Selasa, 22 September 2026

prompt B

1. Buatkan gambar sesuai deskripsi yang saya berikan di bawah ini, gunakan wajah pria dan wanita pada foto referensi di atas untuk gambar yang saya deskripsikan di bawah ini. Pertahankan identitas dan kemiripan wajah pria dan wanita 100% sama seperti foto referensi, tanpa mengubah bentuk, proporsi, karakter, atau detail wajah keduanya.

Buat foto selfie close-up vertikal yang menampilkan seorang wanita dan seorang pria berdiri sangat dekat berdampingan di luar ruangan pada malam hari. Keduanya berada sangat dekat dengan kamera sehingga framing terasa seperti selfie spontan menggunakan smartphone dengan jarak kamera pendek dan perspektif wide-angle. Komposisi memenuhi hampir seluruh frame dari bagian atas tubuh hingga area sekitar dada dan tangan.

Wanita berada di sisi kiri frame, tubuh menghadap kamera dengan posisi sedikit mendekat ke arah pria. Ia mengenakan hijab segi empat longgar berwarna cream muda, pakaian berwarna merah marun/burgundy dengan bagian lengan yang terlihat jelas, dipadukan dengan penutup tubuh berwarna hitam. Posturnya santai dan sedikit condong ke arah kamera. Salah satu tangannya diangkat sangat dekat ke kamera dan membentuk gestur peace sign/V sign, dengan dua jari terbuka membentuk huruf V. Karena tangan berada jauh lebih dekat dengan kamera dibandingkan tubuh, tangan tersebut terlihat sangat besar akibat perspektif wide-angle. Pergelangan tangannya menggunakan aksesori berupa jam tangan berwarna silver dengan strap dan detail metalik yang terlihat jelas. Gestur tangannya dibuat santai, playful, dan natural seperti sedang mengambil selfie bersama teman.

Pria berada di sisi kanan frame dan berdiri sangat dekat dengan wanita. Ia mengenakan pakaian dominan hitam serta aksesori gelang/rantai tipis berwarna silver pada salah satu pergelangan tangan. Salah satu tangannya dinaikkan ke area bawah wajah dan membentuk pose tangan yang menopang atau membingkai bagian rahang, dengan ibu jari berada di bawah dan jari-jari lainnya mengarah ke sisi wajah. Tangannya juga cukup dekat dengan kamera sehingga ukurannya terlihat besar dan perspektifnya terasa kuat. Pose pria dibuat santai, playful, sedikit jahil, dan percaya diri, seolah sedang bercanda saat melakukan selfie bersama.

Keduanya memiliki jarak tubuh yang sangat rapat dan terlihat akrab. Jangan membuat pose terlalu formal atau simetris. Pertahankan gestur tangan, arah tubuh, jarak antar karakter, posisi bahu, posisi lengan, dan proporsi tubuh seperti referensi sehingga hasil akhirnya terasa seperti foto selfie spontan, bukan foto studio. Ekspresi keduanya harus terlihat santai, playful, dan natural, dengan suasana bercanda bersama.

Di bagian atas frame terlihat aksesori topi berwarna cokelat tua yang dikenakan oleh pria, memiliki bentuk western/cowboy dengan crown tinggi dan brim lebar. Terdapat pita/band berwarna lebih gelap mengelilingi bagian bawah crown dengan beberapa detail bulat kecil berwarna abu-abu. Topi tersebut berada cukup dekat dengan kamera dan sebagian besar area atas frame sehingga menjadi elemen visual yang dominan.

Latar belakang berupa area luar ruangan pada malam hari dengan tanaman hijau yang cukup lebat di belakang kedua orang tersebut. Daun dan semak terlihat berada dalam kondisi pencahayaan malam, sementara karakter utama mendapatkan pencahayaan langsung dari sumber cahaya kamera atau lampu smartphone. Background dibuat sedikit lebih gelap daripada karakter, tetapi tetap terlihat jelas dan tidak sepenuhnya hitam.

Gunakan framing selfie smartphone vertikal 9:16, perspektif wide-angle dengan distorsi perspektif alami pada tangan dan objek yang berada sangat dekat dengan kamera. Kamera berada sedikit di bawah atau sejajar dengan area mata, diarahkan langsung ke kedua orang tersebut. Jangan membuat komposisi seperti portrait profesional. Pertahankan kesan foto spontan, dekat, sedikit imperfect, dan natural seperti hasil kamera smartphone yang langsung digunakan untuk selfie.

Pencahayaan harus cerah dan netral, tidak boleh memiliki tone hangat, kekuningan, orange, atau golden. Gunakan white balance netral dengan warna kulit dan pakaian tetap natural. Cahaya utama cukup terang pada kedua karakter, dengan bayangan lembut dan sedikit fall-off ke background. Hindari dramatic lighting, cinematic lighting, glow, bloom, HDR berlebihan, skin smoothing, beauty filter, efek AI, atau efek estetika tambahan.

Pertahankan detail pakaian, warna, aksesori, gestur tangan, posisi tubuh, jarak kamera, komposisi, perspektif wide-angle, serta suasana selfie spontan secara konsisten. Jangan menambahkan orang lain, jangan mengubah jumlah karakter, jangan mengubah pakaian, jangan menghilangkan aksesori, dan jangan membuat pose menjadi kaku atau seperti pemotretan profesional.

Gambar di ambil seperti menggunakan kamera iPhone 14, kualitas resolusi agak rendah tidak terlalu HD, kontras rendah, bayangan lembut, tidak ada efek estetika tambahan, foto terlihat original tidak seperti di edit.

2. Buatkan gambar sesuai deskripsi yang saya berikan di bawah ini, gunakan wajah pria dan wanita di atas untuk gambar yang saya deskripsikan di bawah ini, harus sangat mirip dengan foto wajah pria dan wanita yang saya berikan di atas tanpa mengubah identitas, karakteristik, proporsi, maupun ciri khas wajah masing-masing. Jangan mengganti pria atau wanita dengan orang lain dan jangan membuat wajah generik.

Buat sebuah foto realistis bergaya snapshot/candid yang memperlihatkan seorang pria dan seorang wanita sedang berdiri berdampingan di dalam sebuah toko merchandise atau toko lifestyle yang penuh dengan berbagai produk karakter lucu.

Gunakan komposisi vertikal dengan rasio sekitar 9:16. Kamera berada di depan kedua orang tersebut pada jarak beberapa meter, menggunakan perspektif wide angle ringan khas kamera smartphone sehingga kedua orang dapat terlihat hampir dari bagian kepala hingga kaki sekaligus memperlihatkan rak-rak toko yang memenuhi latar belakang. Jangan gunakan wide-angle ekstrem yang menyebabkan tubuh atau objek di tepi frame terlihat melengkung.

Pria berdiri di sisi kiri gambar. Tubuh pria menghadap sedikit menyerong ke arah wanita, sementara posisi tubuh bagian atas tetap terlihat jelas dari arah kamera. Posturnya santai dan natural, wajahnya menghadap ke arah ponsel yang berada di tangan wanita (tidak langsung ke kamera).

Kedua lengan pria disilangkan di depan dada. Lengan bagian bawah dan tangan berada di sekitar area siku/lengan satunya, membentuk pose menyilangkan tangan yang santai. Satu siku sedikit menonjol ke arah samping, sementara siku lainnya berada lebih dekat dengan tubuh. Pastikan posisi kedua lengan terlihat anatomis dan tidak kaku.

Pria mengenakan kaus oversized berwarna cokelat tua atau dark brown dengan lengan pendek. Potongan kaus terlihat longgar, sederhana, dan jatuh natural mengikuti tubuh. Di sekitar leher terlihat sebuah kalung tipis berwarna silver. Jangan menambahkan aksesori lain yang tidak diperlukan.

Pria mengenakan celana panjang berwarna abu-abu dengan potongan longgar atau relaxed fit. Celana jatuh lurus dari pinggang hingga pergelangan kaki dan memiliki tampilan kasual. Pada area depan pinggang terdapat gantungan kunci atau aksesori kecil yang tergantung dari belt loop, dengan beberapa bentuk kunci kecil dan gantungan berwarna berbeda. Detail gantungan tersebut harus terlihat natural dan menggantung ke bawah.

Pria menggunakan sneakers kasual berwarna dominan putih dengan detail abu-abu atau warna lembut. Sepatu terlihat sebagian di bagian bawah frame.

Wanita berdiri di sisi kanan gambar, sangat dekat dengan pria sehingga keduanya terlihat seperti sedang berfoto bersama. Tubuh wanita menghadap ke kamera dengan posisi yang santai.

Wanita mengangkat salah satu tangannya ke depan area wajah sambil memegang smartphone secara vertikal. Smartphone digunakan seperti sedang mengambil mirror selfie atau foto menggunakan kamera depan. Posisi smartphone berada di depan bagian wajah dan menutupi sebagian area tersebut. Smartphone menggunakan casing bermotif karakter atau ilustrasi dengan dominasi warna pink/cokelat muda.

Tangan wanita yang memegang smartphone berada cukup dekat dengan pria, sementara siku ditekuk secara natural. Jari-jari menggenggam sisi smartphone dengan posisi realistis.

Tangan wanita yang lain berada di bagian depan tubuh dan memegang sebuah botol minum berwarna pink terang. Botol berbentuk tinggi dan ramping, memiliki tutup berwarna pink serta sedotan atau bagian minum yang terlihat di bagian atas. Posisi botol berada di depan dada hingga area perut wanita.

Wanita mengenakan hijab pashmina longgar berwarna coklat khas hijab style outfit Gen-z. Bagian dalam berupa dress panjang berwarna kuning muda atau pale yellow dengan potongan longgar. Dress memiliki bagian atas sederhana dan rok panjang yang melebar secara natural hingga mendekati lantai. Material terlihat ringan, sedikit bertekstur, dan memiliki lipatan kain natural.

Di atas dress terdapat outer atau cardigan berwarna cokelat tua dengan lengan panjang. Cardigan terbuka di bagian depan sehingga dress kuning terlihat jelas. Lengan cardigan mengikuti bentuk lengan secara natural dan tidak terlalu ketat.

Wanita membawa tas kecil berwarna hitam atau dark brown yang tergantung di salah satu sisi tubuh. Tali tas melewati area bahu dan sisi badan, dengan tas berada di sekitar pinggang hingga bagian samping tubuh.

Pastikan kedua orang berdiri dengan jarak yang sangat dekat tetapi tetap terlihat natural. Pria sedikit lebih tinggi daripada wanita. Jangan membuat keduanya terlalu berjauhan. Posisi tubuh dan kaki tetap rileks seperti orang yang sedang mengambil foto spontan di dalam toko.

Ekspresi dan gestur keseluruhan harus terasa santai dan natural seperti sedang mengabadikan momen bersama ketika berbelanja. Jangan membuat pose seperti pemotretan studio atau fashion editorial. Jangan membuat tubuh terlalu tegak. Pertahankan sedikit ketidaksempurnaan khas foto candid smartphone.

Latar belakang adalah interior toko yang penuh dengan rak display dari lantai hingga hampir mencapai plafon. Rak-rak tersusun horizontal dan dipenuhi berbagai merchandise karakter lucu.

Di sisi kiri dan belakang pria terdapat beberapa rak yang menampilkan kotak-kotak merchandise dengan desain karakter bergaya kartun. Banyak produk dikemas dalam kotak dengan dominasi warna putih, pink, merah muda, ungu, dan warna pastel. Beberapa kotak memiliki ilustrasi karakter berwarna gelap dengan aksen pink.

Di bagian tengah dan kanan belakang terdapat rak kaca atau rak terbuka yang berisi berbagai macam tumbler, botol minum, gelas plastik, mug, dan wadah minuman. Produk-produk tersebut disusun dalam beberapa baris horizontal berdasarkan jenis dan warna.

Terlihat beberapa tumbler transparan berisi dekorasi atau ornamen kecil, beberapa tumbler biru transparan, botol putih dan biru muda, serta berbagai wadah minuman berwarna pastel. Produk ditata rapih tetapi jumlahnya sangat banyak sehingga rak terlihat penuh.

Beberapa rak bagian bawah menampilkan kipas mini portable, botol minum, pouch, kotak karakter, tempat penyimpanan, dan merchandise kecil lainnya. Gunakan banyak variasi warna pastel seperti pink, biru muda, putih, krem, ungu, hijau muda, dan cokelat muda.

Di bagian paling kanan frame terdapat panel dekoratif besar berbentuk karakter atau ornamen toko dengan warna dominan pink pastel dan putih. Bentuknya memiliki lengkungan besar serta detail dekoratif seperti cloud/flower/character signage. Panel tersebut sebagian terpotong oleh sisi frame sehingga memberikan kesan kamera benar-benar mengambil foto di dalam ruang toko.

Rak-rak toko memenuhi hampir seluruh latar belakang sehingga tidak ada area dinding kosong yang besar. Produk harus tersusun dalam baris-baris yang jelas dan menciptakan depth yang realistis.

Gunakan pencahayaan interior toko yang cukup terang dan merata. Hindari pencahayaan warm berlebihan, kuning, oranye, atau golden tone. Gunakan pencahayaan putih netral dan sedikit dingin seperti lampu LED indoor. Warna pakaian harus tetap akurat: kaus pria tetap dark brown, celana abu-abu, outer wanita tetap cokelat, dress tetap pale yellow, dan botol tetap pink.

Jangan membuat cahaya terlalu dramatis. Tidak ada cinematic lighting, dramatic rim light, glow berlebihan, lens flare, atau efek estetika tambahan.

Gunakan depth of field smartphone yang natural. Kedua orang harus tetap menjadi elemen paling jelas dalam gambar, sementara rak-rak di belakang tetap cukup tajam untuk memperlihatkan detail produk. Jangan membuat background terlalu blur karena rak dan merchandise merupakan bagian penting dari komposisi.

Pastikan anatomi tubuh pria dan wanita realistis. Jumlah jari harus benar, tangan tidak boleh menyatu, tidak boleh ada jari tambahan, smartphone harus berada di posisi genggaman yang benar, botol harus digenggam secara natural, dan kedua tubuh tidak boleh saling menyatu secara aneh.

