungan yang sangat luas. Terlihat lereng gunung berwarna hijau dengan area pepohonan yang padat, perkebunan bertingkat, serta sebuah kawasan permukiman yang dipenuhi rumah-rumah kecil dengan atap beragam warna. Lanskap dibuat berlapis dari area taman dan perkebunan di foreground, permukiman di bagian tengah, hingga pegunungan besar di kejauhan.
Langit memenuhi bagian atas frame dengan awan putih dan abu-abu yang besar dan tebal, diselingi area langit biru yang cerah. Kondisi cuaca terlihat cerah setelah atau di antara kumpulan awan, dengan cahaya matahari alami yang terang tetapi tidak menghasilkan warna kuning atau oranye. Seluruh pencahayaan harus bernuansa daylight yang netral dan cerah, dengan warna putih tetap putih, warna hijau tanaman tetap segar, serta warna biru langit tetap bersih.
Gunakan komposisi kamera vertikal dengan perspektif wide angle yang jelas sehingga keseluruhan terlihat melebar sementara pria yang di tengah terlihat lebih kecil. Lensa wide-angle harus terlihat dari area foreground yang terasa lebih lebar dan adanya sedikit distorsi perspektif pada objek yang berada dekat kamera, terutama paving lantai, kursi, meja, dan sepatu. Jangan menggunakan perspektif telephoto atau kompresi latar belakang. Pertahankan hubungan ukuran antara pria, meja, lantai, tanaman, permukiman, dan pegunungan seperti pada foto referensi.
Framing dibuat seperti foto spontan dari kamera smartphone yang diambil dari posisi kamera sedikit lebih tinggi dari area kaki pria, dengan jarak yang cukup dekat sehingga pria tetap terlihat jelas dari bagian atas tubuh hingga seluruh kaki dan sepatu. Jangan melakukan crop berlebihan pada kaki, kursi, meja, atau pemandangan. Sisakan ruang yang cukup untuk langit dan pegunungan sehingga lanskap tetap menjadi bagian penting dari komposisi.
Pertahankan tekstur pakaian, paving, tanaman, meja, kursi, makanan, perkebunan, rumah-rumah, pepohonan, awan, dan pegunungan secara natural. Jangan menambahkan objek yang tidak ada pada referensi. Jangan membuat warna terlalu jenuh, jangan memberikan efek sinematik, jangan memberikan efek HDR berlebihan, jangan membuat kulit atau pakaian terlihat terlalu halus, dan jangan membuat foto terlihat seperti hasil edit AI. Hindari pencahayaan warm, kekuningan, oranye, atau golden hour. Gunakan pencahayaan siang hari yang cerah, netral, lembut, dan seimbang dengan bayangan alami.
Gambar di ambil seperti menggunakan kamera iPhone 14, kualitas resolusi agak rendah tidak terlalu HD, kontras rendah, bayangan lembut, tidak ada efek estetika tambahan, foto terlihat original tidak seperti di edit, rasio 3:4.
[20/8, 21.18] null: Buatkan gambar berdasarkan foto referensi orang yang saya berikan di atas. Gunakan orang dari foto referensi tersebut sebagai acuan identitas utama dan pertahankan kemiripan wajah pria dan wanita setepat mungkin tanpa mengubah bentuk, proporsi, atau karakter wajah mereka. Jangan mengganti identitas, jangan membuat wajah baru, dan jangan melakukan perubahan kosmetik pada wajah.
Tampilkan seorang wanita dan seorang pria sedang berfoto selfie melalui cermin besar di dalam sebuah toko minimarket atau toko retail yang penuh dengan rak produk.
Wanita berada di sisi kiri gambar dan berdiri sedikit lebih dekat ke cermin dibandingkan pria. Tubuh wanita menghadap ke arah cermin dengan posisi badan sedikit menyerong. Salah satu tangannya terangkat ke depan tubuh sambil memegang smartphone untuk mengambil foto melalui pantulan cermin. Smartphone berada di area tengah komposisi dan sebagian menutupi area tubuh bagian atas wanita. Tangan yang memegang smartphone terlihat natural, dengan jari-jari menggenggam perangkat secara santai. Pada pergelangan smartphone terdapat aksesori gantungan atau strap dekoratif berwarna terang dengan beberapa ornamen kecil yang menggantung ke bawah. Lengan wanita terlihat rileks dan tidak kaku. Bahunya berada dalam posisi santai.
Wanita mengenakan hijab pashmina longgar berwarna coklat muda, atasan lengan panjang berwarna cokelat muda atau beige hangat khas kemeja wanita style gen-z kasual, dengan potongan sederhana dan bagian atas pakaian memiliki detail kerutan atau lipatan kecil yang membentuk tekstur lembut di sekitar dada. Pakaian jatuh secara natural mengikuti tubuh dan tidak terlihat terlalu ketat. Bagian bawah terlihat berupa celana panjang berwarna abu-abu muda dengan potongan santai. Seluruh pakaian tampak sederhana, kasual, dan cocok untuk suasana hangout anak muda.
Pria berdiri di sisi kanan wanita dengan jarak sangat dekat, hampir berdampingan. Tubuh pria menghadap ke cermin dengan posisi sedikit menyerong. Salah satu tangannya berada di samping tubuh dengan posisi rileks sambil memegang atau membawa sebuah smartphone lain. Tangan lainnya berada dalam posisi santai di sisi tubuh. Bahu pria sedikit rileks dan postur tubuh terlihat natural, tidak tegak berlebihan. Pose keseluruhan menunjukkan dua orang yang sedang mengambil foto bersama secara spontan dan santai.
Pria mengenakan kaus putih polos sebagai lapisan dalam, kemudian memakai jaket kasual berwarna cokelat tua atau hitam kecokelatan dengan bagian depan terbuka. Jaket memiliki bentuk sedikit oversized, material terlihat agak tebal dan lembut, dengan detail kerah dan bagian depan yang memberikan kesan kasual. Di salah satu bahunya terdapat tali tas berwarna cokelat yang jatuh diagonal dari bahu menuju sisi tubuh. Pria juga mengenakan celana panjang berwarna abu-abu muda dengan potongan longgar dan kasual.
Posisi kedua orang harus sangat dekat seperti pasangan atau teman dekat yang sedang mengambil foto bersama. Komposisi mereka terlihat spontan, tidak terlalu formal, dengan jarak bahu dan tubuh yang natural. Wanita sedikit berada di depan pria, sedangkan pria berdiri sedikit di belakang dan lebih tinggi sehingga tubuh keduanya membentuk komposisi diagonal yang natural.
Pose wanita jangan dibuat kaku: badan sedikit condong dan bahu rileks, satu tangan aktif memegang smartphone, sementara tangan lainnya turun dengan santai di samping tubuh. Pose pria juga harus terlihat santai dan spontan, dengan berat tubuh tidak terbagi secara sempurna antara kedua kaki sehingga menghasilkan kesan candid. Jangan membuat kedua orang berdiri tegak seperti foto paspor.
Ekspresi keduanya harus terlihat santai, nyaman, dan spontan seperti sedang menikmati momen bersama. Wanita menunjukkan ekspresi lembut dan playful dengan sedikit kemiringan kepala ke arah samping serta senyum tipis yang natural. Pria menunjukkan ekspresi santai dengan senyum kecil atau ekspresi tenang yang terlihat seperti sedang menikmati suasana. Jangan membuat ekspresi berlebihan, jangan membuat wajah tersenyum lebar secara artificial, dan jangan membuat mereka terlihat seperti sedang melakukan pemotretan profesional.
Gunakan cermin besar sebagai elemen utama fotografi. Pantulan tubuh dan pakaian kedua orang harus terlihat jelas dari bagian atas hingga sebagian besar bagian kaki. Pada bagian bawah foto terdapat pagar atau pembatas logam horizontal berwarna silver yang melintang dari kiri ke kanan dan memotong area pantulan tubuh bagian bawah. Permukaan logam tersebut memiliki pantulan cahaya yang lembut dan sedikit blur akibat material reflektif.
Latar belakang cermin memperlihatkan bagian dalam toko retail yang sangat penuh dengan berbagai barang dagangan. Terlihat rak-rak tinggi berisi produk warna-warni, kemasan makanan, minuman, serta berbagai barang kebutuhan sehari-hari. Di sisi kanan belakang terdapat papan atau panel promosi berwarna merah dengan tulisan merek toko yang terlihat dalam pantulan cermin. Area toko terlihat ramai secara visual tetapi tetap fokus utama berada pada pria dan wanita.
Di bagian belakang atas terlihat langit-langit toko dengan panel plafon kotak-kotak berwarna putih atau putih krem, lampu recessed berbentuk bulat, satu saluran ventilasi memanjang, serta beberapa titik lampu terang. Dinding bagian luar atau area sekitar cermin menggunakan warna biru kuat sehingga menciptakan kontras dengan interior toko yang penuh warna. Jangan membuat suasana terlalu gelap.
Gunakan komposisi foto vertikal dengan framing smartphone yang terasa seperti foto spontan melalui cermin. Kamera berada pada posisi kira-kira setinggi dada hingga sedikit di bawah bahu kedua orang. Gunakan perspektif wide-angle ringan seperti kamera utama smartphone agar kedua orang dan area toko di belakang tetap masuk ke dalam frame. Efek wide-angle harus terlihat natural, tidak ekstrem, tanpa distorsi wajah atau tubuh yang berlebihan. Biarkan bagian tepi frame sedikit memperlihatkan ruang sekitar sehingga foto terasa diambil secara spontan di dalam toko.
Pertahankan posisi relatif pria, wanita, smartphone, cermin, rak toko, lampu plafon, dinding biru, dan pembatas logam seperti pada foto referensi. Jangan mengubah susunan objek utama. Jangan menambahkan orang lain yang tidak diperlukan. Jangan menambahkan dekorasi tambahan yang tidak terlihat pada referensi.
Pencahayaan harus cerah, bersih, dan netral dengan dominasi cahaya putih dari lampu plafon toko. Hindari seluruh nuansa kuning, orange, atau warm lighting yang berlebihan. Warna kulit, pakaian, dinding biru, rak toko, dan benda-benda di belakang harus terlihat terang dengan white balance netral hingga sedikit cool. Bayangan dibuat lembut dan tidak terlalu pekat. Jangan menggunakan efek glow, bloom, cinematic lighting, HDR berlebihan, beauty filter, color grading dramatis, atau efek estetika tambahan.
Pertahankan tekstur foto smartphone yang natural: sedikit noise digital, detail tidak terlalu tajam, dynamic range sederhana, highlight lampu sedikit lembut, dan beberapa bagian latar belakang terlihat sedikit lebih lembut daripada objek utama. Jangan membuat hasil terlalu tajam atau terlalu bersih seperti hasil render AI. Foto harus terasa seperti momen spontan yang benar-benar diambil dengan kamera smartphone saat berdiri di depan cermin.
Jangan mengubah bentuk tubuh, proporsi tubuh, ukuran pakaian, posisi tangan, posisi smartphone, ataupun hubungan jarak antara pria dan wanita. Pertahankan kemiripan orang dari foto referensi semaksimal mungkin. Jangan membuat kulit terlalu mulus, jangan menghilangkan tekstur natural, dan jangan memberikan efek wajah buatan.
Gambar diambil seperti menggunakan kamera iPhone 14, kualitas resolusi agak rendah dan tidak terlalu HD, kontras rendah, bayangan lembut, pencahayaan terang dan netral, white balance sedikit cool, tanpa efek estetika tambahan, tanpa filter, tanpa color grading berlebihan, foto terlihat original dan spontan seperti foto asli yang langsung diambil menggunakan kamera smartphone, bukan hasil edit atau hasil render AI.
[20/8, 21.34] null: Last prompt brayy, lanjut besok yaa, staytune🥰🫰🏻
Prompt:
Buatkan gambar sesuai deskripsi yang saya berikan di bawah ini. Gunakan wajah pria dan wanita dari foto referensi yang saya berikan di atas sebagai identitas utama untuk seluruh gambar. Wajah pria dan wanita harus dipertahankan semirip mungkin dengan foto referensi, tanpa mengubah sedikit pun karakter, proporsi, bentuk, atau identitas wajah masing-masing. Jangan membuat wajah baru, jangan mengganti identitas, dan jangan melakukan perubahan pada wajah dari foto referensi.
Buat sebuah kolase foto vertikal yang terdiri dari 4 foto selfie berbeda, tersusun dalam layout 2 kolom × 2 baris dengan ukuran setiap panel hampir sama. Keempat foto berada dalam satu kolase tanpa jarak atau bingkai putih yang mencolok. Semua panel menampilkan pria dan wanita yang sama dengan pakaian yang sama, berada di lokasi yang sama, sehingga terlihat seperti rangkaian foto selfie yang diambil dalam satu waktu.
Foto pertama — panel kiri atas:
Tampilkan pria dan wanita berdiri sangat dekat dalam sebuah foto selfie. Pria berada di sisi kiri dan sedikit berada di belakang wanita, sedangkan wanita berada di sisi kanan dan lebih dekat dengan kamera. Keduanya mengisi sebagian besar frame dari area dada ke atas. Tubuh pria sedikit condong mendekati wanita sehingga jarak mereka terlihat sangat dekat dan natural. Wanita berdiri dengan posisi tubuh santai menghadap kamera. Pria juga menghadap kamera dengan posisi tubuh sedikit menyerong. Keduanya memberikan ekspresi santai dan nyaman seperti sedang mengambil selfie bersama teman dekat. Wanita memberikan senyum kecil yang lembut, sedangkan pria memberikan ekspresi santai dengan senyum tipis. Jangan membuat pose terlalu formal atau kaku.
Foto kedua — panel kanan atas:
Pertahankan posisi pria dan wanita tetap sangat dekat. Pria berada di sisi kiri dan wanita di sisi kanan. Wanita mengangkat satu tangan ke samping tubuhnya lalu meletakkan telapak tangan pada sisi pipi pria dengan lembut, seolah sedang memegang atau mencubit pipinya secara playful. Pria membalas pose tersebut dengan satu tangan berada di sisi pipinya sendiri, sehingga kedua sisi tubuh bagian atas mereka membentuk pose pasangan yang lucu dan spontan. Pria terlihat sedikit melakukan ekspresi playful dengan bibir dibuat sedikit mengerucut, sementara wanita memberikan ekspresi santai dan playful dengan senyum tipis. Terlihat sebuah jam tangan atau gelang berwarna merah terang pada pergelangan tangan pria. Pose tangan harus terlihat natural, jari-jari tidak kaku dan tidak menyatu secara aneh. Keduanya tetap berada sangat dekat di dalam frame.
Foto ketiga — panel kiri bawah:
Tampilkan pria di sisi kiri dan wanita di sisi kanan dalam selfie yang lebih playful. Pria berdiri sedikit di belakang wanita dengan tubuh mengarah ke kamera. Wanita mengangkat salah satu tangannya ke bagian depan frame dan membentuk gestur peace sign atau tanda V menggunakan dua jari. Jari-jari terlihat jelas dan berada cukup dekat dengan kamera. Kuku wanita terlihat menggunakan warna merah. Tangan lainnya berada di luar atau bagian bawah frame secara natural. Wanita memberikan ekspresi playful dengan bibir sedikit dimajukan seperti pose duck face. Pria memberikan ekspresi santai dan ikut berpose bersama. Jarak kedua orang tetap dekat, bahu hampir bersentuhan, dengan framing selfie yang spontan dan kasual.
Foto keempat — panel kanan bawah:
Tampilkan pria dan wanita kembali dalam selfie dengan posisi sangat dekat. Pria berada di sisi kiri dan sedikit lebih tinggi atau berada sedikit di belakang wanita. Wanita berada di sisi kanan dan lebih dekat dengan kamera. Pria sedikit memiringkan posisi tubuhnya ke arah wanita sehingga keduanya tampak menyatu dalam komposisi foto. Wanita memberikan ekspresi playful dengan salah satu mata terpejam seperti sedang melakukan wink, disertai senyum kecil. Pria memberikan ekspresi santai dengan senyum tipis. Pose harus terlihat spontan seperti teman dekat yang sedang bercanda saat mengambil selfie, bukan pose studio.
Kedua orang menggunakan pakaian yang sama di seluruh empat panel. Wanita mengenakan hijab segi empay longgar berwarna cream kemeja lengan panjang bermotif kotak-kotak atau plaid dengan kombinasi warna ungu muda, lavender, putih, dan sedikit warna pastel lainnya. Kemeja memiliki kerah dan potongan kasual, dengan lengan yang terlihat longgar dan natural. Pria mengenakan kemeja kasual bermotif kotak-kotak dengan kombinasi warna gelap seperti navy, hitam, dan sedikit garis putih. Pada panel kedua, aksesori jam tangan atau gelang merah pada pergelangan tangan pria harus tetap terlihat.
Lokasi berada di dalam sebuah area indoor seperti pusat perbelanjaan, koridor toko, atau area publik. Di belakang mereka terdapat pagar atau panel pengaman berbentuk jaring metal dengan pola berlian yang membentang secara diagonal dan vertikal. Terlihat struktur logam berwarna gelap di bagian belakang, beberapa bagian dinding berwarna terang, serta lampu-lampu plafon yang menghasilkan titik cahaya putih di belakang. Latar belakang memiliki sedikit orang atau aktivitas yang samar dan tidak menjadi fokus utama.
Gunakan framing selfie smartphone dengan kamera berada cukup dekat dengan kedua orang. Perspektif pada keempat foto terasa seperti kamera depan smartphone dengan sedikit karakter wide-angle ringan, terutama karena kedua orang berada sangat dekat dengan kamera dan latar belakang tetap terlihat cukup luas. Jangan gunakan wide-angle ekstrem yang menyebabkan tubuh atau objek di tepi frame menjadi terlalu melengkung. Setiap panel harus terasa seperti foto selfie spontan yang diambil dengan tangan, bukan foto profesional.
Pertahankan perbedaan pose keempat panel secara jelas sesuai urutan: panel kiri atas selfie santai berdampingan, panel kanan atas pose tangan di pipi yang playful, panel kiri bawah gestur peace sign dengan ekspresi duck face, dan panel kanan bawah pose wink yang playful. Jangan mencampurkan pose antar-panel dan jangan membuat keempat foto memiliki pose yang sama.
Pastikan posisi pria selalu berada di sisi kiri dan wanita selalu berada di sisi kanan pada keempat panel. Jarak tubuh, posisi tangan, gestur jari, ekspresi, pakaian, dan arah kamera harus mengikuti deskripsi masing-masing panel. Proporsi tubuh harus natural. Jangan membuat tangan atau jari tambahan, jangan membuat anggota tubuh terdistorsi, jangan membuat smartphone atau objek asing muncul tanpa alasan.
Gunakan pencahayaan yang cerah dan netral. Jangan menggunakan pencahayaan warm, kuning, orange, atau golden. Lampu di lokasi harus terlihat putih atau sedikit cool. Warna pakaian harus tetap terlihat jelas, terutama warna lavender dan pastel pada kemeja wanita serta warna navy gelap pada kemeja pria. Kontras dibuat rendah hingga sedang, highlight lampu lembut, bayangan tidak terlalu gelap, dan warna keseluruhan bersih tanpa color grading dramatis.
Jangan memberikan efek beauty filter, smoothing berlebihan, glow, bloom, cinematic effect, HDR berlebihan, efek bokeh buatan, atau efek estetika tambahan. Pertahankan sedikit noise dan kelembutan khas kamera smartphone lama atau foto selfie yang dikompresi. Hasil akhir harus terasa seperti kolase foto pribadi yang spontan, sederhana, dan natural, bukan hasil pemotretan profesional atau gambar yang terlihat dibuat oleh AI.
Gambar diambil seperti menggunakan kamera iPhone 14, kualitas resolusi agak rendah tidak terlalu HD, kontras rendah, bayangan lembut, pencahayaan cerah dan netral tanpa nuansa kuning atau hangat, tidak ada efek estetika tambahan, foto terlihat original seperti foto selfie asli dan bukan seperti foto yang telah diedit, rasio keseluruhan foto 9:16.
[21/8, 19.41] null: Buatkan gambar sesuai deskripsi yang saya berikan di bawah ini, gunakan wanita dari foto referensi yang saya berikan di atas sebagai acuan identitas utama. Pertahankan wajah wanita tersebut semirip mungkin dan sama persis dengan foto referensi tanpa mengubah bentuk, proporsi, ciri khas, atau karakter wajah sedikit pun. Jangan mengganti identitas wanita dari foto referensi.
Buat sebuah foto outdoor vertikal seorang wanita sedang berdiri santai di depan sebuah kafe atau coffee shop dengan arsitektur minimalis berwarna putih krem. Komposisi foto memperlihatkan wanita dari kepala hingga ujung kaki, dengan lingkungan sekitar tetap terlihat luas sehingga bangunan, pintu kafe, tanaman, lantai, dan langit menjadi bagian penting dari komposisi.
Wanita berdiri di bagian tengah-bawah frame dengan tubuh sedikit menghadap ke arah kamera. Posturnya santai dan feminin, tidak terlalu tegak, dengan bahu rileks. Salah satu kaki menjadi tumpuan utama, sementara kaki lainnya sedikit disilangkan atau ditempatkan agak ke belakang dan menyilang di depan kaki tumpuan. Posisi kedua kaki dibuat natural seperti sedang berhenti sebentar untuk berfoto, bukan pose fashion yang terlalu formal.
Wanita mengenakan hijab berwarna putih atau cream sangat muda yang membungkus kepala hingga leher dan jatuh lembut di sekitar bahu. Ia memakai jaket atau outer pendek berwarna cokelat tua keunguan dengan motif bordir atau ilustrasi bunga dan daun berwarna putih yang tersebar pada bagian lengan, bahu, dan sisi depan jaket. Jaket memiliki potongan longgar dan kasual dengan detail kerah serta bagian depan terbuka.
Di bawah jaket terdapat atasan berwarna beige atau cream muda dengan model sederhana. Bagian bawah tubuh menggunakan celana atau rok panjang berwarna putih gading dengan potongan longgar dan flowy hingga mendekati mata kaki. Ujung pakaian memiliki detail scallop atau tepian bergelombang yang terlihat jelas. Wanita memakai sepatu atau sandal tertutup berwarna beige muda dengan bentuk sederhana.
Tangan kanan wanita memegang gagang payung transparan berwarna hitam. Payung terbuka berada di belakang dan sedikit di atas tubuh wanita, berbentuk transparan dengan rangka hitam yang terlihat jelas. Payung memberikan elemen visual besar di belakang tubuh tanpa menutupi keseluruhan wanita.
Tangan lainnya berada di bagian depan tubuh dan memegang atau merapikan bagian depan jaket secara santai. Kedua siku sedikit ditekuk. Posisi tangan harus natural dan rileks, tidak menempel kaku pada tubuh. Jangan membuat tangan terlalu besar atau jari-jari terlihat tidak natural.
Wanita menghadap ke arah kamera dengan ekspresi lembut, ceria, dan santai. Senyumnya terlihat natural seperti sedang menikmati suasana ketika sedang berjalan-jalan. Jangan membuat ekspresi terlalu lebar atau seperti sedang melakukan pemotretan profesional. Pose keseluruhan harus terasa spontan, ringan, dan effortless.
Gunakan framing vertikal dengan sudut pengambilan gambar sedikit wide-angle. Gunakan lensa wide-angle smartphone ringan sehingga wanita dan bangunan di belakangnya terlihat cukup luas dalam satu frame, termasuk area lantai di foreground dan sebagian besar langit. Jangan gunakan distorsi wide-angle ekstrem; tubuh tetap proporsional dan natural.