Pastikan pakaian memiliki lipatan kain yang realistis. Dress wanita harus jatuh secara natural hingga bagian bawah frame, celana pria memiliki lipatan sesuai posisi berdiri, dan semua tali tas serta aksesori mengikuti gravitasi secara realistis.

Pertahankan identitas pria dan wanita berdasarkan foto referensi yang diberikan. Jangan mengganti orang, jangan mengubah karakteristik wajah, jangan membuat wajah generik, dan jangan menciptakan karakter baru. Foto referensi hanya digunakan untuk mempertahankan identitas kedua orang, sedangkan deskripsi ini menentukan pose, pakaian, lingkungan, properti, komposisi, dan pencahayaan.

Gambar diambil seperti menggunakan kamera iPhone 14, kualitas resolusi agak rendah tidak terlalu HD, kontras rendah, bayangan lembut, tidak ada efek estetika tambahan, foto terlihat original tidak seperti di edit. Gunakan pencahayaan yang cerah, netral, dan sedikit dingin. Hindari seluruh pencahayaan warm, kuning, oranye, atau golden. Hasil akhir harus terlihat seperti foto smartphone asli yang diambil secara spontan di dalam toko, bukan foto studio, bukan render 3D, bukan ilustrasi, bukan lukisan, dan bukan hasil edit berlebihan.

3. Buatkan gambar sesuai deskripsi yang saya berikan di bawah ini, gunakan wajah pria di atas untuk gambar yang saya deskripsikan di bawah ini, harus sangat mirip dengan foto wajah pria yang saya berikan di atas dan pertahankan identitas serta karakteristik wajah pria dari foto referensi tanpa mengubah bentuk wajah, proporsi wajah, atau ciri khas identitasnya.

Buat sebuah poster fotografi editorial bertema eksplorasi alam dengan format vertikal 9:16. Komposisi utama menampilkan seorang pria berdiri sendirian di sebuah jalur atau dek kayu di kawasan wisata air terjun alami.

Pria berdiri di bagian tengah gambar, sedikit bergeser ke kanan dari pusat komposisi. Tubuhnya menghadap agak menyerong ke arah kiri kamera. Posturnya santai dan sedikit membungkuk ke depan secara natural. Kedua kaki berdiri dengan jarak yang tidak terlalu lebar di atas permukaan dek kayu, dengan salah satu kaki sedikit lebih maju dibandingkan kaki lainnya. Jangan membuat pose terlalu tegak atau seperti sedang melakukan pemotretan fashion formal.

Wajahnya sedikit menunduk dengan sebatag rokok tergantung di bibirnya, kedua tangan pria berada di depan area depan mulut. Tangan kanan memegang korek api gas seolah akan menyalakan, sementara tangan kiri berada di depan korek tersebut seolah menutupi api dengan telapak tangan agar tidak terkena angin, menyerupai gestur sedang menyalakan rokok, atau menikmati suasana alam. Siku berada dekat dengan sisi tubuh. Posisi kedua lengan membentuk gestur yang rileks dan natural. Pastikan bentuk tangan, jumlah jari, posisi jari, siku, pergelangan tangan, dan proporsi lengan terlihat realistis.

Pria mengenakan kaus atau T-shirt oversized berwarna hitam polos dengan lengan pendek dan potongan longgar. Di bagian depan tubuh terdapat sling bag berwarna hitam atau abu-abu gelap yang dikenakan menyilang melalui bahu dan dada. Tas berada di bagian depan area pinggang hingga perut, dengan bentuk compact dan tali tas terlihat jelas melintang di tubuh.

Pria mengenakan celana panjang jeans berwarna abu-abu gelap dengan potongan longgar atau relaxed fit. Celana terlihat sedikit oversized, jatuh natural hingga mendekati pergelangan kaki. Sepatu berupa sneakers kasual dengan kombinasi warna putih, abu-abu, dan sedikit aksen warna hangat yang sangat halus. Sepatu terlihat jelas pada bagian bawah frame dan berdiri di atas permukaan dek kayu yang basah.

Lokasi berada di area air terjun atau curug yang dikelilingi hutan hijau lebat. Di sisi kiri dan belakang gambar terdapat aliran air terjun yang mengalir deras dari tebing batu gelap. Air terlihat putih dan berkabut akibat gerakan air, kemudian mengalir menjadi sungai atau kolam di bagian bawah. Batu-batu besar berwarna gelap dan basah terlihat di sekitar aliran air.

Latar belakang didominasi dinding batu alami yang tertutup lumut, tanaman hijau, semak, serta pepohonan yang sangat rimbun. Vegetasi terlihat padat dan alami, menciptakan suasana hutan tropis yang lembap. Warna lingkungan didominasi hijau tua, hijau lumut, abu-abu batu, dan warna gelap alami.

Di depan area air terjun terdapat pagar pengaman sederhana dengan tiang-tiang vertikal berwarna hitam atau cokelat gelap serta beberapa tali atau batang horizontal berwarna abu-abu muda. Pagar mengikuti jalur dek dan membentuk garis perspektif diagonal dari sisi kiri bawah menuju area belakang pria.

Permukaan tempat pria berdiri berupa dek kayu atau papan kayu outdoor yang memanjang secara diagonal dari bagian bawah gambar menuju latar belakang. Kayu terlihat tua, gelap, lembap, dan memiliki tekstur yang jelas. Beberapa bagian permukaan kayu tampak basah sehingga menghasilkan sedikit pantulan cahaya natural. Susunan papan kayu harus terlihat realistis dengan garis-garis papan mengikuti perspektif kamera.

Komposisi fotografi menggunakan sudut pandang eye-level hingga sedikit rendah, dengan kamera berada beberapa meter di depan pria. Gunakan perspektif wide-angle ringan agar lingkungan air terjun, hutan, pagar, dan dek kayu dapat masuk ke dalam frame secara luas. Efek wide-angle harus terlihat natural dan tidak menyebabkan tubuh pria menjadi terdistorsi.

Pria menjadi elemen manusia utama sekaligus focal point, tetapi lingkungan alam tetap mendapatkan porsi visual yang besar. Jangan melakukan close-up. Tampilkan tubuh pria dari bagian atas hingga sepatu secara utuh. Berikan ruang cukup di bagian atas untuk area pepohonan dan elemen tipografi poster, serta ruang di bagian bawah untuk elemen desain tambahan.

Nuansa foto harus terasa seperti dokumentasi perjalanan atau kampanye eksplorasi alam yang dibuat menggunakan smartphone, bukan foto studio. Pose pria harus terasa spontan, santai, sedikit kontemplatif, dan tidak kaku. Jangan membuat tangan menggantung, jangan membuat kaki terlalu simetris, dan jangan membuat tubuh berdiri seperti manekin, tambahkan detail kecil seperti orang orang yang sedang bermain atau berfoto di area air terjun tersebut.

Buat desain poster editorial di atas foto dengan tata letak modern dan minimalis. Pada bagian paling atas terdapat navigasi kecil horizontal dengan tulisan:
"HOME" di sisi kiri,
"PIC" di sebelahnya,
"VID" di bagian tengah,
"NEWS" setelahnya,
dan "ABAUT" di sisi kanan.
Gunakan huruf kapital kecil berwarna putih atau abu-abu terang dengan jarak antarhuruf yang cukup lega.

Di bagian atas-tengah gambar, tepat di belakang dan mengelilingi area pria, terdapat judul besar bertuliskan:
"THE BEAUTY OF"
kemudian tulisan utama sangat besar:
"CURUG"
dan di bawahnya:
"SAWER"

Judul utama menggunakan tipografi sans-serif bold, kapital, berukuran sangat besar, berwarna putih. Sebagian tulisan boleh berada di belakang tubuh pria sehingga pria terlihat berada di antara elemen tipografi dan latar belakang. Pastikan teks tetap terbaca tetapi tidak menutupi seluruh tubuh pria.

Di bawah judul utama, pada sisi kiri terdapat tulisan kecil:
"Shot on"
dan tepat di bawahnya:
"iPhone 13"
dengan tipografi putih sederhana.

Pada sisi kanan area yang sama terdapat tulisan:
"Typografi with"
dan di bawahnya:
"CorelDraw"
dengan ukuran kecil berwarna putih.

Di bagian bawah-tengah gambar, tambahkan sebuah elemen berbentuk tombol atau outline pill horizontal dengan garis putih tipis dan sudut sangat membulat. Di dalamnya terdapat tulisan:
"TENTANG CURUG SAWER"
berwarna putih dengan ukuran kecil dan tipografi bersih.

Di bawah tombol tersebut terdapat panel informasi besar berbentuk persegi panjang dengan sudut membulat. Panel memiliki latar semi-transparan gelap dengan efek sedikit buram/translucent sehingga foto alam di belakangnya masih samar-samar terlihat. Panel ditempatkan di bagian bawah-tengah dan tidak terlalu menutupi kaki pria.

Di dalam panel tersebut terdapat paragraf teks berbahasa Indonesia dengan warna putih/abu-abu terang, tersusun rapi dan rata tengah:
"Sejarah Curug Sawer Sukabumi erat kaitannya dengan mitos dan legenda lokal yang berkembang di masyarakat, terutama terkait dengan tradisi 'nyawer' melempar uang/beras saat pernikahan dan ritual permintaan berkah oleh orang sakti yang bertapa di sana"

Di bagian kiri bawah terdapat elemen dekoratif berupa garis vertikal tipis berwarna merah. Di sebelah kanannya terdapat tulisan:
"EXPLORE"
dengan huruf kapital berwarna putih,
dan tepat di bawahnya:
"the nature"
dengan ukuran lebih kecil.

Di bagian kanan bawah terdapat tulisan kecil:
"Archived by"
dan di bawahnya:
"Syarif"
dengan warna putih atau abu-abu terang.

Pastikan seluruh elemen tipografi terasa menyatu dengan foto dan tidak terlihat seperti tempelan digital yang terlalu mencolok. Gunakan hierarchy tipografi yang jelas: judul "CURUG SAWER" menjadi elemen terbesar, kemudian informasi pendukung dan navigasi dibuat jauh lebih kecil.

Gunakan pencahayaan outdoor yang terang tetapi tetap natural seperti kondisi siang hari yang agak mendung atau cahaya matahari yang terdifusi oleh pepohonan. Jangan gunakan pencahayaan warm, golden hour, oranye, kuning, atau lampu kekuningan. Warna harus cenderung netral dan sedikit dingin, dengan hijau pepohonan tetap terlihat natural, air terlihat putih kebiruan, dan batu terlihat abu-abu gelap.

Tambahkan sedikit kabut alami dari percikan air terjun di sekitar area air, tetapi jangan membuat seluruh gambar berkabut. Air terjun harus terlihat memiliki gerakan natural dengan sedikit motion blur pada aliran air, sementara pria dan struktur utama tetap relatif tajam.

Pertahankan tekstur fotografi yang realistis: tekstur kayu basah, batu lembap, lumut, dedaunan, air mengalir, kain kaus, jeans, tas, dan sneakers harus terlihat natural. Hindari kulit atau pakaian yang terlalu halus seperti hasil render AI.

Jangan menambahkan orang lain sebagai karakter utama. Jika terdapat pengunjung yang sangat jauh di latar belakang, buat hanya sebagai elemen lingkungan yang sangat kecil dan tidak mengganggu fokus utama.

Pertahankan identitas pria berdasarkan foto referensi yang diberikan. Jangan mengganti orang, jangan mengubah karakteristik wajah, jangan membuat wajah generik, dan jangan membuat karakter baru. Gunakan foto referensi sebagai acuan identitas utama, sedangkan deskripsi ini hanya menentukan pose, pakaian, lingkungan, komposisi, dan desain poster.

Gambar diambil dari samping pria tersebut, seperti menggunakan kamera iPhone 14, kualitas resolusi agak rendah tidak terlalu HD, kontras rendah, bayangan lembut, tidak ada efek estetika tambahan, foto terlihat original tidak seperti di edit.


4. Buatkan gambar sesuai deskripsi yang saya berikan di bawah ini, gunakan wajah wanita di atas untuk gambar yang saya deskripsikan di bawah ini. Pertahankan identitas wanita dari foto referensi semaksimal mungkin, dengan kemiripan wajah yang sangat tinggi dan jangan melakukan perubahan, penggantian, atau modifikasi terhadap karakteristik wajah wanita pada foto referensi.

Seorang wanita sedang duduk santai di area balkon atau teras lantai atas sebuah tempat makan pada malam hari. Komposisi foto menggunakan orientasi vertikal dan menampilkan wanita sebagai fokus utama gambar, dengan lingkungan sekitar tetap terlihat cukup luas.

Wanita duduk di sebuah kursi di dekat meja kecil berbentuk bundar. Posisi tubuhnya sedikit menyamping terhadap kamera, tetapi bagian tubuh bagian atas tetap mengarah ke kamera. Kedua kaki berada dalam posisi duduk yang santai dan natural. Tubuh terlihat rileks, tidak terlalu tegak dan tidak dibuat seperti pose formal.

Salah satu tangan wanita berada di bagian depan tubuh dekat paha atau lutut, dengan tangan lainnya berada secara natural di sekitar bagian depan tubuh. Jari-jari tangan terlihat dalam posisi santai dan tidak dibuat kaku. Posisi kedua lengan mengikuti bentuk tubuh secara natural. Pastikan anatomi tangan, lengan, bahu, siku, dan posisi duduk terlihat realistis.

Wanita mengenakan pakaian bernuansa pastel yang lembut. Bagian atas berupa kemeja atau blouse lengan panjang berwarna pink muda dengan material ringan dan sedikit bertekstur. Kemeja memiliki tampilan santai namun tetap rapi. Bagian bawah menggunakan celana panjang berwarna putih dengan potongan longgar dan nyaman.

Wanita mengenakan hijab berwarna peach atau pink pastel yang membungkus area kepala dan leher dengan rapi. Jangan mengubah bentuk maupun karakteristik kepala dan wajah dari foto referensi.

Di salah satu bahu wanita terdapat tas berukuran cukup besar berwarna kombinasi beige dan cokelat muda. Tas berada menggantung di sisi tubuh, dengan tali tas melewati bahu dan bagian badan tas terlihat jelas di samping pinggang hingga area paha. Tas memiliki bentuk agak lebar dan material yang tampak kokoh tetapi tetap natural. Jangan membuat tas terlalu kecil atau terlalu besar dibandingkan proporsi tubuh.

Di atas meja bundar di samping wanita terdapat sebuah tas kecil berwarna krem atau beige dengan bentuk compact, sebuah smartphone berwarna gelap yang diletakkan mendatar di dekat tas, serta sebuah botol air mineral transparan berisi air. Meja memiliki permukaan kayu berwarna cokelat muda. Kursi dan meja terlihat seperti furnitur tempat makan outdoor atau rooftop cafe.

Latar belakang menunjukkan pemandangan kawasan perkotaan atau area publik pada malam hari. Terlihat banyak lampu jalan berwarna putih kebiruan, pepohonan, area terbuka, beberapa struktur bangunan atau fasilitas publik, serta aktivitas lingkungan yang samar di kejauhan. Lampu-lampu di latar belakang membentuk titik-titik cahaya kecil yang natural akibat jarak kamera.

Bagian belakang wanita memiliki pagar balkon berwarna hitam atau sangat gelap dengan struktur horizontal dan vertikal. Area tersebut terlihat seperti balkon lantai atas sebuah restoran atau cafe. Di bagian atas gambar terdapat struktur atap transparan atau semi-transparan berwarna putih dengan rangka besi hitam yang membentuk pola geometris. Beberapa lampu plafon berbentuk lampu bulat terlihat terpasang pada rangka atap.

Pertahankan perspektif foto seperti seseorang sedang mengambil foto secara langsung dari posisi duduk atau berdiri tidak jauh dari wanita. Kamera berada kurang lebih sejajar dengan area dada hingga sedikit lebih tinggi dari posisi duduk wanita. Wanita menjadi pusat perhatian tetapi tidak memenuhi seluruh frame, sehingga bagian meja, pagar balkon, atap, dan pemandangan malam tetap masuk ke dalam komposisi.

Gunakan framing vertikal dengan wanita berada sedikit di bagian tengah-bawah frame. Sisakan cukup ruang di bagian atas untuk memperlihatkan struktur atap dan lampu, serta cukup ruang di belakang untuk memperlihatkan pemandangan malam. Jangan melakukan crop terlalu dekat terhadap tubuh wanita.

Gunakan perspektif lensa wide-angle ringan jika diperlukan untuk mempertahankan area lingkungan yang luas, tetapi jangan sampai terjadi distorsi berlebihan pada tubuh, tangan, meja, atau objek di sekitar. Proporsi tubuh harus tetap natural dan realistis.

Pose harus terlihat seperti foto candid yang dilakukan secara spontan, bukan pose studio. Tubuh wanita dalam keadaan rileks. Bahu tidak terlalu tegang, lengan berada dalam posisi natural, tangan tidak kaku, dan keseluruhan gestur tubuh terlihat seperti seseorang yang sedang duduk santai sambil difoto.

Ekspresi tubuh harus memberikan kesan tenang, santai, dan nyaman berada di tempat tersebut. Jangan membuat gestur tubuh berlebihan, jangan membuat pose seperti model profesional, dan jangan mengubah karakteristik wanita dari foto referensi.

Pencahayaan utama berasal dari lampu lingkungan pada area balkon dan cahaya biru-putih dari kawasan luar pada malam hari. Gunakan pencahayaan yang cerah, bersih, dan netral dengan dominasi cahaya putih hingga sedikit kebiruan. Hindari pencahayaan warm, kuning, oranye, golden hour, atau warna kekuningan yang berlebihan. Pastikan pakaian berwarna pink muda, putih, beige, dan cokelat tetap terlihat sesuai warna aslinya.

Pertahankan detail material pakaian, tekstur kain, bentuk tas, meja, botol, smartphone, pagar, rangka atap, dan lingkungan sekitar secara realistis. Jangan menambahkan aksesori yang tidak terdapat dalam deskripsi. Jangan mengubah warna pakaian atau tas secara drastis.

Hasil akhir harus terlihat seperti foto asli yang diambil secara spontan menggunakan kamera smartphone, bukan foto studio, bukan ilustrasi, bukan lukisan, bukan CGI, dan bukan gambar dengan efek AI yang berlebihan. Pertahankan tekstur kulit, kain, benda, dan lingkungan secara natural tanpa membuat semuanya terlihat terlalu sempurna.

Gambar diambil seperti menggunakan kamera iPhone 14, kualitas resolusi agak rendah tidak terlalu HD, kontras rendah, bayangan lembut, tidak ada efek estetika tambahan, foto terlihat original tidak seperti di edit. Gunakan pencahayaan yang cerah dan netral, hindari seluruh tone kuning atau warm, pertahankan warna malam yang cenderung biru-putih secara natural, dengan detail lingkungan tetap terlihat jelas.

5. last prompt brayy, lanjut besok yaa🥳, staytune🥰🫰🏻

Prompt:
Buatkan gambar sesuai deskripsi yang saya berikan di bawah ini, gunakan wajah pria dan wanita di atas untuk gambar yang saya deskripsikan di bawah ini, harus mirip 100% dengan foto wajah pria dan wanita yang saya berikan di atas tanpa merubah sedikitpun dari wajah pria dan wanita di atas.

Seorang pria dan seorang wanita berdiri berdampingan di area outdoor pada malam atau sore hari, dengan suasana seperti area taman atau halaman sebuah tempat komersial. Keduanya berdiri sangat dekat dan terlihat seperti pasangan yang sedang berfoto bersama. Komposisi foto vertikal full-body, menampilkan kedua orang mulai dari bagian atas tubuh hingga seluruh kaki dan alas kaki. Kamera berada di depan mereka dengan posisi kurang lebih setinggi dada hingga pinggang, sedikit mengarah lurus ke depan, sehingga tubuh terlihat proporsional dan seluruh bagian kaki tetap masuk ke dalam frame.

Pria berdiri di sebelah kiri gambar dengan posisi tubuh tegak dan santai. Kedua kakinya berdiri sejajar dengan sedikit jarak, berat badan terbagi secara natural. Salah satu tangannya berada di sisi tubuh sambil menggenggam pegangan sebuah tas kecil berwarna hitam yang menggantung ke bawah hingga mendekati lutut. Tangan lainnya melingkar di sekitar bagian belakang tubuh wanita, dengan telapak tangan berada di area bahu atau lengan atas wanita. Posisi lengan tersebut menunjukkan kedekatan antara keduanya. Pria sedikit mengarahkan tubuhnya ke arah wanita tetapi tetap menghadap kamera. Bahunya rileks dan posturnya natural, tidak terlalu tegak seperti sedang berpose formal.

Pria mengenakan kemeja lengan pendek berwarna merah marun atau burgundy dengan kerah model kemeja dan beberapa kancing di bagian depan. Bagian lengan kemeja dibuat sedikit terlipat atau tergulung sehingga memberikan kesan kasual. Kemeja dimasukkan ke dalam celana panjang berwarna hitam. Pria menggunakan jam tangan atau gelang berwarna gelap pada salah satu pergelangan tangan. Ia juga mengenakan sepatu sneakers dominan putih dengan detail garis dan aksen hitam, sol cukup tebal, serta desain sporty-casual. Sebuah tas kecil berwarna hitam dengan bentuk compact tergantung dari tangannya dan berada di area samping kaki kiri.

Wanita berdiri di sebelah kanan pria, sangat dekat hingga bagian tubuh keduanya hampir bersentuhan. Tubuh wanita menghadap kamera dengan posisi sedikit condong ke arah pria. Salah satu lengannya berada turun lurus di samping tubuh dengan tangan rileks. Lengan lainnya berada dekat dengan tubuh pria dan ikut membentuk pose berdekatan. Posturnya santai dan natural, dengan kedua kaki berdiri berdekatan serta sedikit perbedaan posisi antara kaki kanan dan kiri agar tidak terlihat kaku.

Wanita mengenakan hijab pashmina longgar berwarna hitam, kemeja panjang berwarna merah marun atau burgundy yang senada dengan pakaian pria. Kemeja memiliki kerah, deretan kancing vertikal di bagian depan, serta lengan panjang yang jatuh natural sampai mendekati pergelangan tangan. Bagian bawah kemeja memiliki potongan sedikit panjang dan mengikuti bentuk tubuh secara natural tanpa terlihat terlalu ketat. Wanita mengenakan celana panjang hitam dengan potongan lurus atau sedikit melebar di bagian bawah. Pada salah satu pergelangan tangannya terlihat aksesori seperti jam tangan berwarna silver. Wanita juga membawa tas kecil berwarna hitam dengan bentuk compact, menggunakan tali panjang yang melewati bahu dan turun ke sisi tubuh.

Wanita mengenakan alas kaki berwarna hitam dengan desain feminin dan mengilap, memiliki bagian depan tertutup serta detail pita atau aksen dekoratif pada bagian atas sepatu. Posisi kedua kakinya tetap terlihat jelas sampai bagian alas sepatu, dengan satu kaki sedikit lebih maju atau memiliki sudut berbeda sehingga pose terlihat natural.

Keduanya menghadap langsung ke arah kamera dengan ekspresi santai, tenang, dan natural seperti sedang melakukan foto bersama tanpa persiapan pemotretan profesional. Jangan membuat ekspresi berlebihan, pose tubuh kaku, atau gaya seperti foto katalog. Pertahankan kesan bahwa mereka sedang berdiri spontan untuk mengabadikan momen bersama. Jarak antara pria dan wanita harus sangat dekat, dengan lengan pria tetap berada di sekitar wanita sebagai gestur kedekatan.

Latar belakang dipenuhi tanaman hijau tropis yang lebat, termasuk tanaman berdaun panjang, semak-semak, dan beberapa pohon dengan batang besar. Di bagian belakang terdapat dinding atau bangunan berwarna abu-abu. Pada sisi kanan dan belakang terlihat area jalan atau lantai dengan permukaan terang serta beberapa sumber cahaya dari lingkungan sekitar. Bagian bawah gambar berupa permukaan jalan atau paving berwarna abu-abu dengan tekstur kasar. Di belakang kaki terdapat pembatas taman berupa curb beton yang dicat hitam-putih secara bergantian. Area taman berisi tanah gelap dan tanaman hias kecil yang tertata di sepanjang tepi jalan.

Gunakan pencahayaan outdoor yang terang dan netral meskipun suasananya malam atau menjelang malam. Wajah dan pakaian kedua orang harus tetap mendapatkan cahaya yang cukup dan terlihat jelas. Hindari pencahayaan berwarna kuning, orange, golden, atau warm tone. Gunakan white balance netral hingga sedikit cool dengan warna putih tetap putih, warna hitam tetap hitam, dan warna merah marun tetap terlihat sebagai burgundy yang natural. Jangan memberikan efek cinematic, glow, dramatic lighting, atau color grading berlebihan. Bayangan tetap lembut dan tidak terlalu pekat.

Gunakan perspektif kamera ponsel dengan framing vertikal full-body. Jika menggunakan sudut wide-angle, gunakan wide-angle ringan khas kamera ponsel, cukup untuk mempertahankan seluruh tubuh kedua orang beserta lingkungan sekitar tanpa membuat kaki, tangan, atau tubuh terlihat mengalami distorsi berlebihan. Jangan menggunakan efek ultra-wide ekstrem. Pertahankan posisi pria di kiri dan wanita di kanan, ukuran tubuh keduanya seimbang, serta seluruh alas kaki tetap masuk ke dalam frame.

Pertahankan semua detail penting dari referensi: posisi kedua orang, jarak tubuh, gestur tangan pria yang merangkul wanita, tangan pria yang memegang tas hitam, pakaian bernuansa merah marun yang senada, celana hitam, tas wanita, aksesori pergelangan tangan, alas kaki, lingkungan tanaman hijau, pohon, pembatas taman hitam-putih, serta framing full-body. Jangan menambahkan orang lain, jangan mengubah pakaian menjadi warna lain, jangan menghilangkan tas, jangan mengubah gestur tangan, dan jangan membuat pose terlihat seperti hasil pemotretan studio.

Gambar di ambil seperti menggunakan kamera iPhone 14, kualitas resolusi agak rendah tidak terlalu HD, kontras rendah, bayangan lembut, tidak ada efek estetika tambahan, foto terlihat original tidak seperti di edit.


6. Buatkan gambar sesuai deskripsi yang saya berikan di bawah ini, gunakan wajah pria dan wanita di atas untuk gambar yang saya deskripsikan di bawah ini, harus mirip 100% dengan foto wajah pria dan wanita yang saya berikan di atas tanpa merubah sedikitpun dari wajah pria dan wanita di atas.

Seorang pria dan seorang wanita sedang mengambil foto selfie berdua di dalam ruangan menggunakan kamera depan ponsel. Komposisi foto berbentuk vertikal dengan framing cukup dekat, memperlihatkan keduanya dari bagian dada hingga atas tubuh. Pria berada di sisi kiri gambar dan wanita berada di sisi kanan sekaligus sedikit lebih maju ke arah kamera. Keduanya duduk berdampingan di atas sofa atau tempat duduk berwarna abu-abu terang.

Pria mengenakan kaus berwarna hitam dengan desain tulisan dan grafis kecil berwarna putih serta merah muda pada bagian dada. Terlihat sebuah kalung rantai tipis berwarna silver di sekitar leher. Posisi tubuh pria sedikit condong ke arah wanita dan sangat dekat dengan wanita. Kedua bahunya berada dalam posisi santai. Salah satu sisi tubuhnya sebagian tertutup oleh posisi wanita yang lebih dekat ke kamera. Pria menghadap langsung ke kamera dengan ekspresi santai dan sedikit playful, bibir dibuat mengerucut seperti sedang melakukan pose duck face atau pout ringan. Tatapan diarahkan tepat ke kamera sehingga terasa seperti selfie spontan bersama pasangan atau teman dekat.