Lokasi berada di depan kafe dengan dinding besar berwarna putih krem atau off-white. Di bagian atas tengah bangunan terdapat tulisan besar bergaya tipografi dekoratif berwarna abu-abu gelap. Di bawah tulisan tersebut terdapat area jendela atau bukaan kafe yang lebar dengan kanopi atau atap kayu berwarna cokelat. Bagian dalam kafe terlihat lebih gelap dibandingkan area luar.
Di sisi kanan wanita terdapat tanaman berbunga besar dalam pot semen berwarna putih atau abu-abu muda. Tanaman memiliki banyak daun hijau dan bunga kecil berwarna pink atau magenta yang cukup mencolok. Terdapat juga pot tanaman lain di belakang payung. Susunan tanaman terlihat natural dan menjadi elemen foreground/background yang memperkaya foto.
Lantai menggunakan paving block atau ubin outdoor berwarna abu-abu muda dengan pola persegi panjang yang tersusun diagonal. Beberapa bagian lantai terkena cahaya matahari sehingga menghasilkan bayangan lembut dari tanaman, payung, dan bangunan. Jangan membuat lantai terlalu gelap.
Di bagian atas frame terlihat langit biru cerah dengan beberapa awan putih tipis. Terdapat kabel dekorasi yang membentang horizontal atau diagonal di atas bangunan dengan beberapa lampu kecil yang tergantung dari kabel tersebut. Pertahankan detail lampu gantung outdoor dan kabel sebagai bagian dari suasana kafe.
Pencahayaan berasal dari sinar matahari siang yang terang dan bersih. Gunakan white balance netral atau sedikit dingin. Warna putih pada bangunan dan pakaian harus tetap putih/cream, bukan kekuningan. Warna hijau tanaman harus terlihat segar, bunga pink tetap jelas, dan langit berwarna biru cerah. Hindari golden hour, warm lighting, orange tint, yellow cast, atau pencahayaan kekuningan.
Bayangan harus lembut tetapi tetap terlihat secara natural di lantai dan sekitar bangunan. Jangan menggunakan efek glow, bloom, cinematic lighting, beauty filter, atau efek estetika tambahan. Jangan membuat kulit terlihat terlalu halus seperti plastik. Pertahankan tekstur pakaian, bordir jaket, lipatan kain, tekstur paving, daun, bunga, kaca payung, dan material bangunan secara natural.
Pertahankan seluruh detail pose secara konsisten: posisi kaki yang sedikit menyilang, tubuh yang santai, satu tangan memegang gagang payung, tangan lainnya berada di bagian depan jaket, payung transparan terbuka di belakang tubuh, serta arah tubuh dan ekspresi yang santai. Jangan membuat wanita berdiri tegak kaku atau mengubah pose menjadi pose model profesional.
Jangan menambahkan orang lain sebagai fokus, jangan mengubah pakaian, jangan menghilangkan payung, jangan mengubah warna jaket, hijab, pakaian bawah, atau sepatu. Jangan menambahkan dekorasi yang tidak diperlukan. Fokus utama tetap wanita dengan latar kafe dan tanaman sebagai lingkungan pendukung.
Gambar diambil seperti menggunakan kamera iPhone 14, kualitas resolusi agak rendah dan tidak terlalu HD, kontras rendah, bayangan lembut, pencahayaan putih cerah dan netral, tidak ada efek estetika tambahan, tanpa filter warm, tanpa warna kuning atau orange berlebihan, tanpa HDR berlebihan, tanpa oversharpening, foto terlihat original seperti hasil kamera smartphone langsung dan bukan seperti hasil edit.
[21/8, 19.51] null: Note: buat yang punya saluran juga, tolong jangan repost prompt² gue di saluran kalian yaa, boleh di pake cuma jangan di klaim, kalo mau bikin saluran langsung aja bikin pake ide sendiri yaa, gue nyediain prompt buat orang² yang pengen punya foto² gitu, itu di bio saluran gue ada link tools yaa buat yang mau generate sesuai ide sendiri gitu, biar kalian juga bisa up di saluran kalian masing-masing murah banget kok tools nya cuma 20k bisa generate berkali-kali tanpa batasan🥰, jangan di repost yaa🥰🫰🏻, kalo di share ke temen" kalian gapapa biar pada bisa make, cuma jan di repost ya, thnks semuaa🥰🫰🏻
Prompt:
Buatkan gambar sesuai deskripsi yang saya berikan di bawah ini, gunakan pria dan wanita dari foto referensi yang saya berikan di atas sebagai acuan identitas utama. Pertahankan wajah pria dan wanita tersebut semirip mungkin dan sama persis dengan foto referensi, tanpa mengubah bentuk, proporsi, ciri khas, atau karakter wajah sedikit pun. Jangan mengganti identitas kedua orang tersebut.
Buat sebuah gambar kolase vertikal bergaya scrapbook Gen-Z yang menampilkan tiga foto pria dan wanita dalam satu lembar film photo booth. Kolase diletakkan sedikit miring secara diagonal ke arah kanan pada sebuah latar belakang bertema layar smartphone.
Komposisi utama berupa satu strip film vertikal berwarna hitam dengan tiga frame foto berukuran hampir sama. Strip film berada dari bagian tengah hingga sisi kanan gambar dan sedikit berputar searah jarum jam. Di sepanjang sisi kiri dan kanan strip terdapat pola lubang perforasi film berwarna putih, lengkap dengan tulisan kecil teknis pada bagian tepinya. Di bagian atas strip terdapat penjepit atau binder clip berwarna biru tua yang seolah menjepit lembar film tersebut.
Ketiga foto berada di depan backdrop kain berwarna hijau emerald atau hijau teal. Kain memiliki lipatan vertikal yang terlihat jelas sehingga memberikan tekstur seperti backdrop photo booth sederhana. Pencahayaan pada ketiga frame harus konsisten seolah ketiganya diambil dalam satu sesi foto yang sama.
FOTO PERTAMA
Pria dan wanita berdiri berdampingan menghadap kamera. Pria berada di sisi kiri dan wanita berada di sisi kanan. Keduanya berdiri cukup dekat dengan bahu hampir bersentuhan.
Pria mengenakan kemeja atau seragam lengan pendek berwarna hitam dengan kerah, memiliki beberapa detail patch atau tulisan kecil berwarna putih pada bagian dada. Postur tubuhnya santai dan sedikit condong ke arah wanita. Salah satu lengannya diangkat ke atas dan ditekuk, dengan tangan berada di dekat sisi atas tubuh. Jari-jari tangannya membentuk gesture playful seperti tanda peace atau gesture dua/tiga jari yang terbuka. Lengan satunya berada lebih rendah dan dekat tubuh wanita.
Wanita mengenakan hijab berwarna putih atau abu-abu sangat muda yang menutupi kepala hingga area leher dan bahu, dipadukan dengan pakaian lengan panjang berwarna biru muda atau lavender. Salah satu tangannya diangkat ke samping kepala dan membentuk gesture dua jari seperti bunny ears/peace sign. Tangan lainnya berada di sekitar sisi tubuh.
Keduanya menunjukkan ekspresi ceria dan santai. Pria memberikan senyum ringan dengan pose playful, sedangkan wanita juga tersenyum lembut. Jangan membuat pose terlalu formal atau tegak sempurna. Buat keduanya terlihat seperti sedang bersenang-senang di photo booth.
FOTO KEDUA
Pria dan wanita kembali berdiri berdampingan di depan backdrop hijau yang sama.
Pria berada di sisi kiri dengan tubuh menghadap kamera dan bahu rileks. Kedua tangannya berada lebih santai dibanding foto pertama. Salah satu tangan pria merangkul atau berada di belakang bahu wanita secara natural sehingga menunjukkan kedekatan mereka sebagai pasangan. Tubuh pria sedikit mengarah ke wanita.
Wanita berdiri rapat di sisi kanan pria. Tubuhnya sedikit condong ke arah pria dan salah satu bahunya berada di bawah lengan pria. Posisi tangan wanita santai di bagian depan atau samping tubuh.
Keduanya memakai pakaian yang sama seperti pada frame pertama dan tetap mempertahankan konsistensi pakaian. Pria tetap memakai kemeja hitam berlengan pendek dengan detail putih pada bagian dada. Wanita tetap memakai hijab warna putih/abu-abu muda dan pakaian lengan panjang biru muda atau lavender.
Keduanya memberikan senyum santai ke arah kamera. Pose harus terasa lebih natural dan manis daripada frame pertama, seperti pasangan yang sedang mengambil foto bersama secara spontan. Jangan membuat posisi tangan atau tubuh terlihat simetris sempurna.
FOTO KETIGA
Pria dan wanita kembali berada di depan backdrop hijau yang sama tetapi kali ini menggunakan pose paling playful.
Pria berada di sisi kiri dan mengangkat kedua tangannya ke depan tubuh dengan jari-jari terbuka membentuk gesture seperti cakar kucing. Kedua siku sedikit ditekuk dan tangan berada di sekitar area dada hingga bahu. Tubuhnya sedikit condong ke arah kamera dan ekspresinya terlihat playful.
Wanita berada di sisi kanan dan melakukan gesture serupa dengan kedua tangannya, yaitu mengangkat tangan ke depan sekitar area dada dan membuat bentuk seperti cakar kucing menggunakan jari-jari. Salah satu lengannya sedikit lebih tinggi daripada yang lain. Tubuh wanita sedikit condong ke arah pria.
Tambahkan elemen playful berupa aksesori kecil berbentuk telinga atau hiasan karakter di bagian atas kepala pria dan wanita seperti efek photo booth, tetapi jangan sampai mengubah identitas mereka. Keduanya tersenyum dan terlihat sedang bercanda saat mengambil foto.
Pose frame ketiga harus terlihat paling spontan, lucu, dan energik. Jari-jari tangan harus terlihat jelas dan tidak menyatu atau berjumlah aneh. Posisi kedua orang tetap natural dan proporsional.
DETAIL KOLASE DAN LATAR
Strip film memiliki border hitam tebal di antara setiap frame. Setiap foto memiliki bingkai hitam seperti potongan negatif film analog. Lubang perforasi putih tersusun rapi secara vertikal pada sisi kiri dan kanan strip.
Strip film tidak ditempatkan lurus sempurna, melainkan sedikit miring dan tampak seperti lembar foto yang diletakkan di atas permukaan lain. Berikan sedikit bayangan lembut di bawah strip untuk menciptakan kesan bahwa lembar film benar-benar berada di atas latar.
Latar belakang keseluruhan berupa tampilan layar smartphone yang sedang membuka keyboard. Bagian kiri dan bawah gambar memperlihatkan keyboard virtual berwarna gelap dengan tombol-tombol besar berbentuk rounded rectangle. Terlihat beberapa tombol huruf, tombol shift, emoji, angka, space, dan return. Di bagian atas keyboard terdapat beberapa ikon aplikasi seperti kamera, App Store, Photos, dan beberapa ikon lain yang terlihat seperti bagian dari antarmuka smartphone.
Gunakan latar wallpaper berwarna biru keabu-abuan dengan tekstur denim atau kain jeans. Di bagian kiri atas terdapat potongan ilustrasi atau tekstur kain jeans berbentuk tidak beraturan. Tambahkan beberapa elemen dekoratif seperti tiga tanda seru berwarna kuning dengan outline gelap di bagian kanan atas, serta sticker bintang berwarna silver/metallic di bagian bawah dekat keyboard.
Semua elemen scrapbook harus terlihat seperti benda atau sticker yang ditempel di atas layar smartphone. Pertahankan susunan visual yang padat tetapi tetap rapi. Jangan mengubah komposisi utama strip film, posisi tiga foto, binder clip, keyboard, sticker bintang, dan tanda seru.
Gunakan pencahayaan putih terang dan netral pada keseluruhan kolase. Warna backdrop hijau harus tetap terlihat segar dan jelas, warna pakaian tetap natural, serta warna kulit tidak dibuat terlalu kuning. Jangan gunakan golden hour, lampu warm, orange tint, yellow cast, atau pencahayaan kekuningan.
Gunakan perspektif kamera smartphone dengan framing vertikal. Karena seluruh kolase terlihat seperti difoto dari jarak dekat, gunakan sedikit perspektif wide-angle smartphone agar bagian strip film, keyboard, dan dekorasi di sekelilingnya tetap masuk ke frame. Wide-angle harus ringan dan natural, bukan distorsi ekstrem.
Pastikan pria dan wanita pada ketiga frame tetap merupakan orang yang sama dari foto referensi. Jangan mengubah identitas, pakaian, bentuk tubuh, warna pakaian, atau karakter wajah mereka. Jangan membuat mereka terlihat seperti orang berbeda pada setiap frame. Ketiga foto harus terasa seperti diambil dalam satu sesi photo booth yang sama, hanya pose dan gesture yang berbeda.
Jangan membuat tangan, jari, lengan, atau tubuh menjadi cacat. Pastikan setiap tangan memiliki bentuk dan jumlah jari yang natural. Jangan membuat pose kaku. Pertahankan sedikit ketidaksempurnaan alami seperti posisi bahu yang tidak benar-benar sejajar dan perubahan kecil pada kemiringan tubuh agar hasil terlihat seperti foto spontan.
Gambar diambil seperti menggunakan kamera iPhone 14, kualitas resolusi agak rendah dan tidak terlalu HD, kontras rendah, bayangan lembut, pencahayaan putih cerah dan netral, tidak ada efek estetika tambahan, tidak ada filter warm, tidak ada warna kuning atau orange berlebihan, tanpa HDR berlebihan, tanpa sharpening berlebihan, foto terlihat original seperti hasil kamera smartphone langsung dan bukan seperti hasil edit.
[21/8, 19.59] null: Buatkan gambar sesuai deskripsi yang saya berikan di bawah ini, gunakan wajah pria dari foto referensi yang saya berikan di atas sebagai acuan identitas utama. Pertahankan identitas pria tersebut semirip mungkin dengan foto referensi tanpa mengubah sedikit pun karakter, proporsi, dan ciri khasnya. Jangan mengganti pria tersebut dengan orang lain.
Buat sebuah foto selfie vertikal bergaya candid di dalam gerbong kereta modern. Seorang pria sedang duduk santai di kursi kereta sambil mengambil foto selfie dari posisi kamera yang cukup dekat dan sedikit lebih rendah dari posisi tubuhnya.
Pria mengenakan hoodie oversized berwarna hitam atau charcoal gelap. Hoodie memiliki tudung yang sedang dipakai atau berada mengelilingi bagian belakang kepala dan leher, dengan kain hoodie terlihat tebal dan jatuh natural di sekitar bahu. Pada bagian dada hoodie terdapat tulisan besar berwarna putih yang merupakan logo atau tulisan merek, terlihat sebagian karena posisi kamera dan framing selfie. Pertahankan posisi, ukuran, dan bentuk tulisan pada pakaian sesuai referensi, termasuk efek tulisan yang terlihat terbalik apabila kamera menggunakan kamera depan.
Pria mengenakan earbud wireless berwarna putih pada telinga yang terlihat di sisi kiri gambar. Earbud harus berukuran kecil dan terlihat natural seperti perangkat wireless sehari-hari.
Pria duduk bersandar santai pada kursi kereta. Bagian punggung dan bahu bersandar pada sandaran kursi, sementara tubuh sedikit miring mengikuti posisi duduk. Kedua bahu berada dalam posisi rileks. Tidak perlu menampilkan seluruh tubuh; fokus pada bagian kepala, bahu, dada, dan sebagian lengan seperti selfie referensi.
Kamera berada cukup dekat dengan pria dan sedikit berada di bawah garis mata, menghasilkan perspektif selfie yang natural. Gunakan lensa wide-angle ringan khas kamera smartphone, tetapi jangan terlalu ekstrem. Sudut kamera sedikit miring sehingga garis jendela, plafon, dan kursi kereta tampak diagonal di dalam frame. Pertahankan kemiringan kamera tersebut agar foto tidak terlihat seperti foto yang diambil dengan tripod.
Pria mengarahkan pandangan langsung ke kamera dengan ekspresi santai dan sedikit tersenyum. Senyumnya sangat tipis dan natural, seperti sedang mengambil selfie spontan ketika sedang bepergian. Jangan membuat senyum terlalu lebar atau ekspresi seperti pemotretan profesional. Postur dan ekspresi harus terasa santai, effortless, dan tidak kaku.
Komposisi foto vertikal menempatkan pria di bagian tengah hingga bawah frame. Area wajah dan bagian atas tubuh menjadi fokus utama, sedangkan interior kereta memenuhi background. Jangan melakukan framing terlalu sempurna; pertahankan kesan selfie pribadi yang sedikit casual dan spontan.
Latar belakang menunjukkan interior gerbong kereta modern dengan dominasi warna putih, abu-abu, dan hitam. Di belakang pria terdapat kursi penumpang berwarna abu-abu terang dengan tekstur kain halus. Di sisi kanan dan belakang terdapat jendela besar kereta dengan bingkai berwarna gelap, memperlihatkan bagian luar yang gelap atau samar.
Di bagian atas frame terlihat plafon kereta dengan panel-panel putih dan garis sambungan yang jelas. Terdapat lampu LED memanjang berwarna putih yang tertanam pada plafon, memberikan pencahayaan merata di dalam gerbong. Beberapa panel kecil, sambungan plafon, dan detail interior kereta terlihat secara natural.
Pertahankan perspektif ruangan seperti kamera depan smartphone yang dipegang dengan tangan. Garis plafon dan jendela boleh sedikit miring akibat posisi smartphone, tetapi jangan sampai ruangan terlihat terdistorsi secara berlebihan.
Pencahayaan harus cerah, putih, dan netral, berasal dari lampu LED interior kereta. Jangan membuat pencahayaan menjadi kuning, orange, warm, atau golden. Warna hoodie harus tetap hitam/charcoal, kursi tetap abu-abu terang, panel kereta tetap putih, dan warna kulit tetap natural.
Gunakan bayangan yang lembut dan kontras rendah. Jangan membuat kulit terlalu halus atau menggunakan beauty filter. Pertahankan sedikit tekstur dan ketidaksempurnaan khas kamera depan smartphone, termasuk sedikit softness dan noise ringan.
Jangan menambahkan orang lain sebagai fokus utama. Jangan mengubah warna atau model hoodie, jangan menghilangkan earbud, jangan mengubah posisi duduk, jangan mengubah sudut kamera, jangan menghilangkan kursi atau jendela kereta. Jangan membuat pria berdiri.
Buat hasil akhir seperti foto selfie Gen-Z yang diambil secara spontan ketika sedang naik kereta: casual, sederhana, santai, natural, sedikit imperfect, dan tidak terlihat seperti hasil pemotretan profesional.
Gambar diambil seperti menggunakan kamera iPhone 14, kualitas resolusi agak rendah tidak terlalu HD, kontras rendah, bayangan lembut, pencahayaan interior sangat cerah dengan white balance netral, tidak ada efek estetika tambahan, tidak ada pencahayaan hangat ataupun kuning, tanpa filter warm, tanpa HDR berlebihan, tanpa oversharpening, foto terlihat original seperti hasil kamera smartphone langsung dan bukan seperti di edit.
[21/8, 22.50] null: Buatkan gambar sesuai deskripsi yang saya berikan di bawah ini, gunakan wajah pria dan wanita dari foto referensi yang saya berikan sebagai identitas untuk gambar ini. Pertahankan kemiripan wajah pria dan wanita semaksimal mungkin, tanpa mengubah sedikit pun karakter, proporsi, bentuk, dan ciri khas wajah mereka.
Tampilkan seorang pria dan seorang wanita berdiri berdampingan dalam sebuah komposisi foto vertikal. Pria berada di sisi kanan dan wanita berada di sisi kiri. Keduanya berdiri sangat dekat, dengan posisi tubuh saling berdampingan seperti sedang mengambil foto bersama secara spontan.
Pria berdiri tegak di sisi kanan dengan posisi tubuh menghadap ke kamera. Bahunya relatif lurus dan rileks, kedua lengannya berada natural di sisi tubuh. Tubuh bagian atas hingga sekitar pinggang terlihat jelas. Pria mengenakan kaus hitam lengan pendek dengan desain grafis besar di bagian depan berupa beberapa gambar berbentuk lingkaran yang tersusun vertikal dan horizontal. Grafis terdiri dari kombinasi warna merah, putih, abu-abu, dan hijau pucat, termasuk beberapa ilustrasi kecil dan elemen bertuliskan "I ♥ ME". Kaus terlihat sedikit longgar dan jatuh natural mengikuti bentuk tubuh.
Pria memakai topi koboi berwarna cokelat muda atau tan. Topi memiliki mahkota cukup tinggi, pinggiran lebar, dan detail jahitan atau ornamen western di sepanjang bagian pinggirnya. Posisi topi sedikit berada di atas kepala dengan bentuk alami. Jangan mendeskripsikan rambut, bentuk kepala, atau detail wajah selain mempertahankan identitas dari foto referensi.
Wanita berdiri di sisi kiri dan sedikit lebih maju dibandingkan pria. Tubuh wanita mengarah ke kamera namun sedikit miring ke arah pria. Bahunya santai dan posisi tubuhnya sedikit condong mendekati pria sehingga kedua orang terlihat akrab. Wanita mengenakan kaus putih polos berlengan pendek dengan potongan santai. Ia juga memakai topi koboi berwarna cokelat tua dengan pinggiran lebar dan detail jahitan western. Posisi tubuh wanita terlihat rileks dan sedikit playful.
Pose wanita harus dibuat sangat spesifik: tubuhnya sedikit menyamping, bahu kiri lebih dekat ke kamera, bagian atas tubuh sedikit condong ke arah pria, sementara salah satu sisi tubuhnya berada di depan tubuh pria. Kedua orang tidak berdiri terlalu kaku atau simetris. Jarak bahu dan tubuh mereka dekat sehingga terlihat seperti foto pasangan atau teman dekat yang sedang berfoto bersama.
Ekspresi wanita berupa ekspresi playful dengan bibir sedikit mengerucut seperti pose pout/duck face. Ekspresi tersebut harus terlihat natural dan santai, bukan ekspresi berlebihan. Arah pandang wanita mengarah ke kamera dengan sedikit kemiringan kepala ke arah pria. Pria memiliki ekspresi tenang dan santai sambil menghadap kamera. Jangan membuat ekspresi keduanya tersenyum lebar atau terlalu dibuat-buat.
Komposisi foto dibuat seperti potongan foto yang ditempatkan di tengah sebuah poster atau scrapbook. Kedua orang terlihat dari area atas tubuh hingga sekitar pinggang, dengan bagian bawah tubuh berhenti secara horizontal dan tidak perlu menampilkan kaki. Posisi pria sedikit lebih tinggi secara visual daripada wanita karena perbedaan posisi tubuh dan komposisi.
Latar belakang berupa kertas berwarna putih gading atau krem sangat pucat dengan tekstur serat kertas yang halus dan terlihat samar. Latar tidak polos sepenuhnya; terdapat tekstur seperti kertas poster vintage yang memberikan sedikit noise dan ketidakteraturan alami.
Di belakang kedua orang terdapat tipografi dekoratif berwarna merah tua yang sangat besar. Huruf-huruf tersusun tidak beraturan, sedikit miring dan terpisah-pisah, menyerupai potongan huruf dari poster retro atau scrapbook. Sebagian huruf berada di belakang tubuh pria dan wanita sehingga tertutup oleh mereka. Huruf menggunakan warna merah tua dengan bentuk tebal dan memiliki outline tipis berwarna putih atau krem. Beberapa huruf tampak sedikit miring ke kiri atau kanan dan tidak berada pada garis yang sama. Buat susunan tipografi memenuhi area belakang kedua orang tanpa menutupi tubuh mereka.