Wanita mengenakan hijab berwarna beige atau dusty pink muda yang menutupi bagian kepala hingga leher dan jatuh secara natural ke bagian dada. Ia mengenakan atasan berlengan panjang dengan pola garis-garis tipis berwarna putih yang tersusun vertikal dan diagonal mengikuti bentuk kain, dengan warna dasar cokelat muda atau taupe. Lengan wanita terlihat cukup jelas di bagian bawah dan sisi kanan gambar. Salah satu lengannya berada jauh lebih dekat dengan kamera dan memanjang ke arah bagian bawah gambar, menunjukkan bahwa wanita kemungkinan memegang ponsel untuk mengambil selfie. Posisi bahu dan lengan dibuat natural, tidak kaku.

Wanita berada sedikit lebih dekat ke kamera dibandingkan pria. Tubuhnya menghadap ke arah kamera dengan posisi sedikit menyamping namun tetap mengarahkan bagian depan tubuh ke kamera. Ia duduk dengan posisi santai, bahu rileks, dan menjaga jarak yang sangat dekat dengan pria. Ekspresinya lembut dan natural dengan bibir tertutup secara santai, memberikan kesan tenang dan sedikit manis. Tatapan matanya diarahkan langsung ke kamera. Jangan membuat ekspresi berlebihan atau pose seperti pemotretan profesional; pertahankan kesan selfie spontan, santai, dekat, dan natural seperti foto yang diambil bersama orang terdekat.

Gunakan perspektif kamera depan ponsel dengan sudut pandang wide-angle ringan khas kamera selfie, sehingga bagian tubuh dan lengan yang berada lebih dekat ke kamera terlihat sedikit lebih besar dibandingkan bagian yang lebih jauh. Pertahankan jarak kamera yang dekat dengan kedua orang. Jangan menggunakan perspektif telephoto atau membuat proporsi tubuh terlalu terkompresi. Foto memiliki sedikit distorsi perspektif khas kamera depan, tetapi tetap terlihat natural.

Latar belakang berupa ruang indoor sederhana dengan tirai panjang berwarna abu-abu gelap dan abu-abu muda yang menggantung dari atas hingga ke bawah. Di sisi kiri belakang terdapat bagian dinding berwarna putih atau krem sangat muda. Di belakang wanita terdapat sofa atau sandaran berwarna abu-abu terang. Tirai memiliki lipatan vertikal yang jelas dan memberikan tekstur lembut pada latar. Tidak ada dekorasi berlebihan dan tidak ada objek tambahan yang mengalihkan perhatian dari kedua orang.

Pertahankan komposisi asli: pria tetap berada di kiri, wanita tetap berada di kanan dan lebih dekat ke kamera, posisi tubuh keduanya sangat berdekatan, lengan wanita tetap berada di area foreground bagian bawah, serta proporsi dan framing selfie tetap sama. Jangan mengubah pakaian, warna pakaian, pola kain, posisi tubuh, jarak antar keduanya, arah tatapan, gestur, atau ekspresi. Jangan menambahkan orang lain, aksesori tambahan, dekorasi tambahan, teks, watermark, filter, atau efek fotografi buatan.

Pencahayaan harus cerah, netral, dan bersih, seperti pencahayaan indoor dari lampu ruangan yang cukup terang. Hindari seluruh nuansa kuning, oranye, golden, atau warm lighting. Gunakan white balance netral hingga sedikit cool agar warna kulit, hijab, pakaian, sofa, dan tirai tetap terlihat alami. Bayangan dibuat lembut dan tidak terlalu gelap. Jangan menggunakan efek glow, HDR berlebihan, cinematic lighting, beauty filter, skin smoothing berlebihan, atau color grading.

Pertahankan tekstur foto ponsel yang natural: detail kain tetap terlihat, terdapat sedikit noise digital dan sedikit softness khas kamera depan ponsel, tanpa ketajaman berlebihan. Foto harus terasa seperti selfie spontan yang benar-benar diambil pada saat itu, bukan hasil pemotretan studio atau hasil manipulasi digital.

Gambar di ambil seperti menggunakan kamera iPhone 14, kualitas resolusi agak rendah tidak terlalu HD, kontras rendah, bayangan lembut, tidak ada efek estetika tambahan, foto terlihat original tidak seperti di edit.

7. Buatkan gambar sesuai deskripsi yang saya berikan di bawah ini, gunakan wajah pria dan wanita dari foto referensi yang saya berikan di atas untuk gambar yang saya deskripsikan di bawah ini. Pertahankan identitas masing-masing orang semirip mungkin 100% dengan foto referensi, tanpa mengubah sedikit pun bentuk, proporsi, karakter, dan identitas wajah. Jangan menukar wajah pria dan wanita, jangan membuat identitas baru, jangan melakukan beautifikasi yang mengubah karakter asli, dan jangan mengubah wajah dari foto referensi.

Buat sebuah foto pasangan pria dan wanita dalam suasana romantis, berdiri bersama di area outdoor sebuah bangunan modern dengan arsitektur geometris yang unik. Foto menggunakan komposisi portrait vertikal, dengan kedua orang menjadi fokus utama dan berada di bagian tengah frame. Seluruh foto dibuat dalam grayscale/hitam-putih, termasuk pakaian, bunga, bangunan, lantai, dan lingkungan sekitar.

Pria berdiri di sisi kanan wanita, dengan tubuh tegak dan menghadap ke arah kamera. Posturnya santai tetapi tetap rapi dan formal. Kedua bahunya relatif tegak, salah satu lengannya berada di sisi tubuh, sementara tangan lainnya berada santai di dekat bagian depan tubuh. Kedua kaki berdiri secara natural dengan posisi sedikit terbuka, memberikan kesan pose formal tetapi tidak kaku. Tubuh pria sedikit diarahkan mendekati wanita sehingga keduanya terlihat sebagai pasangan yang sedang berfoto bersama.

Pria mengenakan setelan jas formal berwarna hitam, terdiri dari blazer model double-breasted dengan beberapa kancing di bagian depan, celana panjang formal hitam, kemeja putih, serta dasi hitam. Pada bagian leher terdapat selempang/pita formal berwarna terang yang melintang dari area bahu menuju dada, memberikan kesan pakaian acara resmi atau wisuda. Semua bagian pakaian terlihat rapi dan memiliki struktur jas yang jelas.

Wanita berdiri di sisi kiri pria, sangat dekat dengannya. Tubuh wanita menghadap kamera tetapi sedikit diarahkan ke arah pria. Salah satu sisi tubuhnya bersandar atau mendekat ke pria, membuat jarak antara keduanya sangat rapat. Wanita berdiri dengan postur elegan dan natural, tidak terlalu tegak seperti pose studio.

Wanita mengenakan gaun formal panjang berwarna putih, dengan bagian atas memiliki detail dekoratif/ornamen yang cukup ramai dan tekstur kain yang terlihat elegan. Bagian rok gaun jatuh panjang hingga mendekati lantai dengan volume kain yang cukup besar. Tambahkan kerudung yang membungkus bagian kepala dan leher dengan warna putih/terang, tetapi jangan memberikan deskripsi mengenai gaya rambut atau detail kepala.

Wanita memegang dua buket bunga besar di bagian depan tubuh. Buket pertama berada di sisi kiri tubuh, dibungkus menggunakan kertas putih besar dan berisi banyak bunga berbentuk mawar. Buket kedua berada tepat di depan tubuh, berukuran besar dan dibungkus kertas transparan/putih dengan beberapa lapisan pembungkus. Kedua buket dipenuhi bunga kecil dan mawar yang tersusun padat. Kedua tangan wanita berada di bagian bawah buket untuk menopang pegangan bunga. Tambahkan sebuah ponsel yang sebagian terlihat di antara bagian bawah buket dan tangan wanita.

Pose wanita harus terlihat seperti sedang menerima atau membawa buket pemberian dalam momen spesial. Tubuh sedikit condong mengikuti berat buket, siku sedikit menekuk, tangan menopang buket dengan natural. Jangan membuat tangan terlalu lurus atau kaku. Pastikan hubungan antara kedua lengan, buket, dada, pinggang, dan posisi tubuh terlihat anatomis dan natural.

Posisi pasangan harus tetap seperti referensi: wanita di sebelah kiri dan sedikit lebih depan, pria di sebelah kanan dan sedikit lebih belakang. Keduanya berdiri sangat dekat dengan bahu hampir bersentuhan. Jangan mengubah susunan posisi mereka.

Latar belakang berupa bangunan modern dengan desain arsitektur geometris, memiliki beberapa bidang vertikal dan diagonal yang saling bertumpuk. Terdapat struktur tinggi berbentuk persegi panjang dan panel-panel dengan pola berlubang/geometris. Beberapa bagian bangunan berwarna gelap dan beberapa bagian terang, tetapi seluruhnya ditampilkan dalam grayscale. Di sisi kanan belakang terdapat bidang besar dengan pola geometris berlubang seperti kisi-kisi, sementara sisi kiri memiliki struktur bangunan dengan bidang vertikal tinggi.

Area lantai menggunakan paving block/batu bata berpola, dengan garis-garis perspektif yang mengarah ke bagian belakang. Lantai terlihat cukup luas di bagian bawah frame. Bangunan menjulang tinggi sehingga sebagian besar background bagian atas diisi oleh struktur arsitektur dan langit.

Tambahkan teks dekoratif berwarna putih/transparan yang berulang di seluruh foto, bertuliskan “fall in love again and again” dalam font italic/script elegan. Teks tersusun berulang secara horizontal dari atas sampai bawah, menutupi sebagian background dan sedikit melewati area pasangan, seperti overlay tipografi pada poster editorial. Teks harus tetap terbaca tetapi semi-transparan sehingga foto dan pasangan masih terlihat jelas di baliknya. Jangan mengubah kalimat tersebut menjadi tulisan lain.

Gunakan komposisi portrait dengan framing medium-full body, sehingga pasangan terlihat hampir seluruh tubuh dari bagian atas hingga kaki, sementara bagian bawah gaun dan celana masih terlihat. Berikan sedikit ruang kosong di bagian atas agar struktur bangunan dan teks dekoratif dapat terlihat. Jangan melakukan crop terlalu dekat.

Gunakan perspektif kamera smartphone yang natural. Tidak perlu menggunakan efek wide-angle yang ekstrem; gunakan perspektif normal hingga sedikit wide smartphone agar pasangan dan bangunan dapat masuk dalam frame tanpa membuat tubuh terdistorsi. Kamera berada kira-kira setinggi dada hingga pinggang pasangan dan diarahkan sedikit ke atas karena bangunan di belakang cukup tinggi. Pastikan garis bangunan tetap memberikan perspektif yang natural.

Seluruh gambar harus memiliki nuansa hitam-putih/grayscale, dengan warna putih bersih, hitam pekat secukupnya, dan abu-abu sebagai gradasi. Pencahayaan harus cerah, netral, dan merata, seperti foto outdoor pada siang hari. Jangan memberikan warna kuning, warm tone, golden hour, oranye, atau cahaya kemerahan. Kontras jangan terlalu tinggi. Detail kain gaun, jas, bunga, tekstur bangunan, dan paving tetap terlihat jelas.

Jangan membuat pose pasangan terlalu sempurna seperti foto studio. Pertahankan sedikit ketidaksempurnaan natural pada posisi tangan, lipatan pakaian, susunan buket, dan postur tubuh agar terasa seperti foto pribadi pasangan setelah sebuah acara resmi. Jangan menambahkan orang lain sebagai fokus utama. Jangan mengubah jumlah buket, pakaian, properti, arsitektur, atau komposisi utama.

Jangan menjelaskan gaya rambut, warna rambut, bentuk kepala, atau detail wajah. Fokus hanya pada gender, postur tubuh, pose, pakaian, tangan, kaki, buket, aksesori, properti, posisi pasangan, arsitektur, tipografi, perspektif kamera, komposisi, dan pencahayaan. Identitas wajah cukup mengikuti foto referensi secara langsung.

Gambar di ambil seperti menggunakan kamera iPhone 14, kualitas resolusi agak rendah tidak terlalu HD, kontras rendah, bayangan lembut, tidak ada efek estetika tambahan, foto terlihat original tidak seperti di edit.


8. Buatkan gambar sesuai deskripsi yang saya berikan di bawah ini, gunakan wajah wanita dari foto referensi yang saya berikan untuk gambar yang saya deskripsikan di bawah ini. Pertahankan wajah wanita tersebut semirip mungkin hingga 100% dengan foto referensi, tanpa mengubah bentuk, proporsi, identitas, atau karakter wajah sedikit pun detail wajahnya. 

Tampilkan seorang wanita berdiri seorang diri di area lapangan rumput yang sangat luas dan terawat, dengan posisi tubuh menyamping khas foto ala gen-z. 

Wanita mengenakan hijab segi empat longgar yang di pakai secara rapi dan elegan berwarna merah marun, busana tradisional Indonesia bernuansa merah marun. Bagian atas berupa kebaya khas adat Jawa lengan panjang berwarna merah marun gelap dengan potongan rapi dan sederhana. Di bagian dada terdapat aksesori/ornamen emas tradisional yang menggantung di tengah dada. Pada salah satu sisi bahu hingga menyilang ke bagian depan tubuh terdapat selempang merah terang dengan motif putih berulang. Selempang dibuat jatuh mengikuti bentuk tubuh secara natural.

Bagian bawah menggunakan kain batik panjang berwarna putih, hitam, dan abu-abu dengan motif tradisional yang padat dan berulang. Kain jatuh dari pinggang hingga mendekati bagian bawah frame. Pastikan pola kain tetap terlihat jelas dan tidak berubah menjadi motif abstrak acak.

Kedua tangan menggantung di bagian depan perut dan menyentuh/menahan selempang merah. Posisi kedua siku sedikit menekuk sehingga gesturnya terlihat santai dan tidak kaku.

Ekspresi keseluruhan harus memberikan kesan ramah, tenang, percaya diri, dan bahagia, seperti sedang tersenyum secara natural ketika difoto dalam acara. 

Lokasi berada di lapangan rumput hijau luas di depan sebuah bangunan besar bergaya kompleks pemerintahan/gedung upacara, dengan arsitektur berwarna putih dan banyak bukaan/teras di bagian depan. Bangunan dihiasi dekorasi merah dan putih khas perayaan Hari Kemerdekaan Indonesia. Pada bagian atas bangunan terdapat banner merah besar bertuliskan “DIRGAHAYU REPUBLIK INDONESIA”, dengan tulisan “17 Agustus 2026” di bawahnya serta elemen angka 81 dan desain perayaan kemerdekaan Indonesia. Di sisi kanan dan kiri bangunan terdapat papan digital/banner tambahan dengan tema merah-putih dan angka 81.