Tambahkan efek potongan kertas pada tipografi sehingga setiap huruf terlihat seperti elemen yang ditempel pada kertas. Tepi elemen sedikit tidak sempurna, dengan bayangan sangat lembut di sekelilingnya. Jangan menambahkan dekorasi, objek, stiker, tulisan, atau elemen lain yang tidak terdapat pada referensi.
Gunakan komposisi portrait vertikal 9:16 dengan kamera berada pada ketinggian dada hingga sedikit di atas dada. Jangan menggunakan sudut ekstrem dari atas atau bawah. Framing dibuat cukup dekat terhadap kedua orang sehingga mereka menjadi pusat perhatian, sementara area kosong berwarna krem tetap terlihat cukup luas di bagian atas dan bawah.
Gunakan perspektif natural dengan sedikit karakter lensa wide-angle ringan, terutama jika diperlukan untuk mempertahankan komposisi vertikal dan ruang poster. Jangan membuat efek wide-angle terlalu ekstrem atau menyebabkan tubuh terlihat melebar. Kedua orang harus tetap memiliki proporsi tubuh natural.
Pencahayaan harus sangat cerah, bersih, dan netral. Gunakan cahaya putih lembut dari arah depan sehingga pakaian dan tubuh terlihat jelas. Hindari sepenuhnya pencahayaan warm tone, kuning, oranye, golden hour, atau warna keemasan. White balance harus netral atau sedikit dingin. Bayangan sangat lembut, kontras rendah, highlight tidak berlebihan, dan warna putih pada kaus wanita serta latar tetap terlihat putih/krem bersih.
Jangan memberikan efek cinematic, filter vintage berlebihan, glow, HDR, skin smoothing, color grading, atau efek estetika tambahan. Pertahankan sedikit tekstur dan ketidaksempurnaan seperti foto ponsel biasa. Hasil akhir harus terlihat seperti foto spontan yang kemudian ditempatkan pada desain poster, bukan gambar digital yang terlalu sempurna.
Pertahankan secara konsisten posisi pria di kanan dan wanita di kiri, jarak keduanya, arah tubuh, pose, ekspresi, pakaian, topi, ukuran relatif tubuh, tipografi merah di belakang, tekstur kertas, serta ruang kosong pada komposisi sesuai referensi.
Gambar di ambil seperti menggunakan kamera iPhone 14, kualitas resolusi agak rendah tidak terlalu HD, kontras rendah, bayangan lembut, tidak ada efek estetika tambahan, foto terlihat original tidak seperti di edit.
[21/8, 23.01] null: Last prompt brayy, lanjut besok yaa, staytunee🥰🫰🏻
Prompt:
Buatkan gambar sesuai deskripsi yang saya berikan di bawah ini, gunakan wajah pria dan wanita pada foto referensi sebagai identitas wajah untuk gambar yang dideskripsikan, pertahankan wajah keduanya semirip mungkin dengan foto referensi tanpa mengubah bentuk, proporsi, atau karakter wajah masing-masing.
Buat foto selfie vertikal yang menampilkan seorang wanita di posisi depan sebelah kiri dan seorang pria di belakang sebelah kanan, keduanya sedang duduk berdampingan di dalam kabin mobil. Komposisi foto sangat dekat seperti diambil spontan menggunakan kamera depan smartphone, dengan perspektif lensa wide-angle yang membuat objek di bagian depan tampak sedikit lebih besar dan memberikan kesan selfie natural.
Wanita berada paling dekat dengan kamera, tubuhnya sedikit mengarah ke kamera dan memenuhi area kiri hingga bagian bawah frame. Ia mengenakan hijab berwarna hitam yang membungkus kepala dan leher dengan rapi, atasan lengan panjang berwarna biru tua, serta terlihat tali atau rantai kecil berwarna silver yang menggantung dari area leher ke bagian bawah. Kedua bahunya berada dalam posisi santai. Tubuh wanita sedikit condong ke arah pria di sebelahnya. Ekspresinya berupa pose bibir mengerucut seperti sedang melakukan duck face atau pout, dengan ekspresi santai dan sedikit playful, bukan senyum. Arah tatapannya sedikit menyamping ke arah kanan frame, seolah sedang melihat layar kamera dari sudut tertentu. Posisi tubuh, kemiringan bahu, jarak dengan kamera, serta ekspresi harus terasa seperti selfie spontan yang benar-benar dilakukan saat itu, bukan pose model yang kaku.
Pria berada di sebelah kanan dan sedikit lebih belakang dari wanita. Ia duduk bersandar secara santai pada kursi mobil dengan bagian tubuh mengarah sedikit menyerong terhadap kamera. Bahunya rileks dan posisi tubuh terlihat natural. Ia mengenakan kaus hitam berlengan pendek dengan panel atau bidang besar berwarna merah marun pada bagian dada, dihiasi grafis atau tulisan berwarna kuning di area dada. Salah satu lengannya berada di sisi tubuh dalam posisi santai. Pria menghadap ke arah kamera dengan ekspresi tenang dan santai, bibir sedikit mengerucut secara natural, tanpa tersenyum lebar. Tatapannya sedikit mengarah ke sisi kanan frame sehingga menghasilkan kesan candid dan tidak terlalu sadar kamera. Jangan membuat pose pria terlalu tegak atau formal; pertahankan posisi bersandar dan rileks seperti orang yang sedang duduk santai di dalam mobil.
Jarak antara pria dan wanita cukup dekat sehingga terlihat seperti sedang duduk bersama dalam satu perjalanan. Wanita berada lebih dekat dengan kamera dan sedikit menutupi bagian tubuh pria, menciptakan kedalaman perspektif yang natural. Jangan mengubah posisi relatif keduanya.
Latar berada di dalam mobil, terlihat bagian plafon dan interior kabin berwarna gelap. Di sisi kanan belakang terdapat jendela mobil yang memperlihatkan lingkungan luar berupa bangunan atau area perkotaan yang sedang bergerak, dibuat sedikit blur akibat pergerakan kendaraan dan fokus kamera. Jangan membuat latar terlalu bersih atau seperti studio. Pertahankan detail interior mobil, garis jendela, pantulan cahaya pada kaca, dan suasana perjalanan sehari-hari.
Gunakan framing portrait vertikal dengan kamera sangat dekat pada kedua orang. Komposisi mengikuti foto referensi: wanita dominan di foreground sebelah kiri, pria berada di background sebelah kanan, dengan sebagian tubuh bagian bawah masuk ke frame. Jangan memberikan ruang kosong berlebihan di antara kedua orang. Perspektif wide-angle harus tetap terasa jelas tetapi tidak membuat proporsi tubuh menjadi berlebihan.
Pertahankan pose, posisi tubuh, arah pandangan, ekspresi, jarak kamera, proporsi tubuh, pakaian, warna pakaian, dan susunan objek seperti pada foto referensi. Jangan membuat keduanya terlihat seperti sedang melakukan pemotretan profesional. Hasil harus terasa seperti foto selfie spontan yang diambil dalam satu momen biasa di dalam mobil.
Pencahayaan harus berasal dari cahaya alami yang masuk melalui jendela mobil, dengan pencahayaan cukup cerah dan netral. Hindari seluruh nuansa kuning, keemasan, warm tone, orange tint, atau color grading hangat. Gunakan white balance netral hingga sedikit dingin, dengan highlight lembut, bayangan tidak terlalu pekat, dan kontras rendah. Jangan menambahkan efek glow, cinematic lighting, beauty filter, skin smoothing berlebihan, HDR berlebihan, atau efek estetika tambahan.
Gambar diambil seperti menggunakan kamera iPhone 14, kualitas resolusi agak rendah tidak terlalu HD, kontras rendah, bayangan lembut, tidak ada efek estetika tambahan, foto terlihat original tidak seperti di edit.
[22/8, 12.48] null: Buatkan gambar sesuai deskripsi yang saya berikan di bawah ini, gunakan wanita dari foto referensi yang saya berikan di atas untuk gambar yang saya deskripsikan di bawah ini. Pertahankan identitas wanita tersebut semirip mungkin dengan foto referensi tanpa mengubah sedikit pun ciri, proporsi, dan karakter wajahnya. Gunakan foto referensi sebagai acuan identitas utama dan jangan mengganti wanita tersebut dengan orang lain.
Buat sebuah foto vertikal bergaya candid di dalam sebuah kafe atau restoran modern, menampilkan seorang wanita sedang duduk di meja sambil memegang buket bunga besar. Komposisi foto diambil dari jarak dekat sehingga wanita, buket bunga, meja, dan sebagian interior kafe terlihat jelas.
Wanita duduk di kursi di bagian tengah-bawah frame, tubuh menghadap sedikit menyerong ke arah kamera. Posisi tubuh rileks dan sedikit condong ke arah buket bunga. Bahu dalam posisi santai dan tidak tegak kaku, menciptakan kesan seperti seseorang sedang difoto secara spontan ketika baru menerima atau sedang membawa hadiah bunga.
Wanita mengenakan hijab berwarna beige atau cream muda yang dililit dan jatuh secara natural di sekitar leher serta bahu. Kain hijab memiliki beberapa lipatan lembut dan bagian ujung kain menjuntai ke sisi tubuh. Jangan mengubah warna hijab menjadi putih terang atau warna gelap.
Wanita mengenakan sweater atau atasan rajut berwarna cream muda dengan garis-garis vertikal halus berwarna sedikit lebih gelap. Bagian lengan panjang memiliki tekstur rajut dan manset yang terlihat jelas. Di bagian depan tubuh terdapat tali atau strap hitam dari tas yang dikenakan menyilang atau menggantung di bahu.
Pada bagian bawah frame terlihat sebagian pakaian berwarna abu-abu muda atau lavender yang menutupi bagian bawah tubuh. Jangan membuat pakaian terlalu ketat.
Wanita memegang sebuah buket bunga berukuran sangat besar dengan kedua tangan. Buket berada di sisi kanan tubuh dan memenuhi sebagian besar area kanan-tengah frame. Tangan kanan menopang bagian bawah atau sisi buket, sementara tangan lainnya berada di bagian depan bawah buket dan memegang atau menopang pita pembungkus. Posisi kedua tangan harus terlihat natural, jari-jari tidak kaku, dan buket terasa benar-benar sedang dipegang.
Buket dibungkus menggunakan kertas kraft berwarna cokelat muda dengan lapisan kertas putih atau cream di bagian dalam. Di bagian bawah buket terdapat beberapa pita panjang berwarna putih yang menjuntai ke bawah. Pita memiliki tulisan kecil berulang yang terlihat seperti tulisan dekoratif pada pita. Jangan menghilangkan pita karena menjadi detail penting dari buket.
Isi buket sangat penuh dan berwarna-warni. Terdapat banyak bunga dengan warna pink, magenta, putih, kuning, oranye pastel, ungu, dan sedikit biru. Gunakan kombinasi bunga seperti daisy/gerbera, chrysanthemum, bunga kecil putih, bunga pink, bunga kuning, dan beberapa bunga pastel lainnya. Bunga tersusun padat dengan berbagai ukuran sehingga buket terlihat besar, segar, dan mewah. Tambahkan beberapa daun hijau kecil yang mengisi celah di antara bunga.
Posisi buket sedikit lebih tinggi daripada tangan dan berada dekat dengan sisi kanan tubuh wanita. Beberapa bunga berada sejajar dengan area bahu hingga bagian atas tubuh, sementara bagian pembungkus buket turun sampai mendekati meja. Jangan membuat buket terlalu kecil atau terlalu jauh dari wanita.
Wanita mengarahkan tubuh dan pandangan ke arah kamera dengan ekspresi lembut, bahagia, dan hangat seperti seseorang yang sedang menikmati momen menerima buket bunga. Senyum terlihat natural dan tidak berlebihan. Pose harus terasa spontan, manis, dan tidak seperti foto katalog. Jangan membuat tubuh terlalu tegak atau ekspresi terlalu dibuat-buat.
Di bagian depan bawah kiri frame terdapat sebuah tas tangan berwarna hitam yang berada di atas atau dekat meja. Tas memiliki bentuk structured dengan permukaan kulit atau material sintetis yang halus, detail hardware logam berwarna gold, serta rantai atau strap dekoratif berwarna gold yang terlihat jelas. Tas hanya menjadi elemen foreground dan tidak boleh menutupi tubuh wanita atau buket secara berlebihan.
Bagian bawah frame memperlihatkan permukaan meja berwarna kayu terang dengan pola serat kayu horizontal. Meja berada sangat dekat dengan kamera sehingga sedikit bagian meja menjadi foreground. Jangan membuat meja terlalu dominan.
Latar belakang adalah interior kafe modern dengan dinding berwarna beige atau abu-abu hangat yang sederhana. Di sisi kiri belakang terdapat pintu atau bukaan menuju area lain dengan beberapa elemen interior terlihat samar. Pada area pintu terdapat tulisan besar berwarna hitam yang berbunyi “OPEN” dan di bawahnya terdapat jam operasional “10.00 - 22.00”. Pertahankan tulisan tersebut sebagai bagian dari lingkungan, tetapi jangan membuatnya menjadi fokus utama.
Di bagian belakang kiri juga terlihat papan kecil berwarna hijau yang menyerupai tanda evakuasi atau petunjuk ruangan, serta sebuah panel berwarna kuning dengan simbol Wi-Fi. Beberapa furnitur dan benda kafe terlihat samar di latar belakang.
Di bagian atas frame terdapat plafon putih dengan panel AC atau ventilasi berbentuk persegi panjang berwarna hitam, sebuah kamera CCTV kecil yang terpasang di sudut plafon, serta lampu linear atau lampu plafon berwarna putih. Pertahankan elemen arsitektur tersebut untuk memberikan kesan bahwa foto benar-benar diambil di dalam tempat komersial.
Gunakan depth of field natural dari kamera smartphone: wanita dan buket menjadi fokus utama, sedangkan sebagian latar belakang sedikit lebih lembut tetapi masih mudah dikenali. Jangan membuat background terlalu blur seperti kamera profesional. Detail interior tetap terlihat.
Gunakan framing vertikal dengan perspektif smartphone dari jarak dekat. Gunakan lensa wide-angle ringan khas kamera smartphone agar wanita, buket besar, meja, dan sebagian ruangan dapat masuk dalam satu frame. Wide-angle harus ringan dan natural, tanpa distorsi ekstrem pada tubuh, tangan, atau buket. Kamera berada kurang lebih sejajar dengan bagian dada wanita dan sedikit mengarah ke atas sehingga buket terlihat besar di sisi kanan frame.
Pencahayaan harus cerah, bersih, dan netral. Gunakan cahaya putih dari lampu interior yang berpadu dengan cahaya luar ruangan secara natural. Jangan membuat pencahayaan menjadi kuning, orange, golden, atau warm. Pertahankan warna hijab tetap beige/cream, sweater tetap cream, buket memiliki warna pink, putih, kuning, ungu, biru, dan pastel yang jelas, serta meja tetap berwarna kayu terang.
Pastikan warna kulit tidak berubah menjadi terlalu kuning atau orange. Hindari filter warm, golden hour, cinematic lighting, glow, bloom, beauty filter, HDR berlebihan, oversharpening, dan efek warna berlebihan. Pertahankan tekstur natural pada kain hijab, sweater rajut, bunga, kertas pembungkus buket, pita, meja kayu, dan tas.
Pastikan kedua tangan dan seluruh jari terlihat natural, proporsional, dan tidak cacat. Jangan membuat buket menyatu dengan tangan atau tubuh. Pertahankan posisi tangan yang menopang buket dan pita secara jelas. Jangan membuat wanita berdiri atau mengubah pose duduk menjadi pose lain.
Jangan menambahkan pria atau orang lain sebagai karakter utama. Jangan mengubah warna pakaian, bentuk buket, jenis pembungkus, pita, tas, meja, maupun interior. Jangan menghilangkan buket atau menggantinya dengan benda lain. Fokus utama harus tetap wanita dan buket bunga besar.
Hasil akhir harus terasa seperti foto spontan ala Gen-Z yang diambil menggunakan smartphone di sebuah kafe: natural, cerah, santai, sederhana, dan tidak kaku. Jangan membuat hasil terlihat seperti pemotretan studio atau gambar yang terlalu sempurna.
Gambar diambil seperti menggunakan kamera iPhone 14, kualitas resolusi agak rendah dan tidak terlalu HD, kontras rendah, bayangan lembut, pencahayaan putih cerah dan netral, tidak ada efek estetika tambahan, tidak ada pencahayaan hangat ataupun kuning, tanpa filter warm, tanpa HDR berlebihan, tanpa oversharpening, foto terlihat original seperti hasil kamera smartphone langsung dan bukan seperti hasil edit.
[22/8, 13.17] null: Buatkan gambar sesuai deskripsi yang saya berikan di bawah ini, gunakan wajah pria dari foto referensi yang saya berikan di atas sebagai acuan identitas utama. Pertahankan identitas pria tersebut semirip mungkin dengan foto referensi tanpa mengubah sedikit pun karakter, proporsi, dan ciri wajahnya. Jangan mengganti pria tersebut dengan orang lain.
Buat sebuah foto vertikal candid seorang pria sedang duduk santai di sebuah restoran atau kafe bertingkat tinggi pada malam hari, tepat di depan jendela kaca besar dengan pemandangan gedung-gedung kota yang dipenuhi lampu malam.
Pria duduk di kursi di bagian tengah-bawah frame. Tubuhnya menghadap agak menyerong ke arah kanan gambar, sementara bagian dada dan bahunya tetap terlihat jelas menghadap kamera. Posturnya santai dan natural, dengan bahu sedikit rileks dan tubuh bersandar pada kursi. Jangan membuat pose terlalu tegak atau seperti pemotretan formal.
Pria mengenakan sweatshirt atau hoodie crewneck berwarna hitam atau charcoal gelap dengan potongan longgar. Pada bagian tengah dada terdapat grafis besar berwarna putih dan merah yang dikelilingi banyak ilustrasi bentuk bibir berwarna merah. Di bawah grafis terdapat tulisan kecil berwarna putih. Pertahankan posisi, ukuran, dan warna grafis pada pakaian.
Pria menggunakan earbud wireless berwarna putih pada salah satu telinga yang terlihat jelas. Jangan menambahkan headphone besar atau aksesori audio lainnya.
Pria mengenakan celana panjang berwarna hitam atau abu-abu sangat gelap dengan potongan kasual. Bagian bawah tubuh sebagian tertutup meja sehingga celana hanya terlihat di area paha hingga lutut.
Posisi kedua tangan berada di depan tubuh, dekat tepi meja. Kedua tangan diletakkan secara santai di atas atau dekat paha dan saling berdekatan. Salah satu tangan terlihat berada di atas tangan lainnya dengan jari-jari dalam posisi rileks dan sedikit menekuk. Jangan membuat tangan mengepal atau terlihat kaku. Pastikan jumlah dan bentuk jari natural.
Di sisi kanan bawah frame terdapat sebuah smartphone berwarna hitam yang diletakkan di atas paha atau kursi di dekat tangan pria. Smartphone terlihat sebagian dengan posisi memanjang mengikuti arah paha.
Di sisi kanan tubuh pria terdapat kain atau jaket bermotif kotak-kotak besar dengan kombinasi warna cream, beige, cokelat muda, dan hitam. Kain tersebut terlipat atau disampirkan di sisi kursi dan sebagian masuk ke frame.
Di bagian bawah kiri frame terdapat meja restoran berwarna cream atau beige muda. Di atas meja terdapat beberapa benda kecil seperti wadah bumbu atau tempat tisu, sebuah mangkuk kecil berisi makanan atau saus berwarna terang, serta sebagian piring makanan yang masuk dari sudut kiri bawah. Jangan membuat benda-benda meja terlalu dominan.
Pose pria menunjukkan bahwa ia sedang menikmati suasana malam dan secara spontan melihat ke arah samping kanan. Pandangannya diarahkan keluar frame, bukan langsung ke kamera. Ekspresinya tenang, santai, dan sedikit serius, seperti sedang memperhatikan sesuatu atau sedang berbincang dengan seseorang di luar frame. Jangan membuat ekspresi terlalu dramatis.
Gunakan framing vertikal dengan pria sebagai fokus utama pada bagian tengah dan bawah, sementara pemandangan kota malam menjadi background besar di belakangnya. Kamera berada kira-kira sejajar dengan bagian dada pria dan sedikit lebih tinggi dari meja.
Gunakan perspektif smartphone dengan lensa wide-angle ringan agar pria, meja, jendela besar, dan pemandangan kota dapat masuk dalam satu frame. Wide-angle harus terasa natural seperti kamera smartphone, tidak menyebabkan tubuh atau wajah mengalami distorsi ekstrem.
Di belakang pria terdapat jendela kaca besar dari lantai hingga hampir plafon. Kaca memperlihatkan pemandangan kota metropolitan pada malam hari. Banyak gedung tinggi terlihat di kejauhan dengan jendela-jendela yang menyala putih dan kebiruan. Salah satu gedung besar di bagian kanan atas memiliki bentuk melengkung atau oval dengan banyak garis horizontal lampu putih. Beberapa gedung tinggi lainnya terlihat di bagian kiri dan tengah dengan lampu kantor yang tersebar.
Pantulan cahaya dari interior restoran terlihat samar pada permukaan kaca. Terdapat sedikit pantulan lampu dan bayangan interior pada jendela, memberikan kesan bahwa foto benar-benar diambil dari dalam ruangan pada malam hari. Jangan membuat kaca terlalu bersih sempurna atau terlalu blur.
Interior restoran cukup gelap dibandingkan pemandangan kota. Gunakan meja, kursi, dan elemen interior berwarna gelap sebagai foreground. Cahaya dari dalam ruangan menerangi pria dari arah depan dengan intensitas sedang, sementara cahaya kota menjadi sumber cahaya tambahan dari belakang.
Pencahayaan harus tetap cerah dan netral pada pria, meskipun suasananya malam. Jangan membuat seluruh foto menjadi kuning atau orange. Gunakan white balance netral hingga sedikit dingin. Lampu kota boleh memiliki warna putih, biru, cyan, dan sedikit merah dari papan atau kendaraan di kejauhan, tetapi jangan memberikan dominasi warm tone.
Pertahankan kontras rendah hingga sedang. Bayangan pada pakaian dan area bawah meja harus lembut. Jangan menggunakan cinematic lighting, neon berlebihan, glow, bloom, HDR ekstrem, atau color grading yang membuat foto terlihat seperti poster.
Buat suasana seperti foto spontan Gen-Z saat sedang nongkrong malam hari di restoran dengan city view. Foto harus terasa casual, sedikit imperfect, natural, dan seperti diambil menggunakan smartphone tanpa persiapan khusus. Jangan membuatnya terlihat seperti pemotretan profesional.
Pastikan tangan, jari, earbud, smartphone, pakaian, grafis sweatshirt, kain kotak-kotak, meja, makanan, dan semua benda di foreground memiliki bentuk yang natural. Jangan menambahkan orang sebagai karakter utama. Jika ada orang samar di kejauhan atau pantulan kaca, biarkan hanya sebagai elemen background yang tidak menonjol.
Pertahankan identitas pria dari foto referensi secara konsisten. Jangan mengubah pakaian menjadi model lain, jangan menghilangkan grafis merah-putih pada sweatshirt, jangan mengubah posisi duduk, arah tubuh, arah pandangan, atau suasana city view malam.
Gambar diambil seperti menggunakan kamera iPhone 14, kualitas resolusi agak rendah tidak terlalu HD, kontras rendah, bayangan lembut, pencahayaan malam tetap cerah dan netral, warna tidak terlalu tajam, tidak ada efek estetika tambahan, tidak ada pencahayaan hangat ataupun kuning, tanpa filter warm, tanpa HDR berlebihan, tanpa oversharpening, foto terlihat original seperti hasil kamera smartphone langsung dan bukan seperti di edit.