Di sepanjang bagian depan bangunan terdapat dekorasi merah-putih yang berjajar, berupa ornamen kain atau bendera kecil yang menggantung pada tepian bangunan. Di area depan terlihat beberapa orang berada jauh di belakang sebagai elemen lingkungan, tetapi mereka harus tetap kecil dan tidak menjadi fokus utama. Terdapat tiang bendera tinggi berwarna putih yang berdiri hampir tepat di belakang wanita dan menjulang ke bagian atas frame.

Lapangan rumput harus terlihat luas dari foreground hingga bangunan di belakang. Rumput berwarna hijau segar dengan tekstur alami dan pencahayaan siang hari. Pada bagian belakang lapangan terdapat area dekorasi air/fountain atau ornamen rendah berwarna putih yang membentang horizontal di depan bangunan. Bagian paling bawah frame dapat memperlihatkan sedikit tepi jalur atau permukaan abu-abu gelap di pinggir lapangan.

Gunakan perspektif wide angle, gunakan pencahayaan siang hari yang terang dan netral, dengan langit biru muda dan cahaya yang merata. Hindari seluruh pencahayaan bernuansa hangat, kuning, oranye, golden hour, atau sunset. Warna merah pakaian harus tetap merah/marun alami, warna rumput hijau, dan warna bangunan putih tetap netral. 

Gambar diambil dari samping wanita tersebut, seperti menggunakan lensa wide angle kamera iPhone 14, kualitas resolusi agak rendah tidak terlalu HD, kontras rendah, bayangan lembut, tidak ada efek estetika tambahan, foto terlihat original tidak seperti di edit, rasio 3:4.

9. Buatkan gambar sesuai deskripsi yang saya berikan di bawah ini, gunakan wajah pria dari foto referensi yang saya berikan di atas untuk gambar yang saya deskripsikan di bawah ini. Pertahankan identitas, bentuk, proporsi, dan karakter wajah pria tersebut semirip mungkin 100% dengan foto referensi, tanpa mengubah sedikit pun identitasnya. Jangan membuat wajah baru, jangan mengganti identitas, jangan melakukan beautifikasi yang mengubah karakter asli, dan jangan mengubah wajah pria dari foto referensi.

Tampilkan seorang pria berdiri seorang diri di halaman luas sebuah rumah tradisional Jawa. Buat foto dalam format portrait vertikal, dengan pria berada di bagian tengah-bawah frame dan bangunan tradisional menjadi latar utama yang terlihat jelas.

Pria berdiri tegak tetapi santai di atas area rumput yang luas. Tubuhnya sedikit diputar ke arah kiri frame, tidak menghadap kamera secara lurus. Bahu mengikuti arah tubuh dan posisi badan terlihat seperti sedang berdiri santai sambil melihat ke samping. Pandangan pria diarahkan ke sisi kiri frame, bukan langsung ke kamera, memberikan kesan candid dan natural.

Kedua tangan berada di bagian depan tubuh, tepat di sekitar pinggang. Kedua siku sedikit menekuk dan tangan saling berdekatan. Salah satu tangan memegang sebuah benda kecil berwarna hitam yang berada di tengah depan tubuh, sementara tangan lainnya berada di dekat benda tersebut seperti sedang menopangnya. Jari-jari terlihat rileks dan tidak mengepal. Jangan membuat kedua tangan terlalu simetris atau kaku.

Posisi kedua kaki berdiri natural di atas rumput dengan jarak sedang. Salah satu kaki sedikit lebih maju daripada kaki lainnya. Berat tubuh bertumpu secara natural, tanpa pose model yang berlebihan. Tubuh bagian atas tetap tegak, tetapi bahu dan lengan dibuat rileks sehingga terlihat seperti foto dokumentasi spontan.

Pria mengenakan busana formal tradisional Jawa. Bagian atas berupa beskap/surjan bergaya Jawa berwarna merah marun tua, dengan potongan rapi dan struktur cukup tegas. Bagian depan memiliki deretan kancing dekoratif berwarna keemasan/gelap yang tersusun vertikal dan detail kancing tambahan pada area kerah. Terdapat sebuah pin/bros bulat berwarna putih pada bagian dada kiri. Ujung lengan memperlihatkan bagian manset berwarna putih yang sedikit keluar dari lengan jas.

Bagian bawah menggunakan kain batik panjang bermotif tradisional Jawa dengan dominasi warna putih dan hitam/cokelat gelap. Motif batik sangat padat, terdiri dari pola ornamen tradisional yang berulang dan tidak boleh berubah menjadi motif abstrak. Kain jatuh lurus dari pinggang hingga bagian bawah frame dan terlihat cukup longgar. Pertahankan lipatan kain yang natural mengikuti posisi berdiri.

Jangan menambahkan pakaian modern, sepatu mencolok, atau aksesori yang tidak terdapat pada referensi. Pertahankan keseluruhan kombinasi beskap merah marun, kain batik tradisional, manset putih, pin dada, dan benda kecil hitam yang dipegang di depan tubuh.

Latar belakang

Buat latar berupa pendopo/rumah tradisional Jawa bergaya joglo yang besar dan megah. Bangunan memiliki atap bertingkat dengan bentuk khas joglo dan genteng tanah liat berwarna cokelat kemerahan. Atap utama berbentuk tinggi dan memiliki kemiringan yang jelas, dengan susunan genteng kecil yang terlihat cukup detail.

Bagian depan bangunan memiliki teras atau pendopo terbuka dengan tiang-tiang kayu besar berwarna cokelat tua. Dinding dan struktur bangunan menggunakan material kayu dengan warna cokelat hangat alami. Bangunan terlihat tradisional, elegan, dan terawat.

Di sekitar pendopo terdapat beberapa tanaman hias dalam pot, semak kecil, dan pepohonan hijau. Area depan bangunan terdiri dari kombinasi rumput, jalur batu/kerikil, dan area taman sederhana. Jangan membuat lingkungan terlalu modern.

Pria berdiri cukup jauh dari kamera sehingga bangunan di belakangnya tetap terlihat besar dan jelas. Atap joglo harus mendominasi bagian atas hingga tengah frame, sementara pria menjadi fokus utama di bagian tengah.

Di bagian kiri dan kanan background terdapat pepohonan hijau yang membingkai bangunan secara natural. Langit terlihat terang dengan awan putih tipis dan lembut.

Kamera dan komposisi

Gunakan lensa wide-angle smartphone ringan untuk menangkap pria sekaligus keseluruhan bangunan joglo dan halaman. Efek wide-angle cukup terasa dari luasnya area rumput dan ukuran bangunan, tetapi jangan menggunakan fish-eye atau distorsi ekstrem. Tubuh pria tetap harus memiliki proporsi natural.

Kamera berada kira-kira setinggi dada pria dan sedikit mengarah ke atas sehingga bentuk atap joglo terlihat dominan. Gunakan framing full-body portrait, memperlihatkan pria dari bagian atas hingga bagian bawah kain, dengan cukup ruang kosong di sekitar tubuh.

Pria ditempatkan sedikit di tengah frame, sementara bangunan tetap menjadi elemen background yang kuat. Jangan membuat pria terlalu besar hingga menutupi bangunan. Jangan crop tubuh secara berlebihan.

Foto harus terasa seperti foto pribadi saat menghadiri acara tradisional atau berada di kompleks budaya Jawa, bukan foto studio. Pertahankan sedikit ketidaksempurnaan natural pada postur, lipatan pakaian, posisi tangan, dan kain batik.

Pencahayaan dan warna

Gunakan pencahayaan siang hari yang sangat cerah dan netral, dengan cahaya putih alami yang merata. Warna pakaian merah marun harus tetap jelas, kain batik putih tetap bersih, rumput tetap hijau, dan bangunan kayu memiliki warna natural.

Jangan gunakan pencahayaan hangat atau kuning. Hindari golden hour, sunset, orange cast, warm filter, atau color grading kekuningan. White balance harus netral hingga sedikit dingin. Foto harus terlihat cerah tetapi tidak overexposure.

Bayangan pada pria, rumput, dan bangunan dibuat lembut. Jangan menggunakan HDR berlebihan, cinematic lighting, glow, beauty filter, efek bokeh buatan, sharpening berlebihan, atau filter estetika tambahan.

Pose pria harus tetap natural, santai, sedikit candid, dan tidak kaku. Pertahankan arah tubuh ke kiri, arah pandangan ke kiri, kedua tangan di depan pinggang, posisi benda hitam, serta posisi kaki seperti referensi.

Jangan menjelaskan gaya rambut, warna rambut, bentuk kepala, maupun detail wajah pria. Fokus hanya pada gender, postur tubuh, arah tubuh, arah pandangan, pose tangan, posisi kaki, pakaian, kain batik, aksesori, benda yang dipegang, bangunan joglo, taman, perspektif kamera, komposisi, dan pencahayaan. Identitas wajah pria cukup mengikuti foto referensi secara langsung.

Gambar di ambil seperti menggunakan kamera iPhone 14, kualitas resolusi agak rendah tidak terlalu HD, kontras rendah, bayangan lembut, tidak ada efek estetika tambahan, foto terlihat original tidak seperti di edit.

10. Last prompt brayy, lanjut besok yaa🥰, staytunee🫰🥰

Prompt:
Buatkan gambar sesuai deskripsi yang saya berikan di bawah ini, gunakan wajah pria dan wanita di atas untuk gambar yang saya deskripsikan di bawah ini, harus mirip 100% dengan foto wajah pria dan wanita yang saya berikan di atas tanpa merubah sedikitpun dari wajah pria dan wanita di atas. Pertahankan identitas masing-masing orang secara sangat akurat sesuai foto referensi. Jangan mengubah karakteristik wajah, bentuk wajah, atau identitas visual keduanya. Gunakan foto referensi sebagai acuan utama untuk mempertahankan kemiripan pria dan wanita.

Buat sebuah foto selfie candid yang sangat realistis, menampilkan seorang pria dan seorang wanita sedang duduk berdua di sebuah acara makan atau pesta keluarga di dalam tenda atau ruangan acara yang dihias sederhana.

KOMPOSISI DAN POSISI KAMERA:

Foto diambil menggunakan kamera depan smartphone dari jarak dekat dengan sudut wide-angle yang cukup jelas. Kamera berada dipegang oleh pria menggunakan salah satu tangannya yang direntangkan ke arah depan kamera. Karena menggunakan lensa wide-angle kamera ponsel, lengan pria yang memegang kamera terlihat sangat panjang dan besar di bagian foreground, sementara bagian tubuh yang lebih jauh dari kamera tampak sedikit lebih kecil. Pertahankan distorsi wide-angle yang natural seperti selfie smartphone sungguhan, jangan membuat perspektif terlihat seperti kamera profesional.

Komposisi menggunakan orientasi vertikal. Pria berada di bagian kiri bawah hingga tengah frame, sedangkan wanita berada di bagian tengah hingga kanan frame. Kamera berada sedikit lebih tinggi dari posisi duduk mereka dan diarahkan sedikit ke bawah sehingga meja makan dan makanan di depan mereka juga terlihat jelas.

Pria dan wanita duduk sangat berdekatan. Tubuh mereka berada dalam satu frame dan terlihat seperti sedang mengambil foto selfie spontan bersama ketika sedang menghadiri acara makan.

DESKRIPSI PRIA:

Pria duduk di sisi kiri frame mengenakan pakaian lengan panjang berwarna hitam atau abu-abu sangat gelap dengan motif atau corak abstrak kecil yang tersebar pada kain. Bagian ujung lengan terlihat memiliki detail dekoratif berwarna terang atau metalik.

Salah satu tangan pria memegang smartphone/kamera di luar area frame dengan lengan direntangkan jauh ke depan. Karena kamera berada dekat dengan tangan tersebut, lengan dan bagian pergelangan tangan terlihat sangat dominan di foreground dan menciptakan perspektif wide-angle yang kuat.

Pada pergelangan tangan pria terlihat sebuah jam tangan dengan gelang atau strap berwarna metalik keperakan yang cukup mencolok. Jam tangan terlihat besar karena berada sangat dekat dengan kamera.

Tangan pria yang lain berada di sekitar meja, dekat dengan wanita, dalam posisi santai. Pria terlihat sedikit mengarahkan tubuhnya ke kamera.

Pria memberikan ekspresi playful dan santai kepada kamera, seperti sedang bercanda saat mengambil selfie. Mulut sedikit terbuka dengan ekspresi lucu dan tidak formal. Ekspresi harus terlihat spontan, bukan pose foto profesional.

Jangan menjelaskan rambut, bentuk kepala, dahi, mata, alis, hidung, bibir, telinga, warna kulit wajah, atau detail fisik kepala lainnya.

DESKRIPSI WANITA:

Wanita duduk sangat dekat di sebelah kanan pria. Wanita mengenakan pakaian berwarna merah tua atau merah marun dengan tekstur dan motif dekoratif yang terlihat seperti kain pesta atau pakaian formal tradisional. Pakaian memiliki lengan panjang dan terlihat cukup elegan tetapi tetap natural untuk suasana acara.

Wanita mengenakan kerudung berwarna krem muda atau beige terang yang menutupi bagian kepala dan menjuntai secara natural hingga area bahu dan dada. Pertahankan warna, bentuk jatuhan kain, dan posisi kerudung sesuai referensi, tetapi jangan menjelaskan detail kepala atau wajah.

Wanita mengangkat salah satu tangannya ke arah kamera dalam gestur melambaikan tangan. Telapak tangan berada di dekat bagian kanan-tengah frame dan terlihat cukup besar karena posisinya dekat dengan kamera. Jari-jari tangan terbuka secara natural seperti sedang menyapa atau melambaikan tangan.

Tangan wanita lainnya berada di atas meja atau dekat area tubuh bagian depan, dalam posisi rileks. Pada pergelangan tangan wanita terlihat aksesori sederhana berwarna gelap.

Wanita mengarahkan tubuh dan perhatian ke kamera. Ekspresinya terlihat ramah, playful, dan sedikit malu-malu seperti sedang ikut bercanda dalam selfie. Buat ekspresi terasa spontan dan hidup, bukan ekspresi kaku atau pose formal.

Jangan menjelaskan rambut, bentuk kepala, dahi, mata, alis, hidung, bibir, telinga, warna kulit wajah, atau detail fisik kepala lainnya.

INTERAKSI:

Pria dan wanita harus terlihat benar-benar duduk berdampingan dan dekat. Jangan memberi jarak terlalu jauh di antara mereka. Keduanya berada dalam satu momen selfie yang spontan.

Pria memegang kamera dengan tangan terentang, sedangkan wanita melambaikan tangan ke arah kamera. Posisi tubuh, tangan, bahu, dan lengan harus terlihat anatomis dan natural.

Jangan membuat kedua orang berdiri. Jangan mengubah posisi dasar mereka menjadi pose formal. Jangan membuat mereka terlihat seperti sedang melakukan pemotretan profesional.

MEJA DAN MAKANAN:

Di bagian bawah dan foreground terdapat meja makan yang dilapisi taplak kain dengan pola dekoratif dominan hitam, putih, dan abu-abu. Motif taplak terlihat seperti pola ornamen klasik yang berulang.

Di depan wanita terdapat sebuah piring putih besar berisi nasi putih dalam jumlah cukup banyak. Di atas nasi terdapat lauk berwarna cokelat dan beberapa bagian makanan lainnya. Terdapat sendok dan garpu di atas atau di sekitar piring.

Di bagian tengah bawah frame terdapat piring lain dengan motif bunga kecil pada bagian tepinya. Piring tersebut berisi lauk berwarna cokelat dengan kuah atau minyak berwarna kekuningan-cokelat. Sebuah sendok logam berada di atas atau di dekat makanan tersebut.

Di sisi kanan bawah terdapat sebuah botol atau wadah air mineral kecil dengan label berwarna biru yang terlihat jelas.

Di sekitar meja terdapat beberapa tisu putih, bungkus kecil, serta peralatan makan lainnya. Semua benda harus terlihat seperti benar-benar sedang digunakan dalam acara makan, bukan ditata secara sempurna untuk foto.

LATAR BELAKANG:

Di belakang pria dan wanita terdapat suasana sebuah acara makan atau pesta di dalam tenda. Banyak kursi tersusun mengelilingi meja-meja makan.

Sebagian besar kursi menggunakan sarung kursi berwarna putih, dengan kain yang menjuntai hingga bagian bawah kursi. Beberapa kursi terlihat kosong.

Meja-meja di belakang menggunakan taplak dengan pola ornamen hitam-putih yang serupa. Di atas meja belakang terdapat berbagai benda seperti wadah makanan, minuman, kotak tisu, dan dekorasi acara.

Di bagian belakang terdapat tirai kain berwarna putih yang dipadukan dengan kain berwarna hijau tua. Kain-kain tersebut menggantung secara vertikal sebagai dekorasi atau pembatas ruangan.

Pada sisi kiri belakang terlihat seorang anak atau tamu acara yang duduk di dekat meja. Orang tersebut hanya menjadi elemen latar dan tidak boleh menjadi fokus gambar.

Tambahkan beberapa tamu lain secara samar di latar belakang apabila diperlukan, tetapi jangan membuat mereka lebih menonjol daripada pria dan wanita di foreground.

SUASANA DAN PENCAHAYAAN:

Buat suasana acara indoor yang terang dengan pencahayaan lampu putih atau daylight-like. Seluruh area foreground harus cukup terang sehingga pakaian, makanan, meja, dan kedua orang terlihat jelas.

Jangan gunakan pencahayaan kuning, golden hour, lampu tungsten yang hangat, atau color grading oranye. White balance harus netral hingga sedikit dingin.

Pertahankan nuansa warna putih pada sarung kursi dan tirai agar terlihat putih bersih, bukan krem kekuningan. Warna merah pada pakaian wanita harus tetap terlihat merah tua/marun, warna hijau dekorasi tetap terlihat hijau tua, dan warna makanan tetap natural.

DETAIL REALISME:

Buat foto terlihat seperti selfie spontan yang benar-benar diambil saat acara berlangsung. Jangan membuat semua objek terlalu sempurna. Pertahankan sedikit noise kamera smartphone, ketajaman yang tidak berlebihan, kompresi ringan, dan detail natural seperti foto ponsel.

Pastikan perspektif wide-angle terlihat nyata: lengan pria yang direntangkan ke kamera tampak lebih besar karena jaraknya paling dekat, sementara tubuh dan meja yang lebih jauh mengalami sedikit pengecilan perspektif. Jangan menggunakan efek fisheye ekstrem.

Pastikan semua tangan dan jari memiliki jumlah dan bentuk yang benar. Jangan membuat jari tambahan, tangan tambahan, lengan terdistorsi, makanan melayang, piring berubah bentuk, atau benda yang tidak masuk akal.

Jangan menambahkan filter kecantikan, cinematic look, HDR berlebihan, efek glow, lens flare, bokeh buatan, atau efek estetika digital.

Gambar diambil seperti menggunakan kamera iPhone 14, kualitas resolusi agak rendah tidak terlalu HD, kontras rendah, bayangan lembut, tidak ada efek estetika tambahan, foto terlihat original tidak seperti di edit. Gunakan lensa wide-angle kamera depan smartphone dengan distorsi perspektif selfie yang natural. Hasil harus cerah, white balance netral hingga sedikit dingin, tanpa pencahayaan hangat ataupun kuning, tanpa color grading kuning/oranye, dan tetap terlihat seperti foto asli yang diambil secara spontan.

11. Buatkan gambar sesuai deskripsi yang saya berikan di bawah ini, gunakan wajah pria dan wanita di atas untuk gambar yang saya deskripsikan di bawah ini, harus mirip 100% dengan foto wajah pria dan wanita yang saya berikan di atas tanpa merubah sedikitpun karakteristik wajah keduanya. Pertahankan identitas masing-masing orang secara sangat akurat berdasarkan foto referensi, tetapi jangan mengubah atau menambahkan detail kepala yang tidak diperlukan.

Buat sebuah foto candid realistis yang menampilkan seorang pria dan seorang wanita sedang duduk berdampingan di sebuah meja pada area tempat makan atau kafe outdoor/semi-outdoor pada malam hari.

Pria berada di sisi kiri frame dan wanita berada di sisi kanan frame. Keduanya duduk berhadapan sedikit menyamping satu sama lain sehingga tubuh mereka mengarah ke meja, tetapi perhatian mereka tertuju satu sama lain. Komposisi dibuat seperti foto spontan yang diambil oleh seseorang yang duduk atau berdiri dekat meja, bukan foto studio dan bukan pose formal.

Pria mengenakan kaus oblong lengan pendek berwarna hijau mint atau hijau kebiruan yang terlihat sederhana dan kasual, dengan sebuah kantong kecil pada bagian dada. Posisi tubuh pria sedikit condong ke arah wanita. Salah satu lengannya berada di atas meja dalam posisi rileks, sementara lengan lainnya juga bertumpu secara natural di sekitar area meja. Bahunya rileks dan posturnya tidak tegak kaku. Pria sedang menoleh ke arah wanita, dengan ekspresi santai, lembut, dan tampak memperhatikan percakapan wanita. Buat gestur tubuhnya terlihat natural seperti sedang menikmati percakapan santai.

Wanita duduk di sisi kanan frame mengenakan pakaian berwarna gelap dengan kerudung berwarna putih atau krem sangat terang yang menjuntai secara natural menutupi bagian bahu dan dada. Jangan mengubah bentuk dan warna pakaian tersebut. Salah satu tangan wanita terangkat mendekati area mulut dan dagu dengan posisi santai, seolah sedang menahan tawa atau merespons sesuatu yang lucu. Tangan lainnya berada lebih rendah dan tidak menjadi pusat perhatian. Pada salah satu pergelangan tangannya terdapat jam tangan dengan strap berwarna metalik/perak dan bentuk yang terlihat jelas tetapi tetap natural. Postur wanita sedikit menghadap pria dan tubuhnya tampak rileks.

Ekspresi wanita harus terlihat sedang tertawa atau tersenyum lepas secara spontan, dengan gestur tangan yang seolah sedang menutupi sebagian ekspresinya karena merasa malu atau geli. Jangan membuat pose terlihat dibuat-buat. Interaksi keduanya harus terasa seperti percakapan nyata antara dua orang yang sedang duduk santai dan menikmati waktu bersama.

Di atas meja terdapat beberapa benda yang terlihat jelas. Pada bagian kiri depan terdapat sebuah cangkir berwarna gelap berisi minuman. Di dekatnya terdapat sebuah gelas transparan yang tampak kosong atau hanya berisi sedikit cairan. Di bagian tengah depan terdapat nampan atau wadah makanan berwarna oranye terang dengan beberapa tisu putih di atasnya. Di sisi kanan meja terdapat benda kecil berwarna gelap serta sedotan hitam yang terlihat keluar dari sebuah wadah/minuman. Jangan menghilangkan elemen-elemen meja tersebut karena menjadi bagian penting dari komposisi foto.

Latar belakang memperlihatkan area tempat makan pada malam hari. Di belakang kedua orang terdapat beberapa orang lain yang sedang duduk dan melakukan aktivitas mereka sendiri, dibuat sedikit kurang menonjol dan tidak menjadi fokus utama. Terlihat pepohonan rindang dan vegetasi di area belakang. Di sisi kanan frame terdapat bangunan atau dinding panjang berwarna putih dengan pola geometris berupa banyak bidang persegi panjang dan ceruk/jendela kecil yang tersusun berulang mengikuti perspektif menjauh ke belakang. Bangunan tersebut menjadi elemen arsitektur utama pada sisi kanan gambar.

Terdapat beberapa sumber cahaya buatan di area belakang, termasuk lampu putih kebiruan yang cukup terang di dekat bangunan serta beberapa lampu lainnya di sepanjang area tersebut. Pencahayaan harus tetap netral hingga sedikit dingin dan terang, bukan kuning, bukan golden hour, dan bukan pencahayaan hangat. Hindari dominasi warna kuning/oranye pada seluruh gambar. Wajah dan pakaian kedua orang harus tetap terlihat cukup terang meskipun suasananya malam. Gunakan pencahayaan lingkungan yang realistis dengan highlight lampu yang lembut dan bayangan yang tidak terlalu keras.

Komposisi menggunakan orientasi vertikal 3:4 dengan framing dari sekitar bagian atas tubuh hingga meja bagian depan. Kedua orang menjadi fokus utama dan menempati sebagian besar area foreground. Pria berada di kiri dan wanita berada di kanan, dengan jarak mereka terlihat dekat dan natural. Sisakan cukup ruang pada bagian atas untuk memperlihatkan pepohonan, langit malam, lampu, serta arsitektur putih di belakang. Gunakan perspektif natural seperti kamera ponsel yang dipegang dekat dengan kedua orang.

Pertahankan detail anatomi, proporsi tubuh, posisi tangan, posisi lengan, kemiringan bahu, arah tubuh, dan gestur kedua orang secara natural. Jangan membuat tangan tambahan, jari berlebih, anggota tubuh terdistorsi, tubuh terlalu ramping atau terlalu besar, atau pose yang terlihat seperti mannequin. Jangan membuat kedua orang terlihat sedang melakukan pose fotografi formal. Prioritaskan kesan candid, spontan, santai, dan benar-benar seperti foto kehidupan sehari-hari.

Jangan memberikan efek beauty filter, skin smoothing berlebihan, cinematic grading, efek bokeh buatan yang ekstrem, glow, flare berlebihan, HDR, atau efek fotografi estetis tambahan. Detail foto harus terasa seperti hasil kamera ponsel sungguhan yang diambil secara spontan pada malam hari.

Gambar diambil seperti menggunakan kamera iPhone 14, kualitas resolusi agak rendah tidak terlalu HD, kontras rendah, bayangan lembut, tidak ada efek estetika tambahan, foto terlihat original tidak seperti di edit. Pertahankan pencahayaan yang cerah dan netral dengan warna putih yang bersih, hindari pencahayaan hangat atau kekuningan, hindari color grading kuning/oranye, dan buat keseluruhan foto terlihat natural dengan white balance netral hingga sedikit dingin.

12. Buatkan gambar sesuai deskripsi yang saya berikan di bawah ini, gunakan wajah pria di atas untuk gambar yang saya deskripsikan di bawah ini, harus mirip 100% dengan foto wajah pria yang saya berikan di atas tanpa merubah sedikitpun dari wajah pria di atas.

Seorang pria sedang duduk santai di sebuah area kafe atau tempat komersial semi-outdoor pada siang hingga sore hari. Komposisi foto berbentuk vertikal dengan pria sebagai fokus utama, terlihat dari bagian kepala hingga hampir seluruh tubuh bagian bawah, termasuk kedua paha dan sebagian kursi. Pria berada di area kanan-tengah frame, sementara sisi kiri frame memperlihatkan tanaman dan area luar bangunan.

Pria duduk di sebuah kursi dengan sandaran berwarna gelap dan bagian pegangan tangan berbahan kayu berwarna cokelat muda. Posisi tubuh sedikit bersandar ke belakang dengan postur santai. Kedua paha berada dalam posisi rileks dan sedikit terbuka mengikuti posisi duduk. Tubuh bagian atas sedikit mengarah ke depan dan ke sisi kanan kamera.

Kedua tangan pria sedang digunakan untuk membenarkan atau memegang sebuah topi yang dikenakan di bagian atas kepala. Tangan kiri berada di belakang bagian kepala, dengan siku kiri mengarah ke sisi kiri-atas frame. Lengan kiri terangkat dan membentuk sudut menekuk, sementara telapak tangan berada di bagian belakang topi seolah sedang menahan atau mengatur posisinya.