[22/8, 13.41] null: Buatkan gambar sesuai deskripsi yang saya berikan di bawah ini, gunakan wajah pria dan wanita dari foto referensi yang saya berikan di atas sebagai acuan identitas utama. Pertahankan identitas pria dan wanita tersebut semirip mungkin dengan foto referensi tanpa mengubah sedikit pun karakter, proporsi, ciri khas, dan bentuk wajah masing-masing. Jangan mengganti keduanya dengan orang lain dan pastikan pria tetap menjadi pria yang sama serta wanita tetap menjadi wanita yang sama seperti pada foto referensi.
Buat sebuah foto vertikal bergaya candid Gen-Z yang menampilkan seorang pria dan seorang wanita sedang duduk berdampingan di sebuah tempat seperti kafe, restoran, atau area indoor dengan jendela besar yang memperlihatkan pemandangan halaman hijau di luar.
Pria berada di sisi kiri frame dan wanita berada di sisi kanan frame. Keduanya duduk sangat berdekatan dengan jarak bahu yang rapat, menciptakan kesan akrab dan nyaman seperti pasangan atau dua orang yang sangat dekat. Kamera berada di depan mereka dengan jarak cukup dekat sehingga tubuh bagian atas menjadi fokus utama.
Pria mengenakan hoodie atau sweatshirt berwarna merah tua dengan tudung yang sedang dipakai. Hoodie memiliki potongan longgar dan kasual dengan lengan panjang. Pada bagian depan dada terdapat tulisan atau logo dekoratif berwarna merah tua atau merah yang cukup besar. Tulisan terlihat seperti grafis bordir atau print dan berada di bagian tengah dada. Bagian bawah pria terlihat mengenakan celana berwarna biru sangat muda atau light blue.
Pria duduk dengan tubuh sedikit condong ke arah wanita. Bahu pria berada dalam posisi rileks. Salah satu lengannya berada di bawah atau dekat area paha, sementara tangan lainnya berada santai di depan tubuh. Posisi siku tidak terlalu rapat ke badan sehingga pose terlihat natural. Tubuh pria sedikit membentuk sudut ke arah wanita, bukan menghadap kamera secara kaku.
Wanita berada di sisi kanan dan mengenakan atasan lengan panjang berwarna merah tua, burgundy, atau maroon dengan potongan fitted tetapi tetap nyaman. Wanita mengenakan hijab berwarna hitam yang membungkus kepala dan leher dengan rapi. Ia juga memakai kacamata dengan frame transparan atau sedikit beige dengan bentuk besar dan cukup menonjol. Jangan mengubah warna atau bentuk kacamata.
Wanita duduk sedikit lebih dekat ke kamera dibandingkan pria. Tubuhnya mengarah ke depan tetapi bagian bahu dan torso sedikit miring ke arah pria. Salah satu siku bertumpu pada permukaan meja atau area di depan tubuh, sementara tangan berada di dekat sisi kepala atau kacamata. Tangan tersebut menyentuh atau menahan bagian frame kacamata dengan posisi dua jari yang terlihat jelas, seolah sedang memperbaiki atau menyesuaikan posisi kacamata.
Pose wanita harus santai dan playful. Kepalanya sedikit dimiringkan ke arah pria, sementara tubuh tetap menghadap kamera. Ekspresinya berupa pose pout ringan atau bibir sedikit mengerucut seperti sedang bercanda. Jangan membuat ekspresi berlebihan. Pose harus terlihat spontan seperti sedang mengabadikan momen bersama teman dekat atau pasangan.
Pria dan wanita berada sangat dekat, dengan sisi kepala dan bahu mereka hampir bersentuhan. Pria terlihat sedikit lebih menjauh dari kamera dibandingkan wanita, sedangkan wanita sedikit lebih dominan di bagian kanan frame. Pertahankan jarak dan kedekatan tersebut karena menjadi bagian penting dari komposisi.
Gunakan framing vertikal dari sekitar kepala hingga bagian pinggang atau paha. Jangan menampilkan tubuh penuh. Komposisi dibuat cukup dekat sehingga gestur tangan, pakaian, kacamata, hijab, dan ekspresi kedua orang tetap terlihat jelas.
Gunakan lensa wide-angle ringan khas kamera smartphone, terutama karena posisi kamera cukup dekat dengan kedua orang. Perspektif wide-angle harus membuat bagian depan tubuh terasa sedikit lebih besar, tetapi tetap natural dan tidak menyebabkan distorsi ekstrem pada tubuh, tangan, atau kepala. Kamera berada sedikit di bawah atau sejajar dengan area dada dan diarahkan sedikit ke atas.
Di bagian bawah kiri frame terdapat sebagian permukaan meja berwarna abu-abu atau beige muda. Meja hanya terlihat sebagian sebagai foreground. Di atas meja dapat terlihat ujung benda kecil atau bagian perangkat elektronik seperti laptop/tablet yang masuk dari sudut kiri bawah. Jangan membuat meja menjadi fokus utama.
Latar belakang bagian atas dan tengah memperlihatkan dinding interior berwarna biru keabu-abuan. Pada bagian tengah belakang terdapat jendela besar atau bukaan kaca yang memperlihatkan halaman luar dengan rumput hijau terang. Pemandangan di luar tampak seperti area taman atau halaman acara dengan bangunan kecil di kejauhan.
Di luar jendela terlihat langit cerah berwarna biru dengan awan putih lembut. Cahaya dari luar sangat terang sehingga memberikan suasana siang hari yang cerah. Pemandangan luar terlihat cukup jelas tetapi sedikit lebih lembut dibandingkan kedua orang yang berada di foreground.
Di bagian kanan atas ruangan terdapat rak putih atau shelving sederhana dengan beberapa kotak atau benda berwarna putih dan merah yang tersusun di atasnya. Di dekat rak terdapat papan atau signage kecil berwarna biru. Pertahankan elemen ini sebagai detail interior.
Pada sisi kiri atas terlihat unit AC berwarna putih yang terpasang di dinding berwarna biru muda. Plafon berwarna putih dan pencahayaan ruangan berasal dari lampu interior yang terang. Interior harus terlihat seperti tempat komersial yang sederhana, bersih, dan nyaman.
Gunakan pencahayaan putih yang cerah dan netral. Cahaya utama berasal dari pencahayaan indoor yang berpadu dengan cahaya alami dari jendela. Pastikan warna kulit kedua orang, pakaian, hijab, dan interior tetap natural. Jangan membuat keseluruhan gambar menjadi warm, kuning, orange, golden, atau kemerahan.
Gunakan white balance netral hingga sedikit dingin. Warna langit tetap biru cerah, rumput tetap hijau, dinding tetap biru keabu-abuan, hoodie pria tetap terracotta/cokelat merah, atasan wanita tetap burgundy, dan hijab wanita tetap hitam. Jangan mengubah warna pakaian berdasarkan pencahayaan.
Bayangan harus lembut dan natural. Hindari highlight yang terlalu keras meskipun ada cahaya dari luar. Jangan gunakan efek cinematic, glow, bloom, beauty filter, HDR berlebihan, oversharpening, atau color grading berlebihan.
Pastikan kedua pria dan wanita terlihat santai dan tidak kaku. Jangan membuat posisi bahu terlalu simetris. Berikan sedikit perbedaan tinggi bahu, kemiringan tubuh, dan posisi tangan agar terlihat seperti foto spontan. Jangan membuat mereka berdiri atau mengubah posisi menjadi pose formal.
Pastikan tangan wanita yang memegang area kacamata memiliki bentuk jari yang natural dan jumlah jari yang benar. Pastikan tangan pria juga terlihat normal dan tidak mengalami deformasi. Jangan membuat tangan menyatu dengan pakaian atau tubuh.
Jangan menambahkan orang lain sebagai karakter utama. Jangan mengganti warna pakaian, hijab, kacamata, atau hoodie. Jangan menghilangkan jendela besar, halaman hijau, meja, rak, atau AC karena seluruh elemen tersebut membantu mempertahankan suasana lokasi.
Hasil akhir harus terasa seperti foto couple candid yang diambil menggunakan smartphone: dekat, casual, cerah, playful, natural, sedikit imperfect, dan cocok dengan gaya foto Gen-Z. Jangan membuat hasil terlalu bersih atau seperti pemotretan studio.
Gambar diambil seperti menggunakan kamera iPhone 14, kualitas resolusi agak rendah tidak terlalu HD, kontras rendah, bayangan lembut, pencahayaan putih cerah dan netral, tidak ada efek estetika tambahan, tidak ada pencahayaan hangat ataupun kuning, tanpa filter warm, tanpa HDR berlebihan, tanpa oversharpening, foto terlihat original seperti hasil kamera smartphone langsung dan bukan seperti di edit.
[22/8, 21.15] null: Buatkan gambar sesuai deskripsi yang saya berikan di bawah ini, gunakan wanita pada foto referensi di atas sebagai identitas utama untuk gambar yang dideskripsikan. Pertahankan wajah wanita tersebut semirip mungkin dengan foto referensi tanpa mengubah karakteristik wajahnya.
Buat komposisi foto vertikal berbentuk kolase yang menampilkan suasana makan di restoran Jepang dengan nuansa Gen-Z, mengikuti susunan visual, framing, objek, pose, dan perspektif seperti foto referensi.
Panel pertama di bagian atas menampilkan seorang wanita sedang duduk di meja restoran. Wanita mengenakan hijab berwarna hitam dan sweater rajut lengan panjang berwarna biru navy gelap. Posisi tubuh menghadap kamera dengan kedua lengan berada di atas meja. Salah satu tangan menopang sisi wajah dengan siku bertumpu pada meja, sementara tangan lainnya berada di depan tubuh dan menggenggam ringan bagian tangan yang satunya. Bahu sedikit rileks dan tubuh sedikit condong ke arah meja. Ekspresinya berupa senyum kecil yang natural dan lembut dengan kesan santai, nyaman, dan sedikit playful, bukan pose formal. Tatapan diarahkan ke kamera. Pastikan gestur tangan, kemiringan tubuh, posisi siku, dan arah bahu terlihat natural seperti sedang difoto secara spontan.
Wanita duduk di depan sofa restoran dengan bantalan bermotif lingkaran merah dan hitam. Di belakangnya terdapat panel dinding berbentuk grid kotak-kotak putih dengan bingkai kayu. Meja di bagian depan menggunakan permukaan bermotif garis diagonal membentuk pola kotak. Di sisi kanan area belakang terdapat dekorasi dinding bergambar ilustrasi bergaya Jepang. Tambahkan dekorasi bunga kecil berwarna pucat di area kanan atas komposisi seperti pada referensi.
Panel kedua di bagian tengah merupakan foto makanan dari sudut pandang atas, tanpa manusia. Tampilkan semangkuk ramen berkuah merah-oranye dengan topping dan taburan di atasnya, menggunakan mangkuk hitam besar dengan sendok hitam panjang di dalam mangkuk. Di sebelah kanan terdapat semangkuk nasi putih dengan potongan ayam goreng berwarna kecokelatan di atasnya menggunakan piring atau mangkuk hitam. Di bagian atas terdapat dua botol air mineral transparan. Di sekitar makanan terdapat kemasan atau booklet bertema restoran Jepang dengan tulisan dan ilustrasi Jepang. Seluruh makanan diletakkan di atas meja dengan pola garis diagonal membentuk kotak. Pertahankan posisi relatif makanan, botol, mangkuk, sendok, dan kemasan seperti pada referensi.
Panel ketiga di bagian bawah menampilkan seorang pria duduk membelakangi kamera di meja restoran. Pria mengenakan atasan berwarna navy gelap. Tubuhnya menghadap ke meja dan sedikit menyamping sehingga bagian belakang tubuh serta sisi bahunya terlihat jelas. Salah satu tangannya memegang smartphone di atas meja, sementara tangan lainnya berada di dekat meja dan memegang perangkat kecil berbentuk kamera atau alat fotografi. Posisi tubuh terlihat santai seperti sedang mengambil foto makanan atau menikmati suasana makan. Tambahkan botol air mineral, mangkuk makanan, meja restoran, dan berbagai peralatan makan di sekitarnya sesuai susunan referensi. Pria terlihat sedang berinteraksi dengan smartphone dan makanan, bukan berpose kaku untuk kamera.
Latar restoran pada panel bawah menampilkan area makan yang ramai dengan banyak meja dan kursi, lampu gantung berbentuk bulat serta dekorasi kayu khas restoran Jepang. Gunakan perspektif ruang yang luas sehingga lingkungan restoran tetap terlihat. Jika diperlukan untuk mempertahankan kesan foto referensi, gunakan perspektif wide-angle pada panel bawah agar meja, pria, dan area restoran di sekitarnya terlihat luas dan natural.
Pertahankan konsep kolase tiga panel secara vertikal: panel wanita di bagian atas, panel makanan dari atas di tengah, dan panel pria di bagian bawah. Setiap panel harus terlihat seperti foto yang benar-benar diambil pada momen berbeda tetapi masih berada di restoran dan waktu yang sama. Jangan mengubah urutan panel, jangan menggabungkan ketiga adegan menjadi satu foto, dan jangan membuat pose manusia terlihat kaku.
Gunakan pencahayaan restoran yang cerah dan netral. Hindari dominasi warna kuning atau orange pada keseluruhan gambar. Warna kulit, pakaian, meja, makanan, dan interior harus tetap seimbang dengan white balance netral. Pertahankan bayangan lembut, detail cukup natural, kontras tidak berlebihan, dan jangan memberikan efek glow, cinematic, HDR, beauty filter, atau efek estetika tambahan. Foto harus memiliki kesan candid Gen-Z yang spontan, sederhana, dan natural.
Komposisi, crop, proporsi objek, posisi manusia, gestur tangan, arah tubuh, perspektif, serta hubungan antarobjek dibuat sedekat mungkin dengan foto referensi. Jangan menambahkan objek besar yang tidak terdapat pada referensi. Jangan membuat suasana terlalu mewah atau terlalu sinematik. Hindari tampilan gambar yang terlalu sempurna atau terlalu tajam seperti hasil render AI.
Gambar diambil seperti menggunakan kamera iPhone 14, kualitas resolusi agak rendah tidak terlalu HD, kontras rendah, bayangan lembut, tidak ada efek estetika tambahan, foto terlihat original tidak seperti di edit.
[22/8, 22.11] null: Last prompt brayy, lanjut besok ya, staytunee🥰🫰🏻
Prompt:
Buatkan gambar sesuai deskripsi yang saya berikan di bawah ini, gunakan wajah pria dan wanita pada foto referensi di atas untuk gambar yang saya deskripsikan di bawah ini, harus mirip 100% dengan foto wajah pria dan wanita yang saya berikan di atas tanpa merubah sedikitpun karakteristik wajah pria dan wanita tersebut.
Buat gambar dalam format kolase vertikal yang terdiri dari tiga foto berbeda, dengan susunan tepat dari atas ke bawah seperti referensi. Ketiga foto harus tetap terpisah secara horizontal dan tidak digabung menjadi satu adegan.
Foto pertama — pria di area boneka:
Tampilkan seorang pria sedang berdiri di dalam toko besar dengan area display boneka yang sangat penuh. Pria berdiri menghadap kamera dengan tubuh tegak santai, kedua bahu rileks dan kedua tangan berada di bagian depan tubuh sambil memegang sebuah boneka berbentuk anjing serigala berwarna hitam-putih. Boneka tersebut dipeluk atau ditahan di depan bagian perut hingga dada, dengan kedua tangan pria menopang bagian bawah dan samping boneka. Posisi boneka berada tepat di tengah-tengah tubuh pria dan menjadi objek utama selain pria.
Pria mengenakan kaus pendek berwarna hitam dengan tulisan putih besar "hope." di bagian dada serta tulisan kecil di bawahnya. Gunakan celana panjang berwarna gelap. Tambahkan topi baseball hitam dengan tulisan "Reebok" berwarna putih sebagai bagian dari outfit. Jangan mengubah warna maupun bentuk pakaian.
Pose pria terlihat spontan seperti sedang berfoto sambil menunjukkan boneka yang baru ditemukan. Tubuh menghadap kamera, tetapi posisi pandangan sedikit mengarah ke bawah dan ke samping sehingga kesannya santai dan tidak seperti sedang melakukan pose formal. Mulut berada dalam posisi rileks dengan ekspresi tenang. Jangan membuat gestur tangan kaku; tangan harus terlihat benar-benar sedang menopang boneka.
Di belakang pria terdapat tumpukan boneka dalam jumlah sangat banyak. Sebagian besar berupa boneka anjing atau beruang besar berwarna putih, krem, cokelat, hitam, dan kombinasi hitam-putih. Boneka memenuhi hampir seluruh area belakang dan tersusun tidak terlalu rapi seperti display toko. Beberapa boneka bahkan menggantung dari bagian atas display. Pertahankan kesan toko yang sangat penuh dengan boneka.
Gunakan interior toko modern dengan plafon tinggi, rangka plafon putih, lampu toko yang terang, rak display besar, serta papan informasi berwarna biru di bagian atas. Perspektif foto cukup lebar sehingga banyak boneka dan lingkungan toko terlihat. Gunakan framing vertikal dengan pria berada di bagian tengah.
Foto kedua — makanan dari sudut atas:
Foto kedua tidak menampilkan manusia. Ambil foto makanan menggunakan sudut pandang top-down atau hampir tegak lurus dari atas meja sehingga seluruh hidangan terlihat jelas.
Tampilkan tiga area hidangan utama. Di bagian kiri atas terdapat satu mangkuk putih berisi kentang goreng berwarna kuning keemasan, dengan potongan kentang tersusun secara natural dan tidak terlalu rapi.
Di bagian kiri bawah terdapat piring putih berisi banyak bakso berbentuk bulat dengan warna cokelat keemasan, disiram saus atau gravy berwarna cokelat. Tambahkan beberapa potongan brokoli hijau di bagian bawah atau samping piring.
Di bagian kanan terdapat piring putih besar berisi mashed potato berwarna krem pucat dengan saus gravy cokelat di bagian tengah, beberapa potongan brokoli hijau terang, banyak bakso berwarna cokelat, serta sedikit saus merah gelap di salah satu sisi. Letakkan sendok logam di bagian bawah piring dengan posisi sedikit diagonal.
Pertahankan tekstur makanan yang natural: kentang goreng tidak terlalu sempurna, bakso memiliki bentuk sedikit berbeda satu sama lain, gravy terlihat cair dan mengalir di antara makanan, mashed potato memiliki permukaan tidak rata, dan brokoli memiliki bentuk serta warna alami.
Gunakan meja atau permukaan berwarna krem muda sebagai latar. Komposisi makanan memenuhi hampir seluruh frame. Jangan menambahkan dekorasi meja yang tidak diperlukan. Foto harus terlihat seperti seseorang sedang memotret makanan sebelum makan.
Foto ketiga — wanita bersama boneka:
Tampilkan seorang wanita berdiri di area display boneka di toko yang sama atau lingkungan toko sejenis. Wanita berdiri di bagian tengah frame dengan tubuh sedikit menyerong tetapi tetap menghadap ke kamera. Kedua lengannya berada di depan tubuh dan sedang memeluk atau menopang sebuah boneka beruang kutub berukuran besar berwarna putih.
Boneka berada di sebelah kiri tubuh wanita dan bagian tubuhnya ditopang menggunakan kedua tangan wanita. Satu tangan berada di bagian belakang atau samping boneka, sedangkan tangan lainnya berada di bagian depan tubuh boneka. Posisi tangan harus terlihat natural seolah wanita sedang memegang boneka besar yang cukup berat.
Wanita mengenakan hijab hitam yang menjuntai panjang ke bagian belakang tubuh, sweater rajut berwarna abu-abu gelap dengan tekstur garis-garis halus, serta bawahan berwarna hitam. Pakaian terlihat sederhana, nyaman, dan kasual. Pertahankan tekstur sweater dan bentuk jatuh kain hijab secara natural.
Pose wanita santai dengan bahu rileks, tubuh sedikit condong mengikuti posisi boneka, dan kedua tangan benar-benar berinteraksi dengan boneka. Ekspresi berupa senyum kecil yang lembut dan natural dengan tatapan diarahkan ke kamera, memberikan kesan sedang menikmati momen berfoto di toko. Jangan membuat senyum terlalu lebar atau pose terlalu formal. Pastikan posisi tangan, siku, bahu, dan tubuh tidak kaku.
Latar belakang dipenuhi boneka putih berukuran besar yang ditumpuk dari bagian bawah hingga belakang tubuh wanita. Di sisi kiri terlihat banyak boneka berwarna cokelat, hitam, dan putih yang bercampur. Beberapa boneka memiliki ukuran sangat besar dan menutupi sebagian besar area display. Di bagian belakang atas terdapat rak toko, plafon terang, lampu putih, serta papan atau dekorasi toko berwarna merah dan biru.
Gunakan perspektif kamera sedikit wide-angle pada foto pertama dan ketiga agar area toko dan tumpukan boneka terlihat luas, tetapi jangan sampai tubuh pria, wanita, atau boneka mengalami distorsi berlebihan. Kamera smartphone berada kurang lebih sejajar dengan tubuh karakter. Untuk foto makanan gunakan sudut top-down yang jelas.
Ketiga foto harus memiliki pencahayaan cerah, bersih, dan netral. Jangan membuat keseluruhan gambar memiliki tone kuning atau warm. Walaupun terdapat lampu toko, pertahankan white balance netral sehingga warna putih boneka tetap putih, pakaian hitam tetap hitam, warna makanan tetap natural, dan warna kulit tidak berubah menjadi orange. Hindari pencahayaan kuning berlebihan, efek cinematic, HDR, glow, beauty filter, atau color grading berlebihan.
Pertahankan secara ketat susunan kolase: foto pria di bagian atas, foto makanan di bagian tengah, dan foto wanita di bagian bawah. Jangan menggabungkan ketiga foto menjadi satu adegan. Jangan mengubah urutan kolase. Setiap panel harus memiliki framing dan isi yang sesuai dengan referensi. Jangan menambahkan karakter lain sebagai fokus utama. Jangan membuat pose manusia terlihat kaku atau seperti hasil render digital.
Gambar di ambil seperti menggunakan kamera iPhone 14, kualitas resolusi agak rendah tidak terlalu HD, kontras rendah, bayangan lembut, tidak ada efek estetika tambahan, foto terlihat original tidak seperti di edit.
[23/8, 19.06] null: di bawah ini, gunakan wajah pria dan wanita pada foto referensi yang saya berikan di atas untuk gambar yang saya deskripsikan di bawah ini. Pertahankan wajah keduanya 100% sama seperti foto referensi, tanpa mengubah bentuk, proporsi, detail, atau karakter wajah sedikit pun.
Seorang pria dan seorang wanita sedang melakukan mirror selfie berdua di area semi-outdoor sebuah tempat makan yang dikelilingi banyak tanaman hijau. Komposisi foto menggunakan orientasi vertikal dengan framing full body hingga mendekati bagian bawah kaki. Kamera menggunakan sudut wide-angle yang memberikan bidang pandang cukup luas sehingga lingkungan di sekitar mereka tetap terlihat jelas dan terdapat sedikit distorsi perspektif khas kamera ponsel.
Pria berdiri di sisi kanan frame dengan tubuh tegak santai. Salah satu lengannya merangkul bagian belakang tubuh wanita secara natural, sementara tangan lainnya memegang sebuah smartphone berwarna putih di depan bagian atas tubuhnya untuk mengambil foto melalui cermin. Smartphone menutupi sebagian area kepala secara natural karena posisi pengambilan mirror selfie. Posisi bahunya sedikit condong ke arah wanita sehingga keduanya terlihat dekat dan nyaman, bukan pose formal. Kaki pria berdiri dengan posisi rileks dan sedikit terbuka. Kenakan kaus oversized warna putih dengan potongan longgar, dipadukan dengan celana panjang motif camouflage abu-abu dan putih dengan siluet relaxed fit. Tambahkan tas selempang berwarna gelap dengan tali melintang dari bahu menuju sisi tubuh.