Tangan kanan berada di sisi kanan atas kepala. Jari-jari tangan kanan terbuka dan menyentuh bagian samping topi, seolah pria sedang menyesuaikan posisi topi dengan kedua tangannya. Pergelangan tangan kanan terlihat natural, sementara siku kanan mengarah ke sisi kanan frame. Kedua lengan membentuk pose yang tidak simetris tetapi terlihat sangat natural seperti seseorang yang sedang membenarkan topi secara spontan.

Pria mengenakan kaus oversized berwarna hitam polos dengan potongan longgar. Kaus mempunyai lengan pendek dan jatuh longgar di sekitar bahu, dada, serta bagian perut. Pada bagian dada sebelah kanan gambar terdapat tulisan atau logo kecil berwarna putih dengan desain tipografi sederhana. Kaus terlihat sedikit berkerut secara alami akibat posisi duduk dan gerakan kedua tangan.

Pria mengenakan celana panjang berwarna abu-abu gelap atau hitam keabu-abuan. Celana terlihat kasual dengan bahan yang sedikit lembut dan memiliki lipatan alami di bagian paha serta lutut akibat posisi duduk. Bagian kaki berada di bawah frame dan tidak perlu dibuat terlalu menonjol.

Pada pergelangan tangan kanan terdapat gelang atau tali tipis berwarna merah. Aksesori tersebut terlihat sederhana dan menjadi satu-satunya aksesori yang cukup mencolok pada bagian tangan.

Topi yang sedang disentuh menggunakan kedua tangan berwarna hitam dengan model kasual. Topi terlihat dikenakan secara terbalik, dengan bagian strap atau pengatur ukuran terlihat di area belakang. Jangan membuat topi terlalu besar. Posisi topi harus sesuai dengan gerakan tangan pria yang sedang membenarkannya, poni rambut sedikit keluar menggantung di dahi.

Arah kepala dan pandangan pria sedikit mengarah ke bawah dan ke sisi kanan gambar. Tatapan tidak langsung menuju kamera. Ekspresi terlihat tenang, santai, dan sedikit serius seperti seseorang yang sedang berkonsentrasi membenarkan topi. Mulut dalam keadaan rileks dan tertutup atau sedikit terbuka secara natural. Jangan memberikan senyum lebar atau ekspresi berlebihan. Ekspresi harus terasa spontan dan candid.

Pose keseluruhan harus terlihat seperti momen sehari-hari yang tertangkap kamera secara spontan: pria sedang duduk santai sambil menggunakan kedua tangan untuk mengatur posisi topinya. Jangan membuat tubuh terlalu tegak, jangan membuat tangan kaku, dan jangan membuat pose seperti pemotretan fashion. Pertahankan posisi siku, pergelangan tangan, jari, bahu, dan arah tubuh secara natural.

Lokasi berada di depan sebuah bangunan atau kafe dengan desain modern. Di belakang pria terdapat bidang dinding dan pintu atau jendela berwarna hitam pekat. Permukaan hitam tersebut mempunyai pantulan cahaya lembut dan sedikit refleksi lingkungan sekitar.

Pada bagian kanan atas hingga tengah belakang terdapat kaca besar dengan tulisan dekoratif berwarna putih. Tulisan tersusun secara diagonal atau miring mengikuti desain kaca dan sebagian kalimat terlihat terpotong oleh framing. Jangan menjadikan tulisan sebagai fokus utama, tetapi pertahankan keberadaan teks putih sebagai elemen dekorasi pada kaca.

Di sisi kanan kaca terdapat beberapa tanaman hijau dengan daun lebar yang terlihat dari balik atau dekat jendela. Tanaman memberikan sedikit aksen alami pada area yang didominasi warna hitam.

Di sisi kiri pria terdapat sebuah pot tanaman besar berwarna hitam. Pot tersebut berisi beberapa tanaman dengan daun panjang, sempit, tegak, dan runcing, menyerupai tanaman snake plant. Daunnya berwarna hijau dengan beberapa bagian memiliki pola hijau lebih terang. Tanaman tersebut memenuhi area kiri bawah hingga pertengahan frame.

Di belakang tanaman sisi kiri terlihat area luar bangunan dengan pepohonan rindang. Daun-daun hijau terkena cahaya siang hari. Terlihat sebagian jalan atau area pejalan kaki di luar bangunan, dengan beberapa kendaraan atau objek perkotaan yang tampak samar di kejauhan.

Cahaya matahari berasal dari area luar di sisi kiri gambar dan masuk ke area tempat pria duduk. Cahaya cukup terang sehingga beberapa bagian lengan dan pakaian mendapatkan highlight natural. Namun jangan membuat cahaya terlalu keras atau overexposed. Pertahankan detail pada pakaian hitam, kulit, tanaman, dan dinding.

Gunakan pencahayaan daylight yang netral dan cerah. Jangan menggunakan warna kuning, orange, golden hour, warm tone, atau cahaya lampu kekuningan. White balance harus netral hingga sedikit dingin. Warna putih pada tulisan kaca harus tetap putih, warna hitam pakaian dan bangunan tetap hitam, warna tanaman tetap hijau natural, dan warna kulit terlihat natural. Hindari color grading sinematik.

Gunakan perspektif kamera ponsel dengan karakteristik wide angle ringan. Kamera berada di samping pria pada jarak reelatif sedikit lebih jauh dan sedikit lebih rendah dari posisi wajahnya, sehingga tubuh bagian atas dan area kursi terlihat cukup dominan. Wide-angle harus ringan dan realistis, tidak membuat tangan, kepala, kaki, atau tubuh mengalami distorsi berlebihan. Komposisi terasa seperti foto yang diambil secara spontan oleh orang lain menggunakan kamera ponsel.

Frame vertikal harus mempertahankan tanaman besar di sisi kiri, pria di kanan-tengah di ambil dari samping, dinding dan kaca hitam di belakang, serta sebagian kursi di bagian bawah. Jangan melakukan crop terlalu ketat pada kedua lengan karena kedua siku dan tangan yang sedang membenarkan topi merupakan bagian penting dari pose.

Pertahankan identitas pria dari foto referensi secara konsisten. Jangan mengganti gender pria, jangan mengubah karakteristik identitasnya, dan jangan membuatnya terlihat seperti orang berbeda. Gunakan foto referensi hanya sebagai acuan identitas pria, sementara pakaian, pose, lingkungan, kamera, dan komposisi mengikuti deskripsi ini.

Gambar diambil menyamping seperti menggunakan kamera iPhone 14, kualitas resolusi agak rendah tidak terlalu HD, kontras rendah, bayangan lembut, tidak ada efek estetika tambahan, foto terlihat original tidak seperti di edit, rasio 3:4.

13. Buatkan gambar sesuai deskripsi yang saya berikan di bawah ini, gunakan wajah pria dan wanita pada foto referensi di atas untuk gambar yang saya deskripsikan di bawah ini. Pertahankan identitas dan kemiripan wajah pria dan wanita sedekat mungkin dengan foto referensi, tanpa mengubah bentuk, proporsi, karakteristik, atau detail wajah mereka.

Foto berbentuk kolase vertikal yang terdiri dari dua foto berbeda, dengan masing-masing bagian menggambarkan adegan secara terpisah.

FOTO BAGIAN ATAS:
Seorang wanita berada di dalam sebuah toko atau area pusat perbelanjaan yang menjual berbagai macam barang dan mainan. Wanita tersebut berdiri sangat dekat dengan kamera, dengan komposisi foto dari sekitar bagian pinggang atau dada hingga bagian atas tubuh. Tubuhnya menghadap hampir lurus ke arah kamera.

Wanita mengenakan kaus pendek berwarna putih polos dengan model sederhana dan potongan yang relatif pas di tubuh. Salah satu lengannya terangkat ke arah bagian kiri atas gambar. Tangan yang terangkat memegang sebuah gantungan kecil atau mainan berbentuk boneka berwarna dominan merah muda dan ungu. Boneka tersebut memiliki bentuk yang unik, dengan bagian tubuh berwarna merah muda, detail bulu sintetis berwarna magenta atau ungu terang di sekelilingnya, serta sebuah tali atau pengait yang sedang dipegang oleh tangan wanita.

Lengan lainnya berada di sisi bawah dan sebagian keluar dari komposisi gambar. Posisi bahu dan kedua lengan terlihat natural, seperti seseorang yang sedang menunjukkan barang yang baru ditemukan di toko kepada kamera.

Wanita memberikan ekspresi wajah yang sangat ekspresif dan sedikit lucu: hidung tampak sedikit mengerut, area sekitar mata menyipit, alis sedikit berkontraksi, bibir sedikit terbuka dan membentuk ekspresi seperti sedang membuat wajah jahil atau bercanda. Ekspresi harus terasa spontan dan natural, bukan pose formal. Arah pandangan langsung menuju kamera.

Tangan yang memegang boneka berada cukup dekat dengan kamera sehingga terlihat sedikit lebih besar akibat perspektif. Boneka tergantung bebas dari pengait dan berada di sebelah kiri wanita, kira-kira sejajar dengan area bahu hingga dada.

Latar belakang memperlihatkan interior toko yang terang dengan rak-rak produk di kedua sisi. Terlihat berbagai kemasan barang, mainan, dan produk berwarna-warni tersusun pada rak. Di bagian belakang terdapat area toko dengan papan promosi, etalase, serta beberapa orang yang sedang berada di dalam toko. Langit-langit memiliki lampu-lampu bundar yang terang. Interior didominasi warna putih, kuning, biru, merah, dan berbagai warna produk.

Sudut kamera terasa seperti foto spontan yang diambil menggunakan kamera depan atau kamera genggam pada jarak dekat. Perspektif sedikit wide-angle sehingga bagian tangan dan lengan yang lebih dekat dengan kamera terlihat sedikit lebih besar. Kamera berada kurang lebih sejajar dengan bagian atas tubuh wanita. Komposisi tidak terlalu sempurna dan terasa seperti foto candid sehari-hari.

FOTO BAGIAN BAWAH:
Seorang pria berada di lokasi toko yang sama atau toko dengan suasana serupa. Pria berdiri sangat dekat dengan kamera dan menghadap hampir lurus ke arah kamera. Framing memperlihatkan tubuh dari sekitar dada hingga bagian atas tubuh, dengan posisi kamera berada kurang lebih sejajar dengan kepala dan dada.

Pria mengenakan kaus berwarna hitam sebagai pakaian utama, kemudian mengenakan jaket atau outerwear berwarna abu-abu muda yang terbuka di bagian depan. Pada bagian depan kaus hitam terlihat sebagian tulisan atau grafis berwarna merah. Pakaian terlihat kasual dan cocok untuk suasana jalan-jalan di pusat perbelanjaan.

Salah satu tangan pria berada di sisi kanan gambar dan sedang memegang sebuah boneka gantungan berwarna hitam. Boneka tersebut mempunyai bagian bulu atau tekstur hitam, bentuk karakter yang unik, serta bagian depan berwarna merah berbentuk seperti simbol hati atau bentuk dekoratif. Di bagian atas boneka terdapat bagian menyerupai telinga atau tanduk berwarna gelap. Boneka memiliki tali atau gantungan kecil yang terlihat di bagian atasnya.

Pria memegang boneka tersebut menggunakan tangannya pada bagian samping/bawah gantungan, kemudian mengangkatnya ke dekat area bahu dan samping kepala. Boneka berada cukup dekat dengan kamera dan menjadi salah satu objek utama selain pria.

Tangan pria yang memegang boneka terlihat natural dengan jari-jari menggenggam bagian boneka secara santai. Lengan lainnya tidak menjadi fokus utama dan sebagian berada di luar frame.

Pria memberikan ekspresi wajah santai dan sedikit lucu. Mulutnya sedikit terbuka dengan posisi bibir membentuk ekspresi seperti sedang menjulurkan atau sedikit mengeluarkan bagian ujung lidah ke arah samping. Tatapan diarahkan langsung ke kamera. Ekspresi harus terasa spontan, playful, dan tidak dibuat-buat.

Latar belakang bagian bawah memperlihatkan interior pusat perbelanjaan atau toko mainan yang sangat terang. Terlihat rak-rak produk, berbagai mainan, papan promosi, etalase, serta beberapa elemen visual berwarna-warni. Di bagian atas latar belakang terdapat bidang atau dekorasi langit-langit berwarna merah terang, sementara area lainnya memiliki warna kuning, putih, dan biru. Terlihat beberapa papan atau tanda promosi berbentuk persegi yang tergantung dari langit-langit. Rak produk memenuhi bagian belakang sehingga menciptakan suasana toko yang ramai tetapi tetap terang dan jelas.

Kedua foto harus dipisahkan secara horizontal seperti kolase dua panel vertikal: foto wanita berada di bagian atas dan foto pria berada di bagian bawah. Masing-masing panel mempertahankan pose, posisi tangan, arah tubuh, ekspresi, objek yang dipegang, perspektif, dan suasana masing-masing secara terpisah. Jangan mencampurkan pose atau objek dari foto atas dengan foto bawah.

Gunakan identitas wajah pria dan wanita dari foto referensi secara konsisten. Jangan mengganti orangnya, jangan membuat orang baru, jangan mengubah proporsi wajah, jangan mengubah karakteristik wajah, dan jangan membuat wajah terlihat seperti orang lain. Pertahankan kemiripan identitas setinggi mungkin dengan foto referensi.

Pencahayaan harus terang, bersih, dan netral seperti pencahayaan interior pusat perbelanjaan. Hindari pencahayaan hangat atau kekuningan yang berlebihan. Gunakan white balance netral hingga sedikit dingin, warna kulit tetap natural, area terang tidak terlalu kekuningan, dan keseluruhan gambar terlihat cerah. Bayangan lembut dan natural, tanpa pencahayaan dramatis.

Gambar diambil seperti menggunakan kamera iPhone 14, dengan kualitas resolusi agak rendah dan tidak terlalu HD, detail sedikit lembut seperti foto kamera ponsel sehari-hari, kontras rendah, bayangan lembut, dynamic range natural, tanpa efek estetika tambahan, tanpa filter, tanpa color grading sinematik, tanpa efek kecantikan, tanpa efek HDR berlebihan. Pertahankan sedikit karakteristik foto ponsel yang natural dan spontan. Foto harus terlihat seperti foto asli yang langsung diambil menggunakan kamera ponsel, bukan hasil edit atau gambar AI.