Wanita berdiri di sisi kiri frame dan sedikit lebih dekat ke arah pria. Tubuhnya condong lembut ke arah pria dengan jarak sangat dekat. Salah satu tangannya berada di sekitar bagian belakang tubuh atau pinggang pria, sedangkan tangan lainnya berada di area depan tubuhnya secara santai. Pose tubuh dibuat natural dengan bahu rileks, pinggang sedikit mengikuti arah pose, dan kedua kaki berada dalam posisi nyaman tanpa terlihat kaku. Kenakan atasan lengan panjang berwarna biru muda atau abu-abu kebiruan dengan bahan tampak lembut dan sedikit longgar, dipadukan dengan bawahan panjang berwarna biru muda senada yang memiliki potongan longgar. Tambahkan tas kecil berwarna hitam yang dikenakan menyilang di tubuh dengan tali tipis.
Keduanya berdiri sangat berdekatan sehingga terlihat seperti pasangan yang sedang mengambil foto spontan bersama. Pose jangan dibuat seperti pemotretan studio. Pertahankan gestur tubuh yang santai, natural, sedikit tidak simetris, dan terasa seperti foto yang diambil secara spontan ketika sedang berada di tempat nongkrong.
Lokasi memiliki banyak tanaman tropis, pot tanaman, daun berukuran besar, tanaman rambat, serta dekorasi mural bergambar daun dan bunga besar di sisi kiri. Di bagian belakang terlihat struktur bangunan semi-outdoor dengan atap transparan atau panel kaca yang membuat cahaya siang masuk dari atas. Terdapat meja dan kursi di area sekitar, termasuk kursi berwarna merah muda di sisi kanan. Lantai menggunakan permukaan beton atau batu dengan area jalan yang terlihat memanjang ke bagian belakang. Tambahkan detail arsitektur sederhana, tiang, rangka atap, tanaman gantung, serta elemen-elemen kecil tempat makan agar lingkungan terasa penuh namun tetap alami.
Pencahayaan berasal dari cahaya matahari siang yang masuk melalui bagian atas dan sela-sela struktur bangunan. Cahaya harus cerah, netral, dan cenderung putih, jangan memberikan nuansa kuning, oranye, keemasan, atau warm tone. Buat bayangan tetap lembut dan natural. Terlihat beberapa garis cahaya matahari yang menembus dari atas dan menciptakan highlight putih pada area tanaman, kaca, dan bagian sekitar cermin. Jangan menggunakan efek glow, bloom berlebihan, lens flare buatan, atau efek estetika tambahan.
Pantulan pada cermin harus terlihat natural dan sesuai perspektif. Proporsi tubuh pria dan wanita, posisi tangan, posisi kaki, jarak antar tubuh, arah badan, posisi smartphone, serta hubungan mereka dengan lingkungan harus mengikuti referensi secara akurat. Jangan membuat pose menjadi terlalu sempurna atau terlalu simetris. Pertahankan kesan candid mirror selfie dengan sedikit ketidakteraturan alami pada posisi tubuh.
Gunakan framing wide-angle vertikal dengan lingkungan tetap dominan terlihat di sekitar kedua orang tersebut. Jangan melakukan crop terlalu dekat. Pertahankan detail pakaian, tas, motif celana, tanaman, mural, meja, kursi, struktur atap, pantulan cermin, dan seluruh elemen lingkungan sebagaimana terlihat pada referensi. Hindari pencahayaan hangat atau kuning dan jangan membuat warna kulit maupun pakaian berubah menjadi kekuningan.
Gambar diambil seperti menggunakan kamera iPhone 14, kualitas resolusi agak rendah dan tidak terlalu HD, kontras rendah, bayangan lembut, warna natural dan netral, tanpa efek estetika tambahan, tanpa filter, tanpa efek cinematic, foto terlihat original dan spontan seperti hasil kamera ponsel langsung, bukan seperti hasil edit atau manipulasi digital, rasio 3:4.
[23/8, 19.16] null: Buatkan gambar sesuai deskripsi yang saya berikan di bawah ini, gunakan wajah wanita pada foto referensi yang saya berikan di atas untuk gambar yang saya deskripsikan di bawah ini. Pertahankan wajah wanita 100% sama seperti foto referensi, tanpa mengubah bentuk, proporsi, detail, atau karakter wajah sedikit pun.
Buat sebuah foto seorang wanita sedang duduk santai di sebuah restoran atau kafe modern, difoto dari arah depan dengan posisi kamera berada di seberang meja. Gunakan komposisi vertikal dengan framing dari bagian atas ruangan hingga meja makan di foreground, sehingga wanita dan suasana restoran terlihat jelas. Kamera menggunakan lensa wide-angle ringan khas kamera smartphone, sehingga area meja di depan dan lingkungan restoran tetap masuk ke dalam frame, dengan perspektif sedikit melebar tetapi tidak mengalami distorsi ekstrem.
Wanita duduk di kursi berwarna abu-abu dengan posisi tubuh menghadap kamera. Posturnya santai dan sedikit condong ke salah satu sisi. Kedua bahunya rileks. Tubuh bagian atas sedikit miring ke arah kiri frame, sementara bagian bawah tubuh tetap menghadap meja. Kedua lengannya berada di depan tubuh dengan posisi santai; salah satu tangan berada di atas tangan lainnya di sekitar area paha atau bagian depan tubuh. Jari-jari tangan terlihat natural dan tidak dibuat terlalu kaku.
Posisi kepala sedikit dimiringkan ke arah salah satu bahu dengan mata tertutup, memberikan ekspresi santai seperti sedang mengantuk atau menikmati suasana dengan tenang. Mulut berada dalam posisi rileks dan tidak menunjukkan senyum lebar. Keseluruhan ekspresi memberikan kesan tenang, nyaman, santai, dan candid, seolah wanita tersebut tidak sedang sengaja berpose untuk kamera.
Wanita mengenakan hijab segi empat longgar berwarna biru tua, pakaian bernuansa biru tua dan putih. Gunakan atasan bagian dalam berwarna putih atau krem terang dengan potongan sederhana, kemudian lapisi dengan jaket atau outer berwarna biru navy yang memiliki lengan panjang dan material agak tebal. Outer terbuka di bagian depan sehingga pakaian putih di dalamnya tetap terlihat. Warna pakaian dibuat natural dan tidak terlalu jenuh.
Wanita duduk di belakang meja makan yang cukup penuh dengan makanan. Di bagian foreground terdapat dua piring besar berwarna biru tua yang berisi nasi berwarna biru muda dengan berbagai lauk di sekelilingnya, termasuk sayuran dan makanan berwarna oranye atau kecokelatan. Salah satu piring berada di bagian kiri bawah frame dan satu lagi berada di bagian kanan bawah frame. Letakkan sendok dan peralatan makan stainless steel di atas atau di sekitar piring secara natural.
Di bagian tengah meja terdapat mangkuk kecil berisi saus berwarna merah-oranye serta beberapa potongan makanan berwarna kecokelatan atau krem di atas alas makanan. Di sisi kiri bawah terdapat wadah bambu bundar seperti steamer atau tempat makanan, serta sebuah gelas atau wadah minuman dengan sedotan berwarna biru. Tambahkan detail kecil seperti tisu, kemasan makanan, sendok, garpu, dan perlengkapan meja lainnya agar meja terlihat seperti benar-benar sedang digunakan.
Di depan wanita, agak ke sisi kanan frame, terdapat tas tangan berwarna putih atau krem terang dengan bentuk persegi panjang dan penutup flap. Tas diletakkan di atas meja dan memiliki dua pegangan pendek berwarna senada. Tambahkan detail perangkat keras logam kecil pada bagian tas serta logo kecil di bagian tengahnya. Tas harus terlihat sebagai benda fisik yang benar-benar berada di atas meja, dengan bayangan lembut di bawahnya.
Pada sisi kanan foreground terdapat sebuah papan display atau menu holder kecil berwarna putih yang berdiri di atas meja. Di dalamnya terlihat desain promosi berwarna biru, putih, dan sedikit warna lain. Jangan membuat tulisan promosi terlalu dominan; cukup tampilkan sebagai elemen dekorasi restoran.
Latar belakang menunjukkan interior restoran atau kafe modern dengan dominasi warna putih, biru, abu-abu, dan kayu terang. Di belakang wanita terdapat counter restoran berwarna biru dengan area pelayanan makanan dan minuman. Terlihat seseorang yang sedang bekerja di belakang counter, tetapi orang tersebut hanya menjadi elemen latar belakang dan tidak menjadi fokus utama.
Pada dinding bagian belakang terdapat panel kayu vertikal berwarna cokelat muda, sebuah AC putih yang terpasang di dinding, serta beberapa lampu track hitam di bagian atas. Di sisi kanan terdapat mural atau tulisan dekoratif besar berwarna biru dengan desain organik yang memenuhi sebagian dinding putih. Di area belakang juga terdapat beberapa meja bundar putih dan kursi restoran.
Gunakan pencahayaan interior yang cerah, bersih, dan netral. Cahaya harus dominan putih atau daylight-neutral, jangan menghasilkan nuansa kuning, oranye, keemasan, atau warm tone. Pastikan warna putih pada pakaian, tas, meja, dinding, dan makanan tetap terlihat putih atau netral. Bayangan dibuat lembut dan natural. Jangan gunakan efek glow, cinematic lighting, bloom, filter warm, atau color grading dramatis.
Pertahankan perspektif dan susunan objek seperti foto referensi: wanita menjadi fokus utama di area tengah frame, meja makanan memenuhi foreground, tas berada di depan sisi kanan wanita, papan display berada di kanan foreground, counter berada di belakang wanita, dan mural biru terlihat pada dinding belakang kanan. Jangan menghilangkan detail lingkungan yang terlihat penting.
Buat foto terasa seperti candid smartphone photo, bukan pemotretan studio. Pose wanita harus tetap santai dan sedikit tidak sempurna seperti foto spontan. Jangan membuat tubuh terlalu tegak, tangan terlalu simetris, atau ekspresi terlalu dibuat-buat. Pertahankan detail alami pada lipatan pakaian, posisi tangan, makanan, peralatan makan, tas, kursi, meja, dan objek di latar belakang.
Gambar diambil seperti menggunakan kamera iPhone 14, kualitas resolusi agak rendah tidak terlalu HD, kontras rendah, bayangan lembut, pencahayaan cerah dan netral, tidak ada efek estetika tambahan, tanpa filter, foto terlihat original seperti foto kamera ponsel yang diambil secara spontan dan tidak seperti hasil edit.
[23/8, 19.22] null: Nih yang req futsal🙂↕️😋
Prompt:
Buatkan gambar sesuai deskripsi yang saya berikan di bawah ini, gunakan wajah pria pada foto referensi yang saya berikan di atas untuk gambar yang saya deskripsikan di bawah ini, harus mirip 100% dengan foto wajah pria yang saya berikan di atas tanpa merubah sedikitpun dari wajah pria tersebut.
Buat sebuah foto olahraga yang menampilkan seorang pria sedang bermain futsal di dalam arena pertandingan indoor. Pria berada sebagai fokus utama di bagian tengah frame, sedang melakukan gerakan mengontrol dan membawa bola sambil bergerak maju. Foto diambil secara vertikal dengan framing hampir seluruh tubuh terlihat dari atas hingga kedua kaki, sementara sebagian area lapangan, bola, papan pembatas, dan jaring gawang terlihat di sekelilingnya.
Gunakan perspektif lensa telephoto atau focal length sedang khas kamera olahraga, bukan wide-angle. Perspektif harus terasa sedikit terkompresi sehingga pria terlihat menonjol dari latar belakang dan jaring di belakang menjadi cukup besar, tetapi tetap mempertahankan proporsi tubuh yang natural. Kamera berada kira-kira sejajar dengan area dada hingga pinggang pria dan diarahkan sedikit ke bawah sehingga lapangan serta bola tetap terlihat jelas.
Pria berada dalam posisi bergerak dinamis. Tubuhnya sedikit mengarah ke sisi kiri frame, sementara pandangan diarahkan ke kiri atau ke arah jalur permainan, bukan langsung ke kamera. Salah satu kaki menjadi tumpuan di lantai, sedangkan kaki lainnya diangkat dan bergerak ke depan seolah sedang mengambil langkah berikutnya. Lutut kaki yang terangkat sedikit menekuk, menciptakan kesan momentum gerakan. Posisi pinggul mengikuti arah langkah dan tubuh sedikit condong ke depan.
Kedua lengan berada dalam posisi terbuka secara natural untuk menjaga keseimbangan saat bergerak. Salah satu lengan berada sedikit lebih rendah di sisi tubuh dengan siku rileks, sedangkan lengan lainnya sedikit menjauh dari badan dan ikut mengikuti momentum gerakan. Jangan membuat kedua tangan simetris atau terlalu lurus. Jari-jari tangan berada dalam posisi natural seperti pemain yang sedang bergerak cepat. Seluruh postur harus terlihat seperti momen pertandingan yang tertangkap kamera secara spontan, bukan pose untuk pemotretan.
Pria mengenakan seragam futsal profesional berwarna hitam dengan aksen kuning terang. Jersey memiliki bagian bahu dan lengan dengan warna kuning, sementara bagian badan didominasi hitam. Terdapat berbagai logo sponsor dan elemen grafis olahraga berwarna putih, kuning, dan beberapa warna lain pada bagian dada, perut, lengan, serta sisi jersey. Kerah jersey memiliki aksen kuning. Celana pendek memiliki warna hitam dengan garis dan detail kuning serta berbagai logo sponsor yang tersebar pada bagian depan dan samping. Buat semua detail seragam terlihat menyatu secara natural dengan pakaian olahraga dan memiliki lipatan kecil akibat pergerakan.
Gunakan kaus kaki futsal panjang berwarna hitam dengan bagian atas berwarna kuning. Kenakan sepatu futsal berwarna putih dengan tali putih dan detail olahraga minimal pada bagian luar. Salah satu sepatu sedang berada di udara atau sedikit terangkat karena mengikuti gerakan langkah, sementara kaki lainnya menjadi tumpuan. Detail tali sepatu, lipatan kaus kaki, dan posisi kaki harus terlihat natural.
Bola futsal berada di bagian bawah kiri dari pria, beberapa puluh sentimeter di depan kaki, seolah baru saja didorong atau sedang dipersiapkan untuk disentuh pada langkah berikutnya. Bola memiliki warna dasar putih dengan pola panel biru dan beberapa aksen merah. Posisi bola harus berada tepat di permukaan lapangan dan memiliki bayangan lembut di bawahnya. Jangan membuat bola terlihat menempel pada kaki atau melayang.
Lapangan futsal menggunakan permukaan indoor yang halus dan mengilap dengan warna dominan biru. Di area tempat pria berdiri terdapat bagian lapangan berwarna oranye atau merah muda dengan marka putih dan elemen grafis besar di permukaannya. Pantulan cahaya pada lantai terlihat lembut dan tidak terlalu kuat. Tambahkan sedikit pantulan kaki dan bola pada permukaan lapangan untuk memberikan kesan material lantai yang benar-benar mengilap.
Di belakang pria terdapat gawang futsal dengan jaring besar berwarna hitam atau abu-abu gelap. Jaring membentuk pola kotak-kotak yang sangat jelas dan memenuhi sebagian besar background. Tiang atau struktur gawang berwarna putih terlihat samar di bagian belakang. Jangan membuat jaring terlalu tajam dibandingkan pria; berikan sedikit depth of field sehingga pemain menjadi fokus utama sementara jaring tetap terbaca.
Pada sisi kiri frame terdapat bagian tubuh pemain lain yang hanya terlihat sebagian, terutama area lengan dan sisi tubuh. Pemain tersebut berada lebih dekat dengan kamera dan sedikit blur karena bukan fokus utama. Jangan membuat pemain tambahan menjadi karakter utama. Biarkan keberadaannya memberikan kesan bahwa foto benar-benar diambil ketika pertandingan sedang berlangsung.
Di bagian belakang bawah terlihat papan pembatas arena berwarna putih dengan sebagian tulisan atau logo sponsor berwarna hitam. Tulisan tidak perlu dibuat terlalu dominan atau harus terbaca sempurna. Elemen sponsor cukup menjadi bagian dari suasana pertandingan profesional.
Pencahayaan berasal dari lampu arena indoor yang terang, putih, dan netral. Hindari sepenuhnya pencahayaan warm, kuning, oranye, atau golden tone. Warna jersey hitam harus tetap terlihat hitam pekat, aksen kuning tetap cerah, lantai biru tetap biru, dan warna putih pada sepatu, bola, serta papan pembatas tetap netral. Gunakan bayangan lembut dan pencahayaan yang merata pada tubuh pemain. Jangan menambahkan efek neon, glow, bloom, cinematic lighting, atau color grading dramatis.
Tangkap momen tepat ketika pria sedang bergerak sehingga terdapat sedikit kesan momentum olahraga, tetapi tubuh utama, pakaian, dan bola tetap cukup jelas. Jangan membuat tubuh kaku. Pastikan posisi lutut, siku, tangan, kaki, pinggul, dan bahu memiliki hubungan anatomi yang natural. Gerakan harus terasa seperti pemain futsal profesional yang sedang membawa bola dalam pertandingan, bukan sedang berdiri dan berpose.
Komposisi akhir harus mempertahankan pria sebagai pusat perhatian, dengan bola berada di area bawah kiri, jaring gawang memenuhi latar belakang, sebagian pemain lain muncul di tepi kiri, dan permukaan lapangan terlihat luas di bagian bawah. Jangan melakukan crop pada kaki, bola, atau bagian penting dari tubuh pria.
Gambar diambil seperti menggunakan kamera iPhone 14, kualitas resolusi agak rendah tidak terlalu HD, kontras rendah, bayangan lembut, pencahayaan sangat cerah namun tetap netral dan tidak kekuningan, tidak ada efek estetika tambahan, tanpa filter warm, tanpa cinematic grading, foto terlihat original seperti hasil jepretan kamera ponsel dan tidak seperti di edit.
[23/8, 22.08] null: Buatkan gambar sesuai deskripsi yang saya berikan di bawah ini. Gunakan identitas visual pria dan wanita dari foto referensi yang saya berikan di atas, pertahankan kemiripan keduanya secara 100% tanpa mengubah karakteristik wajah, tetapi jangan mengubah atau menambahkan detail baru pada wajah maupun kepala mereka.
Buat gambar dalam bentuk kolase vertikal yang terdiri dari 2 foto selfie terpisah, dengan komposisi, posisi tubuh, gestur tangan, jarak kamera, sudut pengambilan, dan framing yang mengikuti foto referensi.
Foto pertama:
Seorang wanita berada di bagian depan dan memenuhi area kiri hingga tengah frame, sementara seorang pria berada di belakangnya pada sisi kanan. Keduanya berada sangat dekat dengan kamera seperti sedang mengambil selfie spontan menggunakan kamera depan ponsel. Kamera berada sedikit lebih rendah dari posisi mereka sehingga menghasilkan perspektif wide-angle yang cukup terasa, dengan jarak kamera sangat dekat dan sudut pandang sedikit mengarah ke atas.
Wanita mengenakan hijab berwarna krem muda yang membingkai bagian atas tubuhnya, pakaian berwarna biru navy gelap, serta bagian ujung lengan yang memiliki motif kotak-kotak kecil warna putih dan biru. Tubuh wanita sedikit mengarah ke kamera. Salah satu tangannya berada di sisi pipi dengan telapak menopang bagian samping wajah secara santai. Bibir dibuat sedikit mengerucut sebagai ekspresi playful dan manja, sementara keseluruhan gesturnya terlihat natural, santai, dan tidak dibuat-buat.
Pria mengenakan kaus atau atasan berwarna hitam polos. Posisi tubuhnya sedikit membungkuk dan condong dari belakang ke arah kamera, membuat tubuhnya terlihat berada lebih tinggi dan sedikit di belakang wanita. Salah satu tangannya diangkat sangat dekat ke kamera membentuk gesture peace sign/V sign, dengan dua jari terbuka dan diarahkan ke area dekat sisi wajahnya. Matanya sedikit disipitkan sebagai ekspresi bercanda dan playful. Pose harus terlihat spontan seperti teman dekat yang sedang bercanda ketika mengambil selfie, bukan pose formal.
Foto kedua:
Buat panel kedua sebagai selfie close-up dengan kedua orang tetap berada dalam satu frame. Wanita berada di bagian kiri bawah frame dan terlihat lebih dekat ke kamera, sementara pria berada di bagian tengah hingga kanan atas frame. Komposisinya dibuat sangat dekat sehingga sebagian tubuh mereka terpotong oleh batas frame, sama seperti selfie spontan dari jarak sangat dekat.
Wanita tetap mengenakan hijab krem muda, pakaian biru navy gelap, serta detail lengan bermotif kotak-kotak kecil putih dan biru. Tubuhnya berada sedikit menyamping terhadap kamera dan posisinya lebih rendah dibandingkan pria. Gesturnya santai dan playful, dengan ekspresi ringan dan natural.
Pria tetap menggunakan atasan hitam polos. Tubuhnya condong mendekati kamera dari posisi lebih tinggi, dengan salah satu tangan berada sangat dekat dengan kamera dan membentuk peace sign/V sign. Jari-jari terlihat besar karena efek perspektif kamera wide-angle dan jaraknya sangat dekat dengan lensa. Ekspresinya terlihat ceria, jahil, dan spontan, seolah sedang bercanda bersama wanita di sebelahnya. Jangan membuat gestur tangan terlalu sempurna atau kaku; pertahankan sedikit ketidakteraturan alami seperti foto selfie yang benar-benar diambil secara spontan.
Kedua panel harus terasa seperti diambil dalam momen yang sama, dengan pakaian dan posisi kedua orang tetap konsisten. Jangan mengubah jenis pakaian, warna pakaian, pola kain, bentuk hijab, maupun gestur utama. Pertahankan hubungan jarak antara pria dan wanita yang sangat dekat dan suasana akrab seperti pada foto referensi.
Latar berada di area semi-outdoor dengan struktur atap atau kanopi di bagian atas, terlihat rangka dan permukaan atap berwarna hijau kusam, sementara area belakang terbuka memperlihatkan langit terang dan sedikit dedaunan hijau di bagian tepi. Gunakan pencahayaan daylight terang dan netral, berasal dari cahaya alami luar ruangan. Jangan menggunakan pencahayaan warm, kuning, oranye, golden hour, atau tone kekuningan. Warna kulit, pakaian, langit, dan lingkungan harus tetap terlihat netral dan cerah.
Pertahankan karakter foto selfie spontan: framing agak tidak sempurna, jarak kamera sangat dekat, perspektif wide-angle, sedikit distorsi alami pada bagian yang dekat dengan lensa, komposisi tidak terlalu simetris, dan beberapa bagian tubuh boleh terpotong oleh frame. Jangan membuat pose terlihat seperti pemotretan profesional. Jangan menambahkan efek beauty, cinematic lighting, glow, HDR berlebihan, blur buatan, filter warna, atau efek estetika tambahan.
Gambar diambil seperti menggunakan kamera iPhone 14, kualitas resolusi agak rendah tidak terlalu HD, kontras rendah, bayangan lembut, tidak ada efek estetika tambahan, foto terlihat original tidak seperti di edit. Pencahayaan harus cerah dengan white balance netral, tanpa dominasi warna kuning atau warm.
[23/8, 22.33] null: Last prompt brayy, lanjut besok yaa, staytunee🥰🫰🏻🫰🏻
Prompt:
Buatkan gambar sesuai deskripsi yang saya berikan di bawah ini, gunakan wajah pria dan wanita dari foto referensi yang saya berikan di atas sebagai identitas utama, pertahankan kemiripan 100% dengan foto referensi tanpa mengubah sedikit pun karakteristik wajah keduanya. Jangan mengubah bentuk, proporsi, detail, atau ciri wajah dari pria dan wanita pada foto referensi.
Seorang wanita dan seorang pria sedang mengambil foto selfie berdua dari jarak sangat dekat di dalam ruangan. Komposisi dibuat seperti foto spontan yang diambil menggunakan kamera depan ponsel, dengan sudut kamera agak miring/terputar sehingga posisi tubuh terlihat diagonal di dalam frame. Gunakan perspektif wide-angle karena kamera berada sangat dekat dengan kedua orang, sehingga tangan yang berada dekat lensa tampak sedikit lebih besar akibat perspektif alami.
Wanita berada di bagian tengah hingga kanan frame dan menjadi salah satu fokus utama foto. Ia mengenakan hijab berwarna cokelat muda atau beige yang jatuh longgar mengelilingi bagian atas tubuh, dipadukan dengan pakaian bernuansa beige/cokelat muda dan lapisan pakaian berwarna hitam pada bagian lengan. Posisi tubuhnya sedikit bersandar dan mengarah ke kamera dalam jarak sangat dekat.
Salah satu tangan wanita diangkat ke bagian atas frame, berada sangat dekat dengan kamera. Jari-jari tangan dibuat terbuka dengan gestur playful yang tidak kaku, membentuk posisi seperti gestur tangan dekoratif dengan beberapa jari melengkung dan terbuka secara tidak beraturan. Karena tangan sangat dekat dengan lensa wide-angle, ukuran tangan terlihat lebih besar dibandingkan proporsi tubuh secara alami.
Tangan wanita yang lainnya berada di depan area mulut, membentuk peace sign/V sign secara horizontal. Dua jari terbuka dan diarahkan menyilang di depan bagian bawah wajah, sementara jari lainnya terlipat secara santai. Beberapa cincin kecil terlihat pada jari tangan. Gestur ini harus terlihat spontan, santai, dan playful, bukan pose formal. Ekspresi wanita terlihat tenang, sedikit playful dan percaya diri, seperti sedang sengaja membuat pose lucu ketika mengambil selfie bersama teman dekat.
Pria berada di bagian kiri bawah hingga tengah frame, sangat dekat dengan wanita. Ia mengenakan pakaian luar berwarna hitam dengan material tebal dan tekstur berbulu, serta menggunakan masker wajah berwarna hitam yang menutupi sebagian besar area wajah bagian bawah. Tubuh pria sedikit menunduk dan mendekat ke arah kamera sehingga posisinya berada lebih rendah daripada wanita. Ia tidak membuat pose formal; cukup mendekat dan ikut masuk ke dalam frame secara santai.
Posisi pria terlihat sedikit menyamping dan tubuhnya sebagian terpotong oleh batas frame karena kamera berada sangat dekat. Salah satu bagian lengannya berada di sekitar tubuhnya dengan posisi natural. Buat interaksi keduanya terasa akrab, santai, dan spontan, seolah-olah mereka sedang bercanda sambil mengambil selfie tanpa persiapan khusus.
Pertahankan framing yang sangat dekat dengan kedua orang memenuhi sebagian besar frame. Jangan membuat jarak kamera terlalu jauh. Jangan membuat tubuh terlihat berdiri tegak secara formal. Pertahankan kemiringan kamera dan komposisi diagonal seperti selfie spontan. Biarkan sebagian pakaian dan tubuh terpotong secara natural di tepi frame.
Latar belakang berupa interior ruangan dengan dinding berwarna abu-abu muda/cokelat netral. Di bagian atas frame terlihat beberapa panel atau layar televisi/display yang terpasang pada dinding dengan bingkai berwarna gelap. Terdapat pula bagian struktur interior dan permukaan kaca atau material reflektif di sisi ruangan. Jangan membuat latar terlalu ramai; fokus utama tetap pada dua orang di depan kamera.
Gunakan pencahayaan daylight terang dan netral, seolah-olah ruangan mendapatkan cahaya putih alami dari area luar atau pencahayaan putih yang kuat. Hindari seluruh warna warm, kuning, oranye, golden tone, atau lampu kekuningan. White balance harus netral hingga sedikit dingin, warna pakaian tetap natural, bayangan lembut, dan keseluruhan foto terlihat cerah tetapi tidak terlalu kontras.
Jangan menambahkan filter, beauty effect, cinematic effect, glow, HDR berlebihan, skin smoothing berlebihan, color grading, efek dramatis, atau dekorasi tambahan. Pertahankan sedikit ketidaksempurnaan kamera depan seperti framing spontan, perspektif wide-angle, distorsi ringan pada tangan yang dekat dengan lensa, dan kualitas foto ponsel yang natural. Hasil akhir harus terasa seperti foto selfie asli yang diambil secara spontan, bukan hasil pemotretan profesional atau gambar yang terlalu sempurna.
Gambar di ambil seperti menggunakan kamera iPhone 14, kualitas resolusi agak rendah tidak terlalu HD, kontras rendah, bayangan lembut, tidak ada efek estetika tambahan, foto terlihat original tidak seperti di edit. Pencahayaan harus cerah, netral, dan tidak memiliki dominasi warna kuning atau warm.
[24/8, 15.09] null: Buatkan gambar sesuai deskripsi yang saya berikan di bawah ini, gunakan wanita dari foto referensi yang saya berikan sebagai acuan identitas utama. Pertahankan kemiripan wanita tersebut secara maksimal dan jangan mengubah karakteristik wajahnya dari foto referensi.
Tampilkan seorang wanita sedang duduk santai di atas sofa kulit berwarna cokelat tua di dalam sebuah ruangan bergaya elegan dan nyaman. Komposisi foto menggunakan orientasi vertikal dengan framing full body, memperlihatkan wanita dari bagian atas hingga kedua sepatu secara utuh.
Wanita duduk agak menyamping di atas sofa, dengan posisi tubuh sedikit diputar ke arah kiri frame. Kedua tangannya digunakan sebagai tumpuan di atas permukaan sofa: tangan di sisi kiri tubuh berada di atas sofa dengan lengan sedikit memanjang dan telapak tangan menyentuh permukaan sofa, sementara tangan lainnya berada di sisi kanan tubuh dan juga bertumpu pada sofa dengan lengan sedikit menekuk. Posisi bahu dibuat rileks dan tubuh sedikit condong sehingga menghasilkan pose natural, santai, dan tidak kaku.
Kedua kaki berada dalam posisi menyilang. Salah satu kaki berada di depan kaki lainnya dan diarahkan sedikit ke bawah, sementara kaki satunya mengikuti posisi menyilang tersebut. Kedua kaki tetap terlihat jelas sampai bagian sepatu. Wanita mengenakan celana panjang putih dengan potongan longgar dan jatuh mengikuti bentuk kaki, memiliki tekstur atau lipatan vertikal halus yang terlihat pada kain.
Wanita mengenakan atasan berwarna abu-abu muda dengan model fitted, lengan panjang hingga mendekati pergelangan tangan, serta bagian depan menampilkan detail inner bergaris horizontal hitam-putih. Di bagian pinggang terdapat detail kain yang dibuat seperti lilitan atau simpul sehingga memberikan bentuk pada bagian pinggang. Tambahkan tas kecil berwarna putih yang dikenakan menyilang dari bahu menuju sisi pinggang, dengan tali rantai berwarna silver dan bentuk tas compact yang menggantung di bagian samping tubuh.
Gunakan sepatu sneakers berwarna putih dengan desain casual, sol cukup tebal, dan detail sepatu terlihat jelas. Pertahankan proporsi pakaian, posisi tas, bentuk celana, dan posisi sepatu agar mengikuti foto referensi.
Wanita mengenakan hijab berwarna abu-abu muda yang membingkai bagian kepala dan jatuh dengan lembut hingga area bahu. Jangan mengubah bentuk serta warna hijab dari referensi.
Ekspresi tubuh menunjukkan suasana santai dan candid. Posisi kepala mengarah ke sisi kiri frame seolah sedang melihat atau memperhatikan sesuatu di luar kamera. Jangan membuat pose terlalu formal atau seperti sedang melakukan pemotretan fashion. Pertahankan gestur tubuh yang rileks, termasuk posisi tangan, bahu, pinggang, kaki, dan arah pandangan agar terlihat seperti momen spontan ketika sedang duduk.
Latar belakang berupa dinding berwarna cokelat muda atau taupe. Di bagian belakang terdapat sebuah bingkai besar berwarna kayu dengan poster film bergaya vintage berwarna dominan gelap. Poster tersebut berada di area kiri atas frame dan menjadi elemen dekorasi dinding. Sofa berbentuk panjang dengan permukaan kulit cokelat tua memenuhi bagian bawah dan tengah frame. Di sisi kanan belakang terdapat bagian furnitur berwarna gelap. Lantai menggunakan karpet bermotif geometris berupa pola lingkaran dan garis yang saling berpotongan dengan warna gelap dan aksen krem.
Di atas sofa bagian kiri bawah terdapat sebuah benda kecil berbentuk persegi panjang yang diletakkan di permukaan sofa. Pertahankan keberadaan furnitur dan dekorasi utama di latar belakang tanpa membuatnya terlalu dominan.
Gunakan pencahayaan ruangan yang cerah dan netral. Hindari pencahayaan warm, kekuningan, oranye, atau golden tone. Warna putih pada pakaian, tas, dan sepatu harus tetap terlihat putih bersih dan natural. Gunakan bayangan yang lembut dan pencahayaan merata, dengan detail pakaian serta lingkungan tetap terlihat jelas. Jangan menambahkan glow, bloom, cinematic lighting, filter kecantikan, efek HDR berlebihan, atau efek estetika tambahan.
Gunakan perspektif kamera smartphone dengan framing vertikal full-body. Kamera berada kira-kira setinggi tubuh bagian tengah hingga dada dan sedikit berjarak dari wanita sehingga seluruh tubuh tetap masuk ke dalam frame. Perspektif terlihat natural seperti foto spontan yang diambil oleh seseorang menggunakan smartphone, bukan foto studio atau fashion editorial. Jangan menggunakan distorsi wide-angle yang berlebihan.
Pastikan anatomi tubuh natural, proporsi tangan dan kaki benar, jari-jari tangan normal, kedua sepatu tidak menyatu atau berubah bentuk, pakaian mengikuti bentuk tubuh secara wajar, dan seluruh elemen foto menyatu secara natural. Jangan membuat pose kaku, terlalu sempurna, terlalu simetris, atau terlihat seperti hasil render AI.
Gambar diambil seperti menggunakan kamera iPhone 14, kualitas resolusi agak rendah tidak terlalu HD, kontras rendah, bayangan lembut, tidak ada efek estetika tambahan, foto terlihat original tidak seperti di edit, rasio foto 9:16.
[24/8, 15.14] null: Buatkan gambar sesuai deskripsi yang saya berikan di bawah ini, gunakan pria dari foto referensi yang saya berikan sebagai acuan identitas utama. Pertahankan kemiripan pria tersebut secara maksimal dengan foto referensi dan jangan mengubah karakteristik wajahnya sedikit pun.
Tampilkan seorang pria berdiri santai di area pintu masuk sebuah toko atau minimarket, dengan komposisi foto vertikal dari sekitar bagian pinggang hingga sedikit di atas kepala, seperti foto candid yang diambil secara spontan menggunakan kamera smartphone.
Pria berdiri menghadap kamera dengan posisi tubuh sedikit miring dan tidak benar-benar lurus menghadap depan. Bagian bahu terlihat rileks. Tubuh berada sedikit ke arah kanan frame sementara arah pandang mengarah ke sisi kiri frame, seolah pria sedang memperhatikan sesuatu di luar kamera. Mulut sedikit terbuka secara natural seperti sedang berbicara atau memberikan respons spontan, bukan pose tersenyum untuk kamera. Pertahankan gestur yang santai dan ekspresi spontan seperti pada foto referensi agar tidak terlihat kaku.
Kedua lengan berada di bagian depan tubuh. Tangan pria memegang bagian lengan hoddie yang di tarik di depan pakaian luar yang disampirkan di kedua bahu. Tangan di sisi kiri frame berada lebih tinggi, menggenggam bagian lengan hoddie berwarna biru di dekat area perut, sementara tangan lainnya berada lebih rendah di sisi kanan tubuh dan juga memegang bagian pakaian tersebut. Posisi siku sedikit menekuk dan kedua tangan terlihat rileks, tidak mengepal terlalu kuat.
Pria mengenakan kaus putih polos dengan model lengan pendek dan potongan sederhana. Di atas kaus tersebut terdapat hoddie berwarna biru royal yang dikenakan secara santai dengan cara disampirkan di kedua bahu, bukan dipakai sepenuhnya melalui lengan. Hoddie biru memiliki tekstur kain halus berpola kotak-kotak kecil, kerah lebar, bagian depan terbuka, serta bagian lengan pakaian menggantung di sisi kedua lengan. Beberapa bagian kancing dan detail jahitan terlihat di bagian depan. Pertahankan warna biru yang cukup kuat tetapi tetap natural.
Tambahkan kalung tipis berwarna silver yang terlihat di sekitar bagian leher di atas kaus putih. Jangan menambahkan aksesori lain yang tidak terdapat pada foto referensi.
Latar belakang merupakan area pintu masuk toko atau minimarket bergaya Jepang. Di sisi kiri belakang terlihat area interior toko dengan rak-rak barang dan berbagai produk yang tersusun di dalamnya. Terdapat beberapa rak makanan dan barang kebutuhan sehari-hari, serta area display produk di dekat pintu masuk. Di bagian atas interior terdapat lampu fluorescent panjang berwarna putih yang memberikan pencahayaan terang dan netral.
Di bagian kiri atas area toko terdapat papan petunjuk ATM dengan tulisan besar “ATM” berwarna merah dan tanda panah merah mengarah ke kanan. Pertahankan papan petunjuk tersebut sebagai elemen latar belakang yang terlihat jelas tetapi tidak menjadi fokus utama.
Di belakang pria, dekat area pintu masuk, terdapat display atau papan promosi berwarna putih dengan tulisan Jepang dan ilustrasi produk. Di sisi kiri bawah terlihat rak atau tempat display dengan beberapa kain atau barang bermotif yang tergantung. Pertahankan berbagai detail toko tersebut agar lingkungan terasa padat dan natural seperti toko yang sedang beroperasi.
Bagian kanan frame didominasi dinding dengan pola ubin persegi panjang berwarna krem terang yang dipisahkan garis-garis hitam tipis membentuk pola grid vertikal dan horizontal. Di antara area pintu dan dinding terdapat beberapa panel atau bingkai berwarna hitam dengan permukaan mengilap. Pertahankan struktur pintu kaca, bingkai hitam, ubin dinding, dan detail arsitektur sesuai komposisi foto referensi.
Gunakan perspektif lensa wide-angle ringan seperti kamera smartphone, karena foto memperlihatkan ruang toko dan dinding dengan perspektif yang cukup lebar. Jangan menggunakan distorsi wide-angle ekstrem. Kamera berada pada posisi kira-kira setinggi dada pria dan diarahkan sedikit ke atas sehingga tubuh pria menjadi fokus utama sementara lingkungan toko tetap terlihat luas di sekelilingnya.
Komposisi harus mengikuti foto referensi: pria berada di area tengah hingga sedikit kanan frame, interior toko memenuhi sisi kiri, sedangkan dinding ubin memenuhi sisi kanan. Jangan mengubah posisi relatif pria terhadap pintu, rak toko, papan ATM, dan dinding.
Gunakan pencahayaan yang terang, putih, dan netral seperti pencahayaan fluorescent toko. Hindari sepenuhnya warna kuning, warm tone, orange tone, golden hour, atau pencahayaan hangat. Warna putih kaus harus tetap putih natural, warna biru pakaian luar tetap biru royal, dan warna kulit terlihat natural tanpa efek warna berlebihan. Bayangan dibuat lembut dan tidak terlalu gelap.
Pertahankan detail natural seperti sedikit kerutan pada kaus putih, tekstur pakaian biru, lipatan kain yang jatuh secara alami di kedua bahu, posisi tangan dan jari yang anatomis, serta bentuk pakaian yang mengikuti gravitasi. Jangan membuat tangan, jari, lengan, atau pakaian terlihat seperti hasil render digital.
Buat hasil akhir seperti foto candid spontan seseorang yang sedang berdiri di depan toko, bukan foto studio, bukan fashion editorial, dan bukan pose model yang terlalu sempurna. Jangan menambahkan efek cinematic, glow, bokeh berlebihan, HDR berlebihan, color grading, filter kecantikan, atau efek estetika tambahan. Pertahankan suasana foto sederhana, natural, sedikit kasual, dan khas foto Gen-Z menggunakan smartphone.
Gambar di ambil seperti menggunakan kamera iPhone 14, kualitas resolusi agak rendah tidak terlalu HD, kontras rendah, bayangan lembut, tidak ada efek estetika tambahan, foto terlihat original tidak seperti di edit.
[24/8, 15.32] null: Buatkan gambar berdasarkan deskripsi di bawah ini menggunakan pria dan wanita dari foto referensi sebagai acuan identitas utama. Pertahankan kemiripan keduanya semaksimal mungkin dengan foto referensi yang diberikan, tanpa mengubah karakteristik wajah, bentuk wajah, atau identitas visual mereka. Jangan mengganti pria atau wanita dengan orang lain.
Buat satu gambar berbentuk kolase vertikal yang terdiri dari 3 foto berbeda, tersusun dari atas ke bawah dalam tiga panel horizontal dengan ukuran dan framing yang hampir sama. Ketiga panel menampilkan pria dan wanita yang sama, berada di lokasi yang sama, mengenakan pakaian yang sama, dengan komposisi kamera yang konsisten. Setiap panel harus mempertahankan suasana foto spontan dan natural, tetapi memiliki pose serta ekspresi yang berbeda sesuai uraian berikut.
PANEL 1 — POSE PERTAMA:
Tampilkan pria berdiri atau sedikit membungkuk dari belakang sisi kiri wanita. Pria berada di sisi kiri frame dan sedikit condong ke arah kamera, dengan kedua bahu terlihat rileks. Salah satu tangan memegang sebuah piring atau nampan kecil berbentuk datar di depan tubuh. Di atas nampan tersebut terdapat sebuah benda berbentuk seperti cangkir atau wadah kecil berwarna abu-abu dan merah muda. Tangan lainnya berada di sekitar sisi tubuh dan membantu menopang posisi nampan. Tubuh pria sedikit condong ke depan sehingga terlihat seperti sedang membantu atau ikut dalam aktivitas membuat kerajinan.
Wanita berada di sisi kanan frame, berdiri menghadap kamera dengan tubuh relatif tegak. Kedua tangannya berada di depan dada dan digunakan untuk memegang nampan datar bermotif, dengan sebuah cangkir atau wadah keramik berwarna putih-krem diletakkan di atasnya. Kedua telapak tangan menopang nampan dari bagian bawah secara hati-hati. Wanita mengarahkan pandangan ke kamera dengan ekspresi tenang dan sedikit playful, sementara bibir membentuk ekspresi kecil seperti sedang mengerucutkan bibir secara spontan. Jangan membuat ekspresi terlalu dramatis.
PANEL 2 — POSE KEDUA:
Pertahankan lokasi, pakaian, posisi umum, dan komposisi yang sama, tetapi ubah ekspresi dan gestur menjadi lebih ceria. Pria tetap berada di sisi kiri dan sedikit membungkuk ke arah kamera sambil memegang nampan berisi wadah kecil. Tubuh pria sedikit lebih condong ke depan dibanding panel pertama. Tangannya tetap menopang nampan dengan posisi natural.
Wanita tetap berada di sisi kanan dengan kedua tangan memegang nampan di depan tubuh. Cangkir atau wadah keramik tetap berada tepat di atas nampan. Kali ini wanita memberikan ekspresi senyum lebar yang terlihat spontan dan ceria. Postur tubuh tetap rileks, bahu tidak tegang, dan posisi tangan tetap natural. Pria juga menunjukkan ekspresi lebih ceria dibanding panel pertama sehingga keduanya terlihat seperti sedang menikmati aktivitas bersama.
PANEL 3 — POSE KETIGA:
Pertahankan latar dan pakaian yang sama. Pria kembali berada di sisi kiri dan sedikit membungkuk ke arah kamera sambil membawa nampan kecil dengan wadah di atasnya. Posisi tubuh pria sedikit miring dan terlihat santai. Salah satu tangannya tetap menopang nampan sedangkan tangan lainnya berada di bagian bawah atau sisi nampan.
Wanita berada di sisi kanan tetapi tubuhnya sedikit lebih miring ke arah kanan frame. Kedua tangan tetap menopang nampan dengan cangkir putih-krem di atasnya. Wanita memiringkan tubuh dan memberikan ekspresi playful dengan bibir sedikit mengerucut seperti sedang melakukan pose pout spontan. Posisi bahu dibuat rileks dan tubuh sedikit condong agar pose terasa natural, bukan seperti pose formal. Kepala dan arah pandangan wanita sedikit mengarah ke samping, mengikuti pose pada panel ketiga.
PAKAIAN:
Pria mengenakan pakaian berwarna hitam sebagai lapisan atas, dengan apron berwarna beige atau cokelat muda yang dikenakan di bagian depan tubuh. Apron terlihat memiliki tali yang melewati area bahu dan bagian pinggang. Pertahankan bentuk, warna, dan posisi apron secara konsisten pada ketiga panel.
Wanita mengenakan atasan berwarna putih dengan lengan panjang dan apron berwarna beige atau cokelat muda di bagian depan tubuh. Apron memiliki bentuk sederhana dan menutupi bagian depan pakaian. Pertahankan warna serta tekstur pakaian dan apron secara konsisten di semua panel.
AKSESORI DAN BENDA:
Pria memegang nampan kecil berwarna terang yang berisi wadah atau cangkir kecil dengan kombinasi warna abu-abu dan merah muda.
Wanita memegang nampan datar dengan pola atau ilustrasi berwarna abu-abu-putih. Di atas nampan terdapat wadah keramik berwarna putih-krem berbentuk seperti cangkir atau pot kecil dengan pegangan di kedua sisinya. Jangan menghilangkan atau mengganti benda-benda tersebut.
LATAR:
Lokasi terlihat seperti studio kreatif, ruang workshop, atau tempat aktivitas seni dan kerajinan. Pada bagian kiri frame terdapat meja kerja dengan beberapa kuas lukis yang ditempatkan dalam wadah. Kuas memiliki gagang panjang dan bulu kuas berwarna putih-oranye. Di atas meja terdapat beberapa benda perlengkapan kerja, termasuk kain atau benda berwarna merah-putih.
Bagian belakang memiliki dinding dekoratif dengan kombinasi warna putih, abu-abu, hijau muda, kuning-oranye, dan bentuk geometris besar yang tersusun vertikal. Di sisi kanan terdapat panel dinding putih dengan banyak lubang kecil berbentuk lingkaran yang tersusun sangat teratur membentuk pola grid. Pertahankan pola lubang kecil tersebut dengan jelas.
Di bagian kiri belakang terdapat area pintu atau panel berwarna gelap. Gunakan latar yang sama untuk ketiga panel sehingga kolase terasa berasal dari satu sesi foto yang sama.
KOMPOSISI DAN KAMERA:
Buat kolase vertikal tiga panel yang dipisahkan garis horizontal tipis. Setiap panel menggunakan framing medium hingga medium-close yang memperlihatkan pria dan wanita dari sekitar bagian pinggang atau dada sampai bagian atas tubuh, dengan lingkungan workshop tetap terlihat di sekeliling mereka.