14. Buatkan gambar sesuai deskripsi yang saya berikan di bawah ini, gunakan wajah wanita di atas untuk gambar yang saya deskripsikan di bawah ini, harus mirip 100% dengan foto wajah wanita yang saya berikan di atas tanpa merubah sedikitpun karakteristik wajah wanita tersebut.

Seorang wanita berdiri di dalam sebuah ruangan dengan suasana dekorasi tradisional yang elegan. Komposisi gambar berupa potret vertikal full body, memperlihatkan wanita dari bagian kepala hingga ujung kaki, dengan posisi tubuh berada sedikit di sebelah kiri-tengah frame. Kamera berada pada ketinggian kurang lebih sejajar dengan bagian dada wanita dan diarahkan lurus ke arahnya, sehingga seluruh tubuh tetap terlihat proporsional.

Wanita berdiri dengan posisi tubuh tegak dan santai. Kedua kakinya berada dalam posisi berdiri natural, dengan berat tubuh terbagi secara santai sehingga pose tidak terlihat kaku. Bahu dalam keadaan rileks. Salah satu lengannya ditekuk ke arah depan tubuh dan tangannya memegang gagang sebuah payung dekoratif besar. Tangan lainnya juga berada di depan tubuh dan ikut memegang bagian bawah gagang payung tersebut. Kedua tangan terlihat natural, dengan jari-jari menggenggam gagang secara santai.

Payung besar terbuka berada di sisi kanan wanita dan memenuhi area kanan gambar. Payung mempunyai warna biru muda keabu-abuan yang lembut, berbentuk bundar dengan banyak ruas jari-jari payung berwarna krem atau putih pucat yang menyebar dari titik tengah. Bagian tengah payung berada kira-kira sejajar dengan area pinggang hingga dada wanita. Gagang payung berwarna cokelat muda dan membentang secara diagonal dari tangan wanita menuju bagian tengah payung. Payung menjadi elemen visual utama di sebelah kanan tubuh wanita.

Wanita mengenakan hijab segi empat yang di pakai secara rapi dan elegan, pakaian tradisional bernuansa biru muda dan abu-abu. Bagian atas pakaian mempunyai lengan panjang dengan tekstur bermotif yang terlihat seperti kain tradisional, dengan pola kecil yang tersebar secara teratur. Bagian luar pakaian memiliki lapisan kain bermotif dengan bentuk memanjang dari area bahu hingga melewati pinggang dan bagian paha. Warna pakaian didominasi biru muda, abu-abu lembut, dan sedikit detail putih.

Pada bagian tengah tubuh terdapat ornamen atau aksesori kecil berwarna biru yang tergantung di area pinggang. Pakaian bagian bawah berupa celana panjang dengan warna dan motif yang senada dengan pakaian bagian atas. Celana memiliki pola tradisional kecil berulang dengan warna abu-abu kebiruan. Seluruh pakaian terlihat rapi, sopan, elegan, dan memiliki tekstur kain yang jelas namun tetap natural.

Wanita mengenakan aksesori kalung sederhana dengan liontin kecil di bagian depan leher. Terdapat pula ornamen dekoratif kecil berwarna putih atau perak yang berada di sekitar bagian atas pakaian. Semua aksesori terlihat sederhana dan tidak berlebihan.

Pose wanita harus terlihat anggun tetapi tetap natural. Posisi siku sedikit menekuk ketika memegang gagang payung. Kedua tangan tidak terlalu rapat dan tidak terlalu tegang. Pergelangan tangan berada dalam posisi natural mengikuti arah gagang payung. Tubuh sedikit menghadap ke arah kamera sementara payung dibawa ke sisi kanan sehingga menghasilkan komposisi diagonal yang menarik. Jangan membuat pose seperti model profesional yang terlalu dibuat-buat; pertahankan kesan seseorang yang sedang berdiri dan berfoto secara natural sambil membawa payung dekoratif.

Ekspresi wanita terlihat lembut, tenang, dan sedikit tersenyum. Arah pandangan menghadap langsung ke kamera. Ekspresi harus terasa natural dan santai, tidak berlebihan, tidak terlihat seperti sedang tertawa, dan tidak terlihat kaku. Pertahankan ekspresi yang lembut serta kesan elegan dari foto referensi tanpa mengubah karakteristik wajah wanita yang dijadikan referensi.

Latar belakang berupa ruangan tradisional dengan dominasi warna hitam atau sangat gelap. Tepat di belakang wanita terdapat panel kayu dekoratif berbentuk tinggi dan meruncing ke atas, dihiasi ukiran tradisional yang rumit dengan pola simetris. Panel tersebut menjadi elemen dekoratif utama di tengah belakang.

Di sisi kanan belakang terdapat sebuah lampu gantung atau ornamen lampu dekoratif berwarna putih keperakan dengan beberapa tingkat berbentuk bundar. Lampu memiliki detail ornamen kecil yang menggantung di bagian tepinya. Di bagian bawah kanan terdapat furnitur kayu berwarna hitam atau cokelat sangat gelap yang berbentuk seperti meja atau lemari kecil.

Di sisi kiri terdapat meja kecil berwarna gelap dengan sebuah lampu meja klasik. Lampu mempunyai kap berwarna putih dengan bentuk melebar di bagian bawah dan menyempit ke bagian atas, serta dudukan berwarna cokelat tua. Di sekitar meja terdapat beberapa ornamen dekoratif kecil bernuansa biru dan putih.

Pada bagian bawah kiri dan bawah kanan gambar terdapat rangkaian bunga mawar berwarna biru muda yang diletakkan sebagai dekorasi. Bunga-bunga tersebut terlihat cukup banyak, tersusun seperti buket atau rangkaian bunga dekoratif dan menjadi aksen warna biru pada ruangan yang didominasi warna gelap.

Latar belakang harus tetap terlihat jelas tetapi tidak mengalahkan wanita sebagai fokus utama. Berikan sedikit kedalaman ruang yang natural. Jangan menghilangkan elemen dekorasi penting seperti panel kayu ukiran, lampu dekoratif bertingkat, meja dengan lampu, furnitur gelap, serta rangkaian bunga biru.

Gunakan pencahayaan terang dan bersih dengan white balance netral. Jangan menggunakan pencahayaan kuning atau warm tone. Warna biru pada pakaian, payung, dan bunga harus tetap terlihat biru muda secara natural. Warna kulit harus terlihat natural tanpa dibuat terlalu putih atau terlalu hangat. Cahaya utama berasal dari arah depan dan sedikit dari samping, sehingga tubuh wanita dan tekstur pakaian terlihat jelas. Bayangan dibuat lembut dan tidak terlalu gelap, sementara latar belakang tetap memiliki suasana gelap yang elegan tanpa membuat keseluruhan foto terlihat suram.

Gunakan perspektif kamera yang natural dengan sedikit karakteristik lensa wide-angle ringan agar seluruh tubuh dan payung besar dapat masuk ke dalam frame tanpa terlihat terlalu sempit. Distorsi wide-angle harus sangat ringan dan realistis, jangan membuat tubuh, tangan, kaki, atau payung terlihat melengkung secara berlebihan. Kamera diposisikan cukup jauh agar proporsi tubuh tetap natural.

Pertahankan seluruh detail pose, posisi tangan, arah tubuh, posisi payung, pakaian, aksesori, dekorasi ruangan, komposisi, perspektif, dan ekspresi secara konsisten. Jangan menambahkan orang lain. Jangan mengubah gender wanita. Jangan mengganti pakaian menjadi pakaian modern. Jangan menghilangkan payung atau dekorasi utama. Jangan membuat pose kaku seperti manekin.

Gambar diambil seperti menggunakan kamera iPhone 14, kualitas resolusi agak rendah tidak terlalu HD, kontras rendah, bayangan lembut, tidak ada efek estetika tambahan, foto terlihat original tidak seperti di edit. Hindari HDR berlebihan, sharpening berlebihan, skin smoothing, beauty filter, cinematic color grading, efek glow, efek bokeh buatan, atau retouching berlebihan. Foto harus terlihat seperti foto asli yang diambil secara spontan menggunakan kamera ponsel, dengan detail sedikit lembut dan warna natural. Pencahayaan harus tetap cerah, bersih, netral, dan sama sekali tidak didominasi warna kuning atau warm tone.

15. Last prompt brayy, lanjut besok, staytune yaa🥳🥳🫰🏻

prompt:
Buatkan gambar sesuai deskripsi yang saya berikan di bawah ini, gunakan wajah pria dan wanita pada foto referensi di atas sebagai identitas utama karakter. Pertahankan kemiripan wajah pria dan wanita 100% sama seperti foto referensi, tanpa mengubah sedikit pun karakteristik, proporsi, atau identitas masing-masing orang.

Tampilkan seorang pria dan seorang wanita sedang melakukan selfie berdua dari jarak sangat dekat di dalam ruangan, dengan komposisi foto vertikal yang terasa seperti foto spontan menggunakan kamera depan smartphone.

Pria berada di sisi kiri frame dan wanita berada di sisi kanan frame. Keduanya berada sangat dekat satu sama lain hingga bagian bahu dan tubuh bagian atas saling berdekatan. Kamera dipegang sangat dekat dengan kedua orang tersebut sehingga perspektif terasa intim dan khas selfie smartphone. Keduanya mengarahkan tubuh ke kamera dengan posisi santai, tanpa pose formal.

Pose pria:
Pria berada di sisi kiri dan sedikit lebih dekat ke kamera. Tubuh bagian atas menghadap kamera, dengan bahu terlihat cukup lebar memenuhi sisi kiri frame. Salah satu bahunya sedikit lebih maju akibat posisi kamera yang sangat dekat. Kepala diarahkan sedikit miring ke arah wanita, menunjukkan kedekatan antara keduanya. Kedua bahu rileks dan tubuh tidak dibuat tegak kaku. Bagian tubuh pria yang terlihat terutama area dada, bahu, lengan atas, dan leher. Ia mengenakan kaus berwarna hitam polos dengan gambar atau ilustrasi gelap pada bagian dada bawah yang terlihat sebagian. Posisi tubuh dibuat seperti sedang duduk atau berdiri sangat dekat dengan wanita saat mengambil selfie.

Pose wanita:
Wanita berada di sisi kanan frame dengan tubuh bagian atas menghadap kamera. Posisi tubuh sedikit condong ke arah pria sehingga keduanya tampak sangat dekat. Salah satu bahunya berada sedikit di belakang pria, sementara tubuh bagian atas tetap masuk ke dalam frame. Ia mengenakan hijab segi empat longgar berwarna abuabu, kemeja khas wanita lengan panjang berwarna abuabu dengan lengan mengembang, menciptakan kombinasi warna hitam dan terang. Posisi bahu rileks dan tidak simetris sempurna. Wanita sedikit memiringkan tubuh ke arah pria, menciptakan kesan akrab dan spontan. Jangan membuat pose seperti foto studio atau pasangan yang sedang berpose formal.

Interaksi dan ekspresi:
Keduanya harus terlihat nyaman dan akrab saat mengambil selfie. Jarak antara pria dan wanita sangat dekat, dengan bagian bahu hampir bersentuhan. Keduanya memberikan ekspresi santai, lembut, dan sedikit playful ke arah kamera, seperti sedang mengambil selfie bersama tanpa persiapan. Pertahankan ekspresi spontan dan natural, jangan membuat ekspresi terlalu serius, terlalu tersenyum lebar, atau seperti model profesional. Posisi tubuh dan kemiringan masing-masing orang harus terasa alami mengikuti posisi kamera yang dekat.

Lingkungan:
Foto diambil di dalam ruangan sederhana seperti kamar atau ruang keluarga. Bagian atas belakang frame memperlihatkan plafon atau bagian atas ruangan berwarna cokelat kayu dengan sebuah kipas angin yang terlihat sebagian. Pada sisi kanan terdapat dinding berwarna putih atau krem terang dengan beberapa kabel atau benda kecil yang tergantung. Di belakang kedua orang terdapat bagian jendela atau pintu dengan bingkai gelap serta sedikit area ruangan lainnya. Lingkungan tidak perlu terlihat terlalu rapi atau dibuat dekoratif; pertahankan kesan ruangan sehari-hari yang sederhana.

Pencahayaan:
Gunakan pencahayaan indoor yang terang tetapi tetap natural. Cahaya utama berasal dari lampu ruangan dan sedikit cahaya ambient dari lingkungan sekitar. Hindari dominasi warna kuning atau orange meskipun terdapat lampu ruangan. White balance harus dibuat lebih netral sehingga warna kulit, pakaian, dinding, dan lingkungan tidak berubah menjadi terlalu warm. Foto tetap terang dengan detail bayangan yang terlihat lembut. Jangan gunakan efek cinematic, glow, HDR berlebihan, atau color grading estetis.

Kamera dan komposisi:
Gunakan format vertikal 4:5 atau 3:4 seperti foto selfie smartphone. Kamera depan berada sangat dekat dengan kedua orang, menghasilkan perspektif wide-angle smartphone ringan karena jarak kamera yang pendek. Pria sedikit lebih dekat ke kamera dibandingkan wanita sehingga proporsi tubuh pria terlihat sedikit lebih besar di sisi kiri frame. Jangan menggunakan perspektif ekstrem atau membuat tubuh terdistorsi secara berlebihan. Framing harus terasa seperti kamera depan yang dipegang dengan tangan pada jarak dekat, bukan kamera profesional.

Pertahankan sedikit ketidaksempurnaan khas foto selfie spontan: framing dekat, komposisi tidak sepenuhnya simetris, sedikit perbedaan jarak antara kedua orang dengan kamera, serta detail lingkungan yang tetap terlihat di belakang. Jangan membuat hasil terlalu tajam, terlalu bersih, terlalu sempurna, atau seperti hasil studio. Jangan menambahkan aksesori, dekorasi, pakaian, atau elemen baru yang tidak diperlukan.

Gambar di ambil seperti menggunakan kamera iPhone 14, kualitas resolusi agak rendah tidak terlalu HD, kontras rendah, bayangan lembut, tidak ada efek estetika tambahan, foto terlihat original tidak seperti di edit.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Kritik dan saran yang membangun 😂