Gunakan perspektif kamera smartphone dengan sedikit karakteristik wide-angle ringan. Lensa wide-angle ringan perlu dipertahankan karena pada foto referensi terlihat area latar cukup luas dan garis-garis dinding memiliki perspektif yang sedikit melebar. Jangan menggunakan distorsi wide-angle ekstrem dan jangan membuat tubuh atau wajah melebar secara tidak natural.
Kamera berada kurang lebih setinggi dada hingga bahu, diarahkan langsung ke kedua orang tersebut. Pertahankan posisi relatif pria di kiri dan wanita di kanan pada ketiga panel. Jangan mengubah urutan mereka, jangan menukar posisi, dan jangan mengubah struktur kolase.
HASIL DAN GAYA FOTO:
Ketiga foto harus terasa seperti diambil secara spontan menggunakan kamera smartphone pada sesi yang sama. Jangan membuat pose terlalu sempurna. Pertahankan sedikit ketidaksempurnaan alami pada posisi tubuh, tangan, pakaian, dan benda yang dipegang agar hasil tidak terlihat seperti gambar AI.
Pastikan tangan dan jari memiliki anatomi natural, setiap jari terlihat proporsional, nampan tidak menembus tangan, cangkir tidak melayang, dan seluruh benda memiliki posisi serta bayangan yang sesuai. Jangan membuat objek tambahan yang tidak terdapat dalam referensi.
Gunakan pencahayaan yang cerah, putih, dan netral. Jangan gunakan pencahayaan warm, kuning, oranye, golden tone, atau efek cahaya hangat. Warna putih pakaian dan keramik harus tetap putih-krem natural, sementara warna pada dekorasi ruangan tetap jelas tetapi tidak terlalu jenuh.
Jangan menambahkan cinematic lighting, glow, bloom, HDR berlebihan, beauty filter, skin smoothing berlebihan, color grading, efek estetika, atau tampilan studio profesional. Hasil harus terasa seperti foto asli yang spontan dan kasual.
Gambar diambil seperti menggunakan kamera iPhone 14, kualitas resolusi agak rendah tidak terlalu HD, kontras rendah, bayangan lembut, tidak ada efek estetika tambahan, foto terlihat original tidak seperti di edit.
[24/8, 22.19] null: Buatkan gambar sesuai deskripsi yang saya berikan di bawah ini, gunakan wajah pria dan wanita pada foto referensi yang saya berikan sebagai identitas untuk gambar ini. Pertahankan kemiripan wajah pria dan wanita 100% seperti foto referensi, jangan mengubah bentuk, proporsi, karakteristik, atau identitas wajah sedikit pun.
Buat foto dua orang, seorang pria dan seorang wanita, sedang duduk berdampingan di area tempat nongkrong outdoor pada malam hari. Pertahankan identitas kedua orang dari foto referensi secara sangat akurat.
Pria berada di sisi kiri dan sedikit lebih dekat dengan kamera. Posisi tubuhnya duduk santai dengan badan sedikit condong ke arah wanita. Salah satu kakinya berada lebih maju ke depan, sementara kedua tangannya berada di sekitar area paha dan lutut dengan posisi natural. Pria mengenakan atasan long sleeve berwarna putih dengan aksen merah di lengan nya seperti tulisan graffiti dan celana cargo pendek berwarna hitam dengan banyak saku. Ia menggunakan jam tangan pada salah satu pergelangan tangannya. Posturnya terlihat santai, akrab, dan tidak dibuat-buat. Ekspresinya berupa senyum lebar yang natural dengan mulut sedikit terbuka, memberikan kesan sedang menikmati momen bersama.
Wanita berada di sisi kanan pria, duduk sangat dekat dengannya dengan posisi tubuh menghadap sedikit ke arah kamera. Ia mengenakan hijab segi empat longgar berwarna hitam, pakaian berwarna hitam dengan model longgar dan sederhana. Kedua tangannya berada di bagian depan tubuh, salah satunya bertumpu atau berdekatan dengan tangan pria, menciptakan kesan pasangan yang sedang duduk bersama secara natural. Posisi bahunya rileks dan tubuhnya tidak tegak kaku. Ekspresinya berupa senyum kecil yang lembut dan natural, memberikan kesan nyaman dan tenang ketika berada di samping pria.
Kedekatan kedua orang harus dipertahankan seperti foto referensi: pria dan wanita duduk sangat berdekatan, bahu dan bagian tubuh mereka saling berdekatan secara natural. Jangan membuat pose terlalu formal, jangan membuat tubuh berdiri tegak, dan jangan membuat tangan atau jari terlihat kaku. Pertahankan anatomi tangan, jumlah jari, proporsi tubuh, serta posisi tangan agar terlihat natural.
Lokasi berupa area restoran atau kafe outdoor di malam hari, dengan suasana tempat nongkrong yang ramai namun tetap terasa santai. Di sisi kiri dan belakang terdapat bangunan atau struktur kayu dengan dekorasi lampu LED berwarna ungu, biru, dan putih. Di bagian kanan dan belakang terlihat deretan lampu gantung yang membentuk garis perspektif menuju kejauhan. Terdapat beberapa lampu kecil berwarna hijau, biru, putih, ungu, dan sedikit kuning-oranye di kejauhan, tetapi keseluruhan pencahayaan foto harus tetap terasa dingin dan cerah, bukan dominan kuning atau warm tone.
Di sekitar mereka terdapat meja outdoor dengan beberapa barang seperti gelas minuman, sedotan, tas kecil, serta benda-benda meja lainnya. Area tempat duduk menggunakan kursi outdoor berwarna gelap dengan tekstur anyaman. Latar belakang memiliki suasana malam dengan langit yang sangat gelap, sementara area tempat nongkrong dipenuhi titik-titik cahaya dekoratif. Jangan menghilangkan detail lingkungan tersebut.
Komposisi foto vertikal dengan framing medium hingga medium-wide, kedua orang menjadi fokus utama tetapi lingkungan malam tetap terlihat jelas. Kamera berada sedikit di depan dan sejajar dengan posisi duduk mereka. Gunakan perspektif lensa wide-angle ringan sehingga lingkungan di belakang dan sisi kanan-kiri tetap terasa luas, tetapi proporsi tubuh kedua orang tidak mengalami distorsi berlebihan. Jangan menggunakan efek bokeh berlebihan; lampu-lampu di belakang boleh terlihat sedikit blur secara alami karena jarak dan kondisi malam.
Pertahankan pencahayaan seperti foto yang diambil langsung menggunakan kamera ponsel pada malam hari. Gunakan pencahayaan utama yang cukup terang pada kedua orang sehingga pakaian dan bentuk tubuh tetap terlihat jelas. Hindari pencahayaan warm/yellow yang dominan. Gunakan tone cahaya yang cenderung netral hingga sedikit dingin, dengan lampu dekorasi berwarna tetap terlihat sebagai sumber cahaya ambient. Bayangan dibuat lembut dan tidak terlalu pekat. Jangan memberikan efek glow berlebihan, HDR ekstrem, cinematic grading, filter Instagram, atau efek estetika tambahan.
Pertahankan posisi objek, suasana malam, komposisi, proporsi tubuh, interaksi kedua orang, pakaian, lingkungan, dan detail kecil berdasarkan deskripsi ini. Hasil akhir harus terlihat seperti momen spontan ketika pasangan sedang duduk santai bersama, bukan foto studio atau pose yang dibuat secara berlebihan. Jangan mengubah identitas kedua orang dari foto referensi.
Gambar diambil dari samping seperti menggunakan kamera iPhone 14, kualitas resolusi agak rendah dan tidak terlalu HD, kontras rendah, bayangan lembut, tidak ada efek estetika tambahan, warna natural dengan pencahayaan cerah dan cenderung netral-dingin, tidak ada dominasi cahaya kuning atau warm tone, foto terlihat original seperti hasil kamera ponsel langsung dan bukan hasil edit, rasio 3:4.
[24/8, 22.44] null: Last prompt brayy, lanjut besok yaa, staytune🥰🫰🏻
Prompt:
Buatkan gambar sesuai deskripsi yang saya berikan di bawah ini, gunakan wajah pria dan wanita dari foto referensi yang saya berikan di atas untuk gambar yang saya deskripsikan di bawah ini. Pertahankan kemiripan 100% dengan wajah pria dan wanita pada foto referensi tanpa mengubah sedikit pun identitas, karakteristik, proporsi, dan ciri khas wajah keduanya.
Tampilkan seorang pria dan seorang wanita berdiri berdampingan di dalam sebuah ruangan indoor, sedang berfoto bersama dengan suasana bahagia dan hangat seperti setelah acara spesial. Keduanya berdiri sangat dekat dan berada di tengah frame, dengan tubuh menghadap kamera tetapi pose tetap terlihat natural dan spontan.
Pria berada di sisi kanan gambar. Ia berdiri tegak dengan tubuh sedikit mengarah ke wanita di sebelahnya. Kedua lengannya diangkat ke depan dada. Kedua telapak tangannya dipertemukan di depan dada dengan posisi jari-jari terbuka dan sedikit menyilang satu sama lain, seperti sedang menunjukkan gestur yang lucu atau simbol tertentu untuk kamera. Kedua pergelangan tangannya terlihat jelas dan terdapat aksesori jam tangan berwarna gelap pada salah satu pergelangan tangan. Bahunya rileks dan siku sedikit menekuk. Pose tangan harus dipertahankan secara presisi karena menjadi salah satu elemen utama dalam foto.
Pria mengenakan kemeja batik berlengan panjang berwarna dasar hitam atau cokelat sangat gelap. Kemeja memiliki motif batik geometris dan ornamental yang kompleks dalam warna cokelat, tembaga, beige, dan sedikit aksen kemerahan. Motif memenuhi bagian dada, lengan, dan seluruh permukaan kemeja. Potongan kemeja terlihat rapi tetapi tetap santai. Ia mengenakan celana panjang berwarna hitam. Pertahankan bentuk pakaian, motif, warna, dan jatuhnya kain sesuai referensi.
Wanita berada di sisi kiri gambar dan berdiri sangat dekat dengan pria. Tubuhnya menghadap kamera dengan sedikit kemiringan ke arah pria. Kedua lengannya berada di bagian depan tubuh sambil memegang sebuah buket bunga besar. Buket diletakkan di depan area dada hingga pinggang dan menjadi elemen visual utama di bagian bawah-tengah frame. Kedua tangan wanita menopang buket dari bagian bawah dan samping sehingga bunga tetap berada dalam posisi stabil. Siku kedua lengannya sedikit menekuk dan bahu dalam keadaan rileks.
Wanita mengenakan hijab berwarna putih yang di lilit rapi dan dengan, pakaian bernuansa putih atau krem lembut dengan material yang terlihat ringan, berlapis, dan sedikit transparan pada bagian luar. Terdapat detail dekorasi bunga kecil berwarna pastel pada beberapa bagian kain. Ia juga menggunakan penutup pakaian berwarna krem muda yang membingkai bagian atas tubuh secara sederhana tanpa menjelaskan detail kepala atau wajah. Pertahankan keseluruhan warna, tekstur kain, lapisan transparan, dan detail bunga pada pakaiannya.
Buket yang dipegang wanita berukuran besar dan padat, terdiri dari banyak bunga berwarna putih sebagai warna utama, disertai bunga merah muda, sedikit kuning, dan beberapa bunga kecil berwarna pastel. Terdapat daun hijau di antara bunga. Seluruh buket dibungkus menggunakan lapisan plastik atau kertas pembungkus transparan berwarna putih dengan tekstur berkilau lembut. Bagian bawah buket memiliki pita atau tali dekoratif berwarna putih dan merah muda yang menjuntai. Pastikan buket terlihat besar, penuh, dan berada tepat di depan tubuh wanita.
Kedua orang menunjukkan ekspresi bahagia dan spontan ketika menghadap kamera. Pria terlihat tersenyum lebar dengan ekspresi ceria dan sedikit playful. Wanita juga tersenyum lebar dengan ekspresi bahagia dan natural. Jangan membuat ekspresi terlalu formal atau seperti foto studio. Pertahankan kesan bahwa mereka sedang bersenang-senang saat mengambil foto bersama.
Komposisi menggunakan orientasi vertikal dengan framing dari bagian atas tubuh hingga sekitar paha atau bagian bawah tubuh, sehingga kedua orang dan buket terlihat jelas. Wanita tetap berada di kiri dan pria tetap berada di kanan. Jarak kamera cukup dekat sehingga detail pakaian, buket, dan gestur tangan terlihat jelas. Kamera berada kira-kira setinggi dada dan mengarah langsung ke kedua orang.
Gunakan perspektif kamera smartphone yang natural. Tidak perlu menggunakan wide-angle ekstrem karena foto memiliki framing cukup dekat terhadap dua orang. Jika menggunakan karakteristik wide-angle smartphone, gunakan wide-angle ringan saja tanpa distorsi pada tubuh, tangan, wajah, atau buket. Jangan membuat bagian tubuh di tepi frame terlihat melebar atau tidak proporsional.
Latar belakang berupa dinding indoor berwarna putih atau krem dengan sebuah lukisan abstrak berukuran sangat besar yang dipasang dalam bingkai kayu gelap. Lukisan memenuhi sebagian besar area belakang kedua orang dan memiliki gaya abstrak dengan sapuan cat yang ekspresif, terdiri dari warna putih, abu-abu, biru tua, biru muda, hijau, merah, kuning, dan hitam yang tersebar secara tidak beraturan. Terlihat banyak cipratan cat, sapuan kuas kasar, dan lapisan warna yang saling bertumpuk. Lukisan menjadi latar visual utama di belakang mereka.
Bagian bawah dinding memiliki panel atau bangku kayu berwarna cokelat tua yang memanjang secara horizontal. Lantai ruangan berwarna cokelat atau kayu. Di sisi kanan bawah frame terlihat sebagian benda atau furnitur berwarna gelap. Pertahankan suasana ruangan sederhana, seperti galeri, ruang acara, atau area indoor yang memiliki dekorasi seni.
Pencahayaan berasal dari lampu indoor dan cahaya ruangan yang lembut tetapi harus tetap terang. Gunakan white balance netral dan bersih. Jangan memberikan nuansa kuning, oranye, golden hour, atau pencahayaan hangat. Warna putih pakaian dan bunga harus tetap terlihat putih atau krem natural, bukan kekuningan. Warna lukisan tetap kaya tetapi tidak terlalu jenuh. Bayangan lembut, kontras rendah, dan pencahayaan merata pada kedua orang.
Pertahankan semua detail penting: posisi wanita di kiri, pria di kanan, jarak keduanya yang sangat dekat, buket besar di depan wanita, gestur kedua tangan pria di depan dada, jam tangan, motif batik, pakaian wanita yang bernuansa krem-putih, lukisan abstrak besar, bingkai kayu, serta panel kayu di bagian bawah. Jangan menambahkan orang lain, jangan mengubah posisi kedua orang, jangan mengganti pakaian, jangan menghilangkan buket, dan jangan mengubah gestur tangan pria.
Hindari efek cinematic, glow, filter kecantikan, HDR berlebihan, oversharpening, skin smoothing, efek studio, atau tampilan seperti hasil edit digital. Foto harus terasa seperti foto pribadi yang diambil secara spontan menggunakan smartphone, dengan detail sedikit lembut dan tidak terlalu tajam.
Gambar di ambil seperti menggunakan kamera iPhone 14, kualitas resolusi agak rendah tidak terlalu HD, kontras rendah, bayangan lembut, tidak ada efek estetika tambahan, foto terlihat original tidak seperti di edit. Hasil akhir harus cerah, natural, bersih, dengan white balance netral dan sama sekali tidak memiliki pencahayaan hangat ataupun kuning.
[25/8, 15.12] null: Buatkan gambar sesuai deskripsi yang saya berikan di bawah ini, gunakan wajah pria dan wanita dari foto referensi yang saya berikan sebagai identitas orang dalam gambar. Pertahankan kemiripan 100% dengan foto referensi tanpa mengubah sedikit pun karakteristik wajah keduanya. Jangan mengubah identitas, proporsi tubuh, atau ciri khas orang dari foto referensi.
Tampilkan seorang pria dan seorang wanita sedang berjalan santai atau jogging ringan berdampingan di area jalan taman yang rindang pada siang hari.
Pria berada di sisi kiri frame. Tubuhnya menghadap sedikit ke arah kanan sambil bergerak maju. Salah satu kakinya sedang melangkah ke depan sementara kaki lainnya berada sedikit di belakang, menciptakan pose berjalan yang natural dan dinamis. Kedua lengannya berada dalam posisi seperti sedang jogging ringan: satu tangan berada di depan area pinggang dengan jari-jari menggenggam secara santai, sedangkan tangan lainnya berada sedikit lebih tinggi di samping tubuh dengan ibu jari terangkat ke atas seperti memberikan gestur positif. Bahunya tetap rileks dan tubuh sedikit bergerak mengikuti langkah. Ekspresinya terlihat tersenyum tipis ketika sedang menoleh ke arah wanita di sebelahnya, seolah sedang berbincang sambil berjalan. Jangan membuat pose tubuh kaku atau seperti sedang berpose untuk pemotretan.
Pria mengenakan jersey olahraga lengan pendek berwarna dominan hitam dengan pola geometris abstrak berwarna abu-abu, putih, dan hijau gelap pada bagian depan. Terdapat detail grafis dan tulisan olahraga pada bagian dada. Bagian ujung lengan memiliki aksen warna terang. Ia memakai celana pendek olahraga berwarna hitam dengan potongan longgar. Gunakan sepatu olahraga dominan hitam dengan kombinasi aksen kuning terang pada bagian sol dan beberapa bagian upper. Pertahankan bentuk dan posisi pakaian serta alas kaki secara natural mengikuti gerakan tubuh.
Wanita berada di sisi kanan frame, berjalan berdampingan dengan pria dengan jarak yang tidak terlalu dekat. Tubuhnya menghadap ke depan dengan sedikit arah ke kiri, sementara pandangannya diarahkan ke arah pria. Kedua tangannya berada di depan area pinggang dalam posisi santai seperti sedang melakukan jogging ringan. Salah satu tangannya memegang benda kecil berbentuk persegi panjang berwarna merah muda atau merah, sementara tangan lainnya berada di dekatnya dengan genggaman santai. Salah satu kakinya sedang melangkah ke depan dan kaki lainnya sedikit terangkat atau berada pada fase langkah berikutnya sehingga terlihat benar-benar sedang bergerak, bukan berdiri diam. Posturnya tegak tetapi rileks, dengan bahu dan lengan mengikuti gerakan berjalan secara natural. Ekspresinya terlihat ceria, santai, dan nyaman ketika berinteraksi dengan pria di sebelahnya.
Wanita mengenakan hijab slip on olahraga berwarna hitam, atasan olahraga lengan panjang berwarna biru navy dengan logo olahraga kecil berwarna putih pada bagian dada. Atasan memiliki potongan sporty yang mengikuti bentuk tubuh secara natural. Ia mengenakan celana olahraga panjang berwarna hitam dengan potongan relatif longgar dan sepatu olahraga berwarna putih dengan sedikit detail abu-abu. Pertahankan pakaian, bentuk celana, sepatu, dan posisi benda yang sedang dipegang sesuai referensi.
Keduanya berada di jalan aspal taman yang cukup lebar dengan garis marka putih terlihat di bagian bawah frame. Area sekitar dipenuhi pepohonan hijau yang lebat. Latar belakang memiliki pepohonan dan vegetasi yang dibuat sangat blur dengan depth of field dangkal, menghasilkan latar belakang lembut tanpa menghilangkan konteks bahwa mereka sedang berada di taman. Terlihat sedikit area rumput dan batang pepohonan di sisi jalan. Komposisi menempatkan kedua orang sebagai fokus utama, dengan ruang cukup luas di bagian atas yang memperlihatkan pepohonan.
Gunakan framing vertikal full-body, kedua orang terlihat hampir seluruh tubuh dari bagian atas hingga sepatu. Kamera berada pada ketinggian sekitar dada hingga pinggang dan diarahkan sedikit sejajar dengan mereka sehingga perspektif terasa seperti foto candid yang diambil ketika mereka sedang berjalan. Jangan menggunakan perspektif ekstrem atau distorsi wide-angle; gunakan perspektif natural seperti kamera smartphone dengan focal length standar. Gerakan tubuh harus terlihat spontan dan tidak seperti pose studio.
Pertahankan hubungan posisi kedua orang: pria tetap berada di kiri dan wanita tetap berada di kanan. Jangan menukar posisi, jangan menggabungkan tubuh, jangan mengubah jumlah orang, jangan menambahkan orang lain, dan jangan mengubah aktivitas mereka. Pastikan proporsi tubuh, tangan, jari, kaki, pakaian, dan alas kaki terlihat natural serta tidak mengalami deformasi.
Pencahayaan harus terang seperti siang hari di ruang terbuka dengan cahaya alami yang bersih. Hindari pencahayaan hangat, kuning, oranye, golden hour, atau nuansa sunset. Gunakan tone warna yang cerah, netral, dan sedikit sejuk dengan warna hijau pepohonan tetap natural. Bayangan lembut dan tidak terlalu pekat. Jangan memberikan efek estetika tambahan, filter sinematik, glow, HDR berlebihan, skin smoothing, atau tampilan seperti hasil edit AI. Foto harus terasa seperti momen spontan yang tertangkap ketika kedua orang sedang berolahraga santai di taman.
Gambar diambil seperti menggunakan kamera iPhone 14, kualitas resolusi agak rendah tidak terlalu HD, kontras rendah, bayangan lembut, tidak ada efek estetika tambahan, foto terlihat original tidak seperti di edit. Pastikan hasil akhir cerah, bersih, natural, dan tidak memiliki pencahayaan hangat ataupun kuning, rasio 3:4.
[25/8, 15.23] null: Buatkan gambar sesuai deskripsi yang saya berikan di bawah ini, gunakan wajah pria pada foto referensi yang saya berikan sebagai identitas untuk gambar ini, harus mirip 100% dengan foto wajah pria yang saya berikan di atas tanpa mengubah sedikit pun identitas, bentuk, proporsi, dan karakteristik wajah pria tersebut.
Buat sebuah foto vertikal seorang pria yang sedang duduk santai sendirian di sebuah kafe outdoor atau area tempat nongkrong terbuka pada siang hari. Pertahankan identitas pria dari foto referensi secara sangat akurat.
Pria duduk di sebuah kursi rotan atau kursi outdoor berwarna cokelat muda dengan posisi tubuh santai dan sedikit bersandar. Tubuhnya menghadap ke arah kamera tetapi bagian bahu dan torso sedikit berputar ke arah kanan gambar. Salah satu lengannya diletakkan santai di atas sandaran atau sisi kursi, sementara tangan lainnya diangkat ke area sekitar mulut dengan jari-jari memegang sebatang rokok secara natural. Posisi tangan, jari, pergelangan, siku, dan lengan harus terlihat anatomis serta tidak kaku.
Pria mengenakan kaus oversized berwarna putih polos dengan desain grafis kecil berwarna hitam di bagian dada kiri. Kaus memiliki potongan longgar dengan lengan pendek dan sedikit kerutan natural pada kain akibat posisi duduk. Ia menggunakan kalung tipis berwarna perak dengan liontin kecil yang menggantung di bagian tengah dada. Pada salah satu pergelangan tangan terdapat gelang tipis berwarna hitam. Pria juga mengenakan celana pendek berwarna gelap.
Pria memakai topi kasual berwarna putih dengan bagian depan memiliki tulisan atau grafis berwarna biru. Jangan mengubah bentuk pakaian dan aksesori utama dari referensi. Pertahankan detail material kain, lipatan kaus, posisi kalung, gelang, serta aksesori lainnya secara natural.
Pose harus terasa santai dan spontan. Pria terlihat sedang menikmati waktu duduk di kafe sambil memegang rokok. Salah satu kaki berada lebih maju dan terlihat di sisi kanan bawah frame dengan lutut tertekuk. Posisi kedua kaki tidak harus simetris. Jangan membuat pose seperti model profesional. Pertahankan kesan seseorang yang sedang duduk santai dan kebetulan difoto.
Di depan pria terdapat meja kayu berwarna cokelat muda dengan permukaan yang cukup luas. Di atas meja terdapat sebuah botol kecil berwarna gelap di bagian tengah bawah frame, sebuah benda atau bungkus rokok memanjang di sisi kiri depan, serta sebuah ponsel yang diletakkan dekat tangan kiri pria. Barang-barang di atas meja harus tetap terlihat natural dan memiliki perspektif sesuai jaraknya dari kamera.
Latar belakang berupa area kafe outdoor dengan pagar atau pembatas berwarna abu-abu gelap. Di belakangnya terlihat area terbuka dengan hamparan tanaman hijau, pepohonan, dan beberapa bangunan yang cukup jauh. Terdapat tiang-tiang vertikal berwarna cokelat dan abu-abu di sekitar area teras. Di sisi kanan belakang terdapat kursi rotan lain yang kosong. Suasana tempat terasa terbuka, santai, dan berada di area dengan pemandangan luar ruangan.
Langit terlihat terang dengan warna biru muda dan awan putih lembut. Gunakan pencahayaan siang hari yang cerah dan natural. Cahaya harus terasa netral hingga sedikit dingin, jangan memberikan dominasi warna kuning, oranye, atau warm tone. Cahaya matahari mengenai pria dan meja secara lembut sehingga detail pakaian, tangan, kursi, dan benda di meja tetap terlihat jelas. Bayangan dibuat lembut dan tidak terlalu gelap.
Gunakan komposisi vertikal dengan framing dari sekitar bagian atas tubuh hingga kaki dan area meja di bagian depan tetap terlihat. Kamera berada di depan pria dengan posisi sedikit lebih rendah dari tinggi mata sehingga menghasilkan perspektif natural. Gunakan lensa wide-angle ringan karena foto memperlihatkan area meja dan lingkungan kafe yang cukup luas, tetapi jangan gunakan distorsi ekstrem atau efek fisheye. Buat kedalaman ruang natural dengan latar belakang sedikit lebih lembut daripada pria dan meja, tanpa bokeh berlebihan.
Pertahankan posisi pria, pose tangan saat memegang rokok, posisi kaki, pakaian, aksesori, meja, barang-barang di atas meja, kursi rotan, pagar, tanaman, tiang, langit, dan perspektif lingkungan sesuai deskripsi. Jangan membuat pria terlihat kaku, jangan mengubah pose menjadi berdiri, jangan menambahkan orang lain sebagai fokus utama, dan jangan membuat suasana seperti studio.
Gambar di ambil seperti menggunakan kamera iPhone 14, kualitas resolusi agak rendah tidak terlalu HD, kontras rendah, bayangan lembut, tidak ada efek estetika tambahan, pencahayaan siang hari cerah dan natural dengan warna netral hingga sedikit dingin, tidak ada dominasi cahaya kuning atau warm tone, foto terlihat original seperti hasil kamera ponsel langsung dan bukan hasil edit.
[26/8, 06.57] null: semalem ga update prompt bray, gue ketiduran ey sialan🙏😭
Prompt:
Buatkan gambar sesuai deskripsi yang saya berikan di bawah ini, gunakan wajah pria dan wanita dari foto referensi yang saya berikan di atas untuk gambar yang saya deskripsikan di bawah ini. Pertahankan kemiripan 100% dengan wajah pria dan wanita pada foto referensi tanpa mengubah sedikit pun identitas, karakteristik, proporsi, atau ciri khas wajah keduanya.
Tampilkan seorang pria dan seorang wanita berdiri bersama di dalam sebuah arena olahraga indoor, tepat di samping sebuah pilar beton besar. Komposisi foto vertikal dan kedua orang menjadi fokus utama dengan posisi tubuh terlihat hampir seluruhnya.
Pria berada di sisi kiri gambar, berdiri bersandar santai pada pilar beton besar di belakangnya. Tubuhnya sedikit miring tetapi tetap menghadap ke arah kamera. Salah satu tangannya berada di belakang tubuh atau menyentuh bagian belakang area pinggang, sementara tangan lainnya turun di samping tubuh dengan posisi rileks. Kedua kakinya berada di depan pilar, dengan salah satu kaki sedikit menyilang ke arah kaki lainnya sehingga menghasilkan pose santai dan playful. Bahunya rileks dan tubuh tidak dibuat tegak kaku.
Pria mengenakan satu set pakaian olahraga berwarna merah terang. Atasannya berupa jersey olahraga lengan pendek dengan kerah model polo berwarna hitam, dihiasi garis putih pada bagian kerah dan ujung lengan. Permukaan jersey memiliki pola geometris berulang yang sangat halus. Pada bagian dada terdapat beberapa logo dan tulisan olahraga, sementara bagian tengah bawah terdapat tulisan besar berwarna putih. Gunakan celana pendek olahraga berwarna merah dengan pola yang sama seperti jersey, detail garis hitam-putih pada bagian bawah, serta angka besar berwarna putih di bagian depan celana. Pastikan seluruh pakaian olahraga terlihat menyatu sebagai satu set seragam.
Wanita berada di sisi kanan pria dan berdiri sangat dekat dengannya. Tubuh bagian atasnya sedikit condong ke arah pria sehingga bahunya hampir bersentuhan dengan bahu pria. Salah satu tangannya berada di depan tubuh dengan telapak dan jari mengarah ke pria seperti sedang membuat gestur menunjuk atau memperkenalkan pria di sebelahnya. Lengan lainnya terangkat ke arah kanan atas gambar dengan siku sedikit menekuk, seperti sedang melakukan gestur playful atau menunjuk sesuatu di belakangnya.
Wanita melakukan pose kaki yang sangat khas dan playful: salah satu kaki menjadi tumpuan utama, sedangkan kaki lainnya diangkat dan ditekuk ke belakang dengan lutut menekuk, sehingga bagian bawah kaki membentuk sudut yang jelas dan sepatu terangkat dari lantai. Pertahankan posisi kaki terangkat tersebut secara natural, jangan membuat kedua kaki berdiri di lantai. Tubuhnya sedikit condong dan pose keseluruhan terlihat seperti gaya bercanda saat berfoto bersama, bukan pose formal.
Wanita mengenakan hijab segi empat longgar berwarna abu-abu muda, atasan kasual berlengan panjang berwarna biru keabu-abuan dengan potongan agak longgar. Bagian depan memiliki beberapa kancing kecil berwarna terang dan kerah sederhana. Lengannya terlihat longgar mengikuti gerakan kedua tangannya. Ia mengenakan celana panjang denim biru muda dengan potongan longgar dan sedikit berlipat pada bagian bawah. Gunakan sepatu kasual berwarna putih yang terlihat pada kaki yang menjadi tumpuan, sementara sepatu pada kaki yang diangkat mengikuti posisi kaki tersebut secara natural.
Pertahankan jarak dan hubungan fisik kedua orang: wanita berdiri sangat dekat di sebelah kanan pria, bagian bahu dan tubuh atas wanita sedikit bersandar atau condong ke arah pria, sedangkan pria tetap berada di sisi kiri dengan pilar beton tepat di belakangnya. Jangan menukar posisi mereka, jangan mengubah pose kaki wanita, dan jangan membuat pose menjadi simetris atau formal.
Lokasi berada di dalam bangunan arena olahraga indoor dengan lantai beton abu-abu. Di belakang mereka terdapat pilar beton besar berbentuk persegi panjang yang memenuhi bagian tengah atas frame, dengan permukaan kasar, sedikit noda, bekas cat putih yang terkelupas, dan tekstur beton yang terlihat jelas. Di sisi kanan terdapat pagar atau jaring pengaman olahraga berwarna gelap yang membentang dari lantai hingga bagian atas bangunan. Di balik jaring terlihat area olahraga indoor dengan garis-garis struktur bangunan dan cahaya dari lampu atau bukaan di bagian atas.
Di sisi kiri belakang terlihat area seperti tempat makan atau area fasilitas arena dengan meja, kursi, peralatan, beberapa papan atau dekorasi dinding, serta benda-benda kecil yang memberikan kesan bahwa tempat tersebut merupakan fasilitas olahraga yang sedang digunakan. Jangan membuat latar terlalu bersih atau terlalu modern; pertahankan karakter bangunan yang sederhana, industrial, dan sedikit kasar seperti pada foto referensi.
Gunakan framing vertikal full-body dengan kamera smartphone berada kira-kira setinggi dada hingga pinggang. Kamera mengarah langsung ke kedua orang dengan perspektif natural. Gunakan lensa wide-angle ringan karena frame memperlihatkan tubuh hampir seluruhnya sekaligus lingkungan arena yang luas, tetapi jangan menggunakan wide-angle ekstrem yang membuat tubuh atau kaki terdistorsi. Pertahankan proporsi tubuh yang natural, terutama kaki wanita yang sedang diangkat dan posisi tangan keduanya.
Ekspresi kedua orang harus terlihat playful, santai, dan spontan seperti sedang bercanda ketika difoto. Pria memberikan ekspresi lucu dan santai sambil menghadap kamera, sedangkan wanita memberikan ekspresi playful sambil melakukan gestur dengan kedua tangannya. Jangan membuat mereka terlihat kaku, terlalu serius, terlalu formal, atau seperti sedang melakukan pemotretan profesional. Pose tangan, kemiringan tubuh, posisi kaki, dan gestur harus mengikuti deskripsi secara presisi.
Pencahayaan berasal dari lampu dan cahaya ambient di dalam arena, tetapi hasil akhir harus dibuat cerah dan bersih. Gunakan white balance netral hingga sedikit dingin. Jangan gunakan pencahayaan warm, golden, kuning, oranye, sunset, atau efek cahaya dramatis. Warna merah jersey harus tetap terlihat merah natural, warna biru pakaian wanita tetap biru keabu-abuan, dan warna beton tetap abu-abu netral. Bayangan dibuat lembut dan tidak terlalu pekat.
Pertahankan detail lingkungan seperti tekstur lantai beton, pilar yang memiliki bekas cat, pagar jaring, struktur atap, dan fasilitas arena di latar belakang. Jangan menambahkan orang lain sebagai fokus utama, jangan mengubah lokasi menjadi lapangan outdoor, jangan mengganti pakaian, jangan menghilangkan gestur tangan, dan jangan mengubah pose kaki wanita.
Hindari efek cinematic, efek glow, filter kecantikan, HDR berlebihan, oversharpening, skin smoothing, background buatan, atau tampilan seperti gambar hasil AI. Foto harus terasa seperti dokumentasi spontan yang diambil menggunakan smartphone di dalam arena olahraga.
Gambar di ambil seperti menggunakan kamera iPhone 14, kualitas resolusi agak rendah tidak terlalu HD, kontras rendah, bayangan lembut, tidak ada efek estetika tambahan, foto terlihat original tidak seperti di edit. Hasil akhir harus cerah, natural, netral, dan sama sekali tidak memiliki pencahayaan hangat ataupun kuning.
[26/8, 15.31] null: Buatkan gambar sesuai deskripsi yang saya berikan di bawah ini, gunakan wajah wanita di atas untuk gambar yang saya deskripsikan di bawah ini, harus mirip 100% dengan foto wajah wanita yang saya berikan di atas tanpa merubah sedikitpun dari wajah wanita di atas.
Seorang wanita sedang mengambil foto mirror selfie menggunakan smartphone berwarna pink muda di dalam sebuah supermarket. Pertahankan identitas wanita dari foto referensi secara utuh tanpa mengubah karakter wajahnya.
Wanita berdiri menyamping sedikit menghadap cermin, dengan posisi tubuh rileks dan natural. Tubuh bagian atas sedikit condong ke arah cermin, sementara salah satu tangan terangkat memegang smartphone di depan bagian atas tubuh sehingga smartphone terlihat jelas menutupi sebagian area tubuh. Tangan lainnya berada di sisi tubuh dengan posisi rileks. Pose harus mengikuti referensi secara presisi, termasuk kemiringan tubuh, posisi bahu, arah lengan, posisi tangan saat menggenggam smartphone, dan proporsi tubuh dalam frame agar hasilnya tidak terlihat kaku.
Ekspresinya terlihat playful dan santai, dengan sedikit menjulurkan lidah secara natural saat mengambil foto, memberikan kesan spontan seperti mirror selfie sehari-hari. Jangan membuat ekspresi berlebihan atau terlihat seperti pose studio.
Wanita mengenakan hijab berwarna beige muda atau nude pink yang menutupi bagian kepala dan leher dengan susunan kain berlapis yang jatuh secara natural ke bagian dada. Ia memakai atasan lengan panjang berwarna beige muda dengan material lembut dan sedikit longgar, dipadukan dengan celana jeans berwarna biru muda dengan potongan santai. Di salah satu bahunya terdapat tas selempang kecil berwarna pink muda, dengan tali tas terlihat melintang secara natural. Pada bagian tas terdapat gantungan aksesori kecil berwarna kuning-oranye yang terlihat mencolok.
Smartphone yang digunakan untuk mirror selfie memiliki casing berwarna pink muda dan sedang digenggam dengan satu tangan. Pantulan smartphone dan tangan harus terlihat natural pada cermin, dengan detail posisi yang mengikuti foto referensi.
Lokasi berada di dalam lorong supermarket dengan rak pendingin panjang di sisi kanan. Rak tersebut dipenuhi berbagai botol air mineral dan minuman dalam jumlah banyak, tersusun rapat pada beberapa tingkat rak. Di bagian belakang dan sisi kiri terdapat area supermarket dengan rak produk makanan, berbagai barang dagangan, papan promosi, banner harga, serta dekorasi toko. Beberapa orang lain dapat terlihat samar di latar belakang supermarket, tetapi tidak menjadi fokus utama.
Gunakan komposisi mirror selfie vertikal dengan wanita menjadi objek utama dan berada di area tengah-kiri frame. Cermin berada di sisi kiri gambar, sedangkan deretan rak minuman memanjang jauh ke arah belakang di sisi kanan. Manfaatkan garis perspektif rak supermarket yang mengarah menuju bagian belakang untuk menciptakan kedalaman ruang.
Gunakan perspektif lensa wide-angle yang cukup jelas, mengikuti karakteristik foto referensi: lorong supermarket terlihat memanjang, garis rak tampak sedikit melebar dan mengalami distorsi perspektif ringan pada bagian tepi frame. Jangan menggunakan perspektif telephoto atau tampilan kamera portrait yang terlalu terkompresi.
Pertahankan sudut kamera dan framing seperti foto referensi, termasuk posisi cermin, jarak wanita terhadap cermin, jarak kamera terhadap tubuh, kemiringan smartphone, serta proporsi tubuh di dalam frame. Foto harus terasa seperti hasil mirror selfie spontan yang diambil sambil berbelanja, bukan foto fashion atau pemotretan profesional.
Pencahayaan supermarket harus terang, bersih, dan netral. Gunakan cahaya putih dari lampu fluorescent/LED supermarket yang menyebar merata. Jangan memberikan pencahayaan hangat, kekuningan, golden hour, atau warna oranye berlebihan. Warna pakaian, kulit, produk supermarket, dan lingkungan harus tetap terlihat natural dengan white balance netral dan area terang yang cukup.
Pertahankan detail lingkungan seperti pantulan cermin, rak pendingin kaca, botol-botol minuman, lantai supermarket, papan promosi, lampu plafon, serta perspektif lorong. Jangan menambahkan dekorasi yang tidak terdapat pada referensi. Jangan membuat hasil terlihat seperti foto studio, photoshoot, iklan produk, atau hasil manipulasi digital.
Gambar di ambil seperti menggunakan kamera iPhone 14, kualitas resolusi agak rendah tidak terlalu HD, kontras rendah, bayangan lembut, tidak ada efek estetika tambahan, foto terlihat original tidak seperti di edit.
[26/8, 16.26] null: Buatkan gambar sesuai deskripsi yang saya berikan di bawah ini, gunakan wajah pria di atas untuk gambar yang saya deskripsikan di bawah ini, harus mirip 100% dengan foto wajah pria yang saya berikan di atas tanpa merubah sedikitpun dari wajah pria di atas.
Seorang pria sedang duduk santai di sebuah sofa modern di dalam ruangan bergaya urban kontemporer. Pertahankan identitas pria dari foto referensi secara konsisten, termasuk proporsi dan ciri wajahnya, tanpa melakukan perubahan atau modifikasi pada wajah.
Pria duduk dengan posisi tubuh rileks dan sedikit bersandar pada sofa. Bagian torso menghadap ke arah kamera, tetapi bagian kepala diarahkan ke sisi kiri frame sehingga pandangan terlihat menyamping, seperti sedang memperhatikan sesuatu di luar kamera. Postur tubuh tidak tegak kaku; bahu berada dalam posisi santai dan sedikit turun.
Kedua tangan berada di area paha dan pangkuan. Salah satu tangan diletakkan di atas paha dengan jari-jari rileks, sementara tangan lainnya berada dekat pergelangan tangan yang sama sehingga kedua tangan terlihat berkumpul secara natural di bagian tengah tubuh. Jangan membuat tangan mengepal atau membentuk pose fashion yang disengaja. Posisi lengan mengikuti gravitasi secara natural.
Kedua kaki membentuk pose silang. Salah satu kaki berada di atas kaki lainnya dengan bagian pergelangan dan sepatu melewati sisi paha, sedangkan kaki yang lain memanjang turun ke arah depan hingga mendekati bagian bawah frame. Posisi kaki harus mengikuti referensi secara presisi, termasuk sudut lutut, arah telapak kaki, posisi pergelangan, dan jarak kaki terhadap sofa.
Pria mengenakan topi trucker cap berwarna hitam dengan aksen putih yang di pakai secara terbalik menampilkan sedikit rambutnya, kaus oversized berwarna putih dengan lengan pendek dan desain grafis besar pada bagian depan. Grafis berupa tulisan bergaya streetwear dengan kombinasi warna biru, merah, hitam, dan elemen bendera kecil pada bagian tengah bawah desain. Kaus memiliki potongan longgar sehingga kain terlihat jatuh natural di sekitar torso dan pinggang.
Ia mengenakan celana panjang berwarna hitam atau charcoal gelap dengan potongan sangat longgar dan wide-leg. Material celana terlihat cukup tebal dengan lipatan kain yang jelas pada bagian paha, lutut, dan sekitar pergelangan kaki. Salah satu ujung celana menutupi sebagian sepatu karena potongannya yang panjang dan lebar.
Pria menggunakan sepatu sneakers Adidas berwarna biru dengan garis tiga berwarna putih. Sepatu yang berada di kaki silang terlihat jelas dari samping, sementara sepatu pada kaki yang memanjang ke depan terlihat hampir menghadap kamera. Pertahankan ukuran, bentuk, posisi, dan arah kedua sepatu sesuai referensi.
Pria mengenakan aksesori berupa kalung tipis berwarna silver yang jatuh di atas kaus. Pada salah satu pergelangan tangan terdapat jam tangan berwarna silver atau metalik. Ia juga menggunakan backpack berwarna hitam yang dikenakan di kedua bahu, dengan kedua tali backpack terlihat jelas melewati bahu dan bagian depan kaus.
Gunakan komposisi full-body vertikal. Pria ditempatkan di area tengah frame dan seluruh tubuhnya terlihat mulai dari bagian atas tubuh hingga sepatu. Kamera berada sedikit lebih tinggi dari posisi duduk pria dan diarahkan ke bawah secara ringan sehingga bagian lantai, sofa, serta keseluruhan posisi kaki dapat terlihat.
Gunakan perspektif wide-angle ringan. Efek wide-angle harus terlihat dari ruang yang cukup luas di sekitar pria, sofa, lantai, dan furnitur di sisi kanan frame. Perspektif tetap natural dengan sedikit pelebaran pada area tepi frame, tetapi jangan membuat tubuh, tangan, atau kaki terlihat terdistorsi secara berlebihan. Jangan menggunakan efek telephoto atau portrait dengan background yang terlalu blur.
Lingkungan berupa ruangan indoor dengan konsep industrial-modern. Lantai menggunakan material beton atau semen berwarna abu-abu muda dengan tekstur dan pola alami. Di belakang pria terdapat sofa besar berwarna abu-abu muda dengan bentuk modular dan beberapa bagian sofa memiliki coretan grafiti berwarna pink yang terlihat seperti desain dekoratif urban. Sofa memiliki bantalan besar dan tekstur kain yang jelas.
Di sisi kanan belakang terdapat sofa atau kursi berwarna abu-abu gelap. Pada dinding belakang terdapat permukaan semen berwarna beige-abu-abu dengan tekstur kasar dan minimalis. Di bagian kanan atas terdapat sebuah karya seni atau poster besar dalam frame hitam yang menampilkan grafiti berwarna pink terang di atas latar gelap. Jangan menghilangkan elemen grafiti tersebut.
Di sisi kiri frame terdapat lampu berdiri dengan tiang logam tipis berwarna silver dan alas berbentuk bundar. Lampu tersebut berada di dekat sofa dan terlihat sebagian hingga bagian bawah frame. Pertahankan posisi lampu dan ukurannya terhadap pria.
Di bagian kanan bawah frame terdapat meja kecil atau meja bundar berwarna hitam yang hanya terlihat sebagian. Kaki meja berwarna hitam memanjang hingga ke lantai. Pertahankan keberadaan meja sebagai elemen foreground tanpa membuatnya menjadi objek utama.
Pertahankan seluruh perspektif ruangan, posisi sofa, meja, lampu, dinding, karya grafiti, serta lantai agar komposisinya menyerupai foto referensi. Jangan menambahkan dekorasi atau furnitur baru yang tidak diperlukan.
Pose pria harus dibuat sangat natural dan tidak kaku: tubuh sedikit bersandar, bahu rileks, tangan berada santai di pangkuan, kaki menyilang dengan satu kaki melintang di atas kaki lainnya, dan kaki yang lain memanjang ke depan. Arah pandangan tetap menyamping dan ekspresi terlihat tenang serta santai seperti seseorang yang sedang duduk menunggu atau beristirahat, bukan sedang melakukan pemotretan formal.
Pencahayaan harus cerah, bersih, dan netral. Gunakan pencahayaan indoor putih yang lembut dan merata, dengan detail pakaian dan lingkungan tetap terlihat jelas. Jangan menggunakan pencahayaan warm, kuning, orange, golden hour, atau tone kecokelatan. White balance harus netral sehingga kaus tetap putih bersih, celana tetap hitam, sofa tetap abu-abu, dan grafiti pink tetap memiliki warna yang jelas.
Pertahankan bayangan lembut di bawah sofa, kaki, meja, dan sepatu. Jangan menggunakan HDR berlebihan, glow, cinematic color grading, beauty filter, skin smoothing, atau efek estetika tambahan. Foto harus terasa seperti foto spontan yang diambil menggunakan smartphone di dalam sebuah ruangan, bukan foto studio atau hasil render digital.
Gambar di ambil sedikit lebih jauh dari pria yang sedang duduk tersebut, seperti menggunakan kamera iPhone 14, kualitas resolusi agak rendah tidak terlalu HD, kontras rendah, bayangan lembut, tidak ada efek estetika tambahan, foto terlihat original tidak seperti di edit, rasio 3:4.